
2 BULAN KEMUDIAN,,,,,,,
DI RUMAH DEVANO.
Waktu menunjukkan pukul 07:00 Malam.
Terlihat Devano yang baru saja pulang dari kantor, yang sekarang ini sedang masuk ke dalam kamarnya.
"Hallo kesayangan papaaah.? Papah pulaaaaang.?"
Teriak Devano sambil tersenyum menatap kearah Alana istri tersayangnya, yang sekarang ini sedang duduk di atas ranjang.
"Mas Devano udah pulaaang.?"
Kata Alana sambil tersenyum senang menatap kearahnya, karena dari tadi ia memang sedang menunggu-nunggu Devano suaminya itu pulang dari kantor, karena tanpa sepengetahuan kita, dari sejak Alana hamil, pak Erik menyuruh Devano putranya itu untuk membantu pekerjaannya di kantor.
"Udah doooong,,,"
Kata Devano sambil terus tersenyum menatap kearah Alana, kemudian ia pun langsung melangkah menghampirinya dan duduk tepat disampingnya.
"Eeemmm Alana kangen sama maaas.?" Kata Alana merengek manja sambil memeluk tubuh Devano dengan begitu eratnya.
"Uuuuhh,,, mas juga kangeeeen banget.? Apalagi sama kesayangannya papah satu lagi ini nih.! Anak papah nih.! Eeemmm kangen banget nih papahnya niiiiih.?" Kata Devano sambil tersenyum dan mengusap-usap perut Alana yang masih rata itu dengan sangat pelan dan penuh kasih sayang.
"Dede juga kangen sama papaaah.?" Kata Alana dengan sangat manjanya, sambil menirunkan suara gemas dari anak kecil.
Mendengar kata-kata dari Alana, Devano pun tersenyum.
"Eeeemm anak papah juga kangen nih sama papahnya niiiiih, hah.?" Kata Devano gemas, sambil terus mengusap-usap perut Alana, kemudian ia pun langsung menciuminya.
Melihat Devano yang seperti sangat menyayangi calon buah hatinya, Alana pun tersenyum, kemudian ia pun langsung mengusap-usap rambut Devano yang sekarang ini masih terus menciumi perutnya itu.
"Mamah sama Dede sayang sama papaaah.?" Kata Alana sambil tersenyum dengan sangat manjanya.
"Iyaaa,," Kata Devano pelan, sambil tersenyum menatap wajah cantik Alana.
"Oh iya, papah lupa.! Tadi anak papah enggak bandel kaaan, di dalam perut mamaaah.? Anak papah ini enggak bikin mamahnya mual-mual terus kaaan, selama papah kerjaaa, hah.?" Kata Devano lagi, sambil terus mengusap-usap perut Alana.
"Tadi Dedenya bikin mamahnya mual-mual teruuuus, pusing lagi.! Terus sampai sekarang juga mamahnya masih pusiiiiing.?" Kata Alana merengek manja, sambil cemberut.
Melihat Alana cemberut seperti itu, Devano pun tersenyum.
"Sabar yaaah.! Demi Dede.?" Kata Devano sambil mengusap-usap rambut Alana.
"Iya mas." Kata Alana sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Oh iya sayang, mas ada hadiah nih buat kamu.?" Kata Devano sambil memberikan satu buah paper bag yang sedang ia pegang kepada Alana.
Karena ternyata dari tadi ia memang membawa paper bag tersebut ke dalam kamarnya.
"Waaahhh mas kasih Alana hadiah.? Terus ini hadiahnya apaan mas.?" Kata Alana penasaran sambil tersenyum, kemudian ia pun langsung buru-buru mencoba untuk membuka hadiah tersebut.
"Eeeehhhh jangan di buka dulu sayang.! Masa kamu mau buka hadiah dari mas, di depan mas sih.?" Kata Devano mencoba untuk mencegah Alana.
"Loh kok enggak boleh dibuka dulu sih mas.? Emang ini isinya apaaaan.? kan Alana penasaran maaas.?" Kata Alana sambil merengek, karena ia benar-benar penasaran sebenarnya apa hadiah yang diberikan oleh Devano itu.
"Udaaaah kamu sabar aja.! Nanti juga kamu tau." Kata Devano sambil tersenyum.
"Ya udah, sekarang mas mau mandi dulu yah.?" Kata Devano lagi, kemudian ia pun langsung mencoba untuk melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
"Eeehh tunggu dulu mas.! Kalau sekarang mas mandi, berarti Alana udah boleh doooong buka hadiah ini.?" Kata Alana tak sabar, sambil tersenyum senang menatap paper bag yang sedang ia pegang.
