DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
S 2. Episode 75.


__ADS_3

Kemudian, ia pun langsung melangkah kembali menuju pesta pertunangannya itu, dan langsung duduk kembali bersama dengan Devano, Alana, Anita, beserta Diki dan Renata, yang juga sudah duduk kembali, bersama mereka.


"Sayang, tadi kamu dari mana aja?" Ucap Andra dengan santainya. Bertanya boleh kepada Renata, akan tetapi tatapan matanya itu, tertuju jelas kearah Diki. Sehingga Devano yang dari tadi sedang duduk bersama dengan mereka pun, panik.


"Aduuuuh! Gimana nih?" Ucapnya dalam hati.


"Sebenarnya apa sih? Yang udah Diki lakukan, sama Renata?" Ucapnya lagi. Kemudian, ia pun langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Semoga aja, Diki enggak ngelakuin hal-hal bodoh yang bisa membuat hidupnya terancam!"


"Oh, i_ itu mas! T_ tadi Renata, i_ itu,,,," seketika Renata pun langsung terdiam, sambil menatap ke arah Diki. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Andra calon tunangannya itu, karena ia tidak mungkin jujur kepadanya, namun ia juga tidak mungkin membohonginya. Karena ia tidak mau, jika harus mengawali sebuah hubungan, dengan adanya kebohongan.


"Ya udah sayang, kalau kamu emang nggak bisa jawab, ya udah nggak papa!" Ucap Andra sambil tersenyum dan mengusap-usap pundaknya, dengan penuh kasih sayang. Namun lagi-lagi, tatapan matanya itu masih terus tertuju kearah Diki.


"Oh iya, semuanya! Kalian tunggu disini dulu yah!" Ucapnya lagi.


"Gue mau naik dulu, ke panggung!" Ucapnya lagi, yang dengan secara tiba-tiba meminta izin seperti itu, kepada semuanya. Sehingga membuat Renata pun, bingung.


"M_ mas Andra mau naik ke panggung? E_emang mas Andra, mau ngapain?" Ucapnya, penasaran.


"Udah sayang, kamu tenang aja! Mas cuma mau kasih pengumuman aja, ke seluruh tamu-tamu undangan kita!" Ucap Andra lagi, sambil menatap kearah semua tamu-tamu undangannya itu.


"P_ pengumuman?" Ucap Renata lagi, semakin bingung.


"E_emang pengumuman apa, mas?" Ucapnya lagi.


"Nanti juga, kamu tau sendiri sayang!" Ucap Andra.


"Ya udah yah, sayang! Sekarang, mas naik ke panggung dulu!" Ucapnya lagi. Kemudian, ia pun langsung mengecup keningnya. Sehingga Diki yang sedang minum pun, seketika langsung tersedak melihatnya.


"Uhuk!" Suara Diki batuk, karena ia benar-benar tidak ikhlas, melihat Renata mantan istrinya, dicium seperti itu olehnya.


"Bang Diki, bang Diki ini kenapa sih?" Ucap Anita kesal. Karena sebenarnya ia pun tau betul, apa yang sedang Diki suaminya itu rasakan sekarang ini.


"Oh, n_nggak! Abang, nggak papa kok!" Ucap Diki dengan gugupnya, sambil buru-buru mengambil tisu dimeja, untuk menyeka mulutnya.


"Kenapa loh, Dik?" Ucap Andra, sambil tersenyum penuh dengan makna.


"Oh, n_nggak kok Ndra! G_gue, nggak papa! Gue, cuma keselek aja!" Ucap Diki lagi, masih gugup. Sehingga Devano yang dari tadi sedang memperhatikannya pun, lagi-lagi langsung menghela nafas pelan dan membuangnya.


"Aduuuuuh! Gila yah loh, Dik!" Ucapnya dalam hati.


"Gimana kalau Andra sampai curiga, kalau ternyata, loh itu mantan suami Renata?" Ucapnya lagi semakin panik, melihat tingkah laku Diki sahabatnya itu, yang dari tadi benar-benar sangatlah aneh.


"Oh, gitu!" Ucap Andra, masih santai.


"Ya udah kalau gitu!" Ucapnya lagi, sambil tersenyum menepuk-nepuk punggungnya.


