
2 Jam berlalu,,,,,
Akhirnya pak Erik pun sudah selesai bermain-main dengan tubuh seksi Dinda diatas ranjang, dan terlihat Dinda yang sedang terbaring dipelukan pak Erik dalam keadaan lemas dan tak berdaya karena permainan dari pak Erik itu.
"Eeeeemmmm kasihan nih istri mas ini, lemes yah, hah.???" Kata pak Erik pelan sambil tersenyum.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda tidak menjawabnya, sepatah kata pun tak terucap dari bibirnya, ia justru memasang raut wajah yang sangat sedih dengan mata yang sudah berkaca-kaca sehingga membuat pak Erik pun bingung.
"Sayaaaang,,, kamu kenapa.??? Kok kamu kayak mau nangis gitu sih.???" Kata pak Erik panik dan penasaran karena tidak biasanya Dinda seperti itu setelah melayani dirinya diatas ranjang.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, seketika Dinda pun langsung menangis
"Hiks,,,, hiks,,,, hiks,,,,," Suara Dinda menangis yang tak tau entah kenapa.
"Sayaaaang,,, kamu kenapaaa.??? Kok kamu malah nangis siiiih.??? Tadi mas mainya kasaaar,,, istri mas yang cantik ini sakiiiiiit, hah.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap-usap rambut Dinda, ia berbicara seperti itu karena ia sadar kalau tadi dirinya memperlakukan Dinda diatas ranjang sedikit kasar, karena ia memainkan bagian sensitif Dinda yang dibawah, menggunakan jari tangannya dengan gerakan yang sangat cepat dan kasar tak ada hentinya, sampai-sampai tadi itu Dinda menjerit-jerit karena kesakitan.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, lagi-lagi Dinda tidak menjawabnya, ia malah justru menangis semakin kencang.
"Hiks,,, hiks,,, hiks,,," Dinda mengencangkan suara tangisannya.
Mendengar Dinda mengencangkan suara tangisannya, pak Erik pun langsung mencoba untuk menenangkannya.
"Ssssssttttt,,,, udah jangan nangis ah sayang, udah, udaaaah,,, lain kali kalau sakiiit,,, kasih tau mas, yah.??? Biar mas maininnya pelan." Kata pak Erik penuh perhatian.
"Ya udah sekarang mas lihat dulu yaaaah.??? Takutnya ada yang lecet, kalau ada yang leceeet,, nanti biar mas olesin krim, teruuus,,, nanti sambil mas tiupin, yaaah.??? Supaya istri mas yang cantik iniiii,,, enggak nangis kesakitan lagi kaya gini.???" Kata pak Erik pelan sambil tersenyum, ia memang selalu memperlakukan Dinda seperti itu, karena ia sangat menyayangi dan selalu memanjakan istri tersayangnya itu meskipun terkadang Dinda itu sangat susah untuk diatur.
"Ya udah sekarang buka kakinya.!!! Biar mas lihaaaat, ada yang lecet apa enggak.??? Nanti mas tiupin yaaah,,, mas obatin.???" Kata pak Erik sambil tersenyum dan mencoba untuk membukakan kaki Dinda karena ia ingin melihat apakah ada yang lecet atau tidak, namun belum sempat pak Erik membuka kakinya, Dinda sudah menolaknya.
"Hiks,,, hiks,,, enggak mauuuu,,,, ini Dinda enggak hiks,,, hiks,,, sakiiiiit." Kata Dinda sambil terus menangis dan menunjuk ke arah bagian bawahnya yang memang tidak lah sakit dan lecet seperti yang pak Erik pikirkan.
"Eeemmmm enggak saaakit sayang.??? Kalau enggak sakiiiit, terus kenapa dong kamu nangis kayak gini, hah.???" Kata pak Erik bingung mengapa tiba-tiba Dinda bisa menangis seperti sekarang ini.
"Hikss,,, hikss,,, Dinda nangis, karena Dinda inget hiks,,, hikss Devanoooo.?? Hiks,,, hiks,,, Dinda kepikiran Devano hiks,,, hikss teruuus, sekarang hiks,,, hiks,,, Devano dimanaaa.??? Hiks,, hiks,, Devano udah makan apa hiks,, hiks,, beluuum.???" Kata Dinda sedih sambil terus menangis, ia mencoba untuk menjelaskan kepada pak Erik mengapa dirinya biasa menangis seperti sekarang ini.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum, kemudian dengan segera ia pun langsung berbaring kembali disampingnya, sambil memeluk tubuhnya dengan begitu erat.