"Iyaaaa boleh,," Kata Devano sambil tersenyum.
"Oh iya sayang.! Tapi setelah kamu buka hadiah dari mas, Kamu langsung pakai yah.! Pokoknya mas mau, setelah mas selesai mandi kamu harus udah beres pakai hadiah dari mas itu." Kata Devano sambil tersenyum, ia meminta Alana untuk memakai hadiah yang ia berikan untuknya, namun entah apa sebenarnya hadiah tersebut.
"A, A, Alana langsung pakai hadiah dari mas ini.? E, e, emang hadiah dari mas ini ap,,,,,,,,,," Seketika ucapan Alana terpotong.
__ADS_1
"Udaaaah, kamu buka aja sekarang.! Terus langsung kamu pakai.!" Kata Devano lagi, kemudian ia pun langsung melangkah masuk menuju kamar mandi.
15 Menit kemudian,,,,,,,,
Terlihat Devano yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
"Sayaaaang.?"
Kata Devano kaget dan tak percaya, sambil tersenyum menatap kearah Alana yang terlihat sangat-sangat seksi dan juga cantik, setelah memakai hadiah yang ia berikan kepadanya, yaitu satu stel baju tidur yang sangat-sangat tipis dan transparan yang menonjolkan dengan sangat jelas bagian-bagian dari tubuhnya.
"M, m, mas Devanooo.?"
Kata Alana gugup, sambil menatap dalam wajah tampan Devano yang masih berdiri tepat di depan pintu kamar mandi.
Melihat Alana gugup seperti itu, Devano pun tersenyum, kemudian ia pun langsung berjalan menghampirinya dan duduk tepat di hadapannya.
"Mas Devano, Alana udah pakai baju hadiah dari maaas.?" Kata Alana lagi sambil tersenyum dengan sangat manjanya.
"Iya sayang, kamu cantik banget sayang pakai baju ini.? Seksi lagi." Kata Devano sambil tersenyum dan memandangi tubuh seksi Alana itu, kemudian tanpa basa-basi ia pun langsung membaringkannya tepat di atas ranjang.
"M, m, mas Deeev.?" Kata Alana lagi-lagi gugup, sambil menatap dalam wajah tampan Devano yang sekarang ini sudah berbaring tepat di atas tubuhnya.
Melihat Alana gugup seperti itu, lagi-lagi Devano pun tersenyum, perlahan ia pun mencoba untuk mengangkat baju seksi Alana yang sedang ia kenakan itu.
"M, m, mas Devano mau ngapain.?" Kata Alana gugup, sambil terus menatap dalam wajah tampan Devano.
"Mas pengin nen sayang, boleh kan.?" Kata Devano penuh dengan nafsu, sambil membelai lembut wajah cantik Alana.
"M, m, mas pengin neeen.?" Kata Alana manja.
"Iya sayang, boleh kan mas nen, hah.?" Kata Devano mencoba untuk menjawab pertanyaan Alana lagi.
"I, i, iya mas.! B, b, boleh." Kata Alana lagi-lagi gugup sambil menganggukkan kepalanya.
Melihat Alana menganggukkan kepalanya seperti itu, Devano pun tersenyum, kemudian ia pun langsung menenggelamkan kepalanya tepat di gunung kembarnya dan memainkannya dengan sangat rakusnya.
Mendengar Alana merintih seperti itu, nafsu Devano pun semakin menggila, dengan segera ia pun langsung menenggelamkan kepalanya itu lebih dalam lagi ke gunung kembar Alana, dan memainkannya dengan sangat rakus dan tanpa henti-hentinya.
"Aw maaas.! Stttttt enggak mau maaas.? Awww sssttttt sakit maaaas.? Ssstttt Alana sakiiiiiit.? Awwwwww.! Ssstttt jangan digigit-gigit mas, sssstttt sakiiiit.?" Teriak Alana terus merintih kesakitan sekaligus kenikmatan, sambil menangis dan menjambak-jambak rambut Devano yang sekarang ini masih terus menenggelamkan kepalanya dan memainkan gunung kembarnya itu dengan sangat kasar.
Mendengar Alana menangis seperti itu, dengan segera Devano pun langsung menghentikan permainannya.
"Sayang, kamu kenapa sayang.? Kok kamu nangis sih.?" Kata Devano tergesa-gesa dan panik, karena sepertinya saking nikmatnya tubuh seksi Alana itu, ia jadi tidak sadar, jika sekarang ini ia memainkan bagian sensitifnya itu dengan sangat kasar.
"Hiks,,, hiks,, sakit maaas.? Hiks,,, hiks,,, tadi mas maininnya kasaaaar." Kata Alana sambil terus menangis karena ia benar-benar merasakan sakit dibagian gunung kembarnya itu.
