
DI RUMAH PAK IRSYAD.
Waktu menunjukkan pukul 11:00 malam.
Terlihat Dinda yang sedang asyik menonton TV tentang panduan ibu hamil didalam kamarnya sambil menunggu Erik pulang.
Karena sejak Dinda dan Erik keluar dari rumah sakit, Erik langsung mengantarkannya ke rumah pak Irsyad, karena ia mau menitipkannya kepada Arya, ia tidak tega jika harus meninggalkan Dinda di rumah hanya sendiri, apalagi dengan keadaannya yang sekarang ini sedang hamil muda yang terkadang masih suka mual-mual dan pusing, ia menitipkan Dinda kepada Arya, karena seperti yang kita tau besok ia akan terbang ke Jepang.
Setelah mengantarkan Dinda pulang ke rumah pak Irsyad, Erik langsung pergi ke kantor untuk menyiapkan semua berkas-berkas yang besok akan ia bawa ke Jepang, kemudian setelah itu ia pun langsung pulang ke rumahnya untuk mengambil baju-baju Dinda untuk ganti, karena Dinda pulang ke rumah pak Irsyad kemaren hanya membawa baju yang melekat di tubuhnya saja.
Dinda menunggu Erik sudah cukup lama sambil terus asyik menonton TV tentang panduan ibu hamil, karena ia ingin tau hal-hal apa saja yang harus ia hindari selama ia sedang mengandung, ia melakukan semua itu karena ia sangat ingin anak yang ada didalam kandungannya itu sehat, karena sepertinya ia memang sangat menyayanginya, sampai-sampai ia mau menonton TV tentang panduan ibu hamil diwaktu selarut ini, namun disaat ia sedang asyik dengan semua itu, tiba-tiba Erik pulang dan masuk kedalam kamar tersebut dengan sangat pelan dan hati-hati, karena biasanya diwaktu selarut ini Dinda istrinya itu memang sudah tidur, dan ia tidak mau mengganggu tidurnya, apalagi tanpa sepengetahuan dari kita, tadi itu Dokter Tia sempat menyarankan Dinda untuk banyak-banyak istirahat.
Namun setelah Erik masuk kedalam kamar, ia kaget karena melihat Dinda yang justru masih melek sambil asyik menonton TV.
"Sayaaaang, kok kamu belum bobo.? Kamu lagi nonton acara apa.?"
Kata Erik heran, sambil melangkah menghampirinya, kemudian ia pun duduk tepat di sampingnya.
"Dinda belum ngantuuuk, Dinda lagi nonton ini dulu biar Dede mas Eriiiiik, yang ada didalam perut Dinda sehat," Kata Dinda sambil tersenyum dan menunjuk kearah acara Tv yang dari tadi sedang ia tonton.
Melihat Dinda menonton acara tersebut, Erik pun tersenyum, kemudian ia pun langsung memeluk dan menyenderkan kepala Dinda tepat dipundaknya.
__ADS_1
"Eeeeemmm kamu itu sayang banget yah, sama Dede di perut, hah.?" Kata Erik pelan sambil tersenyum, karena senang melihat Dinda yang seperti sangat menyayangi calon anaknya yang ada didalam kandungannya itu.
"Iya, Dinda sayaaaaang banget sama dede mas Erik yang ada di perut Dinda, makanya dari tadiiiii, Dinda enggak bobo, soalnya Dinda mau nonton acara ini.! Supaya Dede mas Erik yang ada di perut Dinda sehat." Kata Dinda sambil terus tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia.
Mendengar kata-kata dari Dinda, Erik pun lagi-lagi tersenyum, kemudian ia pun langsung menatap kearah perutnya.
"Teruuus, kalau anak papah ini udah bobo belum didalam perut mamaaah, hah.?" Kata Erik pelan sambil mengusap-usap perut Dinda dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.
"Anak papah jangan bobo dulu yaaah.? Nanti habis papah mandiiii, kita main-main bertiga sama mamah di atas kasur." Kata Erik lagi sambil tersenyum, ia sengaja berbicara seperti itu karena ia sedang ingin menggoda Dinda istrinya yang sangat haus akan belaian dan sentuhan darinya, agar terpancing nafsunya..
