
3 Jam berlalu,,,,,,,
Terlihat Alana yang sedang berbaring di pelukkan Devano, dengan keadaan lemas dan tak berdaya, karena mereka berdua baru saja selesai bermain-main di atas ranjang.
"Eeemmmm makasih yah sayaaang.? Udah dua malam adik kecilnya kakak ini puasin mas nya teruuus.? Mana punya adik kecilnya kakak ini keluar banyak banget lagi tadi, sampai licin, semuanya becek.! Heeemmm gimana.? Enak kan, hah.?" Kata Devano pelan sambil tersenyum dan mengusap-usap rambut Alana.
"Iya enak, tapi sakiiiiit.? Sekarang ini Alana tambah leceeet, periiih.!" Kata Alana merengek, sambil memegangi bagian bawahnya yang sekarang ini memang semakin lecet parah.
"Uuuuuuhhh sakit yah, hah.? Besok kita periksa ke dokter yaaah.?" Kata Devano penuh perhatian, sambil terus mengusap-usap rambut Alana.
"Tapi Alana malu mas kalau diperiksa ke dokteeer, nanti Alana ngomong ke dokter nya kayak gimana.?" Kata Alana bingung, sambil terus merengek.
"Udaaaah, kamu tenang aja.! Nanti mas yang ngomong ke dokternya, lagian kan dokternya juga dokter pribadi keluarga mas sayang.? Malahan dokternya juga temen mas." Kata Devano mencoba untuk memberi tahu Alana.
"Temen mas.? Maksudnya, dokternya laki-laki mas.?" Kata Alana sedikit ketakutan.
"Hemmmm sayaaang, ya perempuan lah.! Masa mas rela sih, mainan mas setiap malam ini nih.? Yang enak banget nih kalau lagi dimainin sama mas nih.! Dilihatin laki-laki laiiiin, hah.?" Kata Devano pelan sambil mengusap-usap bagian bawah Alana dan mencubit gemas gunung kembarnya.
"Awww.! Sakit mas, jangan dicubiiiiit.?" Kata Alana mereunyi kesakitan sambil mengusap-usap gunung kembarnya yang juga lecet parah.
"Oh iya maaf, maaf.! Mas enggak sengaja sayang.? Sakit yah, hah.?" Kata Devano tergesa-gesa sambil buru-buru melepaskan cubitannya itu.
"Iya sakiiiiit.?" Kata Alana merengek, karena memang cubitan Devano itu sangat kencang.
"Eeemmmm maaf yaaah.?" Kata Devano pelan sambil terus mengusap-usap rambut Alana.
"Tapi enggak boleh kayak gitu lagi, sakiiiiit.?" Kata Alana dengan sangat manjanya.
"Iyaaa,,," Kata Devano sambil tersenyum.
"Oh iya sayang.! Tadi itu kamu kenapaaa, hah.? Kok mas lagi main minta udahan terus siiiih, kan tadi mas nya lagi nanggung sayaaaang, bentar lagi punya mas keluaaar.?" Kata Devano penasaran, karena tanpa sepengetahuan dari kita, tadi saat ia sedang bermain-main dengan Alana, Alana tak henti-hentinya minta permainannya itu dihentikan.
"Habisnya tadi itu, Alana takut pipis di kasuuur.?" Kata Alana mencoba untuk memberi tahu Devano.
"Pipis di kasuuur.? Emang tadi istri mas ini pengin pipissss, hah.?" Kata Devano bingung mendengar ucapan dari Alana itu.
"Iyaaa, tadi Alana pengin banget pipissss.! Tapi pas udah selesai dimainin sama mas, Alana udah enggak pengin pipis lagi." Kata Alana dengan polosnya, ia mencoba untuk menjelaskan kepada Devano tentang keadaannya tadi, saat ia sedang bermain-main dengan Devano suaminya itu.
"Kenapa sih mas, kok bisa kayak gitu.? Setiap kali mas mainin ini Alana, mas lagi jilat-jilat, mas lagi masukkin, Alana jadi pengin pipis teruuus, tadi juga pas Alana lagi nonton film bareng mas, Alana juga pengin pipis, kenapa sih mas.?" Kata Alana penasaran, mengapa ia selalu merasakan hal seperti itu disetiap kali bagian bawahnya sedang dimainin oleh Devano.
Mendengar kata-kata dari Alana, Devano pun langsung tersenyum.
"Heeemmm.! Polos banget sih kamu ini.?" Kata Devano dalam hati sambil terus tersenyum.
"M, m, mas Devanoo.? Kok mas Devano malah senyum sih.?" Kata Alana bingung melihat Devano tersenyum seperti itu.
"Eh,,, i, i, iya kenapa sayang.? Tadi kamu pengin pipis terus yah.?" Kata Devano gugup.
