
DI VILLA KOSONG MILIK PAK EDO YANG BERADA DI TENGAH-TENGAH HUTAN.
Waktu menunjukkan pukul 07:00 Pagi.
Terlihat Diki yang sedang disekap di dalam gudang villa tersebut, dengan keadaan yang sudah sangat lemas dan tak berdaya, sambil terus teriak-teriak.
"Woy.! Lepasin gw.! Gw dimana ini woy.?" Teriaknya penuh emosi, sambil terus berusaha untuk melepaskan tali yang mengikat kaki dan tangannya.
"Woy.! Kalian dengerin gw ngomong enggak sih.? Budeg yah kalian.! Gw bilang lepas,,,,,,,," Seketika teriakannya itu pun terpotong.
"Loh itu berisik banget sih dari semalam.?" Ucap seseorang yang berbadan besar dan kekar, yang baru saja masuk ke dalam gudang villa tersebut marah, karena tanpa sepengetahuan dari kita, dari semalaman Diki teriak-teriak tiada hentinya.
"Loh tenang aja.! Sebentar lagi juga bos gw bakalan bebasin loh.! Jadi loh enggak usah teriak-teriak kayak gini terus.! Awas aja kalau loh sampai berani teriak-teriak lagi.! Gw habisin loh sekarang juga.!" Ucapnya lagi mencoba untuk mengancamnya, kemudian ia pun langsung melangkah keluar dari dalam gudang villa tersebut, namun belum sempat ia keluar, tiba-tiba salah satu dari anak buahnya datang menghampirinya.
"Bos, ini ada telepon dari pak Edo." Bisiknya sambil memberikan ponselnya, kemudian seseorang berbadan besar dan kekar tersebut pun langsung buru-buru mengangkatnya.
"Ia ada apa bos.?" Ucapnya via telepon.
"Ok baik, baik.! Secepatnya akan saya persiapkan dan akan saya bawa bocah berandal ini ke rumah bos." Ucapnya lagi, kemudian ia pun langsung memutuskan sambungan telepon tersebut.
"Woy semuanya.! Cepetan kesini.!" Teriaknya memanggil semua anak buahnya untuk masuk ke dalam gudang villa tersebut.
"Iya Bos ada apa, ada apa.?" Ucap semua anak buahnya yang baru saja datang dan masuk ke dalam gudang villa tersebut.
"Sekarang juga kalian ganti baju bocah berandal ini dengan pakaian ini.!" Ucapnya lagi dengan tegas, sambil memberikan satu buah jas, kemeja beserta dengan celananya.
"Baik Bos.!" Ucap semua anak buahnya lagi secara bersamaan, kemudian mereka semua pun langsung memaksa Diki untuk ganti pakaiannya dengan pakaian tersebut.
"Enggak mau, lepasin.! Buat apa gw ganti pakaian gw dengan pakaian ini.?" Teriak Diki marah, sambil mencoba untuk berontak dari mereka semua.
"Aaaahhhh Diem loh.! Berani macam-macam, gw habisin loh sekarang juga.!" Ucap salah satu diantara mereka marah, sambil terus berusaha untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian tersebut, hingga akhirnya mereka semua pun berhasil menggantinya.
"Semuanya sudah beres Bos.!" Ucapnya lagi.
"Bagus.!" Ucap seseorang yang berbadan besar dan kekar tersebut.
"Sekarang juga kalian bawa bocah berandal ini masuk ke dalam mobil.!" Ucapnya lagi dengan sangat tegas menyuruh semua anak buahnya itu untuk membawa Diki masuk ke dalam mobil miliknya.
"Baik bos.! Laksanakan.!" Ucap mereka semua secara bersamaan, kemudian mereka semua pun langsung menyeretnya masuk kedalam mobil tersebut.
"Mau dibawa kemana gw sekarang.? Lepasin.!" Teriak Diki marah, sambil terus mencoba untuk berontak dari mereka semua.
__ADS_1
"Aaahhh.! Enggak usah banyak bacot loh.! Sekarang juga ayo ikut gw.!" Ucap salah satu dari mereka lagi penuh emosi, sambil terus menyeretnya masuk kedalam mobil tersebut dan membawanya menuju rumah pak Edo, karena sepertinya pak Edo akan menikahkannya dengan Renata putri kesayangannya hari ini juga.
DI RUMAH PAK EDO.
Waktu menunjukkan pukul 08:00 Pagi.
Terlihat pesta pernikahan yang sangat sederhana, yang hanya dihadiri oleh pihak keluarga saja, kerena hari ini pak Edo memang benar-benar akan menikahkan Renata putri kesayangannya itu dengan Diki.
