DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
S 2. Episode 19


__ADS_3

10 TAHUN KEMUDIAN.


DI RUMAH PAK ERIK.


Waktu menunjukkan pukul 07:30 Pagi.


Di ruang keluarga, terlihat gadis kecil yang sedang duduk terdiam dengan raut wajah yang sangat BT sambil cemberut.



"Sayaaaang,,, anak mamah kenapaaa.??? Kok dari tadi cemberut muuulu sih.???" Kata Dinda yang baru saja keluar dari kamarnya sambil menatap kearah Kiara, iya,,,, Nama gadis kecil tersebut Kiara, KIARA ANINDYA PRATAMA, Anak ke-dua pak Erik dan Dinda, yang tak lain adalah adik dari Devano yang sekarang sudah berusia 9 Tahun.


Mendengar kata-kata dari Dinda, Kiara tidak menjawabnya, ia hanya terdiam sambil terus cemberut.


"Loooh,, anak mamah kok diem aaaja sih.?? Kok mamah nya ngomong kok enggak dijaaawab.??? Anak mamah kenapa cemberut muluuu, hah.???" Kata Dinda sambil melangkah menghampirinya dan kemudian duduk disampingnya.


"Mamah, Kiara kangen sama Kakak Devanoo.?? Kiara udah enggak sabar nunggu kakak Devano pulaaang, mamah cepetan telepon kakak Devano suruh pulang sekarang aja jangan besoook.???" Kata Kiara merengek karena ia sudah tidak sabar ingin cepat-cepat bertemu dengan Devano kakaknya yang katanya besok akan pulang dari Korea dan menetap kembali di Indonesia.


"Ya nggak bisa gitu dong sayaaaang, kan kata kakak Devano juga, kakak Devano pulangnya besok enggak bisa pulang sekaraaang.???" Kata Dinda pelan sambil mengusap-usap rambut Kiara putri kecilnya itu, ia berusaha untuk menjelaskan kepadanya kalau Devano kakaknya tidak bisa pulang ke Indonesia sekarang.


"Iiiiiiihhhhh mamah.!!! Pokoknya Kiara pengin ketemu sama kakak Devano sekarang.!!! Cepetan mamah telepon kakak Devano suruh pulang sekaraaang.???" Kata Kiara ngambek sambil merengek dan menarik-narik lengan Dinda agar menelepon Devano dan menyuruhnya untuk pulang sekarang juga.


"Ssssttttttt sayaaaang,,, anak mamah enggak boleh kayak gini doooong.!!! Kan kakak Devano nya enggak bisa pulang sekar,,,,," Seketika ucapan Dinda terpotong.


"Loh, loh, loh, sayang ini ada apa.??? Kiara nya kenapa emang.???" Kata pak Erik yang baru saja keluar dari kamarnya bingung melihat kiara putri kecilnya yang sedang ngambek seperti itu.


"Ini maaas, Kiara pengin cepet-cepet ketemu sama si Kakaaak.??? Padahal Dinda udah coba kasih tau sama Kiara kalau kak Devano enggak bisa pulang sekarang, tapi Kiara nya malah ngambek kayak gini.???" Kata Dinda sedikit kesel, ia mencoba untuk menjawab pertanyaan dari pak Erik.


"Oooohhh Anak cantik papah ini pengin cepet-cepet ketemu sama kakaaak.???" Kata pak Erik pelan sambil menatap kearah Kiara.


"Iya Kiara pengin cepet-cepet ketemu sama Kakaaak,,, Tapi kata mamah enggak boleeeh, mamah jahat pah sama Kiaraaa.???" Kata Kiara mengadu kepada pak Erik ayahnya sambil buru-buru lari menghampirinya dan kemudian langsung memeluknya.


"Uuuup.!!!! Eemmmm Anak cantik paaaapah ini.??? Papah gendong yaaaah.???" Kata pak Erik sambil memeluknya kemudian ia pun langsung menggendongnya.


"Eeemmmm kasihan ini anak papah, mamah jahaaat, hah.??? Anak papah pengin cepet-cepet ketemu sama kakak enggak boleh sama mamaaah.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap-usap rambutnya.


"Iya papah, mamah jahaaat.!!! Kiara pengin cepet-cepet ketemu sama kakak sekarang, tapi enggak boleh sama mamah.!!! Mamah jahat paaah.???" Kata Kiara merengek manja digendongan pak Erik.


