
8 BULAN KEMUDIAN,,,,,,,
DI RUMAH PAK ERIK.
Waktu menunjukkan pukul 12:10 malam.
Terlihat pak Erik yang sedang mandi didalam kamar mandinya.
Pak Erik mandi diwaktu semalam ini, karena pak Erik baru saja pulang lembur dari kantor, karena untuk minggu-minggu ini pekerjaan pak Erik sangat menumpuk, mengapa bisa menumpuk.??? Ternyata tanpa sepengetahuan dari kita,,, satu minggu lagi Arya dan Dessy akan menikah, dan itulah yang menyebabkan pekerjaan pak Erik sekarang ini menumpuk, sebab sudah hampir satu minggu Arya tidak masuk kerja karena Arya sibuk mengurus persiapan untuk pernikahannya itu.
15 Menit berlalu,,,,,
Akhirnya pak Erik keluar juga dari kamar mandi, setelah keluar dari kamar mandi pak Erik langsung berjalan menuju tempat tidurnya, belum juga pak Erik sampai di tempat tidur, langkah pak Erik sudah terhenti, pak Erik langsung tersenyum menatap kearah Dinda yang dari tadi, dari semenjak dirinya pulang masih sibuk memberikan ASI untuk Devano.
"Eeeemmmm kesayangan papah belum pada bobo nih.???"
Kata pak Erik sambil berjalan menghampiri Dinda dan Devano, kemudian duduk disampingnya.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda tidak menjawabnya, Dinda hanya terdiam sambil cemberut.
Melihat istrinya cemberut, pak Erik pun tersenyum, pak Erik tersenyum karena pak Erik sudah tau apa yang sedang Dinda rasakan.
"Kenapaaa,,, Istri mas kok cemberut muluuu.??? Capek yah ngurusin Devano sendiri hah.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap- usap rambut Dinda.
"Iya Dinda capek maaas.??? Abisnya dari tadi Devano enggak mau Dieeem, Devano main mulu enggak mau bobo, kan Dinda ngantuk maaaas.?? Coba mas bayangin, jam segini Devano baru bobo, lagian kan biasanya kalau malam mas yang jagain Devano,, Tapi sekarang mas nya lembur mulu setiap malam, apalagi sekarang,, mas pulangnya malam banget, mas kaya lupa kalau mas udah punya anak, udah punya istri.??? sebenarnya mas kerja apa kemana sih.???" Kata Dinda kesel sambil cemberut, karena tidak biasanya pak Erik pulang kerja semalam ini, ditambah lagi Devano yang dari tadi tidak mau tidur, Dinda pun semakin kesal, meskipun sebenarnya memang sudah biasa Devano tidur semalam ini, namun karena biasanya disaat malam pak Erik lah yang selalu menjaga dan mengajak Devano untuk main, jadi Dinda sedikit kaget karena menjaga Devano hanya sendiri, karena biasanya disaat pak Erik menjaga Devano, pak Erik selalu menyuruhnya untuk tidur dan istirahat, supaya bisa gantian dalam menjaga Devano, sebab pak Erik dan Dinda menjaga dan mengurus Devano hanya berdua tidak memakai jasa baby sitter, namun sebenarnya sudah berapa kali pak Erik menyuruh Dinda untuk memakai jasa tersebut, namun Dinda selalu menolaknya karena Dinda ingin menjaga Devano sendiri, bahkan saking inginnya menjaga Devano, Dinda sampai tidak melanjutkan kuliahnya dan memilih menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk pak Erik dan juga Devano, meskipun terkadang Dinda masih suka manja.
"Sayaaang,,,, maksud kamu apa sih.??? Kamu jangan curigaan kayak gini dong sama mas.??? Mas beneran ke kantor kok sayang, mas kerja,,,, lagian mas juga enggak lupa kok sayang sama kamu,, sama Devano juga.???" Kata pak Erik serius, pak Erik memcoba menjelaskan kepada Dinda kalau dirinya memang benar-benar dari kantor dan Ia juga masih ingat kepada Dinda dan Devano.
"Kalau memang mas enggak lupa sama Dinda juga Devano,,, terus kenapa dong mas tadi enggak kasih kabar kalau mas mau pulang lebih malam dari biasanya.?? Apa jangan-jangan,, mas selingkuh yah.???" Kata Dinda panik, karena Dinda sangat takut kalau pak Erik itu selingkuh.
Mendengar kata kata dari Dinda, pak Erik pun langsung berbaring disampingnya, kemudian langsung memeluk tubuhnya dari belakang.