"Mah, kira-kira sekarang ini papah berhasil enggak yah bawa bang Diki kesini.!" Ucap Renata yang baru saja selesai dirias dan sudah siap untuk dinikahkan, hanya tinggal menunggu mempelai pria saja, ia harap-harap cemas akan kehadirannya.
"Kamu yang tenang aja yah sayang.! Jangan terlalu banyak pikiran.! Kita berdoa aja, semoga aja papah berhasil bawa Diki kesini.!" Ucap Ibu Lia mencoba untuk menenangkannya.
"Iya mah, makasih yah.?" Ucap Renata dengan raut wajah yang sangat sedih sambil meneteskan air matanya, karena sebelumnya ia tidak pernah menyangka akan menikah dengan keadaan yang sangat menyedihkan seperti ini.
"Ya udah sayaaang, kamu jangan nangis terus.! Lagian sebentar lagi juga kamu kan akan menikah." Ucap Ibu Lia dengan pelan dan penuh perhatian, ia merasa kasihan melihat keberadaan Renata putri tersayangnya seperti itu.
"Iya mah." Ucap Renata lagi mencoba untuk tersenyum.
"Nah gitu dong sayaaaang." Ucap Ibu Lia yang juga ikutan tersenyum.
"Eh sayang, lihat deh.! Itu bukannya papah yah.?" Ucapnya lagi sambil menunjuk ke arah pak Edo yang sedang berjalan menghampirinya dan juga Renata.
"Loh, tapi itu papah sama siapa sayang.?" Ucapnya lagi heran, karena melihat pak Edo suaminya berjalan dengan seorang lelaki dan perempuan yang tidak ia kenal.
"Siskaaaa, Dimas.!" Ucapnya lagi kaget sambil menatap kearah mereka berdua yang juga sedang berjalan menghampirinya dan Ibu Lia, tepat di belakang langkah kaki pak Edo, karena sepertinya pak Edo lah yang menyuruh mereka berdua untuk datang menghadiri acara pernikahan tersebut, karena untuk dijadikannya saksi.
"Ya ampun kak Renata, Siska bener-bener minta maaf yah kak.! Siska bener-bener minta maaf.?" Ucap Siska yang baru saja sampai dan berdiri tepat di hadapannya dengan suara tergesa-gesa, kemudian ia pun langsung memeluknya dengan erat sambil menangis.
"Hiks,, hiks,, atas nama bang Diki, Siska bener-bener hiks,, hiks minta maaf yah kak.? Hiks,, hiks Siska bener-bener hiks,, hiks minta maaf.!" Ucapnya lagi merasa bersalah sambil terus menangis.
"Iya kak.! Atas nama bang Diki juga, Dimas juga bener-bener minta maaf yah kak.? Dimas bener-bener enggak tau kalau keadaan kak Renata sekarang seperti ini karena ulah dari bang Diki.! Jadi atas nama bang Diki, Dimas ini bener-bener minta maaf kak.!" Ucap Dimas yang juga merasa sangat bersalah atas perbuatan bejat dari Diki Abangnya itu kepadanya.
"Sssssttt.! Udah, udaaah.! Kalian berdua enggak salah kok.! Jadi kalian berdua enggak perlu minta maaf kayak gini.! Lagian klian berdua udah mau datang diacara pernikahan ini aja, kak Renata ini udah seneeeeng banget." Ucap Renata sambil tersenyum dan menangis terharu, karena ternyata ada juga dari pihak keluarga Diki yang bersedia hadir di acara pernikahannya itu tanpa adanya paksaan sedikit pun.
"Iya bener kata Renata, makasih yah.? Kalian berdua udah bersedia datang diacara pernikahan ini.!" Ucap Ibu Lia yang juga ikutan tersenyum karena senang melihat mereka berdua bersedia datang diacara pernikahan tersebut.
"Baik.! Apakah semuanya sudah siap.?" Ucap pak penghulu yang dari tadi sedang duduk diantara mereka dan sudah siap untuk menikahkannya.
"Maaf.! Sebentar lagi yah pak, soalnya mempelai pria nya masih di jal,,,,,,,," Seketika ucapan pak Edo terpotong.
"Ayo sekarang juga masuk.!" Teriak seseorang yang berbadan besar dan kekar yang baru saja datang dan masuk ke dalam rumah tersebut sambil terus menyeret Diki masuk ke dalam rumah tersebut.
__ADS_1
"B, b, bang Diki.!" Ucap Siska dan Dimas secara bersamaan gugup dan kaget.
"S, s, siskaaaa, Dimas.!" Ucap Diki yang juga gugup dan kaget melihat keberadaan mereka berdua mengapa bisa ada di dalam rumah tersebut.
