DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
Episode 29


__ADS_3

DI KANTOR PAK IRSYAD.


Waktu menunjukkan pukul 09:00 Pagi.


Terlihat Dessy dan Rara teman barunya di kantor yang sedang berjalan di depan kantor, sambil memegang berkas-berkas penting di tangannya, namun disaat Dessy sedang memegang berkas-berkas penting tersebut, tiba-tiba berkas-berkas yang ada ditangannya itu basah terkena air, karena ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi melewati comberan tepat di depannya, sehingga air comberan tersebut muncrat membasahi berkas-berkas penting tersebut, bahkan bukan hanya berkas-berkas yang terkena air comberan, baju Dessy pun terlihat basah kuyup terkena air comberan tersebut.


"Ya ampuuuuun, itu orang buta kali yah.? Emang enggak lihat ada orang di sini apa.? Lihat nih.! Kan baju sama berkas-berkas aku basah.?" Kata Dessy kesel sambil menatap kearah mobil tersebut yang sedang berparkir di depan kantor.


"Kamu tunggu disini yah Ra.! Enggak bisa dibiarin nih.! Emang ini kantor punya nenek moyang dia apa.? Main ngebut-ngebut aja itu orang bawa mobil." Kata Dessy lagi, sambil buru-buru melangkah menghampiri mobil tersebut.


"Dessy.! Kamu mau kemana.? Udah ayo lebih baik kita masuk.! Jangan urusin orang itu.!" Triak Rara panik, sambil mencoba untuk menghentikan langkah Dessy, karena ia takut kalau Dessy akan melabrak orang tersebut, yang tak lain adalah bosnya sendiri yaitu Arya.


"Gak bisa Ra.! Itu orang harus dikasih pelajaran, suapaya kapok.!" Triak Dessy kesal dan marah, sambil terus melangkah menghampiri mobil tersebut.


Melihat Dessy yang terus berjalan menghampiri mobil Arya, Rara pun berusaha mengejarnya, ia takut kalau Dessy akan berkata-kata kasar kepada Arya, yang membuatnya bisa dipecat dari kantor milik orang tua Arya, yang sekarang ini sudah berada dibawah kekuasaannya.


"Dessy, udah ayo ah.! Lebih baik kita ke kan,,,,,,," Tiba-tiba ucapan Rara terhenti, karena ia melihat Dessy menggedor-gedor pintu mobil Arya dengan sangat kencang Dor, Dor, Dor.!


"Woy.! Keluar kamu.!" Triak Dessy marah, karena berkas-berkas penting yang akan ia berikan besok kepada bosnya yang tak lain adalah Arya sendiri, basah kuyup dan rusak.


Melihat seseorang menggedor-gedor pintu mobilnya, dengan segera Arya pun langsung keluar dan turun dari mobil tersebut.

__ADS_1


"Eeehhhh, apa-apan kamu.? Gedor-gedor pintu mob...." Seketika ucapan Arya terpotong.


"Dessy.?" Kata Arya kaget melihat orang tersebut ternyata adalah Dessy pujaan hatinya.


"A, a, Arya, kamu kerja disini juga.?" Kata Dessy gugup karena ia benar-benar kaget melihat Arya mantan kekasihnya yang ternyata bekerja juga di kantor tempat ia bekerja.


"Ohhhh iya yah, harusnya aku udah tau.! Kan disini juga ada Erik, ya pastinya juga ada kamu dong.? Eeemmm pantesan aja yah, tadi itu mobil jalannya ngebut di depan kantor sesempit ini.? Ternyata kamu orang nya.? Kamu ini memang enggak pernah berubah yah dari dulu.? Selalu bikin Masalah.!" Kata Dessy kesal, ia berbicara seperti itu karena memang waktu SMA Arya adalah siswa yang bandel dan selalu bikin onar.


"Dan satu lagi.! Kamu kerja disini, dengan berangkat sesiang ini.? Mau makan gajih buta kamu disini.?" Kata Dessy lagi sambil marah-marah.


