
DI PERJALANAN.
Waktu menunjukkan pukul 04:00 Sore.
Terlihat Diki yang sedang mengendarai mobilnya bersama dengan Anita istrinya menuju pesta pertunangan temen sekolahnya yang tak lain adalah Andra.
"Bang, Abang itu kenapa sih dari tadi diem aja.? Abang enggak suka karena sekarang ini Anita ikut Abang ke pesta pertunangan temen Abang.?" Ucap Anita kesel, karena selama disepanjang perjalanannya itu Diki suaminya tidak mau mengajaknya ngobrol sama sekali.
"Kamu itu ngomong apa sih Nit.? Udah yah Nit, cukup.! Jangan mancing-mancing emosi Abang terus.! Abang ini udah capek tau enggak kalau setiap hari harus berdebat terus sama kamu.!" Ucap Diki yang lagi-lagi terpancing emosinya.
"Ya habisnya dari tadi Abang itu diem aja, cuekin Anita.! Kayaknya Abang itu enggak suka banget kalau Anita ini ikut Abang ke pesta pertunangan temen Abang.! Emang kenapa sih bang.? Abang mau ketemuan sama siapa.? Selingkuhan Abang.? Apa jangan-jangan, Abang malu lagi kalau sekarang ini Anita ikut Abang ke pesta pertunangan temen Abang ini.! Abang itu enggak boleh kayak gitu loh bang.! Anita ini istri Abang.!" Ucap Anita lagi-lagi menuduhnya seperti itu, namun beruntungnya Diki suaminya itu bisa mengendalikan emosinya, ia pun langsung menarik nafas pelan dan membuangnya kasar.
"Terserah kamu aja deh Nit mau ngomong apa.! Yang jelas sekarang ini Abang itu udah capek banget berdebat terus setiap hari sama kamu.!" Ucapnya lagi dengan tegas, ia berbicara seperti itu karena sekarang ini ia memang benar-benar sudah sangat capek jika harus berdebat terus setiap hari dengannya, kemudian ia pun langsung meninggikan kecepatan mobilnya itu dengan sangat cepat menuju pesta pertunangan tersebut.
DI TEMPAT BERBEDA, DI SEBUAH TAMAN TEMPAT PESTA PERTUNANGAN ANDRA BERADA.
Terlihat Devano dan Alana yang baru saja datang dan sampai di pesta pertunangan tersebut.
"Ya ampun maaas, Ini serius mas.? Ini itu pestanya mewah banget loh mas.! Apa lagi nyewa taman segede ini selama satu hari satu malam.! Pasti budgetnya juga gede banget deh.! Emang temen sekolah mas ini kaya banget yah mas.? Sampai-sampai pesta pertunangannya aja semewah dan semegah ini.?" Ucap Alana kaget dan tak percaya melihat pesta pertunangan semewah dan semegah itu.
"Ia sayang, temen sekolah mas ini emang kayak banget. Apalagi dia juga kan tunangannya sama anak konglomerat.! Ya udah pastilah pesta pertunangannya itu juga harus mew,,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong.
"Hay Dev.!" Teriak Andra yang tiba-tiba langsung saja menyapanya sambil melambaikan tangan, dengan penampilannya yang sekarang ini terlihat benar-benar sangatlah tampan, cool, dan bahkan sudah tidaklah culun lagi seperti yang dulu ia dan Diki kenal. Sehingga Devano yang melihatnya pun, seketika langsung kaget dibuatnya.
"Gilaaaaa! Ini loh Nda, ini beneran loh?" Ucapnya yang sekarang ini sudah berada disampingnya, sambil menepuk-nepuk punggungnya karena saking tak percayanya.
"Ya iya lah Dev, ini gue! Emang siapa?" Jawab Andra yang langsung saja tersenyum, karena lucu melihat ekspresinya.
"Nggak, gue cuma kaget aja! Sekarang, loh tambah ganteng," Ucap Devano lagi.
"Apaan sih loh, bisa aja!" Ucap Andra.
"Oh iya Ndra, tapi ngomong-ngomong, selamat yah atas pertunangannya.?" Ucapnya lagi, yang langsung saja menjabat tangannya dan langsung memberikannya selamat.
"Iya pak Andra, selamat yah pak.?" Ucap Alana yang juga ikut memberikannya selamat, sambil tersenyum dengan sangat manis.
"Iya sama-sama, thanks juga yah kalian udah pada mau datang di pesta pertunangan gw ini.!" Ucap Andra yang juga ikut tersenyum.
