
DI KAMAR DINDA.
Waktu menunjukkan pukul 07:00 malam.
Terlihat Erik yang baru saja pulang kerja dan masuk ke dalam kamarnya.
"Dinda kemana yah.? Kok di kamar enggak ada.?" Kata Erik bingung sambil menatap ke kanan dan ke kiri seisi ruangan tersebut untuk mencarinya.
"Apa mungkin dia jalan sama teman-temannya yah.?" Kata Erik lagi.
"Ah enggak mungkin de,,,,,," Seketika ucapan Erik terpotong, karena sekilas ia mendengar musik didalam kamar mandi.
"Tunggu dulu.! Kok itu kayak ada musik di dalam kamar mandi.?" Kata Erik lagi bingung, kemudian ia pun langsung buru- buru melangkah menuju kamar mandi tersebut.
"Tok.! Tok.! Tok.! Dinda, kamu ada di dalam.? Kamu lagi apa.? Kamu lagi mandi.?" Kata Erik sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi tersebut.
"Kok Dinda enggak jawab yah.? Dia enggak papa kan.?" Kata Erik panik dan bingung, karena ia takut kalau sampai terjadi sesuatu kepadanya di dalam kamar mandi, kemudian dengan segera ia pun langsung mencoba untuk membuka pintu kamar mandi tersebut, beruntungnya pintu kamar mandi tersebut tidak terkunci.
Melihat pintu kamar mandi tersebut tidak terkunci, dengan segera Erik pun langsung masuk kedalam.
"Dindaaaa.?" Kata Erik dengan suara tinggi karena kaget melihat kelakuan istrinya di dalam kamar mandi, kemudian ia pun langsung tersenyum sambil terus menatap kearahnya yang sedang tertidur pulas di dalam bathtub.
Melihat keadaan Dinda seperti itu, Erik pun langsung duduk di sampingnya.
"Bisa-bisanya yah kamu, tidur dengan sepulas ini di sini.? Kalau seandainya yang masuk bukan mas gimanaaa, hah.?"
Kata Erik pelan, sambil mengusap-usap rambut Dinda, ia tidak bisa membayangkan kalau yang masuk bukan dirinya apa yang akan terjadi kepada Dinda Istrinya, mengingat ia tidur di dalam bathtub sepulas itu, apalagi dengan keadaannya yang tidak mengenakkan pakaian sama sekali.
__ADS_1
"Heeemm kasihan kamu, pasti nungguin mas lama yah enggak pulang-pulang.?" Kata Erik lagi sambil terus mengusap-usap rambut Dinda, hingga akhirnya Dinda pun terusik dari tidurnya dan kemudian bangun.
"Eummmmmm." Suara Dinda terusik dari tidurnya sambil membuka matanya secara perlahan.
"M, m, mas Eriiikk.? Mas udah pulaaang.? Eeeemmm maaas, dari tadi Dinda nungguin mas, Dinda kangeeeeen.?" Kata Dinda gugup dan kaget sambil tersenyum karena senang melihat Erik yang tiba-tiba sudah berada di rumah dan sedang duduk di sampingnya.
"Iyaaa, mas juga kengen." Kata Erik pelan.
"Oh iya, kamu kenapa bobo disini.? Disini kan dingin, entar kamu sakit lagi.?" Kata Erik penuh perhatian, sepertinya sekarang ini ia sangat mengkhawatirkan keadaan Dinda, ia sangat takut kalau sampai Dinda istrinya itu sampai jatuh sakit, apalagi ia juga sangat tau, kalau Dinda itu gampang sekali masuk angin.
"Dari tadi Dinda kesel di rumah sendiriaaan.? Nungguin mas, mas enggak pulang pulang, ya udah Dinda berendam aja disini.! Ehhhh tau-taunya Dinda ketiduran.?" Kata Dinda sambil cemberut.
"Oooohhh gituuu.?" Kata Erik sambil tersenyum.