__ADS_1
"Eeeeemmmm,,, kamu sedih mikirin Devano sayang, hah.??? Kamu enggak usah sedih yaaah,,, Devano enggak papa kok, sekarang Devano baik-baik aja." Kata pak Erik, ia berusaha menenangkan dan mencoba untuk meyakinkannya kalau sekarang ini keadaan Devano baik-baik saja.
"Hiks,, hiks,, mas bohong.!!! Mas ngomong kayak hiks,, hiks,, gini, supaya Dinda enggak hiks,,, hiks,, nangis lagi hiks,,, hiks,,, kaaan.???" Kata Dinda tak percaya.
"Sayaaaang,,, mas serius, mas enggak bohong sama kamu, sekarang iniii,,, Devano baik-baik aja kok sayang, jadiiii,,, istri mas yang cantik ini jangan nangis lagi yaaaah.??? Istri mas yang cantik iniiii,,, jangan ketakutan lagi, Devano baik-baik aja." Kata pak Erik serius, ia mencoba untuk meyakinkan Dinda kembali.
"Hikss,, hiks,, emang mas tau dari hiks,,, hiks,, mana.??? Kalau sekarang Devano hiks,,, hiks,, baik-baik aja.???" Kata Dinda manja, ia masih tak percaya dengan kata-kata dari pak Erik.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum, kemudian ia pun langsung mencoba untuk menjelaskan kepadanya.
"Mas bisa tau kabar Devanooo,, dari orang suruhan mas." Kata pak Erik serius, ia berbicara seperti itu karena memang saat Devano pergi dari rumah, ia langsung menelpon orang suruhannya untuk menjaga Devano dan mengikutinya kemana pun ia pergi.
"Ma, ma, maksud mas,,,, m, m, mas nyuruh orang supaya ngi, ngi, ngikutin Devano.???" Kata Dinda gugup dan bingung karena ia memang benar-benar tidak tau kalau pak Erik menyuruh orang untuk mengikuti Devano anak kesangannya itu.
"Iya sayaaaang,,, mas nyuruh orang supaya ngikutin Devano, biar dia jugaaaa,, bisa sekalian jagain Devano, jadiiii,,,, istri mas yang cantik iniii,,, Ssssssttttt,,, udah jangan nangis lagi, yaaah.???" Kata pak Erik pelan, sambil mengusap air mata Dinda.
"Hiks,,, hiks,,, tapi mas enggak hiks,,, hiks,,, bohong kaaan.???" Kata Dinda manja.
"Enggak sayang, enggaaaak,,,, mas enggak bohong kok, lagian mana mungkin siiih,,, mas tega biarin Devano pergi begitu ajaaa, hah.??? Udah enggak bawa mobil, enggak bawa uang, kan kasihaaan,,, Devano kan Anak mas.???" Kata pak Erik sambil tersenyum, itulah orang tua, tidak perduli berbuat kesalahan sebesar apapun dan sebandel apapun anaknya, ia akan tetap kasihan dan tidak tega jika harus melihat anaknya kesusahan dan sengsara.
"Iyaaa,,, mas juga sayang kok sama kamu, jadi,,, mulai sekarang kamu harus percaya sama mas yah.??? Kamu harus ngikutin semua cara mas dalam ngedidik Devano, mas ngelakuin semua ituuuu,,, supaya Devano itu bisa jadi anak yang baik sayang.??? Kita kan cuma punya Devano, Devano itu satu-satunya harapan dan masa depan kita sayang.??? Karena kelaaak,,, Devano lah yang akan menggantikan mas dan memegang alih semua perusahaan yang sekarang sedang mas pegang sayang, jadiiii,,, kalau Devano tetap kaya giniii,,, dan tetap bergaul dengan anak-anak yang bandel,,, mas yakin, dia enggak akan pernah bisa menjadi seperti apa yang kita harapkan sayang.??? Makanyaaa,,, kamu harus ngikutin cara mas dalam mendidik Devano yah sayang.??? Enggak papa yah sayang yah, Devano melanjutkan sekolah dan kuliah di Korea.??? Supaya Devano itu bisa berubah menjadi anak yang baik sayang, yah.???" Kata pak Erik panjang lebar, ia berusaha menasehati Dinda istrinya itu dengan sangat pelan supaya Dinda bisa mengerti dan mengikuti cara darinya dalam mendidik Devano.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya mas, sekarang Dinda percaya kok sama mas, dan mulai sekaraaang,,, Dinda juga janji, Dinda akan mengikuti semuaaaa,, cara mas dalam mendidik Devano." Kata Dinda sambil tersenyum manja, sepertinya mulai sekarang Dinda akan sepemikiran dan sejalan dengan pak Erik dalam menjaga dan mendidik Devano putra kesayangannya itu.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum, kemudian ia pun langsung mengeratkan pelukannya ke tubuh Dinda.