"Kiara sayaaaang, kok kamu ngomong kayak gitu sih sama papah.??? Mamah kan enggak jahat sayang, mamah ngomong kayak gituuu,, karena memang bener kalau kakak Devanooo, enggak bisa pulang sekaraaang,,, jadi anak cantik mamah ini ngerti kaaan.???" Kata Dinda pelan sambil mengusap-usap rambut Kiara dan mencoba untuk menjelaskan kepadanya.


"Tuh kan pah.!!! Mamah jahat paaaah.??" Kata Kiara lagi-lagi merengek, ia seperti itu karena ia memang suka mengadu kepada pak Erik Ayahnya jika ia sedang tidak sependapat dengan Dinda mamahnya, alasannya karena ia tau kalau pak Erik Ayahnya itu sangat menyayanginya yang pastinya akan selalu membela dirinya.


Mendengar kata-kata dari Kiara, Dinda pun langsung mencoba untuk membela diri.


"Iiiiiiihhhhh maaaas, Dinda enggak jahaaat.??? Masa kayak gitu doang dibilang jah,,,,,,,," Seketika ucapan Dinda terpotong.


"Ssssssttttt iya, iyaaaa,,,mas percaya kok sama kamu sayang, yaaahhh..??? Lagiaaan, Anak papah yang cantik ini,,, sama Istri mas yang juga sangaaaat cantik ini,, kalian enggak boleh pada ribut.!!! Karena apaaa,,, karena kakak Devano memang pulang sekarang.?? Malahan sekarang Kakak Devano udah ada di bandara di Jakarta, tadi udah telepon papah kakak Devano nya." Kata pak Erik sambil tersenyum, ia berbicara seperti itu karena tanpa sepengetahuan dari kita, tadi Devano sempat menelepon pak Erik, untuk memberi tahu kalau ia tidak jadi pulang besok, akan tetapi ia justru pulang sekarang dan sekarang ini pun ia sudah berada di bandara.


"Apa mas.?!!! Devano jadinya pulang sekarang.??? Dan sekarang ini Devano udah ada di Jakarta.??? Mas enggak bohong kan mas.???" Kata Dinda dengan suara tinggi karena kaget, sambil tersenyum senang akhirnya sebentar lagi ia akan berjumpa dengan Devano putra kesayangannya itu, setelah sekian lama mereka berpisah.


"Papah, papah, Kakak Devano pulang sekarang pah.???" Kata Kiara tergesa-gesa sambil tersenyum karena ia pun sangat senang akhirnya sebentar lagi ia akan berjumpa dengan Devano kakak kesayangannya itu, karena tanpa sepengetahuan dari kita, Kiara memang sangat Dekat dengan Devano jika mereka berdua sedang bertemu, apalagi dengan sikap Devano yang sangat lembut dan selalu menyayanginya, itu semua membuat Kiara ingin cepat-cepat berjumpa kembali dan berkumpul dengan Devano kakak kesayangannya itu.


"Iya sayaaaang,,, Kakak Devano pulang sekarang." Kata pak Erik sambil tersenyum dan mengusap-usap rambut Kiara.


"Horeeee.!!! Horeeee.!!! Kakak Devano pulang sekarang Horeeee.!!!!" Kata Kiara sambil tersenyum dan penuh semangat.


Melihat Kiara yang seperti sangat bahagia dengan kepulangan Devano kakaknya, Pak Erik dan Dinda pun tersenyum.


"Eeemmmm,,, anak mamah kayaknya seneng banget deh kakak nya mau pulang, hah.??" Kata Dinda sambil tersenyum dan memeluk Kiara yang masih berada di gendongan pak Erik.


"Iyyya nih, kayaknya anak papah seneng baaaanget nih kakaknya mau pulang nih.???" Kata pak Erik yang juga tersenyum melihat kebahagiaan Kiara putri kecilnya itu.


"Iya Kiara seneeeeng.!!! Mamah, papah, kan Kiara sayang sama kakak Devano.???" Kata Kira sambil tersenyum.


"Iyaaa,,,,," Kata pak Erik dan Dinda secara bersamaan sambil tersenyum dan mengusap-usap rambut Kiara.


"Oh iya mas, kok Devano pulang mas masih ada di rumah sih.??? Emang mas enggak jemput Devano di bandara.???" Kata Dinda bingung karena melihat pak Erik yang masih berada di rumah, karena biasanya jika Devano pulang, pak Erik lah yang selalu menjemputnya.