Mendengar Dessy marah-marah seperti itu, Arya pun tersenyum.


"Heemmm, kamu itu ngomong apa sih.?" Kata Arya bingung.


"Dessy.! Kamu apa-apaan sih.? Udah ayo cepetan kita perg,,,,,,," Belum sempat Rara menyelesaikan ucapannya namun sudah terpotong, karena ia melihat Arya memberikan kode kepadanya dan menyuruhnya pergi.


"Baik pak.!" Kata Rara singkat dan sopan, kemudian ia pun langsung pergi meninggalkan Arya dan Dessy hanya berdua di depan kantor.


"Ada apa kamu marah-marah sama aku.?" Kata Arya tegas dan sok cool, padahal dalam hatinya sedang tersenyum bahagia, karena melihat pujaan hatinya berada di hadapannya, karena hampir 5 tahun ia dan Dessy tidak bertemu.


"Kamu enggak lihat nih.! Berkas-berkas aku basah dan rusak kayak gini gara-gara kamu.?" Kata Dessy masih kesal sambil menunjukan berkas-berkas tersebut kepada Arya.

__ADS_1


"Pokoknya aku enggak mau tau yah.? Kamu harus salin berkas-berkas ini dan kembalikan ke aku besok.! Karena apa.? Karena aku enggak mau dipecat gara-gara kamu.!" Kata Dessy lagi, sambil memberikan berkas-berkas tersebut kepada Arya dan menyuruhnya untuk menyalin, kemudian ia pun langsung pergi meninggalkan Arya.


"Hemmm.! Dessy, Dessy.? Kamu tetep cantik yah, walaupun lagi marah.?" Kata Arya sambil tersenyum menatap kearah Dessy yang sedang berjalan masuk ke dalam kantor.


MASIH DI KANTOR PAK IRSYAD.


Waktu menunjukkan pukul 10:00 malam.


Semua karyawan yang lembur sedang siap-siap untuk pulang, akan tetapi tidak dengan Erik, ia terlihat duduk terdiam dengan raut wajah pusing.



Ia pusing karena memikirkan Dinda istrinya di Rumah yang tidak pernah mau melayani dirinya, karena seperti yang kita tau, untuk seorang laki-laki yang sudah menikah, hanya pelayanan dan kepuasan dari seorang istrilah yang membuatnya semangat untuk menjalani hari-harinya, dan semua itu tidak ia dapatkan dari Dinda, itu sebabnya sekarang ini ia terlihat sangat pusing dan frustasi, apalagi mengingat ia menikah sudah hampir lima bulan dan ia belum pernah sekalipun menikmati rasanya malam pertama.


"Rik, kamu gak pulang.? Kamu kenapa, kamu lagi ada masalah.?" Kata Dessy penasaran dan heran karena tidak biasanya Erik pulang selarut ini, apalagi dengan raut wajahnya seperti itu.


"Iya sebentar lagi juga saya pulang." Kata Erik pelan dan tak bersemangat.


"Oh iya Des.! Kalau kamu mau pulang, pulang aja dulu.!" Kata Erik lagi.


"Ya udah kalau gitu aku duluan yah.?" Kata Dessy sambil tersenyum, kemudian ia pun langsung beranjak pergi meninggalkan kantor untuk pulang dan meninggalkan Erik sendiri.

__ADS_1


Setelah Dessy pulang dan kantor terlihat sepi, tak lama kemudian Erik pun bergegas untuk pulang, sebenernya ia masih ingin berdiam dan menenangkan diri di kantor, karena menurutnya pulang pun percuma, mempunyai seorang istri akan tetapi seperti tidak mempunyai istri, sehingga ia pun tidak bersemangat sama sekali untuk pulang, namun karena seperti yang kita tau di kantor sekarang ini sudah sepi, ia pun akhirnya pulang.


__ADS_2