"Eeeeemmmm makasih yah sayaaaang.??? Istri mas sekarang udah piiiinter nih.??? Kata pak Erik sambil tersenyum dan mencubit manja hidung Dinda, ia sengaja memujinya dengan kata-kata seperti itu agar Dinda istrinya itu senang.
Dan benar saja, mendengar pujian dari pak Erik, Dinda pun langsung tersenyum.
"Iya doooong,,, kan kalau jadi istri mas, kan harus pinteeeer,, iya kan ma,,,,,,,,,,," Seketika ucapan Dinda terpotong, karena tiba-tiba ponselnya bergetar ada yang meneleponnya Drttttt,,, drttttt,,, drttttt,,,,
Mendengar ponselnya bergetar, entah mengapa Dinda justru malah terdiam, ia tidak mau mengangkat telepon tersebut.
__ADS_1
"Sayaaaang,,, kamu kenapa.??? Kok kamu malah diam,, kamu enggak mau angkat teleponnya.???" Kata pak Erik bingung mengapa Dinda tidak mau mengangkat telepon tersebut.
"Enggak mau, males.!!!" Kata Dinda sambil cemberut.
Melihat istrinya cemberut seperti itu, pak Erik pun tersenyum.
"Sayaaaang,,, kamu kenapa siiih.??? Dikit-dikit cemberut, dikit-dikit ngambek, emang itu telepon dari siapaaa, hah.???" Kata pak Erik, ia penasaran sebenarnya siapa yang menelepon Dinda istrinya itu.
"Paling juga dari Ria, kalau enggak dari Tika, Udah dikasih tau juga kalau sekarang Dinda enggak punya uang, masiiiiih aja teleponin Dinda ngajakin shoping." Kata Dinda sambil terus cemberut, Dinda berbicara seperti itu karena memang sampai sekarang ia belum mendapat jatah uang bulanan dari pak Erik, karena seperti yang kita tau, kemarin pak Erik memang sengaja tidak membrikan jatah uang bulanan kepadanya.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun langsung tersenyum, ia tersenyum karena ia sangat tau apa maksud dari ucapannya itu.
"Eeeeemmmm kasihan banget nih istri mas,,, istri mas ini pengin shopiiiiing,,, tapi enggak punya uaaaang, hah.???" Kata pak Erik sambil terus mengusap-usap rambutnya.
"Iyaaaa,,,, Dinda pengin shoping, tapi Dinda enggak punya uaaaang.???" Kata Dinda merengek manja.
Melihat tingkah laku istrinya yang sangat manja, lagi-lagi pak Erik pun tersenyum.
"Emang istri mas yang cantik ini mau beli apaaa, hah.???" Kata pak Erik.
"Banyak yang mau Dinda beliii,,," Kata Dinda manja.
"Maaaasss,,,,,," Kata Dinda lagi sambil merengek.
"Kenapaaaa, hah.???" Kata pak Erik sambil tersenyum, karena sebenarnya pak Erik sangat tau apa yang akan Dinda katakan kepada dirinya.
"Di, Di, Dinda,,,, m, m, minta uaaaang.???" Kata Dinda gugup dan ketakutan karena sebelumnya Dinda tidak pernah minta uang kepada pak Erik, karena biasanya tanpa ia minta pun pak Erik sudah memberikan uang untuknya.
Melihat raut wajah Dinda seperti itu, pak Erik justru malah tersenyum.
"Iyaaa,,, nanti mas transfer yaaaah.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap-usap rambutnya.
#######
Karena episode kemarin lebih banyak yang like, coment dan vote dari episode sebelumnya, author up lagi hari ini.
__ADS_1
Dan semoga saja episode sekarang ini lebih banyak lagi yang like, coment, dan vote dari episode kemarin, agar author bisa up setiap hari, terimakasih wassalam 😂😂😂😂