DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
S 2. Episode 3


__ADS_3

DI TEMPAT BERBEDA.


Terlihat Devano yang sedang duduk diatas gedung sambil asyik ngobrol bersama dengan teman-temannya.


"Gilaaaa,,, kalau diingat-ingat semalam seru juga yah,,,, semalam itu kita udah kaya jagoan tau enggak.??? Berani-beraninya nyerang mereka, padahal kan semalam itu kita enggak ada persiapan sama sekali." Kata Rasya menceritakan betapa serunya kejadian tawuran semalam.


"Jagoan sih jagoan, tapi emang loh enggak lihat tuh wajah Devano sampai babak belur kaya gitu.??? Lagian semalam itu kita ngapain sih,,, orang enggak ada persiapan kok berani-beraninya nyerang ke markas mereka.??? Lagi cari mati kali kita semalam yah.???" Kata Diki salah satu teman Devano sambil menatap kearah Devano yang sedang duduk dengan keadaan babak belur.



"Bener kata loh Dik, kayaknya semalam itu kita lagi cari mati deh.!!! Gila wajah gw sampai babak belur kaya gini,,, untung sekarang bokap gw belum pulang, coba kalau bokap gw udah pulang, bisa mati beneran gw dimarahin sama bokap gw." Kata Devano, Devano berbicara seperti itu, karena Devano tidak tau kalau ternyata pak Erik sudah pulang dan sekarang sedang menunggunya di rumah.


"Lagian kok loh bisa babak belur kaya gini sih Dev.??? Kan bisanya loh yang paling hebat di antara kita.???" Sambung salah satu teman Devano lagi.


"Tau gw juga bingung,,, Tapi secepatnya kita harus susun rencana lagi untuk nyerang mereka, pokoknya gw harus bales mereka semua.!!! Enggak terima gw, gilaaaa,,, muka ganteng gw sampai bonyok-bonyok kayak gin,,,,,,,," Belum juga Devano menyelesaikan ucapannya, ucapan Devano sudah terpotong, karena Devano mendengar suara langkah kaki seseorang dengan nafas yang terdengar ngos-ngosan.


"Raka,,,, kok loh kesini sih, ngapain loh kesini.???" Kata Devano kaget dan bingung mengapa tiba-tiba Raka datang ke tempat tongkrongannya, karena biasanya Raka tidak pernah datang ketempat tersebut kecuali ada sesuatu hal yang sangat penting yang akan ia sampaikan kepada dirinya.


"Ngapain gw kesini,,, loh yang ngapain disini.??? Gila yah gw udah capek-capek nyari loh di rumah Rasya, udah muter kesana-kesini, tau-tau nya loh ada disini.???" Kata Raka sedikit kesal, karena capek sudah muter-muter nyari Devano.


"Loh nyari gw,,, emang ada apa.??? Ini gw enggak lagi ada masalah kan.???" Kata Devano sedikit ketakutan karena bisanya jika Raka datang menghampirinya itu tandanya ada sesuatu yang gawat.


"Iya,,, loh lagi ada MASALAH.!!! Dan sekarang itu loh lagi dipermasalahkan sama nyokap dan bokap loh di rumah tau enggak.??? Ayo cepetan pulang.!!!" Kata Raka mengajak Devano untuk cepat-cepat pulang.


"Tunggu dulu deh Raka.!!! Tadi loh ngomong apa.??? Gw lagi dipermasalahkan sama nyokap dan bokap gw.??? Maksudnya,,, bokap gw sekarang ada di rumah.??? Bokap gw udah pulang.???" Kata Devano semakin bingung dan ketakutan.


"Iya bokap loh sekarang ada di rumah, dan sekarang loh lagi ditungguin sama bokap loh.!!! Gila yah loh, mau sampai kapan sih loh kayak gini terus.??? Gara-gara loh, nyokap sama bokap loh sampai ribut tau enggak di rumah.?!!!" Kata Raka kesal.


"Apa.?!!! Bokap gw sekarang ada di rumah.?? Aduuuhhh gimana nih, mati gw.!!! Mana muka gw bonyok-bonyok kaya gini lagi.??? Kalau kayak gini caranya, kayaknya gw bisa mati beneraan nih." Kata Devano ketakutan, kemudian Devano pun langsung pamit pulang kepada semua temannya.


"Woy semuanya, gw cabut dulu yah.!!!" Kata Devano sambil buru-buru melangkah turun dari gedung dan diikuti oleh Raka dari belakang, namun belum sempat Devano melangkah, langkah Devano terhenti.


"Bro, tunggu dulu.!!! Kalau loh pulang gimana dong.??? Kan kita lagi pesen makanan, kita udah enggak ada duit lagi nih.???" Teriak salah satu teman Devano yang lain.