"Enggak sayang, soalnya tadi Devano telepoon,,, katanya Devano mau di jemput sama Raka, katanya sih Raka udah kangen tuh sama Devano, udah lama mereka enggak ketemu." Kata pak Erik sambil tersenyum, ia berbicara seperti itu karena memang benar Raka lah yang akan menjemput Devano di Bandara.


"Oooh gitu mas.?? Ya udah kalau gitu Kiara sama papah aja dulu yah sayang.?? Soalnya mamah mau bantuin bi Ijah dulu di dapur, mamah mau masakin makanan kesukaan kakak Devano." Kata Dinda sambil tersenyum kemudian ia pun langsung buru-buru melangkah menuju dapur untuk memasak makanan kesukaan Devano.


DI TEMPAT BERBEDA.


Terlihat Raka yang baru saja keluar dari sebuah kafe dan sedang berjalan dengan sangat terburu-buru, kemudian masuk kedalam mobilnya, karena seperti yang kita tau, sekarang ini ia akan menjemput Devano di Bandara.


"Aduuuhh.!!! Udah jam berapa nih.??? Aku enggak boleh telat nih jemput Devano, kalau aku sampai telat, bisa-bisa marah itu anak sama aku, masa baru ketemu lagi udah telat jemput sih.??" Kata Raka panik, sambil buru-buru mencoba untuk menyalakan mobilnya, namun belum sempat ia menyalakan mobil tersebut, tiba-tiba ia melihat seorang preman yang terlihat sangat mencurigakan sedang berdiri tepat di sisi jalan.


"E, e, ehhhhh tunggu dulu deh.!!! Itu preman lagi ngapain yah.??? Kok gerak-geriknya mencurigakan banget, dari tadi lagi ngelihatin apa sih.???" Kata Raka penasaran dan curiga melihat preman tersebut yang seperti sedang mengintai seseorang.


"Nah tuh kan, tuh kan, Dia mendekat kesana.!!! Apa jangan-jangan, perempuan itu yah.???" Kata Raka lagi semakin penasaran dan curiga, melihat preman tersebut yang kini sedang berjalan mendekat kearah perempuan cantik yang sedang duduk ditangga pinggir jalan, karena sepertinya perempuan cantik tersebut sedang menunggu angkutan umum.

__ADS_1



"Tuh kan,, bener deh perempuan itu.!!! Kayaknya itu preman mau jambret tas perempuan it,,,,,,,," Seketika ucapan Raka terpotong, karena tiba-tiba ia melihat preman tersebut yang benar-benar menjambret tas perempuan cantik tersebut.


"Lepaskan tas aku.!!! Tolong, tolooong, ada jambret tolooong.!!!" Teriak perempuan cantik tersebut meminta tolong dengan raut wajah yang sangat ketakutan, sambil mencoba untuk merebut dan menarik-narik tasnya yang sudah berhasil preman tersebut ambil.


Melihat perempuan cantik tersebut meminta tolong sambil ketakutan seperti itu, dengan segera Raka pun langsung turun dari mobilnya dan kemudian langsung menolongnya.


"Kembalikan tas perempuan itu.!!!" Teriak Raka dengan raut wajah yang sangat marah sambil menunjuk ke arah tas perempuan cantik tersebut yang sedang dipegang oleh preman itu.


Melihat Raka datang menolong perempuan cantik tersebut, dengan segera preman itu pun langsung mendorong perempuan cantik tersebut dengan sangat kuat sampai terjatuh.


"Awww aduh, aduh, sakiiiiiit.???" Kata perempuan cantik tersebut kesakitan sambil menatap kearah lengan tangannya yang sedikit berdarah.


"Kamu enggak papa kan.???" Kata Raka dengan suara tinggi karena panik sambil menatap kearah perempuan cantik tersebut.


Melihat perempuan cantik tersebut kesakitan seperti itu, dengan segera preman tersebut pun langsung lari membawa tas miliknya.


"Jangan lari kamu.!!! Kembalikan tas itu.!!!" Triak Raka dengan raut wajah yang sangat marah, sambil buru-buru lari untuk mengejarnya.


"Kakak udah kak jangan dikej,,,,,,,,,,,,,," Seketika ucapan perempuan cantik tersebut terhenti.


"Awww aduh, aduh.!!!!" Kata perempuan cantik tersebut lagi-lagi kesakitan sambil memegang lengan tangannya dengan sangat pelan.


