
DI RUMAH PAK ERIK.
Waktu menunjukkan pukul 11:00 siang.
Terlihat pak Erik yang baru saja pulang dari kantor dengan langkah kaki yang sangat terburu-buru dan raut wajah yang terlihat sangat panik.
"Sayaaaang,,, kamu dimana sayang.??? Kamu udah pul,,,,,,,,"
Seketika ucapan pak Erik terpotong, kemudian ia pun langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar, kerena ia merasa sangat lega melihat Dinda Istrinya yang ternyata sudah pulang dari shopping dan sedang berdiri di ruang keluarga dengan keadaan baik-baik saja.
"M, m, mas Erik.???" Kata Dinda kaget.
"Ya ampun sayaaaang,,,, kenapa kamu ini bikin mas khawatir siiiih.???" Kata pak Erik panik, sambil terus berjalan menghampirinya.
"Tadi kamu pulang sama siapaaa, hah.??? Mas dari tadi di sana nyari-nyari kamu tau enggak.??? Mas coba teleponin kamu, handphone kamu enggak aktif, mas telepon Tika sama Ria kata mereka kamu udah keluar dari mall lagi nungguin jemputan dari mas.??? Tapi mas cari-cari kamu di luar, kamu enggak ada juga di luar.??? Kamu itu kemana aja siiiih, hah.??? Kamu itu bikin mas khawatir tau enggak.???" Kata pak Erik sedikit kesal karena saking paniknya, dan ternyata pak Erik bisa sepanik dan sekhawatir itu, karena dari tadi ia sedang mencari-cari Dinda disebuah mall, karena seperti yang kita tau dari kemarin Tika dan Ria mengajaknya untuk shopping.
Melihat pak Erik panik dan sekhawatir itu, seketika Dinda pun langsung memeluknya dengan begitu erat.
"Eemmmmm mas Eriiiiik,,, Dinda minta ma'aaaaf.??? Abisnya dari tadi Dinda teleponin mas, mas enggak mau angkat-angkat telepon dari Dinda, Dinda coba chat ke mas, mas juga enggak mau bales-bales, sampai-sampai handphone Dinda mati.!!! Terus kan tadi disana Dinda takuuut,,, Dinda takut nungguin mas diluar sendiriaaan.??? Jadinya Dinda pulang aja naik taksi.???" Kata Dinda merasa bersalah, ia berbicara seperti itu karena memang tadi ia sudah mencoba untuk menelepon dan megeChat pak Erik untuk menjemputnya Di mall, akan tetapi tidak ada jawaban dari pak Erik, hingga akhirnya handphonenya pun lowbat dan kemudian mati, namun karena ia sudah menunggu pak Erik cukup lama, dan karena ia pun takut menunggu pak Erik diluar hanya sendiri, akhirnya ia pun memilih untuk pulang naik taksi.
"Sayaaaang,,,,tapi tadi pagi kan mas udah kasih tau kamuuu.??? Kamu jangan pulang dulu,,, sebelum mas jemput kamuuu.??? Lagian kan kamu juga tau sendiri kalau pagi ini mas ada meeting, dan kalau mas ada meetiiing,,, kan kamu tau mas itu enggak bisa angkat telepon.???" Kata pak Erik mencoba untuk mengingatkan Dinda, karena tanpa sepengetahuan dari kita, tadi pagi pak Erik sempat memberi pesan kepadanya, agar tetap diam di dalam mall, dan jangan kemana-mana sebelum dirinya datang menjemputnya, pak Erik memberi saran kepada Dinda seperti itu, karena ia memang benar-benar tidak tega kalau Dinda istrinya yang sangat manja itu harus pulang sendiri, karena tadi pagi pun pak Erik lah yang mengantarkannya shopping bersama dengan Tika dan Ria.
"Iya maaas,,, Dinda minta ma'aaaaf.??? Udah mas jangan marah-marah terus sama Dindaaaa,,, Dinda takuuuuuut.???" Kata Dinda ketakutan karena merasa bersalah.
"Sayaaaang,,, mas enggak lagi marah-marah sama kamuuu, engaaaak.??? Mas cuma takut kamu kenapa-napaa.??? Lain kaliii,,, kamu enggak boleh kaya gini lagi yaaah, hah.???" Kata Pak Erik pelan sambil mengusap-usap rambut Dinda, sepertinya Dinda itu memang benar-benar sangat berharga untuknya.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung menganggukan kepalanya dengan sangat manja.
"Iya,,,, Dinda minta maaf yah mas, Dinda udah bikin mas khawatiiiir.??? Soalnya tadi itu kan Dinda takuuuut,,, Dinda takut mas enggak dateng jemput Dindaaa, Dinda takut kalau mas itu lupaaa.??" Kata Dinda mencoba untuk menjelaskan kepada pak Erik mengapa tadi dirinya bisa pulang sebelum ada jemputan darinya.