"Iya maaas, tadi Alana pengin pipis teruuus.? Emang kenapa sih mas.?" Kata Alana mencoba untuk menanyakan lagi kepada Devano.
"Sayaaaang, nih mas kasih tau yaaah.? Tadi ituuu, kamu enggak lagi pengin pipis sayaaaang.? Tapiii,,, tadi itu kamu udah mulai terangsang sama permainan mas." Kata Devano mencoba untuk memberi tahu Alana.
"E, e, emang iya mas.?" Kata Alana gugup dan bingung, karena ia memang masih sangat polos.
"Iya sayaaaang, emang tadi kamu enggak kerasa.? Tadi kan pas kamu nonton film bareng mas, pas mas buka ini kamu, ini kamu udah basah sayang, udah licin banget.! Udah tinggal mas masukin doang nih, hah.?" Kata Devano gemas, sambil menatap kearah bagian bawah Alana.
"Tapi tadi sama mas enggak langsung di masukiiiin, dimainin dulu sama mas pakai tangaaan, terus di jilat-jilat lagi sama mas lama bangeeet.? Kan ini Alana jadi tambah sakit maaas.?" Kata Alana sedikit kesal, karena tadi Devano tidak langsung bermain-main dengannya.
Mendengar kata-kata dari Alana, Devano pun lagi-lagi tersenyum.
"Sayaaaang, kan tadi mas juga udah kasih tau kamuuu.? Kalau kamu pengin langsung maiiiin, kamu yang mainin di atas.?" Kata Devano serius, kalau tadi ia memberikan tawaran seperti itu kepada Alana.
"Tapi kan Alana enggak bisa maaaas.? Alana belum pernaaah.?" Kata Alana serius kalau ia memang benar-benar tidak bisa melakukan hal seperti itu.
"Gampang banget sayaaaang.! Kamu tinggal boboan diatas mas, terus habis itu kamu goyangin pelan-pelan.! Maju,,, mundur,,, maju,, mudur,,, kayak di film tadi sayaaang.?" Kata Devano mencoba untuk memberi tahu Alana istrinya yang sangat polos itu, tentang bagaimana caranya bermain di atas ranjang.
"Tapi Alana tetep enggak bisa maaas.?" Kata Alana sambil terus merengek.
"Ya kalau kamu tetep enggak bisa, terpaksa dong sayang, lain kali mas harus pemanasan dulu kayak tadi.? Biar mas tambah bergairah, biar mas bisa muasin kamu.?" Kata Devano, ia mencoba untuk menakut-nakuti Alana, agar lain kali Alana mau menuruti keinginannya itu.
"Iiiiiiihhhhh, tapi Alana enggak suka mas tambah bergairaaah.? Alana enggak kuat, sakiiiiit..? Terus Alana juga enggak mau main di ataaas.?" Kata Alana merengek manja sambil cemberut.
Melihat raut wajah Alana seperti itu, Devano pun langsung tersenyum.
"Iya, iya, sayang enggaaaak.!" Kata Devano pelan, sambil mengusap-usap rambut Alana istrinya itu.
"Ya udah lebih baik sekarang kita bobo yah.? Udah malam, kan besok mas harus anterin kamu ke dokter.?" Kata Devano penuh perhatian.
"Ya udah Alana bobo.! Tapi syaratnya mas enggak boleh tambah bergairaaah.! Terus Alana juga enggak mau main di atas.?" Kata Alana sambil terus merengek.
"Iyaaaa,,," Kata Devano singkat, sambil tersenyum.
"Ya udah, sekarang kita bobo yaaah.?" Kata Devano pelan, kemudian ia pun langsung memeluk dan mengusap-usap rambut Alana, hingga akhirnya mereka berdua pun tertidur dengan sangat pulas.
************
__ADS_1
MASIH DI KAMAR DEVANO.
Waktu menunjukkan pukul 08:30 Pagi.
Terlihat Devano yang sudah terbangun dari tidurnya, dan sekarang sedang memandangi wajah cantik Alana yang masih tertidur lelap di sampingnya.
"Heeemmm kasihan kamu, pasti sekarang ini kamu lelah banget yah.? Sampai-sampai jam segini kamu belum bangun, maafin mas yah.? Mas udah maksa-maksa kamu terus untuk ngelayanin mas."
Kata Devano dalam hati, sambil tersenyum dan terus memandangi wajah cantik Alana yang masih terlelap tidur itu, kemudian ia pun langsung memeluknya dengan begitu erat.
"Eeeeemmmm mas sayang banget sama kamu.? Mas bener-bener masih enggak nyangka, gadis kecil yang selama ini mas cari-cari, ternyata kamu sayang.? Istri mas sendiri." Kata Devano lagi dalam hati, sambil terus memeluknya dengan begitu erat.
