DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
Episode 73


__ADS_3

DI RUMAH PAK ERIK


Waktu menunjukkan pukul 09:00 pagi.


Terlihat pak Erik yang masih tertidur dengan sangat pulas ditempat tidurnya.



Pak Erik belum bangun diwaktu sesiang ini, karena hari ini pak Erik sengaja tidak masuk kerja, dan semua pekerjaan pak Erik pun sudah ia kerjakan semalam, begitupun juga dengan Devano, ia terlihat masih tertidur dengan sangat pulas.



Akan tetapi tidak dengan Dinda, Dinda terlihat sudah bangun dari tidurnya, dan sekarang ia sedang sibuk menyiapkan air hangat untuk Devano mandi.


Namun disaat Dinda sedang sibuk dengan semua itu, tiba-tiba Dinda mendengar suara Devano, sepertinya Devano bangun dari tidurnya.


"Papapapah,,,, mamamah,,,, " Kata Devano dengan suara yang sangat gemas, Devano berbicara seperti itu karena memang Devano baru bisa menyebut kata itu saja.


Mendengar suara Devano, dengan segera Dinda pun buru-buru keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan untuk menghampirinya.


"Eeeeemmmm anak mamah udah banguuuun.???"



Kata Dinda, sambil tersenyum menatap kearah Devano yang baru bangun tidur.



Melihat mamahnya datang, lagi-lagi Devano berbicara.


"Mamamamah,,, papapapah,,," Kata Devano gemes, sambil menatap kearah Dinda mamahnya.


Melihat tingkah laku gemas Devano, Dinda pun tersenyum.


"Uuuuuuhhh,, anak mamah udah bangun sendiri niiiihh,,, papahnya masih bobo yaaah, hah.??? Kasihaaaan anak mamah enggak ada temennyaaa, hah.??? Sekarang anak mamah mandi yaaahh,,, bareng sama mamaaah.??" Kata Dinda sambil berjalan menghampiri Devano, kemudian menggendongnya menuju kamar mandi, karena Dinda dan Devano akan mandi bersama.


Setelah sampai di kamar mandi, Dinda pun langsung membuka baju Devano.


"Devano mandi dulu yaaaah.??? Biar wangiii, biar ganteng kayak papaaah.???" Kata Dinda sambil memandikan Devano.


"Uuhhh,, uuhhhh,,, uuhhhh,,,"



Kata Devano gemas, sambil menatap kearah gunung kembar Dinda.

__ADS_1


"Devano kenapaaa,,, Devano mau neeen, hah.??? Entar yaaah,, Devano mandi dulu,, kalau Devano udah selesai mandii,, baru deh Devano nen." Kata Dinda sambil tersenyum dan terus memandikan Devano.


Setelah selesai memandikan Devano, Dinda membiarkan Devano bermain-main dengan Air didalam bak mandinya.



Kemudian dengan segera Dinda pun langsung mandi, dan ini sudah kebiasaan Dinda sehari-hari mandi bersama Devano, karena kalau tidak seperti itu, Dinda tidak tau bisa mandi atau tidak, karena dari pagi sampai malam sebelum pak Erik pulang Dinda harus menjaga Devano yang terkadang masih suka rewel, karena Devano tidak mau dengan siapa-siapa, Devano hanya mau dengan pak Erik dan dirinya saja


Setelah selesai mandi, Dinda pun langsung buru-buru memakai baju, kemudian Dinda pun langsung mencoba untuk memakaikan baju untuk Devano.



Namun baru saja Dinda memakaikan Pampers untuk Devano, dan belum sempat memakaikan baju untuk nya, tiba-tiba Dinda kebelet pengin buang air kecil.


"Mas Erik,,, maaaas,, Dinda pengin pipiiiis,,, bangun dulu maaas.!!!" Kata Dinda pelan sambil menggoyang-goyangkan tubuh pak Erik agar bangun.


"Eeemmmm apa sih sayaaaaang,,, mas masih ngantuuuk.!!!" Kata pak Erik dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, pak Erik tidak mau bangun karena pak Erik benar-benar masih sangat ngantuk, karena seperti yang kita tau semalam pak Erik pulang sangat malam.


Melihat pak Erik yang tidak mau bangun, Dinda pun kesel.


"Iiiiiiihhhhh maaaasss,, Dinda udah pengin banget pipiiiis,,, cepetan banguuuun.!!! Jagain Devano sebentar maaas.???" Kata Dinda merengek, ia mencoba membangunkan pak Erik kembali sambil menarik-narik tangan pak Erik agar bangun.


"Iya sayaaaaang,,, kalau mau pipis pipis ajaaa.!!! Entar juga mas bangun kok, emang mana Devano nyaaa.???" Kata pak Erik dengan suara serak, dan keadaan yang masih terbaring di tempat tidurnya.


"Ini Devano nya dibawah,,, ya udah Dinda mau pipis dulu yah mas.?? Udah mas cepetan bangun.!!!" Kata Dinda, kemudian langsung buru-buru melangkah menuju kamar mandi karena ia benar-benar sudah kebelet.


5 menit berlalu,,,


Dinda pun akhirnya keluar dari kamar mandi, setelah keluar dari kamar mandi, Dinda kaget melihat pak Erik yang masih tidur.


"Ya ampun maaas.!!! Kok mas masih bobo sih.??? Devano nya mana mas.??? Kata Dinda panik dan kesel.


Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun kaget, seketika pak Erik pun langsung bangun dari tidurnya.


"Ya ampun sayang.!!! Mas lupa sayang, mas ketiduran.??? Sekarang Devano nya mana sayang, sekarang Devano nya mana.???" Kata pak Erik panik dan tergesa-gesa.


