
DI TEMPAT BERBEDA.
Waktu menunjukkan pukul 10:00 malam.
Terlihat Devano yang sedang berdiri dipinggir jalan sambil menunggu Rasya sahabatnya yang akan menjemputnya, karena malam ini ia berniat untuk menginap dirumahnya.
"Aduuuuh kemana sih si Rasya.??? Dari tadi gw tungguin juga enggak nongol-nongol dia" Kata Devano kesal karena ia sudah menunggunya cukup lama, namun Rasya sahabatnya itu tak juga kunjung datang.
"Ah gw telepon aja deh.!!! Lama bang,,,,,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong.
"Tolong.!!! Tolong.!!!" Suara seseorang yang seperti sedang teriak meminta tolong.
"Suara apaan tuh,, kayak suara gadis kecil minta tolong.???" Kata Devano sambil terus mendengarkan suara tersebut, hingga akhirnya suara tersebut pun terdengar jelas di telinganya.
"Tolooong, tolong.!!! Jangan om, lepasin om.!!!" Teriak gadis kecil tersebut lagi, meminta tolong.
"Iya beneraan, itu suara gadis kecil meminta tolong, tapi dimana yah.???" Kata Devano bingung, sambil buru-buru melangkah untuk mencarinya, namun baru saja ia melangkah, langkahnya sudah terhenti.
Karena ia kaget bukan main melihat keadaan gadis kecil yang tidak ia kenal sedang diganggu oleh beberapa preman.
"Awas om, jangan, lepasin om.!!! Tolooong,,, tolooong.!!!" Teriak gadis kecil tersebut ketakutan sambil mencoba untuk melepaskan diri dari preman-preman tersebut.
Melihat kejadian seperti itu didepan mata, dengan segera Devano pun langsung mencoba untuk menolongnya.
"Lepaskan gadis kecil itu.!!!!" Teriak Devano, sambil melangkah untuk menghampirinya lebih dekat lagi.
Mendengar teriakkan dari Devano, seketika preman-preman tersebut pun langsung menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Heh Anak kemarin sore.! Jangan berani loh ikut campur urusan kita.!!! Lebih baik sekarang loh pergi.! Sebelum loh bernasib sama seperti gadis kecil ini." Teriak salah satu preman tersebut marah.
"Jangan kak, jangan pergi.!!! Tolongin aku kak, aku takut, tolong kaaaak.???" Teriak gadis kecil tersebut memohon dan meminta tolong kepada Devano.
Mendengar teriakkan dari gadis kecil tersebut, tanpa pikir panjang Devano pun langsung menghampirinya dan langsung menghajar salah satu preman yang sedang memegang erat tangannya itu, kemudian ia pun langsung menariknya dengan kuat.
"Ayo cepetan lari.!!!!" Kata Devano tergesa-gesa, sambil terus menarik tangannya dan membawanya untuk lari menjauh dari para preman-preman tersebut.
Melihat Devano lari membawa gadis kecil tawanannya, ketua preman tersebut pun langsung marah.
"Kurang ajar.!!! Berani banget anak ingusan itu membawa gadis kecil tawanan kita, sekarang juga kita berpencar.!!! Kita kejar dan kita tangkap mereka berdua.!!!" Kata ketua preman tersebut kepada anak buahnya, kemudian dengan segera mereka pun langsung berpencar untuk mengejar dan menangkap Devano dan gadis kecil tersebut.
"Gawat, preman-preman itu mengejar kita, Ayo cepetan kita lari.!!!" Kata Devano tergesa-gesa sambil terus menarik tangan gadis kecil tersebut dan mengajaknya untuk lari lebih cepat lagi.
"Tapi kak.! Aku udah enggak kuaaaat,, capeeeek kak.???" Kata gadis kecil tersebut dengan suara nafas yang terdengar sangat ngos-ngosan, kemudian ia pun langsung duduk karena ia benar-benar sudah capek dan tidak kuat untuk lari lagi.
"Tapi aku benar-benar udah enggak kuat kak, aku udah enggak kuat lari lagi, aku udah enggak sanggup, capek kaaak.?? Lebih baik sekarang kakak pergi, cepetan kak.!!! Sebelum kakak ikut tertangkap oleh preman-preman itu, cepetan kak, kakak pergi.!!!" Kata gadis kecil tersebut menyuruh Devano untuk cepat-cepat pergi meninggalkannya, karena ia tidak mau Devano ikut terseret oleh masalahnya.
"Enggak.! Kakak enggak bakalan tega ninggalin kamu disini sendiri tertangkap oleh preman-preman itu, sekarang juga kakak akan bawa kamu pergi dari sini.!!!" Kata Devano serius, ia bersikeras untuk menolong gadis kecil tersebut meskipun sesungguhnya ia tidak mengenalinya, karena sebenarnya Devano itu adalah anak yang baik, kemudian dengan segera ia pun langsung buru-buru menggendong gadis kecil tersebut, dan membawanya lari menjauh dari preman-preman tersebut, namun sayang belum juga sempat ia lari, preman-preman tersebut sudah mencegahnya.