"Oh iya Dev.! Tapi ngomong-ngomong, loh kesini cuma berdua sama istri loh doang nih.! Diki mana.? Udah lama banget nih gw enggak ketemu sama itu anak.!" Ucapnya lagi penasaran, ia bertanya seperti itu karena sebagai teman sekolahnya dulu, ia sangat tau kalau dulu Devano dan Diki itu kemana-mana selalu berdua.
"Gila kali loh yah Ndra.! Sekarang ini gw kan udah punya istri, jadi enggak mungkin lah gw ke sini bareng sama itu anak.!" Ucap Devano.
"Iya deh Dev iya, sorry.!" Ucap Andra sambil tersenyum dan menepuk-nepuk punggungnya.
"Tapi beneran loh Dev kata gw tadi.! Gw ini udah lama banget enggak ketemu sama itu anak.! Itu anak kesini kan sekarang.?" Ucapnya lagi penuh harap.
"Iya Ndra, loh tenang aja.! Itu anak kesini kok.! Mungkin aja sekarang itu anak lagi dijal,,,,,," Seketika ucapan Devano itu pun terpotong.
"Mas Devano, itu bang Diki nya udah datang.!" Ucap Alana sambil menunjuk kearah Diki dan Anita yang baru saja masuk ke dalam pesta tersebut.
"Tapi tunggu dulu deh mas.! Kok bang Diki tumben banget sih mas, mau jalan berdua sama Anita.?" Ucapnya lagi bingung, ia berbicara seperti itu karena ia sangat tau kalau biasanya Diki itu memang tidak pernah mau mengajak Anita istrinya itu jalan berdua, dan mungkin memang bener masalah itu lah yang membuat mereka berdua tadi itu sempat ribut di dalam mobil.
"Yaelah sayang, kayak kamu enggak tau Diki aja. Lihat aja tuh mukanya.! Cemberut kayak gitu.!" Ucap Devano sambil menatap kearah wajahnya yang kusam dan tanpa semangat, dan ia sangat yakin kalau sekarang ini Diki sahabatnya itu pasti terpaksa mengajaknya ke pesta pertunangan Andra sahabatnya itu.
"Oh iya Dev, tadi loh ngomong apa.? Diki, Diki kenapa.?" Ucap Andra yang baru saja selesai menyalami tamu-tamunya, ia tidak terlalu mendengar dengan jelas apa yang baru saja Devano dan Alana obrolkan tentangnya itu.
"Oh e, e, enggak, Diki enggak papa kok.!" Ucap Devano gugup karena ia sedang berbohong.
"Oh iya, itu Diki nya udah datang.!" Ucapnya lagi mencoba untuk mengalihkan pembicaraannya, karena ia tidak mau kalau sampai Andra sahabatnya itu tau kalau sekarang ini rumah tangga Diki sedang tidak baik-baik saja.
"Woy Dik.!" Teriak Devano sambil melambaikan tangan kepadanya.
"Eh loh disitu Dev.!" Teriak Diki sambil menatap kearahnya, kemudian ia pun langsung buru-buru melangkah untuk menghampirinya, tanpa memberi tahu Anita apa lagi mengandeng tangannya, sehingga membuat Anita pun kesel.
"Ngeselin banget sih bang Diki.! Jadi suami kok enggak ada romantis-romantisnya, orang mah kalau mau pergi ngomong kek.! Kalau enggak gandeng tangan gw apa gimana." Ucapnya dalam hati, kemudian ia pun langsung buru-buru melangkah mengikuti langkah kakinya dari belakang, namun disaat mereka berdua sedang melangkah, tiba-tiba langkahnya terhenti, karena tiba-tiba ada seorang anak kecil yang tak sengaja menabrak Diki sambil menumpahkan air minum tepat di bagian depan celananya.
"Aw.!" Ucap Diki kaget sambil buru-buru membersihkan celananya itu dari tumpahan air minum tersebut, tanpa menoleh ke arah anak kecil tersebut sedikit pun.
"Om, maaf banget yah Om.! Ma,,,,,,," Seketika ucapan anak kecil tersebut pun terpotong.
"Eh.! Kamu ini apa-apaan sih.? Enggak punya sopan santun banget sama orang tua.! Jadinya kan celana suami Tante ini basah." Ucap Anita marah dan tak terima, sambil mendorong pundak anak kecil tersebut dengan sangat kasar.
__ADS_1
"Anita.! Kamu itu apa-apaan sih.? Kasar banget tau enggak sama anak kecil.! Lagian kan anak kecil ini juga enggak sengaja numpahin air minum ini dicelana Abang.!" Ucap Diki emosi, karena ia benar-benar tidak suka dengan tingkah laku kasar Anita istrinya itu apa lagi terhadap anak kecil sepertinya, namun lagi-lagi ia tidak menoleh ke arah anak kecil tersebut sedikit pun
"De, maafin istri Abang ya,,,,,,,,," Seketika ucapan Diki pun terpotong, karena ia baru menoleh kearahnya.