"Eeuummm,,," Suara Alana terusik dari tidurnya.
"Ssssssttttt.!!!" Kata Devano pelan sambil mengusap-usap pundak Alana, karena ia tidak mau mengganggu tidurnya.
"Euummmmm,,," Suara Alana lagi-lagi terusik dari tidurnya, perlahan ia pun mencoba untuk membukaan matanya.
"M, m, mas Devanooo.? M, m, mas Devano udah banguuuun.?" Kata Alana gugup dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, ia kaget melihat Devano yang ternyata sudah bangun dari tidurnya dan sekarang sedang memandangi wajahnya.
Melihat Alana kaget seperti itu, Devano pun langsung tersenyum.
"Iya sayang mas udah bangun, dan sekarang,,, mas lagi lihatin istri mas yang cantik ini bobo." Kata Devano sambil terus tersenyum dan terus memandangi wajah cantik Alana istrinya itu.
"Mas lagi lihatin Alana boboo.? Emang Alana bobonya kenapa.?" Kata Alana bingung.
"Kenaaapa yaaah.?" Kata Devano sambil tersenyum dan pura-pura berfikir.
"Iiiiiiihhhhh Alana bobonya kenapa maaas.?" Kata Alana sedikit kesel.
"Iya, iya, nih mas kasih tau sayaaaang, hah.?" Kata Devano sambil mencubit manja hidung Alana.
"Ya udah cepetan mas kasih tau.!" Kata Alana sambil cemberut.
"Soalnyaaaa,,,, tadi ituuu,,,, kamu bobonya ngiler sayang.!" Kata Devano sambil tersenyum, ia mencoba untuk mengerjain Alana.
"Alana bobonya ngileeer.? Enggak ah mas.! Alana bobonya enggak ngileeer.?" Kata Alana sedikit panik, karena ia sangat malu, kalau sampai ucapan Devano itu benar.
Melihat raut wajah Alana seperti itu, Devano pun langsung tertawa, kemudian ia pun langsung memeluknya dengan begitu erat.
"Eeeeemmmm enggak sayang, enggaaaak.? Adik kecil kakak ini bobonya enggak ngiler kok.!"
"Iiiiiiihhhhh mas jahat ih.! Mas bohongin Alanaaa." Kata Alana merengek manja sambil tersenyum.
"Kenapa emaaang.? Kamu malu yah.? Kalau sampai ketahuan ngiler sama mas, hah.?" Kata Devano sambil tersenyum menggodanya.
"Enggak.! Alana enggak malu." Kata Alana berbohong.
"Bohooong.! Mas enggak percaya.?" Kata Devano sambil tersenyum dan terus menggodanya.
"Benernan Alana enggak bohong.! Alana enggak malu.!" Kata Alana dengan sangat manjanya.
"Ah bohong niiiih.!" Kata Devano sambil terus tersenyum dan mencubit manja pinggangnya.
"Aw.! Geliii maaaas.? Jangan cubit pinggang Alan,,,,,,," Seketika ucapan Alana itu terpotong, karena lagi-lagi Devano mencubit-cubit pinggangnya.
"Aw maaas, jangan cubit-cubit pinggang Alanaaa, Alana geli maaas.?" Kata Alana sambil tersenyum karena menahan rasa geli dari cubitan Devano itu.
"Makanya jawab jujur enggak sama mas.? Kamu malu kan, hah.?" Kata Devano sambil terus mencubit-cubit manja pinggangnya itu.
"Aw.! Udah enggak mau mas, geli.! Iya, iya, Alana ngaku, Alana maluuu."
Kata Alana sambil tertawa-tawa karena menahan rasa geli dari cubitan Devano itu.
"Uuuuuuhhh akhirnya ngaku juga nih istri mas.! Malu yah, hah.?" Kata Devano sambil tersenyum dan mengusap-usap rambut Alana yang sekarang ini masih berada di pelukkannya.
"Iya maluuu, udah jangan dicubit-cubit lagi.! Geliiii." Kata Alana dengan sangat manjanya.
Mendengar kata-kata dari Alana, Devano pun tersenyum.
"Iya, iya, enggaaaak." Kata Devano pelan.
"Ya udah.! Kita mandi yuks.? Kan hari ini kita mau ke rumah sakit." Kata Devano lagi, sambil menarik tangan Alana, kemudian ia pun langsung mengajaknya masuk kedalam kamar mandi.
"Mas Devano, emang sekarang kita mau mandi bareng.?" Kata Alana bingung.
"Iya." Kata Devano dengan santainya sambil tersenyum.