"Mau kemana kalian berdua.?!!! Dasar anak ingusan." Kata salah satu dari preman tersebut tepat dihadapan Devano.
"Kak gimana ini,,,, aku takut kaaak.???" Kata gadis kecil tersebut ketakutan.
"Udah kamu tenang aja.!!! Sekarang kita lari lewat belakang.!!!" Kata Devano tergesa-gesa, sambil terus menggendong gadis kecil tersebut dan buru-buru membawanya lari lewat belakang, namun baru saja Devano melangakah untuk lari, tiba-tiba langkahnya sudah terhenti.
"Mau kabur kemana kalian.??? Kalian pikir kalian bisa kabur dari kita, hah.???" Kata salah satu dari preman tersebut lagi, sambil terus menghadangnya, karena ternyata preman-preman tersebut sudah mengepungnya.
"Kak gimana ini kaaak.??? Mereka semua sudah mengepung kita, aku takut kaaak.??? Kita sudah enggak akan bisa kabur dari sini lagi kaaak.???" Kata gadis kecil tersebut semakin ketakutan.
__ADS_1
"Udah kamu tenang aja.!!! Sekarang kamu turun, biar Kaka yang akan melawan mereka." Kata Devano, ia mencoba untuk menenangkannya meskipun sesungguhnya ia pun sangat takut dengan preman-preman tersebut, bagaimana ia tidak takut, jumlah mereka cukup banyak, apalagi melihat keadaan badan mereka yang sangat besar dan kekar.
"Enggak kak, aku enggak akan ngebiarin kakak ngelawan mereka, kakak enggak bakalan sanggup kak.?! Enggak,, enggak bakalan sang,,,,,,,,,," Seketika ucapan gadis kecil tersebut terpotong.
"Ssssttttt udah kamu tenang aja.! Kamu diam disini.!!!" Kata Devano sambil menurunkan gadis kecil tersebut dari gendongannya, kemudian melangakah menghampiri preman-preman tersebut untuk melawannya.
"Kakak, Jagan kak.!!!" Teriak gadis kecil tersebut ketakutan, karena ia yakin Devano tidak akan bisa melawan mereka.
Mendengar teriakkan dari gadis kecil tersebut, Devano tidak perduli, ia justru menantang preman-preman tersebut satu persatu.
"Kalau memang kalian lelaki, lawan gw satu-persatu.!!! Jagan main keroyokan kayak gini, apa lagi melawan gadis kecil seperti dia." Kata Devano sok jagoan sambil menunjuk ke arah gadis kecil tersebut yang tidak ia kenal itu.
"Cuiiiiiiiihhhh.!!!!! Dasar anak kemarin sore, berani banget loh menantang kita.??" Kata ketua preman tersebut sambil meludah karena marah, kemudian ia pun langsung menyuruh anak buahnya untuk melawan Devano.
"Sekarang juga kalian hajar dan tangkap mereka berdua.!!!" Perintah ketua preman tersebut.
"Aduuuuh gimana nih,,, bisa-bisa mati gw kalau harus melawan preman sebanyak ini.???" Kata Devano dalam hati panik dan ketakutan.
Mendengar perintah dari ketua, semua preman-preman tersebut pun langsung mencoba untuk mengkroyok dan menghajar Devano.
"Kak, lebih baik sekarang kakak pergi.!!! Jangan lawan mereka kak, mereka hanya menginginkan aku, jadi lebih baik sekarang kakak pergi, biar aku menyerahkan diri sama mereka kak.?!!!" Teriak gadis kecil tersebut panik dan ketakutan karena ia benar-benar yakin kalau Devano tidak akan sanggup melawan mereka semua.
Mendengar teriakkan dari gadis kecil tersebut, preman-preman tersebut pun terdiam, begitupun juga dengan Devano ia hanya bisa terdiam dan bingung, karena ia pun sangat yakin kalau dirinya tidak akan sanggup untuk melawan mereka semua, akan tetapi tidak dengan ketua preman tersebut, melihat anak buahnya terdiam seperti itu, ia pun marah, kemudian dengan segera ia pun langsung menyuruh mereka semua untuk segera menghajar Devano.
"Kenapa kalian Diam.???? Sekarang juga hajar dan tangkap anak ingusan itu.!!!!" Teriak ketua preman tersebut sambil menunjuk ke arah Devano.
*****
Namun siapa kah kira-kira gadis kecil tersebut.??? Apakah mungkin gadis kecil tersebut adalah Alana.???
__ADS_1