"Eeeeemmmm kamu tenang aja yah sayaaaang,,, mas enggak bakalan selingkuh kok, Lagian buat apa sih mas selingkuuuh, hah.??? Kan sekarang mas udah punya istri secantik ini nih, udah cantik,,, pinter jagain Devano,,, setia sama mas,, dan yang terpenting,,, selalu bisa bikin mas mu ini puas lagi.???" Kata pak Erik sambil tersenyum menggoda Dinda, pak Erik mencoba untuk meyakinkan Dinda kalau dirinya tidak lah selingkuh, seperti apa yang Dinda fikirkan.
"Eeeeemmmm masss,,, Emang Dinda selalu bikin mas puaaas.???" Kata Dinda manja, sambil mengeratkan pelukannya ke tubuh pak Erik.
Melihat tingkah laku istrinya yang sangat manja pak Erik pun tersenyum.
"Iya sayang, kamu selalu bikin mas mu ini puas, jadi istri mas yang cantik ini,,, jangan berfikiran macem-macem yah.??? Mas ini setia kok, mas enggak bakalan selingkuh.??? Mas pulang malam,, karena mas lagi banyak banget kerjaan,, mas minta maaf yaaah.??? Istri mas ini capek banget yah ngurusin Devano sendiri, hah.??? Sabar yah sayang, kalau mas Arya udah selesai mengurus-urus persiapan pernikahannyaaa, nanti juga mas Arya masuk kerja lagi kok, kalau mas Arya udah balik kerja lagi,, kan mas bisa pulang cepat, mas bisa bantuin istri mas yang manja ini,,, jagain Devano si jagoan papah ini nih, yang enggak mau bobo-bobo nih, dari tadi nih." Kata Erik pelan sambil mencubit gemes pipi Devano, pak Erik memcoba untuk merayu Dinda agar Dinda tidak ngambek lagi.
"Iiiiiiihhhhh maaaas,,, jangan dicubit Devano nyaaaa,, kan Devano baru bobooo, kalau Devano bangun lagi gimanaaa.???" Kata Dinda manja, sambil mengusap-usap pipi Devano.
"Kalau Devano Bagun lagi,,, kan Ada mas yang temenin Devano, jadi mamahnya enggak usah takut yaaah.??? Kalau Devano banguuuun, mamahnya bobo aja, kasihan mamahnya capek, udah jagain Devano dari pagi." Kata pak Erik sambil tersenyum.
"Emmmmm mas enggak boleh temenin Devanooo,,, mas temenin Dinda aja, Devano biar ditemenin Oma sama Opa nya aja." Kata Dinda manja, Dinda berbicara seperti itu karena tanpa sepengetahuan dari kita, dari tadi sore pak Edi dan Ibu Sari sedang berada di rumah pak Erik.
"Oh iya mas lupa, papah sama mamah nyampe jam berapa dari Bandung.???" Kata pak Erik serius.
__ADS_1
"Kira-kira jam lima an lah mas.??? Oh iya mas,, mamah sama papah kasihan tau, kesini berdua doang, mas sih lembur mulu jadinya enggak bisa jemput mamah sama papah." Kata Dinda serius.
"Ya kan kamu tau sendiri sayaaang,, mas lagi banyak banget kerjaan, jangan kan jemput mamah sama papah di Bandung, istri mas yang cantik ini juga enggak disentuh- sentuh nih sama mas, eeeemmmm mas minta maaf yaaah,, habisnya mas enggak ada waktu." Kata pak Erik pelan, pak Erik berbicara seperti itu karena sejak dirinya sibuk lembur di kantor, pak Erik jadi tidak ada waktu untuk menyentuh tubuh seksi Dinda istrinya itu.
"Iya Dinda maafin,,, lagian kan sekarang Dinda lagi ada halangan, jadi enggak papa dooong,, kalau mas enggak bisa main-main sama Dinda juga.???" Kata Dinda sambil tersenyum
"Oh iya mas, kata mas kan papah sama mamah kesini karena mau menghadiri acara pernikahan mas Arya.??? Tapi kan Acara pernikahan mas Arya masih satu minggu lagi mas, kok papah sama mamah udah kesini sekaraaang.???" Kata Dinda bingung, karena tanpa sepengetahuan dari kita, semalam pak Erik memberitahu Dinda kalau pak Edi dan Ibu Sari akan berkunjung ke rumahnya sekalian untuk menghindari acara pernikahan Arya dan Dessy Minggu depan.
"Kenapaaa,,, emang enggak boleh mamah sama papah kesini sekaraaang, hah.??? Kata pak Erik bercanda.