"Awwww ssstttt sakit banget lagi ini tangan aku.?? Aduuuuhhh kakak-kakak itu kemana lagi.??? Padahal tadi udah enggak usah dikejar itu preman.!!! Kalau kayak gini kan aku jadi bingung.?? Mana udah siang banget lagi, bisa-bisa aku telat nih ke kampus, mana sekarang hari pertama aku ngampus lagi, gimana yah.???" Kata perempuan cantik tersebut panik dan bingung sambil mondar-mandir disisi jalan.


"Apa aku tinggal aja yah.??? Soalnya udah siang banget nih, kalau kayak gini bisa-bisa aku kena hukuman lagi di kampus.?? Iya deh bener, lebih baik aku tinggal aja.!!!" Kata perempuan cantik tersebut, sambil buru-buru mencoba untuk melangkah meninggalkan tempat tersebut, namun belum sempat ia melangkah, langkahnya sudah terhenti.


"Hay tunggu.!!! Kamu mau kemana, ini tas kamu.???" Teriak Raka sambil membawa tas milik perempuan cantik tersebut, karena sepertinya ia berhasil merebut tas tersebut dari preman yang tadi menjambretnya, kemudian dengan segera Raka pun langsung melangkah menghampirinya.


"O, o, ohhh i, i, iya kak.!!! Ma, ma, makasih banget yah kak.??" Kata perempuan cantik tersebut gugup.


"Iya,," Kata Raka singkat sambil tersenyum.


"Y, y, ya udah yah kak.!!! S, s, soalnya aku udah kesiangan nih.!!! M, m, maaf banget yah kak.!!!" Kata perempuan cantik tersebut lagi-lagi gugup sambil buru-buru melangkah pergi meninggalkan Raka, karena ia sudah kesiangan ke kampus.


"Hay tunggu dulu.!! Nama kamu siap,,,,," Seketika ucapan Raka terpotong.


"Maaf banget yah kak.!!! Aku udah kesiangan.??? Maaf.!!!" Teriak perempuan cantik tersebut sambil terus berlari menjauh dari Raka.


"Hemmm cantik juga perempuan itu.?? Tapi namanya siapa yah.?? Kok aku jadi penasaran sih sama itu perempuan.??? Pokoknya aku harus cari tau dia itu siapa, dan pokoknya aku juga harus bisa dapatin dia, karena aku yakin dia itu pasti perempuan baik." Kata Raka dalam hati sambil tersenyum menatap kearah perempuan cantik tersebut sampai akhirnya ia tak terlihat lagi, sepertinya sekarang ini Raka sedang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada perempuan cantik tersebut.


Terlihat Devano yang sedang duduk terdiam dengan raut wajah yang sangat bingung, karena ia memikirkan Raka yang tak juga kunjung datang menjemputnya.


"Raka kemana yah.??? Kok udah jam segini Dia belum nyampe-nyampe sih.???"



Kata Devano dalam hati panik, karena ia takut kalau sampai terjadi sesuatu kepada Raka dijalan.


"Aduuuuhhh.!!! Mudah-mudahan enggak terjadi sesuatu deh sama Rak,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong, karena tiba-tiba ia mendengar ponselnya bergetar karena ada yang menelepon Drttttt,,,, Drttttt,,, Drttttt,,,,


Mendengar ponselnya bergetar, dengan segera ia pun langsung mengakat telepon tersebut, dan ternyata yang meneleponnya adalah Raka.


*Obrolan Devano dan Raka via telepon*


"Iya Raka ada apa.??? Sekarang loh ada dimana.??" Kata Devano tergesa-gesa dan panik.


"Aku masih ada di jalan nih Dev, setengah jam lagi kayaknya aku baru nyampe deh.!!! Sorry banget yah Dev, kamu udah nungguin aku lama yah.??? Soalnya tadi itu di jalan aku habis berantem Dev sama preman." Kata Raka serius, ia mencoba untuk menjawab pertanyaan dari Devano.


"Apa.?!!! Loh habis berantem sama preman.??"



Kata Devano dengan suara tinggi karena kaget mendengar jawaban dari Raka, apalagi ia sangat tau kalau Raka sepupunya itu tidak terlalu jago dalam berantem.


"Iya Dev, soalnya tadi itu di jalan aku ada masalah sedikit Dev sama preman.???" Kata Raka mencoba untuk menjelaskan.