"Oh iya sayang, mas ke panggung dulu yah!" Ucapnya lagi, sambil melangkah kembali menuju panggung tersebut.


"Oh, i_iya mas!" Ucap Renata, yang juga terlihat sangatlah gugup. Karena sebenarnya, ia pun sama seperti Anita, ia pun benar-benar tau apa yang sedang Diki, mantan suaminya itu rasakan sekarang ini. Kemudian, ia pun langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar, sambil terus terdiam, dan tidak berani menatap kearah Diki manatn suaminya itu, sama sekali. Yang ada di dalam dirinya sekarang ini, hanyalah kecanggungan, kecanggungan, dan kecanggungan. Sedangkan Diki yang dari tadi sedang duduk dihadapannya pun, terlihat terus menatap dalam wajah cantiknya, tanpa ada henti-hentinya. Sehingga membuat Renata pun, benar-benar semakin canggung lagi dibuatnya.


"Bang, Abang ini apa-apaan sih?" Bisik Anita, kesal. Namun sayang, Diki tidak menghiraukannya sama sekali. Ia pun malah justru terus terdiam, sambil terus menatap dalam wajah cantik Renata mantan istrinya itu, tiada henti-henti.


"Awas aja yah, kamu Bang!" Ucap Anita dalam hati, semakin kesal.

__ADS_1


"Abang udah berani mencampakkan aku kayak gini, di depan banyak orang!"


"Aku nggak akan pernah biarkan! Abang ini bisa kembali lagi, dengan Renata!" Ucapnya lagi, sambil menatap sinis kearah Renata, yang sekarang ini masih duduk di hadapannya.


"Oh iya Dev, Alana juga!" Ucap Renata mencoba untuk menyapanya, agar ia tidak canggung lagi dengan semuanya.


"G_gimana kabar kalian?"


"Anak kalian, pasti sekarang ini udah gede, yah?" Ucapnya lagi, sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, putri kita sekarang udah gede! Malahan kayaknya, seumuran deh! Sama putri kak Renata, Laura!" Ucap Alana yang juga ikut tersenyum, penuh dengan semangat.


"Ia Ren, bener banget kata Alana! Kalau dilihat-lihat, kayaknya putri gue sama putri loh! Seumuran deh!" Sambung Devano, yang juga penuh dengan semangat. Kemudian, mereka bertiga pun langsung menceritakan semua perkembangan-perkembangan, putri-putrinya selama ini.


"Iya Dev, bener banget! Ngurus anak itu, emang harus ekstra hati-hati!" Ucap Renata.


"Supaya perkembangan dan pertumbuhan anak kita itu, bagus!" Ucapnya lagi, sambil terus tersenyum penuh dengan semangat, menceritakan semua hal, tentang Laura putri semata wayangnya. Sehingga Diki yang dari tadi hanya bisa mendengarkan ceritanya itu pun, seketika langsung meneteskan air matanya.


"Ternyata kamu ini, bener-bener ibu yang baik untuk Laura!" Ucapnya dalam hati, terharu.


"Terimakasih yah, Ren! Karena selama ini, kamu udah mau ngurusin anak kita, dengan sangat baik!" Ucapnya lagi dalam hati yang benar-benar salut akannya. Kemudian, ia pun langsung terdiam, sambil tersenyum menatap kearahnya.


"Abang janji! Abang akan menebus semua kesalahan-kesalahan Abang dulu, sama kamu dan juga Laura!"


"Abang akan perjuangkan semuanya! Semampu dan sekuat Abang, untuk mendapatkan hati kamu kembali!"


"Agar kita berdua, bisa menjadi pasangan suami istri, seperti apa yang pernah dulu kamu damba-dambakan, saat kamu masih menjadi istri Abang! Agara kita berdua, bisa menjaga Laura bersama-sama! Dan pada akhirnya, kita bertiga bisa menjadi keluarga yang bahagia seutuhnya!" Harapnya.


"Eh, kak Renata!" Ucap Alana.


"Lihat tuh kak! Mas Andra udah ada di atas panggung!" Ucapnya lagi, sambil menatap kearahnya, yang sekarang ini memang sudah berdiri tepat di atas panggung tersebut.