"Lauraaaaa.!"
Ucapnya kaget, karena ia baru sadar kalau anak kecil yang menabrak dan menumpahkan air minum dicelananya itu ternyata adalah Laura, anak kecil yang cantik, pintar lucu, imut dan sangat menggemaskan yang tadi pagi sempat ia tolong.
"Om ganteeeeng.!"
Ucap Laura yang juga kaget sambil tersenyum, karena saking senangnya melihat Diki yang tak lain adalah Om gantengnya bisa ada ditempat yang sama dengannya.
"Kok Om ganteng bisa ada di sini.?" Ucapnya lagi sambil terus tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia karena senang bisa bertemu lagi dengan Om ganteng nya itu.
"Iya Laura, sekarang ini Om diundang sama temen Om diacara pertunangan temen Om ini.!" Ucap Diki yang terlihat sudah sangat akrab dengannya, sehingga membuat Anita pun bingung.
"Emang anak kecil ini siapa sih bang.? Emang Abang udah saling kenal apa sama anak kecil ini.!" Ucapnya sewot karena ia tidak suka dengan anak kecil tersebut.
"Kenalin, anak kecil ini, namanya Laura! Calon anak saya!" Ucap Andra yang tiba-tiba langsung saja menghampiri mereka bertiga, bersama dengan Devano dan juga Alana, sambil tersenyum dan langsung memeluknya.
"Om Andra?!" Ucap Laura kaget, sambil tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia. Kemudian, ia pun langsung membalas pelukannya itu, dengan sangat erat.
"Eeeemmm, Om Andraaa," rengek Laura dengan sangat manjanya, dan bahkan mereka berdua pun terlihat benar-benar saling menyayangi dan saling mengasihi. Sehingga Diki yang melihatnya pun, entah mengapa, hatinya langsung bergetar.
"Kenapa lihat Andra dipeluk Laura kayak gini, hati gw ini terasa sakit banget yah.? Gw ini kayak enggak terima dan enggak ikhlas banget, ngeliat Laura peluk-pelukan kayak gini, sama Andra.! Apa karena gw ini udah terlalu deket sama Laura, jadinya perasaan gw sekarang ini jadi kayak gini sama dia?" Ucap Diki dalam hati bingung, karena lagi-lagi ia merasakan hal yang menurutnya sangatlah aneh saat ia dekat dengannya.
"Ya ampun Dik, sorry banget yah Dik.! Atas kesalahan calon anak gue ini.!" Ucap Andra, yang langsung buru-buru minta maaf kepadanya.
"A_Andra?! Ini loh Ndra, serius?" Ucap Diki yang malah justru langsung pangling melihat penampilannya sekarang ini.
"Gue nggak lagi mimpi kan, Ndra? Gilaaaaa! Loh berubah bangeeet!" Ucapnya lagi, tak percaya. Sehingga Andra yang melihatnya pun, lagi-lagi tersenyum.
"Ya iya lah Dik, ini gue! Emang mau siapa?" Jawabnya lagi.
"Ah, apaan sih loh!" Ucap Andra, yang hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Oh iya Diki, tapi ngomong-ngomong, sekali lagi gue minta maaf yah! Atas kesalahan calon anak gue ini!" Ucapnya lagi.
"Iya enggak papa.! Santai aja! Lagian ini semua bukan kesalahan Laura kok.! Iya kan sayang.?" Ucap Diki sambil tersenyum kearahnya, ia mencoba untuk membelanya di depan semuanya, sehingga membuat Anita istrinya pun kesel.
"Iiiihhh bang Diki itu ngeselin banget sih.! Belaiin anak kecil ini terus. Emang anak kecil ini siapanya bang Diki sih.?" Ucapnya dalam hati, sambil menatap sinis kearah anak kecil tersebut yang tak lain adalah Laura.
"Makasih yah Om ganteng, Om ganteng udah mau maafin Laura." Ucap Laura sambil tersenyum.
"Iyaaaa." Ucap Diki sambil tersenyum dan mengusap-usap rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Ya udah, lebih baik sekarang kita lupain aja masalah ini.! Lagian loh juga enggak papa kan Dik.?" Ucap Devano yang dari tadi sedang berdiri di hadapan mereka.
"Iya, gw enggak papa kok.!" Ucap Diki lagi.
"Oh iya Ndra, tadi kata loh.! Laura ini calon anak loh.! Maksudnya.?" Ucap Devano penasaran dan bingung.