"Kok bisa sih.??? Tapi loh enggak papa kan.???" Kata Devano panik dan bingung mengapa Raka bisa berurusan dengan preman, karena setau Devano Raka itu adalah pria yang pendiam dan tidak pernah berurusan dengan preman.


"Udah kamu tenang aja Dev.!!! Aku enggak papa kok." Kata Raka mencoba untuk memenangkan Devano.


"Bener Raka loh enggak papa.?? Ya ampuuun gw minta maaf banget yah sama loh.??? Gara-gara jemput gw, loh jadi berantem kaya gitu sama preman." Kata Devano merasa bersalah.


"Udaaah kamu enggak usah merasa bersalah kayak gituuu.??? Aku enggak papa kok.!!! Lagian aku malah seneng bisa jemput kamu hari ini." Kata Raka sambil tersenyum, namun entah apa yang membuatnya bisa tersenyum seperti sekarang ini.


"Apa tadi loh bilang.!!! Seneng.??? Loh habis berantem sama preman gara-gara loh jemput gw, tapi loh masih bisa bilang seneng.???" Kata Devano kaget dan bingung mendengar ucapan dari Raka itu.


"Iya Dev aku seneng bisa jemput kamu hari ini, karena apa.??? Karena gara-gara aku jemput kamu, hari ini aku jadi ketemu sama cewek Dev.???" Kata Raka sambil terus tersenyum karena ia sangat senang bisa bertemu dengan perempuan cantik yang baru saja ia tolong, karena sepertinya sekarang ini Raka memang benar-benar jatuh cinta kepada perempuan cantik tersebut yang tidak ia kenal.


"Apa loh bilang.??? Loh habis ketemu sama perempuan,,, serius loh.??? Gilaaaa cantik enggak perempuannya.??? Terus namanya siapa.???" Kata Devano kaget dan penasaran dengan siapa perempuan tersebut.

__ADS_1


"Nanti deh aku ceritain Dev kalau kita udah ketemu, soalnya kan kamu tau sendiri sekarang aku lagi bawa mobil, entar aku nabrak lagi ngomong terus sama kamu, ya udah yah Dev.???" Kata Raka sambil buru-buru memutuskan sambungan teleponnya.


"E, e, ehhhhh tunggu dulu Raka, tunggu dulu.!!! Jangan ditutup dulu telp,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong, Tut,,, tut,,, tut,,,, karena Raka langsung mutuskan sambungan telepon tersebut.


"Yaelahhh nih anak, orang belum selesai ngomong juga dimat,,,,,," Lagi-lagi ucapan Devano terpotong, TING.!!! Tiba-tiba ponselnya berdering karena ada pesan masuk.


"Aneh banget sih ini anak, tadi gw masih pengin ngomong malah dimatiin, giliran sekarang udah dimatiin dia malah chat ke gw.?? Rakaa, Raka, dasar aneh.!!!" Kata Devano heran sambil buru-buru membuka chat tersebut.


"E, e, ehhhhh tunggu dulu deh.!!! Ini kayaknya bukan chat dari Raka, Iya bener banget ini bukan chat dari Raka, tapi dari siapa yah.???" Kata Devano bingung karena ia mendapat pesan masuk dari no baru di ponselnya.


*Isi chat tersebut*


"Hallo Dev, denger-denger hari ini kamu mau pulang ke Indonesia yah.??? Hati-hati yah Dev selama di perjalanan, sampai ketemu lagi di Indonesia.??? I Miss you Devano. Salam manis selalu dari TANIA."


"Yaelahhh perempuan ini lagi, enggak ada bosen-bosennya yah ini perempuan chat ke gw, udah gw cuekin juga." Kata Devano kesal karena lagi-lagi ia menerima chat dari Tania, karena tanpa sepengetahuan dari kita, ternyata sejak Devano memutuskan Tania 10 tahun silam, Tania masih sering menghubunginya sampai sekarang, bahkan ia mengaku menyesal telah selingkuh dari Devano dan Ia pun terang-terangan kepada Devano mengaku ingin kembali lagi menjalin hubungan dengannya.


"Dasar perempuan murahan.!!! Jangan harap gw mau balik lagi sama loh.?? Dari pada gw balik lagi sama loh, lebih baik gw sama gadis kecil pemilik liontin, udah baik, dewasa, cantik lagi." Kata Devano sambil tersenyum mengingat betapa cantik, baik dan dewasanya gadis kecil pemilik liontin yang pernah ia tolong 10 tahun yang lalu, kemudian ia pun langsung mengambil liontin milik gadis kecil tersebut yang masih ia simpan sampai sekarang.