"Terimakasih untuk semua tamu undangan, yang sudah menyempatkan diri, untuk hadir di acara pesta pertunangan saya, malam ini!"


"Jujur, saya tidak mengira kalau acara pesta pertunangan saya ini, akan semeriah ini!" Ucapnya lagi, sambil terus tersenyum menatap kearah semua tamu-tamu undangannya itu. Kemudian, ia pun langsung menunju ke inti pembicaraannya.


"Oke langsung saja! Malam ini, saya naik ke atas panggung seperti ini!"


"Karena malam ini, saya akan menyanyikan sebuah lagu sepcial, untuk perempuan yang sudah berhasil mencuri hati saya! Perempuan yang sangat teramat saya sayangi, dan perempuan yang nantinya akan menjadi ibu, dari anak-anak saya!" Ucapnya lagi dengan sangat jelas memberikan pengumuman seperti itu, kepada tamu-tamu undangan semuanya, sambil tersenyum menatap ke arah Diki. Sehingga Diki yang melihatnya pun, seketika langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Dan perempuan tersebut adalah, calon tunangan saya sendiri!" Ucap Andra lagi. Kemudian, ia pun langsung menatap kearah Renata.


"Yaitu, Renata!" Ucapnya lagi, sambil terus tersenyum menunjuk ke arahnya.


"M_mas Andra?" ucap Renata tak percaya, jika ia akan diperlukan seromantis itu olehnya. Sedangkan semua tamu undangan yang mendengar pengumuman tersebut pun, seketika langsung menatap kearah Renata, dan langsung bertepuk tangan dengan sangat meriah.


"N_nggak! K_kenapa hati gue ini, terasa sakit banget kayak gini?" Ucap Diki dalam hati, dengan raut wajah yang terlihat benar-benar sangatlah sedih. Sehingga Devano yang melihatnya pun, tak tega.


"Sabar, Bro!" Ucapny pelan, sambil menepuk-nepuk punggungnya. Akan tetapi tidak dengan Anita, ia pun malah justru tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia.


"Bagus deh, kalau kayak gitu!" Ucapnya dalam hati.


"Kalau kayak gini kan, udah nggak ada alasan lagi buat Bang Diki, untuk kembali lagi dengan Renata!"


"Dan selamanya, Bang Diki itu akan jadi milik gue!" Ucapnya lagi dalam hati, yang terus tersenyum bahagia, diatas penderitaannya.

__ADS_1


"B_bang Diki, sabar yah!" Ucap Alana yang juga mencoba untuk menenangkannya. Sedangkan Diki pun, hanya bisa terdiam dan terpaku, sambil terus menyaksikan semuanya, meskipun sakit.


🎵" Dengarkan lah, wanita pujaan ku,,,,,," suara Andra, yang tiba-tiba menyanyikan lagu JANJI SUCI, sambil tersenyum dengan romantis, menatap kearah Renata.


🎵"Malam ini akan ku sampaikan


Hasrat suci, kepadamu dewi ku


Dengarkan lah kesungguhan ini,,,,,," sambungnya lagi, sambil melangkah turun dari atas panggung tersebut, menghampiri Renata, yang sekarang ini masih duduk bersama dengan Diki, Devano, Alana, dan juga Anita. Kemudian, ia pun langsung berlutut tepat di hadapannya, dan juga di hadapan Diki, karena seperti yang kita tau, posisi duduk Diki dan Renata itu, saling berhadapan.


🎵"Aku ingin, mempersunting mu


Tuk yang pertama, dan terakhir,,,,"


sambungnya lagi, sambil memberikan cincin untuk melamarnya, tepat dihadapan Diki.


"N_nggak! Ini semua nggak mungkin! Gue bener-bener nggak ikhlas, kalau Renata sampai menjadi milik Andra!" Ucap Diki dalam hati, dengan mata yang berkaca-kaca. Sambil terus menatap kearah Andra, yang sampai sekarang pun masih menyodorkan cincin untuk melamar Renata, mantan istrinya.


"Terima! Terima! Terima!" Teriak semua tamu undangan sambil bertepuk tangan dengan sangat meriahnya. Sehingga membuat Renata pun, semakin tak percaya lagi dibuatnya.