"Tadi mas maininnya kasaaaar.? Kamu kesakitaaaan, hah.?" Kata Devano penuh perhatian sambil mengusap air mata Alana yang menetes di pipinya
"Hiks,, hiks,, iya sakiiiit, hiks,, hiks,, tadi mas maininnya kasaaaar." Kata Alana merengek, sambil terus menangis kesakitan.
"Ya udah, ya udah.! Mas minta maaf yaaah.? Sekarang kamu duduk.! Kita lihat ada lukanya apa enggak, yah.?" Kata Devano pelan, sambil mengusap-usap rambut Alana, kemudian ia pun langsung buru-buru mengajak Alana untuk duduk, dan melihat gunung kembarnya apakah ada yang luka atau tidak, karena ia takut kalau-kalau kejadian dulu terulang lagi, saat gunung kembar Alana dan seluruh bagian sensitifnya itu luka dan lecet-lecet, akibat ulah darinya.
"Mana sayang, ada enggak Lukanya.?" Kata Devano tergesa-gesa dan panik, sambil menatap kearah gunung kembar Alana yang memang sangat terlihat jelas itu.
"Hiks,, hiks,, lukanya enggak adaaa, hiks,, hiks,, tapi sakit maaas.? Hiks,, hiks,, terus ini Alana juga banyak bekas gigitan maaas.?"
Kata Alana merengek manja, sambil terus menangis dan memandangi gunung kembarnya yang sekarang ini memang terasa sangat sakit dan banyak bekas gigitan dari permainan Devano itu.
"Ya udah, ya udah.! Mas minta maaf yaaah.? Eeeemmmm,,, kasihan ini istri mas.?" Kata Devano pelan, sambil memeluk tubuh Alana dengan begitu eratnya.
"Hiks,,, hiks,,, sakit maaas.?" Kata Alana lagi-lagi menangis kesakitan.
"Iya, iyaaa.! Mas juga tau sakit." Kata Devano penuh perhatian sambil mengusap-usap rambut Alana.
"Ya udah, lebih baik sekarang kita bobo aja yaaah.? Kita enggak usah lanjutin lagi permainannya, kasihan istri mas yang masih kecil ini kesakitaaan.?" Kata Devano lagi sambil tersenyum.
"Lagian papah juga kasihan niiiiih sama anak papaaaah.? Pasti anak papah ini capek yah di dalam perut mamah, hah.? Mamahnya diajak main-main terus sih sama papahnyaaa.?" Kata Devano sambil tersenyum dan mengusap-usap perut Alana dengan penuh kasih sayang.
"Hiks,, hiks,, iya Dede capeeek, hiks,, hiks,, Dede ngantuuuk, hiks,, hiks,, Dede pengin boboooo.? Hiks,, hiks,, Tapi Dede bobonya pengin diusap-usap sama papaaaah.?" Kata Alana dengan sangat manjanya, sambil menirukan suara gemas dari Anak kecil.
Mendengar kata-kata dari Alana, Devano pun tersenyum.
__ADS_1
"Uuuuhh Dede pengin diusap-usap sama papah bobonyaaa, hah.? Manja nih Dede sama papahnya niiiih..?" Kata Devano sambil tersenyum dan terus mengusap-usap perut Alana.
"Biarin.! Kan Dede anak papah.? Jadi Dede pengin dimanja-manja sama papaaah." Kata Alana dengan sangat manjanya, sambil terus menirukan suara gemas dari anak kecil.
Mendengar kata-kata dari Alana, lagi-lagi Devano pun tersenyum.
"Eeemmm yang pengin dimanja-manja sama papah, Dede apa mamahnya niiiiih, hah.?" Kata Devano sambil tersenyum dan mencubit gemas hidung Alana.
"Eeeemmm maaaas, yang pengin dimanja-manja sama papah, Dede sama mamah, dua-duanyaaa.?." Kata Alana sambil tersenyum dengan sangat manjanya.
"Iyaaa,,, dua-duanya semuanya mas manja yaaah.?" Kata Devano dengan sabarnya, sambil tersenyum dan mengusap-usap rambut Alana.
"Ya udah, lebih baik sekarang kita bobo yah.? Udah malam, kan besok kamu harus kuliah.?" Kata Devano lagi, penuh perhatian, kemudian ia dan Alana pun langsung beranjak untuk tidur.
Pagipun tiba,,,,,,,,
DI KAMPUS.
Waktu menunjukkan pukul 09:00 Pagi.
Terlihat Devano yang sedang sibuk melatih murid-muridnya berolahraga.
"Ayo semuanya ikuti gerakan saya.!"
