DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
Episode 21


__ADS_3

DI RUMAH PAK IRSYAD.


Waktu menunjukkan pukul 08:00 malam.


Terlihat semua keluarga pak Irsyad yang sedang duduk di meja makan untuk makan malam, Pak Irsyad, Ibu Yuli, Arya, Erik dan Dinda, semuanya terlihat sedang makan sambil asyik ngobrol.


"Sayang, kamu udah sembuh.?" Kata Ibu Yuli penasaran melihat Dinda yang ikut makan malam bersama dengannya.


"Mamah ngomong apa tadi.? Sembuh.? Emang Dinda sakit.? Dinda sakit apa.?" Kata Pak Irsyad kaget dan panik, karena ia memang tidak tau kalau tadi itu Dinda putri tersayangnya sakit, bagaimana mungkin ia akan tau, dari pagi ia sibuk dengan pekerjaannya di kantor.


"Iya Dinda sakit pah, tadi itu Dinda masuk angin, Katanya sih,,,,," Kata Ibu Yuli sambil tersenyum menatap kearah Dinda.


"Dinda masuk angin karena semalam Dinda tidurnya enggak pakai apa sayang.?" Kata Ibu Yuli lagi sambil tersenyum menggoda Dinda, ia sengaja pura-pura tidak tau apa penyebabnya bisa masuk angin.


"Iiiiiihhhhh mamah apaan sih.?" Kata Dinda kesel, sambil menatap sinis wajah Ibu Yuli, ia kesel karena Ibu Yuli menggodanya di depan Pak Irsyad, Arya dan juga Erik.


"Dinda, apa benar kamu cuma masuk angin.?" Kata Pak Irsyad khawatir.


"I, i, iya, tapi tadi pah.! Sekarang Dinda udah mendingan kok." Kata Dinda gugup, sambil tersenyum.


"Kok bisa masuk angin, emang tadinya Kenapa.?" Kata pak Irsyad lagi penasaran, mengapa tiba-tiba Dinda putri tersayangnya itu bisa masuk angin, ia bertanya sedetail itu, karena seperti yang kita tau, ia sangat menyayanginya.


"I, i, itu pah.! T, t, tadi,,,,,," Belum sempat Dinda menyelesaikan ucapannya, namun sudah terpotong.

__ADS_1


"Udah papah tenang aja.! Kalau mamah lihat dari penyebab sakit Dinda sih, kayaknya sebentar lagi kita mau punya cucu deh pah, iya kan Rik.?" Kata ibu Yuli sambil tersenyum menggoda Erik.


Mendengar godaan dari Ibu Yuli, Erik hanya tersenyum, akan tetapi tidak dengan Arya, ia langsung tersenyum kegirangan.


"Maksud mamah apa.? Dinda hamil mah.? Waaaah senang dong.! Berarti sebentar lagi gw punya keponakan.?" Kata Arya dengan suara sedikit tinggi sambil tersenyum, karena saking bahagianya.


"Gila loh Rik.! Gila, gila, gila.! Ternyata diem-diem jago juga loh.! Cepet banget loh hamilin adik gw.? Hebat loh Rik, hebat.!" Kata Arya lagi sambil tersenyum dan menepuk-nepuk punggung Erik karena bangga kepadanya.


Mendengar godaan dari Arya, lagi-lagi Erik hanya tersenyum, akan tetapi tidak dengan Dinda, mendengar kata-kata Ibu Yuli dan Arya ia pun semakin kesel.


"Iihhhh apaan sih.? Dinda kan enggak lagi hamil mah.!" Kata Dinda dengan suara sedikit tinggi sambil menatap tajam wajah Ibu Yuli.


"Mama juga kan tadi enggak ngomong Dinda lagi hamil, kata mamah juga kan sebentar lagi kayak nya mamah punya cucu, iya kan.?" Kata ibu Yuli mencoba untuk meluruskan ucapannya.