"Iiiiihhhhh maaass, bukan gituuu.??? Dinda cuma aneh aja, kan pernikahan mas Arya masih lama,,, lagian papah juga kan sibuk mas.??? Tapi kok mamah sama papah udah pada kesini, emang mau ada acara apa sih.??? Lagian Dinda enggak bakalan lah ngelarang mamah sama papah kesini, kan ini rumah mas.??? Dan lagian juga,,,Kalau mamah sama papah kesini,,, Dinda malah seneeeeeng banget, soalnyaaa kalau mas lembuuuur,, Dinda sama Devano jadi ada temennyaa,," Kata Dinda sambil tersenyum senang.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum, kemudian langsung menggodanya.
"Seneng karena ada temanya,,, apa seneng karena jadi ada yang bantuin jaga Devanoo, hah.???" Kata pak Erik sambil mencubit manja hidung Dinda.
"Iiiiiiihhhhh maaaasss,,, beneraaaan Dinda seneng kalau mamah sama papah disiniiii.???" Kata Dinda manja.
Melihat tingkah laku istrinya yang manja pak Erik pun tersenyum.
"Iyaaa,, mas percaya kok." Kata pak Erik serius.
"Oh iya ngomong-ngomong seneng yah mas, jadi mas Arya sama kak Dessy.??? Pernikahannya dirayain di gedung, mana mewah, banyak tamu undangan yang pada datang, udah gitu,,, kak Dessy nya juga dirias jadi cantik lagi." Kata Dinda sedih, sepertinya Dinda sedih karena pernikahannya dengan pak Erik sangat jauh berbeda dengan pernikahan Arya dan Dessy yang akan diselenggarakan dengan sangat mewah di sebuah gedung.
Melihat raut wajah Dinda seperti itu, pak Erik pun langsung mengeratkan pelukannya ke tubuh Dinda
"Eeeeemmmmm Kenapaaa,,, hah.??? Kamu iri yah, pengin dirayain juga pernikahannya kaya mas Arya.???" Kata pak Erik pelan, sambil mengusap-usap rambut Dinda, pak Erik berbicara seperti itu karena pak Erik sangat tau apa yang sedang Dinda rasakan saat ini.
Mendengar kata-kata dari Dinda yang seserius itu, pak Erik justru malah tertawa.
'Sayaaaang,,, kamu itu ngomong apa sih.??? Mana bisa sih memutar waktu lagi sayang, hah.???" Kata pak Erik sambil terus tertawa karena lucu mendengar kata-kata dari Dinda yang tidak masuk akal.
"Iiiiiiihhhhh mas kok malah ketawa siiih,, Dinda seriuuuus.???" Kata Dinda kesel karena melihat pak Erik ketawa.
"Iya enggak sayang, enggak, enggaaaak,, Uuuuuhhh istri mas ini ngambek mulu siiih, hah.???" Kata pak Erik sambil mencubit manja hidung Dinda.
"Lagian mas siiih,, Dinda ngomong malah diketawain.???" Kata Dinda sambil cemberut.
"Iyaaa,,, mas minta maaf yaaah.??? Mas enggak ngetawain lagi kok, sekaraaang,,,, mas mau nanya sama istri mas yang cantik ini, emaaaang,,, istri mas yang cantik ini,,, kalau bisa memutar waktu mau ngapaiiiin, hah.???" Kata pak Erik serius.
"Kalau Dinda bisa memutar waktu,,, Dinda pengin pernikahan Dinda sama mas Erik dirayaiiiin,, kaya pernikahan mas Arya sama kak Dessy, banyak tamu undangan yang datang,, temen-temen Dinda datang,, temen-temen mas juga datang, teruuuus,, Dinda juga mau dirias biar tambah cantik, biar temen-temen mas tau kalau mas punya istri cantik, dan teruuuus,,, Dinda juga mau mas kenalin Dinda kesemua tamu undangan biar mereka semua tau kalau kita ini udah menikah, dan mereka juga tau kalau pria yang tampan ini adalah suami Dinda." Kata Dinda semakin sedih, sepertinya jika Dinda bisa memutar waktu, Dinda benar-benar mau pernikahannya dirayain seperti Arya dan juga Dessy.
Melihat raut wajah Dinda seperti itu, pak Erik pun tak tega, seketika pak Erik pun langsung mengeratkan pelukannya ke tubuh Dinda lebih erat lagi.