"Oh iya gw lupa.!!! Ya udah nanti loh chat aja semuanya jadi berapa.??? Biar nanti gw transfer,,, ya udah yah gw cabut dulu.!!!" Teriak Devano sambil buru-buru melangkah lagi turun dari gedung bersama dengan Raka, Devano memang anak yang sangat Royal kepada teman-temannya, bahkan saking Royal nya hampir setiap hari Devano mentraktir semua teman-temannya, apalagi dengan keadaan keuangan jajan Devano yang tidak dibatasi oleh pak Erik dan Dinda, semua itu membuat Devano tidak terkontrol, ia selalu foya-foya dan menghambur-hamburkan harta kekayaan kedua orangtuanya.


DI TEMPAT BERBEDA, DI RUMAH PAK ERIK.


Terlihat Dinda yang sedang berbaring di atas ranjang, dengan keadaan yang sangat lemas dan tak berdaya, karena Dinda baru saja selesai melayani pak Erik diatas ranjang, akan tetapi tidak dengan pak Erik, pak Erik telihat baru saja keluar dari kamar mandi, karena pak Erik baru saja memandikan juniornya.


Namun disaat pak Erik keluar dari kamar mandi, pak Erik langsung tersenyum karena melihat keadaan istrinya yang masih seperti itu karena ulahnya, kemudian dengan segera pak Erik pun langsung menghampiri dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.



"Eeeemmm sayaaaang,,,, istri mas yang seksi ini lemes yah ngelayanin mas, hah.??? Capeeeek.????" Kata pak Erik pelan sambil tersenyum dan menciumi perut Dinda.


"Iya Dinda lemeeeesss,,,, tadi mas mainnya lamaaa.???" Kata Dinda merengek manja.


Melihat istrinya yang sangat manja, pak Erik pun tersenyum.


"Mas tadi mainnya lamaaa, hah.??? Istri mas lemeeeesss,,, maaf yaaah.??? Soalnya kan mas udah lama enggak mainin tubuh istri mas yang seksi ini, jadinya mas kangeeeeen,,, mas pengin maininnya yang lamaaa.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap-usap rambut Dinda.


"Iya Dinda maafin,,, lagian Dinda juga suka kok dimainin sama mas yang lama, kan kalau dimainin sama mas, dicium-cium sama mas, kan enaaaak,,, apalagi kalau lama.??? Kata Dinda manja.


"Eeeemmm istri mas suka, dimainin sama mas yang lama, hah.???" Kata pak Erik sambil tersenyum.


"Iya Dinda suk,,,,,,,,," Seketika ucapan Dinda terpotong, karena Dinda mendengar suara mobil Devano yang sedang berparkir dihalaman rumah, sepertinya Devano baru saja sampai ke rumah.


"Mas,,, itu kayak suara mobil Devano.??? Oh iya bener mas itu suara mobil Devano, Devano udah pulang mas.???" Kata Dinda senang karena akhirnya Devano pulang juga


"Hemm masih inget pulang juga itu anak.???" Kata pak Erik kesal.


"Kok mas ngomong kaya gitu sih.??? Mas udah janji loh sama Dinda, enggak bakal marahin Devano, mas enggak lupa kan.???" Kata Dinda mencoba mengingatkan pak Erik akan janjinya.


"Iyaaaa,,, mas enggak lupa kok sama janji mas, udah kamu tenang aja.!!! Ya udah sekarang kamu mandi, habis mandi temui Devano, kamu lihat keadaannya kaya gimana.??? Kalau babak belur parah, bawa aja Dia ke dokter.!!! Ya udah yah,, mas mau istirahat, mas mau tidur, capek banget nih badan mas." Kata pak Erik serius, pak Erik memilih tidur dan tidak menemui Devano karena pak Erik tidak mau kalau sampai terpancing emosinya melihat keadaan Devano, apalagi mengingat akan janjinya kepada Dinda.


Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun tersenyum, kemudian dengan segera ia pun langsung mandi karena ia sudah tidak sabar ingin melihat keadaan Devano putra kesayangannya itu.


DI HALAMAN RUMAH.


Terlihat Devano yang sedang berjalan masuk kedalam rumah dengan raut wajah yang sangat ketakutan.


"Aduuuhhh,,, harus siap-siap nih gw kena marah sama papah.!!! Gw yakin nih pasti sekarang papah lagi duduk di ruang tamu nungguin gw pulang, mana suka serem lagi itu muka papah kalau lagi marah.??? Gw harus jawab apa yah nanti sama papah.???" Kata Devano dalam hati, sambil terus berjalan masuk ke dalam rumah, Devano berbicara seperti itu karena biasanya disaat dirinya membuat kesalahan pak Erik sudah standby di ruang tamu menunggu dirinya pulang dengan raut wajah yang menurutnya sangatlah menyeramkan.


Setelah sampai didepan pintu, perlahan Devano pun membuka pintu tersebut dengan sangat pelan, dalam benaknya berkata.