Melihat Dinda cemberut seperti itu, lagi-lagi Erik hanya bisa terdiam.


"Kasihan kamu, pasti kamu malu yah.?" Kata Erik dalam hati, sambil tersenyum tipis menatap wajah cantik Dinda.


"Udah, udah.! Kenapa malah jadi ribut sih.?" Kata pak Irsyad mencoba untuk menenangkan semuanya.


"Oh iya Rik, besok kamu jadi kan ngajak Dinda pindah ke rumah baru kamu.?" Kata pak Irsyad lagi serius.


"Insyaallah jad,,,,,,," Seketika ucapan Erik terpotong.

__ADS_1


"Papah, maksud papah apa.? Besok Dinda pindah ke rumah pak Erik.?" Kata Dinda dengan suara tinggi karena kaget, karena sebelumnya pak Irsyad dan Erik memang tidak pernah membicarakan masalah ini kepadanya.


"Biasa aja kali Din.! Enggak usah kaget kayak gitu.?" Kata Arya sambil tersenyum menggodanya.


"Lagian kamu harus tinggal di rumah Erik lah.! Kalau kamu tinggal disini terus, kapan kamu bisa berduaannya.? Lagian gw juga udah pengin cepat-cepat punya keponakan kali." Kata Arya lagi-lagi menggodanya.


"Mas Arya ngomong apa sih.?" Kata Dinda kesel.


"Iiiiiihhhhh papah, Dinda enggak mau ah.! Dinda takut paaaah.? Dinda takut kalau tinggal berdua doang sama pak Eriiiik." Kata Dinda lagi, sambil merengek seperti anak kecil, ia berusaha menolak untuk tinggal di rumah baru Erik, karena ia benar-benar takut jika harus tinggal berdua dengannya dalam satu rumah.


"Sayaaaang, kamu itu ngomong apa sih.? Sekarang kan kamu kan udah nikah sama Erik, nagapain kamu takut.? Kamu harus ikut sama Erik yah.?" Kata Ibu Yuli mencoba untuk merayunya.


"T, t, tapi mah,,,,," Belum sempat Dinda menyelesaikan ucapannya namun sudah terpotong.


"Udah kamu nurut aja sama mamah.! Lagian mamah sama papah juga mau ke Korea nerusin bisnis mas Arya, soalnya mamah sama papah mau gantiin mas Arya, karena mulai sekarang mas Arya mau tinggal di Indonesia." Kata Ibu Yuli serius, kalau ia dan Pak Irsyad akan pergi ke Korea dan mulai sekarang Arya lah yang akan tinggal di Indonesia.


"Tadi mamah ngomong apa.? Mamah sama papah mau tinggal di Korea nerusin bisnis mas Arya.?" Kata Dinda kaget, karena sebelumnya Ibu Yuli pun tidak memberi tau dulu kepadanya tentang semua itu.


"Iya Dinda, papah mau nerusin bisnis mas Arya disana.! Dan bisnis papa disini, biar mas Arya dan Erik yang pegang." Kata pak Irsyad mencoba untuk meyakinkan Dinda


"Oh iya Rik.! Sebelumnya Arya udah membicarakan soal ini kan sama kamu.? Kamu kan sibuk mengajar kalau pagi, jadi Arya udah siapin sekertaris buat bantu-bantu kamu di Kantor." Kata pak irsyad lagi serius.


"Sekertaris.? Arya nyaiapin sekertaris buat saya.? Siapa sekertarisnya.?" Kata Erik bingung dan penasaran karena ia memang belum tau kalau Arya menyiapkan sekertaris untuknya dan ia pun tidak tau siapa sekertaris tersebut.

__ADS_1


"Udah kamu tenang aja.! Besok juga kamu tau kok siapa orangnya." Kata Arya sambil tersenyum, ia sengaja membuat Erik semakin penasaran.


__ADS_2