"Iya Dev, Laura ini emang calon anak gw.!" Jawabnya.
"Soalnya perempuan yang sekarang ini mau tunangan sama gw itu, mommy nya Laura.!" Ucapnya lagi, mencoba untuk menjelaskan.
"Iya kan, sayang.?" Ucapnya lagi yang langsung saja tersenyum, sambil merangkul pundaknya.
"Iya Om Andra." Ucap Laura, yang langsung saja membalas senyumannya, dan bahkan terlihat sangat menyayanginya. Sehingga membuat hati Diki pun, lagi-lagi langsung bergetar.
"N_nggak, nggak mungkin! Kenapa hati gue ini lagi-lagi terasa sakit banget yah? Mendengar kenyataan, kalau Laura ini ternyata calon anak Andra?" Ucapnya lagi dalam hati semakin bingung, karena lagi-lagi ia merasakan hal seaneh itu saat bersamanya, meskipun Laura itu bukan siapa-siapanya.
"Oh gitu ceritanya." Ucap Alana yang dari tadi masih berdiri tepat di hadapan mereka semua, sambil tersenyum.
"Oh iya.! Tapi ngomong-ngomong calon tunangan loh itu mana.? Perasaan dari tadi gw lihat loh bolak-balik sendiri aja nyalamin tamu-tamu loh.!" Ucap Devano penasaran, karena dari tadi ia melihatnya hanya sendiri bolak-balik menyalami tamu-tamunya itu.
"Udaaah, kalian tenang aja.! Calon tunangan gw ada kok.! Nanti gw kenalin deh sama loh loh pada.! Soalnya sekarang ini calon tunangan gw itu lagi ganti baju dul,,,,,," Seketika ucapan Andra terpotong.
__ADS_1
"Om Andra, Om Andra.! Itu mommy udah keluar.!" Ucap Laura sambil tersenyum menatap kearah mommy nya yang baru saja keluar dari ruang ganti.
"Oh iya bener Dev, Dik, itu calon tunangan gw.!" Ucap Andra serius, sambil tersenyum menatap kearahnya yang baru saja keluar dari ruang ganti tersebut dengan penampilannya yang sangatlah cantik dan anggun.
"Mana Ndra tunangan,,,,,,,,," Seketika ucapan Diki pun, langsung terpotong. Karena dengan secara tiba-tiba ia melihat siapa sebenarnya sosok perempuan calon tunangannya itu.
"R, R, Renata.!"
Ucapnya dalam hati kaget dan gugup karena saking tak percayanya, ternyata tunangannya itu adalah Renata yang tak lain adalah mantan istrinya yang selama tujuh tahun terakhir ini sedang ia cari-cari keberadaannya.
"Enggak, enggak mungkin.! Gw pasti salah. Perempuan itu pasti bukan Renata.!" Ucapnya lagi dalam hati masih tak percaya sambil terus menatap kearahnya yang terlihat memang sangatlah cantik dan anggun, dan ia pun terlihat sudah lebih dewasa dari yang ia kenal dulu, bahkan sekarang ini ia pun terlihat sangatlah bahagia tidak seperti dulu saat dengannya.
"Dik, ini serius Dik.? P, p, perempuan itu bukannya Renata kan Dik.?" Bisik Devano gugup, karena ia pun bener-bener kaget dan tak percaya dengan semuanya.
"M, m, maaas.!" Ucap Alana yang juga gugup karena saking kagetnya setelah melihat siapa sebenarnya sosok calon dari tunangan Andra sahabat dari Devano suaminya itu.
"Iya sayang." Ucap Devano sambil terus terbengong menatap kearah Renata, karena ia bener-bener tak percaya kalau ternyata Renata lah calon tunangan Andra sahabatnya itu.
"R, R, Renata.!" Ucap Anita dalam hati gugup dan kaget setelah melihat siapa sebenarnya sosok calon tunangan dari Andra itu.
"J, j, jadi perempuan ini yang udah buat bang Diki dari tadi diemin gw terus di dalam mobil, gara-gara gw maksa bang Diki untuk ikut ke acara pesta pertunangan ini.! J, j, jadi ternyata, bang Diki masih ada perasaan sama perempuan ini.!" Ucapnya lagi dalam hati asal menduga.
"Enggak, ini enggak bisa dibiarin.! Pokoknya gw harus cepet-cepet buat bang Diki sama perempuan ini jauh.!" Ucapnya lagi dalam hati panik dan ketakutan.