"Eeeeemmm mas Eriiiiiik, Dinda mau mainnya sekaraaaang.? Dinda enggak mau nunggu mas habis mandi, lama maaas.? Dinda pengin mainnya sekarang aja.!" Kata Dinda merengkek manja seperti anak kecil.
Mendengar rengekan dari Dinda, Erik yang dari tadi sedang mengajak calon anaknya berbicara pun tersenyum.
"Eeeeemmm lihat tuh de.! Mamah udah enggak sabaran, anak papah ini kalau udah gede jangan kaya mamah yaaaah.? Yang apa-apa suka enggak sabaran," Kata Erik sambil tersenyum tanpa menatap wajah Dinda, tatapannya dari tadi hanya tertuju ke arah perutnya, ia sengaja sibuk ngobrol hanya berdua dengan calon anaknya, agar Dinda istrinya itu iri dan ngambek.
Melihat Dinda ngambek seperti itu, Erik pun tersenyum, kemudian tanpa basa-basi ia pun langsung menggendongnya menuju ranjang.
"M, m, mas Erik mau ngapain.?" Kata Dinda gugup dan bingung mengapa tiba-tiba Erik menggendongnya seperti itu.
"Kasihan istri mas ini.? Papah juga sayang sama mamahnya kok.! Enggak cuma sayang sama Dede doang, kamu iri yah sama Dede, hah.?" Kata Erik pelan sambil mengusap-usap rambut Dinda yang sekarang ini sudah berada di atas ranjang.
"Kamu enggak usah iri yaaaah.? Sebelum mas sayang sama dede, kan mas udah sayang sama mamahnya duluan," Kata Erik sambil tersenyum menatap wajah cantik Dinda.
"Ya udah Dinda enggak iri, tapi mas Erik juga harus sayang sama Dindaaa.! Enggak kaya tadi cuma sayang sama dede doang, Dinda ngomong sama mas, tapi mas maunya ngomong sama dedeee terus.! Dari tadi Dinda ngomong enggak didengerin." Kata Dinda dengan sangat manjanya.
__ADS_1
Melihat tingkah laku istrinya seperti itu, Erik pun lagi dan lagi tersenyum, kemudian ia pun langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang tersebut.
"Kamu tenang aja yaaaah.? Sampai kapan pun mas akan selalu sayang sama kamu, sama seperti mas sayang sama anak kita nanti, mas enggak akan pernaaaah beda-bedakan sedikit pun antara kamu dan anak kita." Kata Erik serius, sambil memandangi dan membelai lembut wajah cantiknya menggunakan jari tangannya.
"Iya mas," Kata Dinda sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Melihat Dinda menganggukkan kepalanya seperti itu, Erik pun tersenyum, kemudian ia pun langsung membuka baju Dinda dan menyisakan hanya dalamnya saja, perlahan ia pun menciumi seluruh tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan sangat pelan.
"Maaas.?" Kata Dinda pelan sambil merintih kenikmatan, karena merasakan ciuman dari Erik dibagian bawahnya.
Mendengar suara rintihan dari Dinda, Erik pun tersenyum, kemudian ia pun menghentikan sejenak ciumannya itu.
"Kamu kenapaaa.? Enak yah, hah.?" Kata Erik pelan, sambil memandangi ekspresi wajah cantik Dinda saat ia ciumi.
"Kamu dari tadi ngambek, karena kamu pengin ini kan dari mas.? Kamu pengin ini kamu mas cium-cium, terus mas mainin kan.?" Kata Erik lagi sambil terus tersenyum dan menatap kearah bagian bawah Dinda yang sudah mulai basah dan licin.
"Iya Dinda mau ini.! Tapi mas Eriiiiik, mas Erik mainnya pelan-pelaaan.! Kasihan takut dedenya didalam perut sakiiiiiit," Kata Dinda dengan sangat manjanya.
"Iyaaa," Kata Erik singkat, sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya, kemudian ia pun langsung memulai permainannya bersama Dinda malam itu juga.
Dengan waktu yang cukup lama dan tanpa henti-hentinya, apalagi ini adalah malam terakhir sebelum ia berangkat ke Jepang besok pagi.
#######
__ADS_1
Maaf jika visualnya kurang pas 🙏