"Eeeemmmm kasihan istri mas,,, Istri mas pengin pernikahannya dirayain, hah.??? Kalau istri mas pengin pernikahannya dirayaiiin,,, terus kenapaaa,,, dulu istri mas ini enggak mauuu, hah.?? Dulu kan istri mas yang cantik ini nih, yang pengin pernikahan kita diadakan di rumah secara sederhana,, jangan sampai ada tamu undangan yang datang,,, jangan ada orang yang tau,,, iya kaan.???" Kata pak Erik pelan, sambil mengusap usap rambut Dinda.
"Tapi itu kan duluuuuu,, soalnya kan dulu Dinda belum tau kalau Dinda mau menikah sama maaas.?? Lagian kan dulu, Dinda juga belum kenal deket sama mas.??" Jawab Dinda merengek manja.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum, kemudian pak Erik pun langsung menggodanya.
"Belum tau mau menikah sama maaass,,, apa karena dulu kamu enggak suka sama maaas, hah.??" Kata pak Erik sambil tersenyum.
"Iiiiiiihhhhh maaaasss, beneraaan,, kan dulu Dinda belum tau kalau Dinda mau menikah sama mas.???" Jawab Dinda merengek.
__ADS_1
"Ohhhh gituuu,,, tapi tunggu dulu deh sayang.!!! Kalau dinget-inget,, bukanya dulu kamu juga benci banget yah sama mas.???" Kata pak Erik, pak Erik berbicara seperti itu, karena pak Erik ingin tau seberapa bencinya Dinda kepada dirinya dulu.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, dengan polosnya Dinda pun langsung mengeluarkan semua unek-unek nya dulu kepada pak Erik.
"Iya dulu Dinda benci banget sama mas,, soalnya dulu itu mas galak banget sama Dindaaa,, Dinda cuma berisik sedikit, mas bentak-bentak Dinda, Dinda enggak salah apa-apa, mas hukum Dinda sampai Dinda kehujanan, samapi Dinda sakit lagi.!!! Dan teruuus,, waktu dulu Dinda digodain sama preman,, bukanya ngehibur Dinda,, tapi mas malah marah-marah, ngatain Dinda perempuan murahan,, ngatain baju Dinda jelek kayak telanjang lah, apa lah.!!! Tapi sekarang,,, kalau Dinda telanjang mas malah kesenengen, mas malah mainin tubuh Dinda, mas cium-cium semuanya, terus mas juga bikin Dede lagi sama Dinda." Kata Dinda manja, dengan raut wajah sedih dan kesel karena ingat perlakuan kasar pak Erik dulu saat awal-awal bertemu dan kenal dengan dirinya.
Melihat tingkah laku istrinya yang sangat polos, pak Erik pun tersenyum, kemudian pak Erik pun langsung memeluk tubuh Dinda dengan begitu eratnya.
"Eeeeemmmm kasihan istri mas,, dulu mas galak sama kamuuu, mas kasaaar,, hah.??? Mas minta maaf yaaah.??? Sebenernya dulu itu mas enggak galak kok sama kamu, malahan mas sayaaaang banget sama kamu.??? Coba kamu ingat-ingat.!!! Dikelas kamu cuma kamu kan yang selalu mas hukum.??? Mas hukum kamu,, supaya kamu itu disiplin, dan dulu waktu mas hukum kamu sampai kamu sakiiit,, padahal mas tau alasan kamu enggak kerjain tugas dari mas karena kamu sibuk dengan pernikahan kita,,, itu karena mas mau kamu kasih alasan yang sesungguhnya di depan teman-teman kamu, kalau kamu enggak kerjain tugas dari mas,, karena kamu sibuk dengan pernikahan kita, soalnya mas mau kamu jujur sama teman-teman kamu,, kalau kita ini udah menikah, kenapa mas pengin kamu ngakuin pernikahan kita didepan tema-tema kamu,,, karena mas enggak mau sayang,, kalau kamu itu sampai dimanfaatin sama teman-teman kamu.??? Karena apa,, karena kamu itu masih polos banget sayang.??? Kamu enggak tau kan,, dulu itu mas pernah dengar,, Adit apa siapa yah..??? itu mau jadiin kamu bahan taruhan sayang, mas enggak mau kalau gadis polos kaya kamu,, dimanfaatin cowok kurang ajar kaya dia." Kata pak Erik panjang lebar, pak Erik mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada Dinda apa alasan dirinya mengapa dulu sering sekali menghukumnya, dan pak Erik juga mau Dinda tau, kalau dulu dirinya tidak lah sekasar yang Dinda fikirkan, dan sepertinya pak Erik memang sudah sangat perhatian kepada Dinda dari sejak pertama pak Erik tau kalau ternyata Dinda itu adalah perempuan yang akan dijodohkan dengan dirinya.