"Hemmm lucu banget sih kamu.??? Kakak yakin sekarang ini kamu pasti udah dewasa, dan kakak juga sangat yakin kalau sekarang ini pasti kamu tambah cantik dan kamu juga pasti tambah pintar." Kata Devano dalam hati sambil tersenyum memandangi foto gadis kecil tersebut yang berbeda didalam kalung liontin.


"Oh iya,,, kamu tau enggak Dek, kenapa sekarang ini kakak bisa pulang membawa nilai terbaik dari kampus kakak.??? Itu karena kakak selalu ingat pesan dari kamu Dek, KALAU KAKAK ITU HARUS BISA BAHAGIAIN KEDUA ORANG TUA KAKAK SEBELUM KAKAK TERLAMBAT, Dan pastinya kamu juga enggak tau kan Dek, apa alasan pertama kakak ingin cepat-cepat menyelesaikan kuliah kakak di Korea, dan mengapa kakak ini ingin cepat-cepet pulang lagi ke Indonesia.??? Itu karena kakak ingin cepat-cepet mencari kamu, kakak ingin cepat-cepet bertemu sama kamu Dek, karena apa.?? Karena kakak itu sayang sama kamu, kakak enggak perduli sekarang ini kamu seperti apa.?? Yang kakak tau, kamu adalah seorang wanita yang sudah berhasil merubah hidup kakak ini menjadi jauh lebih baik, Kakak harap secepatnya kita bisa bertemu yah Dek.??? Dan kakak harap juga saat kita bertemu nanti kamu masih dalam keadaan sendiri." Kata Devano lagi dalam hati serius, sambil mengusap-usap foto wajah gadis kecil tersebut dan menatapinya dengan tatapan yang sangat dalam, sepertinya gadis kecil tersebut benar-benat sudah membuat hidup Devano berubah jauh lebih baik lagi seperti sekarang ini, dan sepertinya juga gadis kecil tersebut sudah berhasil membuat Devano jatuh cinta kepadanya.


"Hemmm kira-kira sekarang ini kamu diman,,,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong.


"Ehemmm,,, Ehemmm.!!! Cieeee,,, siapa sih foto gadis kecil itu.??? Kayaknya dari tadi serius aaaamat ngelihatinnya.??" Kata Raka sambil tersenyum meledeknya, karena ternyata dari tadi ia sudah sampai dan berdiri tepat dibelakangnya.


"E, e, ehhhhh loh Raka, Loh kapan nyampenya.?? Ngagetin gw aja sih loh.!!!" Kata Devano kaget sambil buru-buru menyimpan kembali kalung liontin tersebut di dalam sakunya.


Mendengar kata-kata dari Devano, Raka pun langsung tersenyum.


"Udah dari tadi kali,,,, kamu nya aja yang dari tadi terlalu serius ngeliatin itu kalung.!!!" Kata Raka sambil terus tersenyum menatap kearah kalung yang sudah Devano simpan.


"Oh iya Dev, ngomong-ngomong gadis kecil yang ada didalam kalung itu siapa sih.???" Kata Raka lagi, penasaran.


"Ada deeeehh.!!! Kepo banget sih loh.???" Kata Devano sambil tersenyum.


"Yaelahhh Dev, bukan gituuu.??? Soalnya kalau dilihat-liahat, gadis kecil itu sekilas mirip,,,,,," Seketika Raka terdiam.


"Mirip siapa.?!!! Loh pernah ketemu sama gadis kecil yang ada didalam kalung ini.???" Kata Devano penasaran dan penuh semangat, karena ia berharap Raka benar-benar mengenali gadis kecil tersebut, yang artinya ia bisa dengan mudah untuk menemui gadis kecil pujaan hatinya itu.


Mendengar kata-kata dari Devano, Raka masih terus terdiam.


"Ahhhhhh kayaknya enggak mungkin deh.!!! Mungkin aja semua ini cuma kebetulan.?? Lagian umur mereka juga sangat berbeda jauh, dan bukan hanya itu saja.!!! Wajah mereka pun tidak terlalu mirip, iya bener,,, wajah mereka tidak terlalu mirip, sangat jauh berbeda." Kata Raka dalam hati sambil membedakan antara dua perempuan tersebut, namun entah siapa perempuan yang sedang Raka bedakan sekarang ini dengan foto gadis kecil yang ada di dalam kalung liontin milik Devano.


