DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
S 2. Episode 41


__ADS_3

"Ya ampun pak Devano, maaf pak.! Saya benar-benar enggak sengaja, saya bener-bener enggak sengaja pak.!" Ucap salah satu mahasiswa yang menendang bola tersebut.


"Ohhh jadi semua ini ulah kamu.?" Ucap Devano penuh emosi, sambil mengangkat kerah baju mahasiswa tersebut, kemudian ia pun langsung mencoba untuk memukulnya.


"Dasar kurang aj,,,,,,," Belum sempat Devano memukul mahasiswa tersebut, tiba-tiba Raka datang dan melerainya.


"Cukup Devano, cukup.!" Teriak Raka yang baru saja datang di tempat kejadian tersebut, sambil menarik lengan Devano.


"Rakaaa.?" Ucap Devano kaget, sambil menatap kearahnya.


"Ia Devano, cukup.! Kamu ini Dosen di kampus ini Dev.! Enggak sepantasnya kamu melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini." Teriak Raka mencoba untuk menasehati nya.


"Enggak Raka, anak ini harus dikasih pelajaran.! Emang loh enggak lihat keadaan Alana sekarang gimana.?" Teriak Devano masih penuh emosi, bahkan saking emosinya sampai ia lupa dengan keadaan Alana sekarang, kalau yang Alana butuhkan sekarang adalah pertolongan, Devano bisa seemosi ini karena ia memang seperti itu sifatnya, apalagi jika menyangkut dengan orang-orang yang ia sayangi.


"Tapi kamu itu Dosen disini Dev.! Kamu itu harus kasih contoh yang baik buat mahasiswa dan mahasiswi kamu.! Lagian kan anak ini juga enggak sengaja." Teriak Raka mencoba untuk menasehati Devano lagi, hingga akhirnya Devano pun sadar.


"Huffff SIAL.!" Teriak Devano kesal, sambil melepaskan kerah baju mahasiswa tersebut dengan kasar.


"Udah, sekarang loh harus tahan emosi loh.! Dan sekarang juga lebih baik kita cepat-cepat bawa Alana ke Rumah Sakit.! Karena itu yang Alana butuhkan sekarang." Ucap Raka sambil menatap kearah Alana yang masih dalam keadaan pendarahan dan tak sadarkan diri.


"Ya tuhaaaan, kenapa gw bisa kayak gini sih.? Enggak seharusnya gw emosi kayak gini" Ucap Devano menyesal, kemudian ia pun langsung buru-buru menghampiri Alana kembali.


"Bangun Alana.! Bangun.! Sekarang kita ke Rumah Sakit ya sayang.? Sekarang kita ke Rumah Sakit. Kamu pasti kuat sayang, kamu pasti kuat." Ucap Devano tergesa-gesa dan panik, sambil buru-buru mengangkat tubuh Alana dan menggendongnya menuju mobil bersama Raka, meninggalkan tempat kejadian tersebut berada dan juga meninggalkan salah satu mahasiswa yang membuat Alana bisa seperti sekarang ini.


"Dasar kurang ajar.! Kalau bukan Dosen gw, udah gw hajar balik itu orang." Ucap mahasiswa tersebut penuh emosi.


"Beraninya mempermalukan gw di depan teman-teman gu,,,,,,,,,," Seketika ucapnya terpotong, karena tiba-tiba ponselnya bergetar drttt,,,drtttt,,,, ada telepon masuk.


"Siapa lagi ini yang telepon." Ucapnya lagi masih penuh emosi, sambil mengambil ponselnya, kemudian ia pun langsung mengangkatnya.


"Iya, hallo." Ucapnya via telepon.


"Gimana kerjaan dari gw, udah loh kerjain belum.?" Ucap seorang wanita yang menelponnya, namun entah siapa wanita tersebut dan entah pekerjaan apa yang ia tugaskan untuknya.

__ADS_1


"Eeehh maaf bos.! Kirain gw siapa. Tenang aja bos, semuanya udah beres." Jawab mahasiswa tersebut sambil tersenyum.


"Bagus.!" Ucap wanita tersebut bahagia.


"Eeehh tapi tunggu dulu.! Loh jamin semuanya aman kan.? Enggak ada yang tau kalau dalang dibalik semua itu adalah gw.?" Ucapnya lagi, sedikit khawatir.


"Semuanya aman bos.! Dan gw jamin semuanya pasti sesuai rencana, Alana pasti keguguran." Ucap mahasiswa tersebut mencoba untuk meyakinkannya kalau semuanya aman dan Alana pasti keguguran. Ia Alana,,,,, karena ternyata dalang dibalik kejadian yang baru saja menimpa Alana adalah wanita tersebut, yang kita pun belum tau siapa.


"Hemmm bagus.! Kalau gw enggak bisa hidup bahagia bersama Devano, jangan harap loh juga bisa hidup bahagia bersamanya." Ucap wanita tersebut dalam hati sambil tersenyum senang.