"Kok mas malah nanya sama Dinda sih.??? Ya Dinda mana tau mas.??? Kan Dinda nyuruh mas jagain,, iiiiihhhhh gimana sih.!!!" Kata Dinda kesal, kemudian dengan segera Dinda pun langsung mencari Devano begitupun juga dengan pak Erik.


"Sayaaaang,,, Devanoo,, Devano di mana sayaaang.???." Kata pak Erik panik, sambil mencari-cari Devano.


"Iya sayaaang, Devano dimanaaa.??? Ini mamah sayaaaaang,,, Devano diman,,,,,," Seketika ucapan Dinda terpotong, kemudian Dinda langsung menarik nafas pelan dan membuangnya kasar sambil menatap heran kearah Devano.



"Sayaaaaang,,,, kamu lagi ngapain disituuu.??? Dede Vano lagi ngapaiiiin, hah.???" Kata Dinda sambil tersenyum dan terus menatap kearah Devano.

__ADS_1


"Mas Erik cepetan kesini mas,,, lihat Devano nih mas, Devano udah ketemu nih.???" Teriak Dinda memanggil-manggil pak Erik yang juga sedang mencari Devano.


"Ya sayang, ada apa sayang.??? Devano mana, Devano udah ke,,,,,,te,mu.????"



Kata pak Erik tersendat karena kaget melihat Tingkah laku lucu anaknya.



Melihat tingkah laku anaknya seperti itu, pak Erik pun langsung tersenyum, kemudian pak Erik pun langsung menghampirinya.


"Eeeemmmm jagoan papah ini lagi ngapaiiin.??? Jagoan papah ini bikin khawatir aja siiiih, hah.??? Jagoan papah ngapain ngacak-ngacak Pampers kayak giniiii.??" Kata pak Erik sambil tersenyum, kemudian langsung menggendongnya.


"Mamamamah,,,, papapapah,,,," Kata Devano sambil tersenyum dan menunjukkan Pampers yang sedang ia pegang kepada pak Erik.


"Taaaau nih,, Anak mamah ini bikin mamahnya khawatir aaaja sih.??? Kaya papahnya nih anak mamah nih, sukanya bikin mamah khawatir.???" Kata Dinda sambil tersenyum dan mencubit gemas pipi Devano yang sedang pak Erik gendong.


Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum kemudian langsung merangkul pundak Dinda.


"Eeeemmmm,, Mas sama Devano suka bikin mamahnya khawatir yah, hah.??? Maafin mas yaaaah.???" Kata pak Erik sambil mengusap-usap pundak Dinda.


Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Melihat Dinda menganggukkan kepalanya, pak Erik pun tersenyum.


"Ya udah ayo kekasur.??? Nih Devano nya di pakein baju dulu, kasihan udah dari tadi, udah kedinginan kali.??? Lagian sekarang udah siang nih, kan hari ini mas mau anterin istri mas yang cantik ini kesalon nih, biar entar malaaam,, istri mas yang cantik ini,,, jadi tambah cantik." Kata pak Erik sambil tersenyum menggoda Dinda, pak Erik berbicara seperti itu, karena tanpa sepengetahuan dari kita semalam pak Erik sudah janji akan mengantarkan Dinda kesalon, itu sebabnya mengapa sekarang pak Erik tidak masuk kantor.


Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung tersenyum karena sangat senang, akhirnya pak Erik jadi mengantarkan dirinya ke salaon, kemudian dengan segera Dinda pun langsung melangkah bersama pak Erik menuju kasur, untuk memakai kan baju Devano.


Disaat mereka sedang sibuk memakaikan baju untuk Devano, tiba-tiba posnel pak Erik bergetar karena ada yang menelepon, dan yang menelepon pak Erik adalah karyawannya di kantor.


"Iya hallo,,, Ada apa yah pak.??? Ohhhh gituuu,,,, ya udah, ya udah.!!! Sekarang juga saya kekantor nih.???" Kata pak Erik sopan, kemudian langsung menutup panggilan teleponnya.


Mendengar obrolan pak Erik dengan karyawannya, Dinda hanya terdiam dengan raut wajah sedih.


Melihat raut wajah Dinda seperti itu, pak Erik langsung memeluknya.


"Eeeeemmmm,,, kamu enggak usah sedih yaaah.??? Mas janji hari ini mas akan tetap anterin kamu ke salon, lagian mas kekantor cuma sebentar doang kok sayang.??? Mas cuma mau ngecek barang2 yang akan dikirim ke Jepang, habis itu juga mas langsung pulang.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap-usap rambut Dinda, pak Erik berbicara seperti itu, karena pak Erik sangat tau apa yang sedang Dinda rasakan dan pak Erik pun akan berusaha menepati janjinya, karena kalau sampai dirinya tidak bisa menepati janjinya untuk mengantarkannya kesalon, pak Erik sangat tau betapa kecewanya Dinda kepada dirinya.


"Tapi mas enggak bohong kaaaannn.??? Mas nanti tetep anatarin Dinda ke salon kaaan.???" Kata Dinda sedih dan cemberut.


"Enggaaaak,,, mas enggak bohong kok.!!! Mas janji, mas akan tetap anatarin istri mas yang cantik ini ke salon, udah yaaaah,,, kamu enggak usah sedih lagi.???" Kata pak Erik pelan, sambil mengusap-usap rambut Dinda


Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Iya mas, Dinda enggak sedih lagi." Kata Dinda.


Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum, kemudian pak Erik pun langsung siap-siap dan langsung berangkat ke kantor.


__ADS_2