"Ya ampun sayaaaang,,, mas itu enggak bakalan lupa untuk jemput kamuuu.?? Pokoknya lain kali kamu enggak boleh kayak gitu lagi yaaah, hah.??? Tadi itu kamu benar-benar bikin mas khawatir tau enggak.???" Kata pak Erik serius karena tadi itu ia benar-benar sangat khawatir.
"Iya mas,,, Dinda janji, Dinda enggak akan ngulangi hal kayak gitu lagi.!!!" Kata Dinda serius.
"Iyaaaa,,,," Kata pak Erik sambil tersenyum.
"Oh iya mas, emang tadi mas takut banget yah,,, kalau Dinda itu sampai ilang.??? Emang mas sayang banget yah sama Dinda.??" Kata Dinda manja.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum.
"Sayaaaang,,, mas itu bukan takut kamu ilaaaang.??? Lagian enggak mungkin doooong,, masa udah jadi mamah-mamah kayak gini ilang siiiiih, hah.?? Dan kalau masalah sayaaang, udah pasti doooong mas itu sayang banget sama istri mas yang seksi ini nih, hah.???" Kata pak Erik pelan, sambil mencubit manja hidung Dinda.
__ADS_1
"Eeemmmm maaass,,, jagan cubit-cubit hidung Dinda teruuuus,,, sakiiiiiit.????" Kata Dinda merengek manja.
"Uuuuuuhhh kasihaaan,,,, sakit yah, hah.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap-usap rambut Dinda.
"Iya,,, sakiiiiiit." Kata Dinda.
"Oh iya mas,,, tadi kan kata mas, mas panik bukan karena takut kalau Dinda ilang.?? Terus kan kata mas enggak mungkin juga tuh kalau Dinda ini ilang,,, terus kalau gitu, kenapa dong tadi mas panik banget kaya gitu, pas mas belum nemuin Dinda.???" Kata Dinda penasaran.
Mendengar kata-kata dari Dinda, lagi-lagi pak Erik pun tersenyum.
"Nih mas kasih tau sama kamu yaaah.??? Kenapa tadi mas bisa sepanik dan sekhawatir ituuu,,, itu karena mas takut, mas takuuuuuut banget.!!! Kalau istri mas yang cantik dan seksi iniiiii,,, sampai digodain sama cowok-cowok iseng kaya dulu lagi, kamu inget kan.??? Waktu dulu kamu hampir diperkosa para preman, hah.???" Kata pak Erik serius sambil mengusap-usap rambut Dinda, sepertinya kejadian dulu saat Dinda hampir saja diperkosa oleh para preman, masih teringat jelas di kepala pak Erik, sehingga sekarang ia sangat hati-hati dalam menjaga Dinda Istri tersayangnya itu.
"Iya mas, Dinda inget.!" Kata Dinda serius masih ingat dengan kejadian tersebut, karena kejadian mengerikan seperti itu tidak akan mudah untuk dilupakan.
"Nah itu sayang, mas enggak mau kalau kejadian itu sampai terulang lagi.?? Apalagi sekarang kamu udah jadi istri mas, kalau sampai ada yang berani menyentuh tubuh seksi istri mas yang cantik ini,,, mas enggak akan pernah tinggal diam.!!" Kata pak Erik serius.
"Mas enggak akan pernah tinggal diaaam,,, emang mas mau ngapain laki-laki itu, kalau laki-laki itu nyentuh Dinda.???" Kata Dinda penasaran.
"Mas akan habisin laki-laki itu, sekarang juga.!!" Kata pak Erik serius.
"Iiiiiiihhhhh mas Eriiiiik,,,, jangan dihabisiiiin.!!! Nanti mas masuk penjara gimnaaaa.??? Dinda enggak mau mas masuk penjaraaa,,, kalau mas masuk penjara, Dinda bobonya sama siapa.??? Dinda enggak mau bobo sendriiiii,,, takuuuuuut,,," Kata Dinda merengek manja.
Mendengar rengekan Dinda yang sangat manja, pak Erik pun tersenyum.
"Eeemmmm kamu enggak mau mas habisin laki-laki ituuu.??? Kamu takut mas dipenjaraaa, hah.???" Kata pak Erik pelan sambil tersenyum menatap wajah cantik istrinya itu.
"Ya udah, kalau mas enggak boleh habisin laki-laki ituuu,,,, sekarang mas mau habisin istri mas yang seksi ini aja.!!!" Kata pak Erik sambil tersenyum.
"Ma, ma, maksud mas.????" Kata Dinda bingung.
Melihat Dinda kebingungan seperti itu, pak Erik pun tersenyum, kemudian tanpa basa-basi ia pun langsung mengendongnya.
"Iiiiiiihhhhh mas turunin Dindaaa.!!! Mas mau bawa Dinda kemanaaa.??? Mas jangan habisin Dinda, Dinda takuuuuuut.???" Kata Dinda ketakutan, sambil mencoba untuk melepaskan diri dari gendongan pak Erik, karena ia tidak tau apa maksud dari kata-kata HABISIN yang suaminya itu ucapkan.