DI TEMPAT BERBEDA, DI RUMAH SAKIT.


Terlihat Raka yang sedang duduk di ruang tunggu, sambil menatap kearah Devano yang juga sedang duduk disampingnya sambil terus termenung karena memikirkan keadaan Alana istri tersayangnya dan juga calon buah hatinya sekarang ini.


"Ya tuhaaaan, tolong aku ya tuhaaaan.! Tolong selamatkan istri dan juga calon anak aku.! Aku benar-benar mohon kepada mu ya tuhaaan."



Ucap Devano sedih, sambil terus termenung. Sehingga Raka yang duduk disampingnya pun tak tega, kemudian ia pun langsung mencoba untuk menghiburnya.


"Tapi gw enggak yakin, soalnya tadi kan loh juga denger dokter ngomong apa.? Dokter ngomong kalau kondisi kandungan Alana itu bener-bener lemah. Dan semua itu gara-gara gw, gara-gara gw enggak cepet-cepet bawa Alana ke Rumah Sakit."



Ucap Devano tanpa semangat, karena tanpa sepengetahuan dari kita tadi dokter yang menangani Alana, sempat berbicara seperti itu kepada Devano dan juga Raka, saat mereka baru saja sampai mengantar Alana di Rumah Sakit tersebut.


"Tadi gw malah emosi, gw malah marah-marah enggak jelas sama mahasiswa yang udah buat Alana seperti sekarang ini, padahal gw tau, bukan itu yang Alana butuhkan.! Pokoknya kalau sampai terjadi sesuatu sama Alana dan Calon anak gw, gw bener-bener enggak bisa memaafkan diri gw sendiri, enggak, gw enggak akan bisa." Ucapnya lagi sambil meneteskan air mata, dan ini adalah kali pertama Devano menangis setelah dewasa, sehingga Raka pun kaget sekaligus kagum.


"Apa.? Seorang Devano yang sok jagoan, suka berantem, emosional, bisa nangis seperti ini di depan gw.? Gw bener-bener enggak nyangka, ternyata sesayang itu Devano sama Alana dan calon Anaknya.?" Ucap Raka dalam hati sambil menatap dalam wajah Devano.


"Ya udah lah Dev, kamu enggak usah nyalahin diri kamu sendiri ter,,,,,,,," Belum sempat Raka menyelesaikan ucapannya, namun sudah terpotong, karena tiba-tiba Pak Erik dan Dinda datang.


"Dev, gimana keadaan Alana sekarang Dev.?" Ucap Pak Erik dan Dinda secara bersamaan, tergesa-gesa dan panik.

__ADS_1


"Mamaaah, papaaah.?"



Ucap Devano kaget, mengapa Pak Erik dan Dinda kedua orang tuanya bisa berada di Rumah Sakit, karena seingatnya ia memang tidak memberi kabar kepadanya.


"Ia sayang, ini mamah. Tadi Raka telepon mamah, katanya Alana masuk Rumah Sakit. Gimana keadaan Alana sekarang.? Kenapa Alana bisa kayak gin,,,,,,," Seketika ucapan Dinda terpotong, karena tiba-tiba dokter yang menangani Alana keluar dari ruangannya.


"Maaf, bisa bicara dengan suami ibu Alana.?" Ucap Dokter tersebut.


"Saya Dok.! Saya suami ibu Alana dok.! Gimana kondisi istri dan calon anak saya sekarang dok.?" Ucap Devano tergesa-gesa dan panik.


"Ia dok, gimana kondisi Alana dan calon Anaknya dok.?" Ucap Pak Erik, Dinda dan Raka secara bersamaan, yang juga sangat lah panik.


Melihat Devano, Pak Erik, Dinda dan Raka sepanik itu, Dokter tersebut pun diam sejenak. Kemudian ia pun menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Sebelumnya saya minta maaf, kondisi ibu Alana dan calon Anaknya sekarang ini masih sangat lah kritis, dan saya juga masih belum bisa menjamin keselamatannya." Ucap Dokter tersebut serius.


"Enggak Dok, tolong Dok.! Tolong berikan yang terbaik untuk istri dan calon Anak saya Dok.!" Ucap Devano memohon.


"Bapak yang sabar yah.? Saya janji, saya akan memberikan yang terbaik untuk ibu Alana dan juga calon Anaknya, dan besok saya akan mengirimkan Dokter spesialis kandungan yang terbalik, khusus untuk merawat dan menangani ibu Alana." Ucapnya lagi, sambil mencoba untuk menenangkan Devano.


#############


Hai, hai, hai,,,,


Apa kabar.?


Maaf baru bisa Up Setelah hampir 1 Tahun 😁


Mudah-mudahan masih ada yang mau baca, like, comen, dan fav novel ku ini ya.?


Supaya Author semangat untuk lanjut nulis ceritanya.

__ADS_1


Pokoknya jangan lupa, like, comen, dan fav 😊


Karena semangat Author ada dikalian 😍


__ADS_2