"Emang iya mas dulu Adit mau jadiin Dinda taruhan.??? Kok mas dulu enggak pernah kasih tau Dinda sih.???" Kata Dinda penasaran karena Dinda memang belum tau, bahkan sampai sekarang dengan niat jahat Adit kepada dirinya
"Ngapain mas harus kasih tau kamu, hah.???" Kata pak Erik sambil tersenyum, pak Erik berbicara seperti itu karena menurut pak Erik Dinda tidak perlu tau tentang niat jahat Adit kepadanya, karena menurut pak Erik, dirinya bisa menjaga Dinda dengan caranya sendiri.
"Ya kan kalau mas kasih tau Dinda, setidaknya Dinda jadi bisa jaga-jaga dong mas.???" Kata Dinda sedikit kesel karena baru tau kalau ternyata Adit mempunyai niat jahat kepada dirinya
"Jaga-jaga apaaa, hah.??? Emang kamu bisa ngelawan Adiiiit.???" Kata pak Erik sambil tersenyum menggoda Dinda
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung menggelengkan kepalanya dengan sangat manja.
"Enggaaaak,,," Jawab Dinda singkat.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun langsung tersenyum.
"Kamu itu lucu banget sih sayaaang.??? Kalau kamu enggak bisa ngelawan Adit,, terus untuk apa dong mas kasih tau kamu.???" Kata pak Erik.
"Ya bukan gitu mas, paling enggak kan Dinda jadi tau kalau Adit itu jah,,,,,,,,,,," Belum juga Dinda menyelsaikan ucapannya, pak Erik sudah memotongnya.
"Ssssssttttt,,, udah ah, jangan ngomong masalah Adit lagi, lagian Adit juga enggak berhasil kan manfaatin kamu.??? Lebih baiiiiik,,, sekarang kita bobo udah malam, kaya Devano tuh udah nyenyak banget bobonya.!!! Kata pak Erik sambil menatap kearah Devano yang sudah tertidur dengan pulas.
"Oh iya satu lagi sayang, besok kamu kesalon yah.?!!! Kamu dandan secantik mungkin.!!! teruuuus,,, kamu juga beli gaun sebagus dan semewah mungkin yah.???." Kata pak Erik serius.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun kaget dan tak percaya.
"Apa mas.?!!!! Tadi mas ngomong apa.?!!! Dinda enggak salah denger kan.??? Besok Dinda kesalon dandan secantik mungkin,,, terus besok juga, Dinda beli gaun sebagus dan semewah mungkin.??? Emang besok kita mau kemana mas.????" Tanya Dinda bingung karena Dinda benar-benar tidak tau mengapa tiba-tiba pak Erik menyuruh dirinya melakukan itu.
"Itu sayaaanggg,,, apa yah.??? Oh iya itu,, saudara mas besok ulang tahun, Kamu besok dandan yang cantik yah.?!!! Pokoknya harus lebih cantik dari tamu undangan-undangan yang lain yaaah.?!!!" Kata pak Erik serius.
"Besok saudara mas ulang tahuun.??? Siapa mas,, emang mas punya saudara di Jakarta.??? Kok mas enggak pernah cerita sama Dinda sih sebelumnya.???" Kata Dinda serius dan bingung sebenarnya siapa saudara pak Erik yang akan ulang tahun karena setau Dinda pak Erik tidak punya saudara di Jakarta.
"Ohhhh apa jangan-jangan.!!! Mamah sama papah dari Bandung ke sini, karena mereka juga mau menghadiri pesta ulang tahun saudara mas.???" Kata Dinda lagi penasaran.
"Mamah sama papah dari Bandung kesini.??? Oh iya bener sayang,, bener banget.!!! Mamah sama papah dari Bandung kesini itu,, karena mereka mau menghadiri pesta ulang tahun saudara mas di sini." Kata pak Erik.
"Ohhhh gituuuu,,, ya udah deh kalau gitu besok Dinda kesalon, biar Dinda tambah cantik, biar orang-orang tau,, kalau mas itu punya istri cantik." Kata Dinda manja, sambil tersenyum karena senang besok pak Erik mau mengajaknya ke pesta ulang tahun saudaranya
Melihat Dinda tersenyum seperti itu, pak Erik pun ikut bahagia
"Ya udah,,, lebih baik sekarang kita bobo yah.??? Takut besok kesiangan." Kata pak Erik serius.
Mendengar perintah dari pak Erik, Dinda pun langsung beranjak untuk tidur, begitupun juga dengan pak Erik.
__ADS_1