Melihat Diki Abangnya sekaget itu, Siska dan Dimas hanya bisa terdiam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena tak percaya dengan perbuatan bejat dari Diki Abangnya itu terhadap Renata, sehingga membuatnya pun ikut terdiam dan hanya bisa pasrah dengan semuanya, karena sekarang ini ia benar-benar merasa bersalah dan tidak bisa menjadi contoh yang baik bagi adik-adiknya itu.
"Udah ayo cepetan masuk.!" Teriak seseorang yang berbadan besar dan kekar tersebut lagi marah, sambil terus menyeretnya untuk masuk dan duduk di samping Renata, tepatnya di hadapan pak Edo dan pak penghulu yang sudah siap untuk menikahnya itu.
"B, B, Bang Diki.?"
Ucap Renata gugup, sambil tersenyum terharu menatap kearahnya, karena sekarang ini ia benar-benar sangat senang akhirnya pak Edo ayahnya berhasil juga membawa Diki untuk menikahinya.
"Kamu jangan seneng dulu yah.! Abang mau nikahin kamu sekarang ini, itu bukan karena kemauan Abang.! Semua itu karena papah kamu yang udah paksa Abang.! Jadi kamu jangan pernah berharap lebih dengan pernikahan ini.! Camkan itu.!"
Bisik Diki tepat di telinganya, dengan teganya ia mengancamnya seperti itu, sehingga membuat Renata pun langsung terdiam sambil meneteskan air matanya, karena sekarang ini ia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang tidak ada pilihan juga untuknya selain menikah dengannya untuk menutupi aibnya itu, yang bisa ia lakukan sekarang ini hanya bisa pasrah dan hanya bisa menyerahkan semuanya kepada Tuhan apa yang akan terjadi dengan kehidupan rumahtangganya selanjutnya.
"Baik, semuanya sudah siap.! Sekarang juga acara ijab kabulnya akan segera dimulai." Ucap pak penghulu tersebut dengan tegas, kemudian ia pun langsung menikahkan mereka berdua sekarang juga, hingga akhirnya mereka berdua pun sekarang ini sudah resmi dan syah menikah secara agama dan negara. Dan Renata pun sekarang ini sudah syah menjadi istri Diki.
"Ya ampun kak Renata, selama yah.? Bang Diki juga, selamat yah bang.?" Ucap Siska tergesa-gesa sambil tersenyum dan menangis terharu karena saking bahagianya, akhirnya Diki Abangnya itu sekarang ini sudah syah mempunyai istri.
"Iya bang Diki, selamat yah bang.? Kak Renata juga, selamat yah kak.?" Ucap Dimas yang juga terharu dengan semuanya.
"Iya sama-sama, makasih yah.?" Ucap Renata mencoba untuk tersenyum, meskipun sebenarnya hatinya sekarang ini sedang menangis, karena ia masih mengingat ancaman dari Diki yang ia ucapkan sebelum menikah tadi, sedangkan Diki hanya terdiam dan tidak merespon sama sekali ucapan selamat dari adik-adiknya itu.
"Ya udah, sekarang kita Selfie yuk.?" Ucap Siska sambil tersenyum dengan penuh semangat.
"Ya udah ayo, ayo, ayo.!" Ucap Dimas yang juga penuh dengan semangat, kemudian mereka berdua pun langsung Selfie dengan pengantin baru tersebut, dan langsung mengupdatenya di WhatsApp.
"Selamat yah.? Buat bang Diki dan kak Renata.! Akhirnya kalian berdua udah resmi menikah 😍 Eeemmmm bakalan punya keponakan baru ini gw 😘" Bunyi status tersebut yang Siska update di WhatsApp miliknya itu, yang menggambarkan betapa bahagianya ia sekarang ini, sehingga Alana yang membaca status tersebut pun ikut merasakan betapa bahagianya.
"Eh, mas, mas.! Baca deh.! Ini itu setatus WhatsApp Siska.! Waaaaah jadi sekarang, bang Diki udah resmi dong nikah sama kak Renata." Ucapnya yang sedang santai didalam rumahnya sambil tersenyum, ia menyuruh Devano suaminya itu untuk ikut juga membaca status tersebut.
"Oh iya bener sayang.! Berarti itu anak jadi juga nikah sama Renata." Ucap Devano yang juga tersenyum membaca status tersebut, karena ia pun ikut merasakan kebahagiaan tersebut. Akan tetapi tidak dengan Anita, membaca status tersebut, ia pun langsung kaget dan syok.
"A, a, apa.! J, j, jadi bang Diki, beneran nikah sama perempuan ini.! Enggak, ini enggak mungkin.! Gw harus cepat-cepat cari cara agar mereka berdua secepat mungkin pisah.! Karena kalau sampai enggak, gimana dengan nasib kandungan gw ini.?" Ucapnya dalam hati panik.
#######
__ADS_1
Maaf baru bisa up.! Dan maaf juga kalau visualnya kurang pas 🙏