"Udah dieeeeeem.!!!" Kata pak Erik sambil berjalan dan terus menggendongnya.
"Enggak mau maaas,,, turuniiiin.!!! Dinda takuuuuuut,,, emang mas mau ngapain Dindaaa,,, Dinda mau dibawa kemanaaa.??? Dinda enggak mau dihabisiiiin,,, Dinda takuuuuuut.???" Kata Dinda, lagi-lagi ia ketakutan karen ia memang benar-benar tidak tau apa yang akan pak Erik lakukan kepada dirinya.
Melihat istrinya ketakutan seperti itu, pak Erik tidak perduli, ia justru malah terus menggendong dan membawanya masuk kedalam kamar.
"M, m, mas kok bawa Dinda ke kamar.??? E, e, emang,,, m, m, mas mau ngapain Dinda.???" Kata Dinda bingung dan masih ketakutan.
Mendengar kata-kata dari Dinda, lagi-lagi pak Erik tidak menjawabnya, ia justru langsung membaringkannya diatas ranjang, setelah membaringkannya diatas ranjang, dengan segera pak Erik pun langsung membuka baju yang ia kenakan.
__ADS_1
"M, m, mas mau ngapain.? K, k, kok mas buka baju.?" Kata Dinda gugup, karena ia masih belum tau apa yang akan pak Erik lakukan kepada dirinya.
Melihat istrinya gugup seperti itu, pak Erik pun tersenyum, kemudian ia pun langsung menghampirinya dan berbaring di atas tubuhnya.
"M, m, maaas.?" Kata Dinda ketakutan.
"Kenapaaa,,, kamu takut banget kalau sampai kamu mas habisin yah, hah.? Kamu tenang aja yaaahhh,,, karena mas ngehabisinya enggak bakalan pakai kekerasan kok.! Jadi istri mas yang cantik ini,, enggak bakalan kesakitan.? Tapi,,, istri mas yang cantik ini,,, nanti malah justru bakalan kenikmatan.?" Kata pak Erik pelan sambil tersenyum dan menatap dalam wajah cantik Dinda.
"Ma, ma, maksud mas.?" Kata Dinda bingung, karena ia memang benar-benar sangat polos.
"Sekarang mas buka baju kamu yaaah.? Biar istri mas yang cantik ini enggak kebingungan lagi." Kata pak Erik sambil tersenyum.
"K, k, kok buka baju Dinda.? E, e, emang,,, m, m, mas mau bikin Dede sama Dinda.?" Kata Dinda masih kebingungan.
"Iya,,, istri mas yang cantik ini mau kan, bikin Dede sama mas, hah.?" Kata pak Erik sambil tersenyum dan membelai lembut wajah cantik Dinda.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung menganggukkan kepalanya dengan sangat manja.
"Dinda mau,, Dinda mau bikin Dede sama maaas.?" Kata Dinda manja, sudah pasti ia bersedia dengan tawaran dari pak Erik itu, karena seperti yang kita tau ia memang sangat haus akan belaian lembut darinya.
"Ya udah,, sekarang mas buka baju kamu yaaah.?" Kata pak Erik pelan, sambil membuka baju seksi yang sedang Dinda kenakan, karena seperti yang kita tau tadi itu Dinda mengenakan baju yang sangat seksi, Setelah berasil membuka baju tersebut, pak Erik pun langsung memandangi tubuh seksi istrinya itu tanpa henti-hentinya dengan tatapan penuh dengan nafsu dan seperti ingin memangsanya.
"Maaaaasss,,,,?" Kata Dinda merengek manja sambil menatap kearah pak Erik yang sedang duduk tepat dihadapannya.
"Kenapaaaa,,, istri mas yang cantik ini udah enggak tahan yah, hah.???" Kata pak Erik pelan sambil membelai lembut wajah cantik Dinda.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung menganggukkan kepalanya
"Iya,,,," Kata Dinda penuh dengan nafsu.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun langsung mencoba untuk memulai permainannya bersama dengan Dinda siang itu juga, namun sayang, baru saja mereka mau memulai permainannya, tiba-tiba ada seseorang yang masuk kedalam kamarnya, karena kebetulan mereka berdua lupa untuk mengunci pintu kamar tersebut.
"Mamah, Devano udah pulang mah.!!! Devano udah pul,,,,, lang.????" Seketika ucapan Devano tersendat karena ia kaget bukan main melihat kelakuan kedua orangtuanya diatas ranjang.
Mendengar suara Devano, pak Erik dan Dinda yang baru saja mau memulai permainannya pun seketika langsung menatap kearahnya.
"De, De, Devano.???" Kata pak Erik dan Dinda secara bersamaan gugup dan panik.
#######
Untuk semua para PEMBACA.!!!
Tolong bantu SHARE novel ku ini yah.???
__ADS_1
Di Instagram, WhatsApp, Facebook juga boleh, siapa tau aja ada teman-teman kalian yang suka dengan kisah cinta PAK ERIK dan DINDA 😍😍😍🙏🙏🙏