"Gimana menurut kalian.? Tunangan gw itu cantik kan.?" Ucap Andra meminta pendapat kepada mereka semua setelah mereka semua melihatnya, ia tidak tau sama sekali kalau ternyata Renata calon tunangannya itu adalah mantan istri dari Diki sahabatnya itu dan ia pun tidak tau kalau mereka semua ternyata sudah mengenalnya.
"Meskipun gw ini dijodohin dan baru ketemu beberapa kali sama calon tunangan gw itu.! Tapi calon tunangan gw itu memang bener-bener cantik kan.? Enggak kalah lah sama istri-istri loh pada, malahan kayaknya cantikan calon tunangan gw deh kalau dilihat-lihat.!" Ucapnya lagi bercanda sambil tersenyum.
"Om ganteng, Om ganteng.! Itu mommy Laura.! Ayo Om ganteng.! Katanya Om ganteng mau kenalan sama mommy Laura.!" Ucap Laura tergesa-gesa sambil menarik-narik tangannya, karena saking senang dan tak sabarnya ingin cepat-cepat mengenalkan Diki Om gantengnya itu dengan mommy nya yang tak lain adalah Renata.
"Enggak, enggak mungkin.! Gw pasti salah. Iya pasti gw ini benar-benar salah.! Gw yakin calon tunangan Andra itu pasti bukan Renata.! Sekarang ini gw pasti salah lihat.! Iya, gw pasti salah lihat." Ucap Diki lagi dalam hati masih tak percaya dengan semuanya, meskipun semuanya sudah terlihat jelas olehnya kalau calon tunangannya itu memang benar adalah Renata mantan istrinya, karena sepertinya ia tidak mau menerima kenyataan kalau sekarang ini Renata mantan istrinya itu akan dimiliki oleh laki-laki lain apa lagi laki-laki tersebut adalah Andra sahabatnya sendiri.
"Om ganteng, Om ganteng kenapa.? Kok Om ganteng diem aja. Ayo Om ganteng.! Kan Om ganteng tadi pagi udah janji sama Laura, katanya Om ganteng mau kenalan sama mommy Laura kalau Om ganteng ketemu lagi sama Laura." Ucap Laura yang masih ingat dengan janjinya sambil terus menarik-narik tangannya.
"Tunggu dulu.! Kalau ternyata perempuan itu bener adalah Renata, berarti Laura ini,,,,,," Seketika Diki pun langsung terdiam, kemudian ia pun langsung menatap kearahnya yang sekarang ini masih terus menarik-narik tangannya.
"Ayo Om ganteng.! Katanya Om ganteng mau kenalan sama mommy Laura.!" Ucapnya sambil terus menarik-narik tangannya.
"Laura ini anak gw.? Iya, pasti Laura ini anak gw." Ucapnya lagi dalam hati dengan sangat yakin.
"Udah Laura, udah cukup.! Biar mommy aja yang suruh kesini.!" Ucap Andra, kemudian ia pun langsung buru-buru memanggilnya.
"Renata, sayang.! Sini.!" Teriaknya sambil menatap kearahnya.
"Mommy.! Ayo mommy cepatan kesini.!" Teriak Laura yang juga ikut memanggilnya sambil tersenyum dan melambaikan tangan kepadanya.
"Gawat.! Kalau sampai Renata beneran kesini, apa yang akan terjadi selanjutnya.?" Ucap Devano dalam hati panik, kemudian ia pun langsung menarik nafas pelan dan membuangnya kasar.
"Aduuuh, gimana ini.?" Ucapnya lagi bingung.
"Mommy.! Kok mommy diem aja.? Ayo mommy cepetan kesini.! Laura mau kenalin mommy sama Om ganteng Laura.!" Teriak Laura lagi penuh dengan semangat.
"Iya sayang, bentar dulu yah.?" Teriak Renata yang sedang sibuk menyalami tamu-tamunya.
"Ya udah yah, sekarang gw ke sana dulu.!" Ucapnya lagi kepada tamu-tamunya itu sambil tersenyum dengan sangat ramah, kemudian ia pun langsung buru-buru melangkah menghampiri Laura putri tersayangnya itu dan juga Andra.
"Iya Laura sayang, ada ap,,,,,,,," Seketika ucapan Renata pun terpotong.
"B, b, bang Diki.!"
Ucapnya dalam hati gugup karena saking kagetnya melihat Diki yang sedang berdiri ditengah-tengah antara mereka berdua, ia pun merasakan sama seperti apa yang Diki rasakan sekarang ini, sekarang ini ia benar-benar tak percaya bisa bertemu dengan Diki, matan suaminya yang sangat kejam itu diacara pesta pertunangannya ini.
######
Maaf kalau visualnya kurang pas 🙏
__ADS_1