"Rakaaaa,,, kok loh malah diem aja sih.??? Loh kenal enggak sama gadis kecil yang ada didalam kalung gw ini.???" Kata Devano semakin penasaran.


"E, e, ehhh iya Dev ada apa.??? E, e, enggaaak aku enggak kenal sama gadis kecil yang ada didalam kalung kamu itu.!!!" Kata Raka gugup sambil menunjuk ke arah kalung yang sudah Devano simpan.


"Yaelahhh Raka,, kirain gw loh kenal.???" Kata Devano sedikit kecewa, karena ia berharap Raka mengenalinya.


"Oh iya, katanya loh tadi habis ketemu sama cewek.??? Ceritain dong.!!! Naman cewek itu siapa, terus gimana cantik enggak itu cewek.???" Kata Devano penasaran sebenarnya siapa cewek yang baru saja bertemu dengan Raka itu.


Mendengar kata-kata dari Devano, Raka pun langsung tersenyum.


"Iya Dev, barusan gw habis ketemu sama cewek.??? Gilaaaa cantik banget Dev itu cewek, dan kayaknya aku jatuh cinta deh sama itu cewek Dev.?? Apa ini yah Dev yang dinamakan cinta pada pandangan pertama.???" Kata Raka sambil terus tersenyum mengingat-ingat kejadian tadi saat ia bertemu dengan perempuan cantik tersebut.


"Wah, wah, waaahhh.!! Yang lagi jatuh cintaaa,,, gw jadi semakin penasaran nih.!!! Sebenarnya secantik apa sih itu cewek.??? Sampai-sampai sepupu gw ini yang enggak pernah pacaran bisa tergila-gila kayak gini.???" Kata Devano sambil tersenyum meledeknya, ia berbicara seperti itu karena memang benar kalau Raka itu tidak pernah pacaran, karena seperti yang kita tau, dari ia sekolah Raka itu adalah cowok yang pendiam, tidak seperti Devano yang bandel dan bergaul kesana-kesini dengan siapa saja.


"Pokoknya enggak bisa diceritain Dev, yang jelas cewek itu sangat-sangaaat cantik, dan kalau dilihat-lihat,,, dia juga kayaknya cewek yang baik deh.!!! Tapi sayang Dev, aku belum sempat kenalan sama itu cewek." Kata Raka serius.


"Apa.?!!! Belum sempat kenalan,,, kok bisa sih.???" Kata Devano kaget dan bingung mendengar kata-kata dari Raka.


"Iya Dev,,,," Kata Raka sedikit lemas, kemudian dengan segera ia pun langsung menceritakan semuanya, tentang bagaimana awal mula ia dan perempuan cantik tersebut bisa bertemu.


"Oooh gitu ceritanyaaa.??? Saran gw sih yah,,, loh harus kejar itu cewek.!!! Loh cari tau namannya siapa, loh enggak boleh nyerah begitu saja, loh harus bisa dapatin itu cewek.!!!" Kata Devano mencoba untuk memberi saran kepada Raka.


"Iya Dev,,, aku akan kejar itu cewek, dan aku juga enggak akan pernah nyerah sampai kapan pun untuk dapatin itu cewek.!!!" Kata Raka serius, karena sepertinya sekarang ini ia benar-benar sudah jatuh cinta kepada perempuan cantik tersebut.


Mendengar kata-kata dari Raka, Devano pun tersenyum.


"Nah gitu dooong,,, ini baru sepupu gw.???" Kata Devano sambil tersenyum karena senang akhirnya Raka bisa jatuh cinta juga seperti dirinya.


******


Namun kira-kira siapakah perempuan cantik tersebut yang sudah berhasil membuat Raka tergila-gila dan jatuh cinta seperti sekarang ini.??


########


Untuk semuanya, Author benar-benar minta maaf baru bisa Up Sekarang 🙏🙏


Karena jujur saja sekarang ini Author sedang sibuk ngurusin anak Author yang sekarang ini sedang menjalankan semester, apalagi anak Author masih kelas satu SD, jadi masih benar-benar harus ada bimbingan dari orang tua, jadi mohon pengertiannya untuk semuanya jika kemaren-kemaren sampai satu minggu kedepan Author sedikit telat Up 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2