"Ya Tuhaaaan, apakah ini awal dari kebahagiaan hidup gue?" Ucapnya dalam hati, sambil menatap dalam wajah tampannya, dengan mata yang berkaca-kaca karena saking terharunya dengan perlakuannya itu.


"Jangan Renata, Pelaseeeee!" Ucap Diki dalam hati, dengan raut wajah yang sangat sedih, sambil menggelengkan kepalanya. Berharap Renata akan mengerti dan menuruti, apa itu keinginan darinya.


🎵"Jangan kau tolak dan buat ku hancur,,," sambung Andra lagi, sambil tersenyum dan langsung menggengam erat tangannya.


🎵"Ku tak akan mengulang tuk memeninta


Satu keyakinan hati ku ini


Akulah yang terbaik untuk mu,,,,,," sambungnya lagi, sambil kembali menyodorkan cincin tersebut lagi untuknya. Sehingga membuat Renata pun, seketika langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar. Kemudian, ia pun langsung tersenyum kearahnya.


"Terima! Terima! Terima!" Teriak para tamu undangan lagi, dengan penuh antusias, sambil terus bertepuk tangan.


"Renataaaa! Sayaaaang! Ayo terima, sayaaaang!" Teriak kedua orang tua Renata, yang juga sangat antusias untuk mendukungnya. Sehingga Renata yang melihatnya pun, seketika langsung terdiam.


"Ya Tuhaaaan! Mungkin semua ini memang benar, semua ini adalah awal dari kebahagiaan hidup gue?" Ucapnya lagi dalam hati, yang benar-benar terharu melihat kebahagiaan yang terpancar di raut wajah kedua orang tuanya itu.


"Rasanya gue bener-bener seneng banget, bisa ngeliat kedua orang tua gue sebahagia dan seantusias ini, melihat pertunangan gue ini dengan mas Andra!" Ucapnya lagi dalam hati.


"Jadi nggak mungkin, nggak mungkin gue nolak cincin pertunangan dari mas Andra ini!"


"Udah cukup Renata! Udah cukup! Udah cukup kamu buat kedua orang tua kamu itu menderita, malu, dan bahkan kecewa! Dengan gagalnya pernikahan kamu dulu, dengan Bang Diki! Dan juga dengan masalalu kamu itu, yang sangat kelam dengannya!"


"Untuk kali ini, kamu harus bisa membuat kedua orang tua kamu itu, bahagia!"


"Kamu harus menerima cincin pertunangan ini, dari mas Andra!" Ucapnya lagi, sambil menatap kearah cincin pertunangan tersebut lagi, yang sampai sekarang ini masih terus Andra sodorkan kepadanya.


"Jangan Renata, Pelaseeeee!" Ucap Diki lagi dalam hati, yang lagi-lagi menggelengkan kepala kepadanya. Karena ia benar-benar tidak ikhlas dan tidak rela, jika sampai semua itu beneran terjadi.


"Mommyyyyyy! Cepetan terima, mommyyyyyy!" Teriak Laura yang juga ikut antusias, memberikannya dukungan. Karena sejak dari dulu, ia memang sangat-sangat mendamba-dambakan hadirnya sosok seorang Ayah dalam hidupnya. Ditambah lagi sekarang ini ia juga sudah cukup dekat dengan Andra calon Ayahnya, dan bahkan ia dan Andra juga sudah sama-sama cocok satu sama lain.


"I_iya, sayaaaaang!" Ucap Renata yang langsung saja tersenyum, dan semakin yakin lagi dengan pilihannya itu. Karena yang terpenting untuknya sekarang ini, adalah kebahagiaan Laura putri tersayang nya, dan juga kebahagiaan kedua orang tuanya. Ia benar-benar tidak mau mengecewakan mereka lagi seperti dulu.


"N_nggak Renata! Jangan Renata! Abang moh,,,,,,," seketika ucapan Diki pun, langsung terpotong.

__ADS_1


"C_cincin ini,,,," seketika Renata pun langsung terdiam, sambil memejamkan matanya.


"C_cincin ini,,,,,," ucapnya lagi, yang lagi-lagi langsung terdiam.


__ADS_2