"Iiiiiiihhhhh enggak mau ah mas.! Alana maluuu.?" Kata Alana mencoba untuk menolak ajakan Devano itu, karena ia benar-benar malu jika harus mandi bersama dengannya.
Mendengar kata-kata dari Alana, Devano pun langsung tersenyum.
__ADS_1
"Apa tadi kamu bilang sayang, maluuu.? Kenapa harus maluuuu.? Kan mas udah lihat semuanya punya kamu, masa masih malu sih.?" Kata Devano bingung mendengar ucapan dari Alana yang menurutnya sangat-sangat tidak masuk akal itu.
"Iyaaa, tapi Alana tetep mal,,,,,,," Seketika ucapan Alana terpotong, karena lagi-lagi Devano menarik tangannya.
"Udaaaah, siniiii.! Ngapain harus malu sih.?" Kata Devano sambil buru-buru membuka pakaian yang sedang Alana istrinya itu kenakan, kemudian ia pun langsung memeluknya.
Setelah itu, ia pun langsung mengajaknya untuk mandi bersama, hingga akhirnya mereka pun terlihat asyik dan sangat menikmati momen-momen tersebut, bahkan Alana pun terlihat sudah tidak malu lagi kepada Devano.
"Iiiiiiihhhhh Alana enggak mau udahaaan.! Alana masih pengin mandi bareng mas.?"
Kata Alana yang sekarang ini sedang asyik berendam di dalam bathtub bersama dengan Devano.
"Kenapa emaaang.? Seneng yah disabunin sama mas, dimain-mainin ininya, hah.?" Kata Devano sambil tersenyum menatap gunung kembar dan bagian bawah Alana.
"Iya Alana seneng disabunin sama mas.? Apalagi sambil dimain-mainin ininya, enaaak.?" Kata Alana dengan sangat manjanya.
"Alana pengin disabunin sambil dimainin lagi maaaas" Kata Alana yang sudah mulai ketagihan dengan permainan Devano itu.
"Iyaaaa, nanti mas sabunin lagi yaaah.?" Kata Devano dengan sabarnya.
Setelah asyik berendam di dalam bathtub, Devano dan Alana pun langsung masuk ke dalam ruang bilas, untuk membilas seluruh tubuhnya itu.
"Mas Devano, Alana pengin cium.?" Kata Alana dengan sangat manjanya, namun entah ada angin apa mengapa tiba-tiba Alana meminta seperti itu kepada Devano suaminya itu.
"Apa sayang.? Kamu pengin ci,,,,,,," Seketika ucapan Devano itu terpotong, karena tiba-tiba Alana langsung mencium bibirnya.
Dengan sangat rakusnya, karena sepertinya sekarang ini ia sudah mulai pintar soal ciuman.
Setelah Alana puas menciumi Devano, kemudian Devano pun langsung menyenderkan tubuh Alana dan langsung mengajaknya main.
"Aw, aw, aw, aw, aw, aw, aw, sakiiiit maaaas.? Aw, aw, aw, aw, pelan-pelan, sakiiiit.?"
Suara Alana mendesah kenikmatan dengan begitu manjanya, karena merasakan nikmat yang luar biasa dari permainan Devano suaminya itu.
#########
Jangan lupa like, coment, dan vote.!!!
Oh iya guys.!
Karena novel DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU ini sebentar lagi END, Author sekalian numpang promo yah.?
Baca juga novel ku yang satu lagi yuks.?
Yang baru akan rilis episode pertama, setelah novel DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU ini END.
#########
NOVEL BARU KU.
SINOPSIS.
Menceritakan tentang perjodohan, antara.
AURELLIA PUTRI.
Seorang perempuan brutal, yang pergaulannya sangatlah bebas, dengan
ALEX ABRAHAM.
Seorang duda muda kaya, beranak satu, yang sudah lama ditinggal pergi oleh istrinya entah kemana, yang Aurell pun sama sekali tidak mencintai dan mengenalnya.
Di dalam perjodohan ini, Alex sangat berharap bisa memberikan Cacha.
Yang tak lain adalah buah hatinya, seorang ibu yang baik, yang bisa membimbing dan memberikan kasih sayang yang tulus untuknya.
Namun apa jadinya, jika perempuan yang akan ia nikahi itu adalah Aurell, yang kita pun tau, ia adalah perempuan brutal yang pergaulannya bebas, bahkan Aurell pun sama sekali tidak mencintainya.
Mampukah Alex membuat Aurell jatuh hati kepadanya.? Dan bisakah Alex merubah Aurell perempuan yang sangat brutal itu menjadi perempuan yang baik, yang bisa membimbing Cacha buah hatinya itu.?
Jawabannya ada di 👇
Sekali lagi, jangan lupa mampir di novel ku yang ini yah.?? 🙏🙏🙏
__ADS_1