"Oh iya, kalau boleh tau kenapa kamu nungguin mas.? Emang kamu mau apaaa.?" Kata Erik mencoba untuk memancing Dinda.
"Eeemmm maaaas, Dinda pengin main-main kaya semalam lagi sama maaas.?" Kata Dinda sambil merengek seperti anak kecil, sepertinya sekarang ini ia memang benar-benar sudah ketagihan dengan permainan Erik semalam, sampai-sampai ia meminta lagi dan lagi kepadanya.
Mendengar rengekan dari Dinda, Erik hanya terdiam sambil tersenyum.
"Kamu itu lucu banget sih.? Kemaren aja mas paksa-paksa susah banget, kamu enggak mau-mau, giliran sekarang aja udah tau rasanya kamu ketagihan terus kaya gini.?" Kata Erik dalam hati sambil terus tersenyum.
"Iiiiiiihhhhh, kok mas malah senyum sih.? Cepetaaan.!" Kata Dinda tak sabar.
Melihat Dinda yang benar-benar sudah tidak sabar, dengan segera Erik pun langsung membuka baju yang ia kenakan.
Kemudian ia pun langsung buru-buru ikut masuk kedalam bathub dan langsung menciumi Dinda dengan sangat rakus dan tanpa henti-hentinya.
__ADS_1
Setelah puas menciumi Dinda, Erik pun langsung memulai permainannya bersama dengannya malam itu juga dan di tempat itu juga.
2 jam berlalu,,,,
Sepertinya Erik dan Dinda sudah selesai bermain-main didalam bathtub, mereka berdua pun terlihat sudah berada di dalam kamar, bahkan Dinda pun terlihat sudah tertidur dengan sangat pulas.
"Kasihan kamu, pasti capek banget yah.? Dari semalam main-main terus sama mas.?" Kata Erik dalam hati sambil mengusap-usap rambut Dinda pelan dan penuh kasih sayang.
"Tapi mas bener-bener enggak nyangka, kamu bisa ketagihan terus kayak gin,,,,,,,," Belum sempat Erik menyelsaikan ucapannya namun sudah terpotong, karena tiba-tiba Dinda memeluknya dengan begitu erat.
"Sssssssttttt dingin maaaas, Dinda dingiiiin.? Sssttttt dingin banget mas Eriiiiiiikk." Kata Dinda sambil menggigil kedinginan dengan keadaan wajah yang terlihat sangat pucat, sepertinya apa yang dikhawatirkan Erik benar-benar terjadi, sekarang ini Dinda jatuh sakit dan demam, akibat tadi ia berendam didalam bathtub terlalu lama.
"Dinda kamu kenapa, kamu sak,,,," Seketika ucapan Erik terpotong.
"Ya ampun, badan kamu panas banget.?" Kata Erik kaget sambil memegang jidat Dinda yang memang sangat panas.
Mendengar pertanyaan dari Erik, Dinda tidak menjawabnya, ia masih terus menggigil.
"Ssssttttttt mas dingin maaas.? Sssstttt Dinda enggak kuat dingin bangeeet.?" Kata Dinda sambil terus memeluk Erik dengan begitu eratnya.
"Haciiiiiiiimm,,, haciiiiiiiim,,,!" Suara Dinda bersin bersin.
Mendengar Dinda bersin-bersin seperti itu, Erik pun panik, kemudian ia pun langsung mengambilkan obat untuknya dan menyuruhnya untuk meminumnya, kemudian setelah itu ia pun menyuruhnya untuk berbaring dan tidur kembali.
"Udah sekarang kamu bobo lagi yah.?" Kata Erik pelan dan penuh perhatian sambil menyelimuti Dinda dengan selimut yang tebal agar Dinda tidak kedinginan lagi, kemudian ia pun ikut berbaring di sampingnya sambil memeluknya dengan erat.
"Udah bobo lagi.!" Kata Erik sambil mengusap-usap rambut Dinda istri tersayangnya itu, sampai akhirnya mereka berdua pun tertidur dengan pulas.
__ADS_1