Teriak Devano penuh semangat, sambil memperagakan gerakan-gerakannya itu kepada seluruh murid-muridnya yang sedang ikut berolahraga.
"Waaahhh pak Devano ganteng bangeeeet.? Enggak kuat nih mata gw ngeliatnya, mana badannya maco banget lagi pakai baju kayak gitu, iya enggak.?" Kata salah satu mahasiswi yang sedang ikut berolahraga, ia terbengong dan terpesona melihat ketampanan dan bentuk tubuh Devano yang menurutnya sangat-sangat Maco itu.
"Iya bener kata loh, pak Devano itu bener-bener ganteng banget.? Gw mau deh jadi istri keduanya pak Devano, enggak papa deh barengan sama Alana, gw ikhlas." Kata salah satu mahasiswi lainnya lagi, yang juga terpesona melihat ketampanan dari Devano Dosen gaul di kampusnya itu.
"Yeeee itu sih mau loh.! Kalau jadi istrinya pak Devano, gw juga mau kali.? Enggak papa deh jadi istri ke-dua, ke-tiga juga.! Yang penting gw bisa bobo bareng sama pak Dev,,,,,,,,,," Seketika ucapannya itu terpotong.
"Hai kamu.! Itu gerakan kamu salah." Teriak Devano sambil menatap kearah mahasiswi tersebut.
"G, g, gerakan siapa pak.? G, g, gerakan saya.?" Kata mahasiswi tersebut gugup dan tak percaya, melihat Devano Dosen yang sedang ia puji-puji itu, sedang memperhatikan gerakannya.
"Iya gerakan kamu salah.! Itu kaki kamu seharusnya lurus." Kata Devano mencoba untuk memberi arahan kepada mahasiswi tersebut.
"K, k, kayak gini pak.?" Kata mahasiswi tersebut lagi-lagi gugup, sambil buru-buru mengikuti arahan dari Devano.
"Nah iya kayak gitu.? Lurusin sedikit lagi.!"
Kata Devano sambil menatap kearah mahasiswi tersebut, ia mencoba untuk terus memberikan arahan kepada muridnya itu.
"Ya udah baik semuanya.! Sekarang kalian ikuti lagi gerakan say,,,,,,,,," Seketika ucapan Devano itu terpotong, karena tiba-tiba ia melihat Alana.
"Alanaaaaaa.?" Kata Devano panik sambil menatap kearah Alana istri tersayangnya itu, yang sedang berjalan tepat di samping lapangan futsal.
Dengan keadaan bola yang sedang meluncur dengan sangat cepat menuju kearahnya.
"Enggak, enggak mungkin.! Alana awaaaaaas.!!!" Teriak Devano dengan suara yang sangat tinggi, sambil berlari dengan sangat kencang untuk menolongnya, namun belum sempat ia menolong, tiba-tiba ia melihat bola tersebut yang sudah meluncur dan mengenai Alana dengan cukup kuat tepat dibagian perutnya.
"Aaaahhhhhhhh.!!!!!!" Teriak Alana dengan sangat kencang, kemudian ia pun langsung terjatuh dan pingsan, karena ia benar-benar merasakan sakit yang luar biasa diarea perutnya.
Mendengar Alana teriak seperti itu, dengan segera seluruh mahasiswa yang sedang berada didekatnya pun langsung berbondong-bondong menghampirinya.
"Ya ampun ini bukannya Alana istrinya pak Devano yah.?" Kata salah satu mahasiswa tersebut, ia kaget dan syok melihat keadaan Alana seperti itu.
"Iya benar, ini Alana istrinya pak Devano. Cepetan kamu panggil pak Devano suruh pak Devano cepat-cepat kesini.! Cepetan.!!!" Teriak salah satu dari mereka lagi, tergesa-gesa dan panik.
"I, i, iya." Kata salah satu dari mereka gugup dan panik, sambil buru-buru melangkah untuk memanggil Devano, namun belum sempat ia melangkah, tiba-tiba langkahnya terhenti, karena ia melihat Devano yang baru saja sampai di tempat tersebut
"Alanaaaa.?" Kata Devano tergesa-gesa dan panik, sambil menatap kearah Alana yang tergeletak dan pingsan itu, dengan keadaan yang sekarang ini sudah pendarahan lumayan banyak.
"Enggak, enggak mungkin.! Bangun Alana, banguuun.!" Teriak Devano dengan suara yang sangat tinggi, sambil menggoyang-goyangkan tubuh Alana istrinya itu dengan sangat kuat.
#####
Jangan lupa like, coment, dan vote.!
__ADS_1
Dan mohon maaf juga baru bisa up 🙏🙏🙏