"Aduuuuh siap-siap,,, siap-siap,,, siap-siap dimarahin sama papah nih, satu,, dua,,, tig,,,,,,,," Seketika ucapan Devano terhenti, karena Devano heran tidak melihat adanya pak Erik papahnya di ruang tamu.


"Loh, kok papah enggak ada.??? Jangan-jangan.!!! Raka bohongin gw lagi sebenarnya papah enggak pulang." Kata Devano bingung.


"Eeehhhhh tapi tunggu dulu deh.!!! Kayaknya enggak mungkin sih Raka bohongin gw, lagian kan tadi mobil papah juga ada kok didepan, berarti papah beneraan pulang dong,,,, tapi kalau papah pulang, sekarang papah dimana yah.??? Apa jangan-jangan.!!! Papah ketiduran lagi dikamar.??? Waaaah,,, bagus dong kalau gitu, aman dong gw.??? Sekarang gw harus cepet-cepet masuk ke kamar sebelum papah bangun." Kata Devano pelan sambil tersenyum senang, kemudian langsung buru-buru melangkah menuju kamarnya.


"Hemm dasar anak muda.!!! Bisanya bikin orang tua pusing aja, sekarang kamu lakukan aja semua apa yang kamu mau dan apa yang kamu sukai selagi kamu bisa." Kata pak Erik sambil tersenyum sinis menatap kearah Devano yang sedang buru-buru melangkah menuju kamarnya



Karena ternyata dari tadi pak Erik sedang berdiri didekat ruang tamu, mendengarkan semua ucapan Devano dan memperhatikan tingkah laku bandel anaknya itu, karena tanpa sepengetahuan dari kita, disaat Dinda mandi, pak Erik diam-diam keluar untuk melihat keadaan Devano.


Devano masih terus melangkah menuju kamarnya dengan sangat terburu-buru, hingga akhirnya ia pun sampai didalam kamar, setelah sampai didalam kamar Devano langsung mandi dan mengganti semua pakaiannya kemudian langsung bercermin.


"Gilaaaa,,, parah banget nih muka gw sampai bonyok kaya gini.??? Aduuuuh,,, kalau kaya gini bisa-bisa ilang nih ketampanan gu,,,,,,,,,,," Seketika ucapan Devano terhenti, karena Devano mendengar suara Dinda mamahnya mengetuk pintu kamarnya.


"Tok,,, tok,,, tok,,, sayaaang,,, kamu udah pulang nak.??? Bukain dulu pintunya sayang, mamah mau masuk.!!!" Kata Dinda pelan sambil terus mengetuk-ngetuk pintu kamar Devano.


"Masuk aja mah, pintunya enggak dikunci kok.!!!" Kata Devano dari dalam kamar.


Mendengar kata-kata dari Devano, dengan segera Dinda pun langsung masuk kedalam kamar tersebut, setelah sampai di dalam kamar Dinda hanya bisa terdiam.



Dinda terdiam karena sedih melihat keadaan Devano putranya yang babak belur.


"Mamaaah,, mamah kenapa, kok mamah ngelihatin Devao kaya sedih gitu.???"



Kata Devano bingung karena melihat raut wajah mamahnya seperti itu.


Mendengar kata-kata dari Devano, dengan segera Dinda pun langsung melangkah menghampirinya dan duduk disampingnya.


"Ya ampun sayaaaang,,, kenapa muka kamu jadi bonyok-bonyok kayak gini siiih.??? Mamah sama papah kan sudah berapa kali kasih tau kamu naaak, jangan ikut tawuran nak, jangan ikut tawuran.!!! Kamu harus kasihan dong sama diri kamu sendiri, lihat nih kamu sampai bonyok-bonyok kaya gini.??? Lagian kamu juga harus kasihan sama mamah juga sama papah dong sayaaaang.??? Kamu nurut yaaah, kamu nurut sama papah juga sama mamaaah, kamu jangan ikut tawuran lagi yah sayaaang.!!!! Ini lukanya pasti sakit banget kaaan, biar mamah obatin yaaah.???" Kata Dinda panik sambil memegang pelan wajah Devano yang babak belur, Dinda berbicara seperti itu karena Dinda pun sebenarnya sama seperti pak Erik, sangat-sangat ingin melihat Devano menjadi anak yang baik, karena setiap ibu pasti menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya, hanya saja Dinda tidak tega melihat Devano yang terus-terusan kena marah oleh pak Erik, karena marahnya pak Erik itu tidak ada toleransi lagi.


"Mamaaah,,, mamah tenang aja yah.?!!! Devano enggak papa kok, kan Devano ini kuat.???" Kata Devano sambil tersenyum, Devano memcoba untuk menenangkan Dinda mamahnya yang sedang panik itu.


"Oh iya mah, kata Raka papah pulang yah mah.??? Terus sekarang papah mana mah.??? Kok tumben papah enggak marahin Devano.???" Kata Devano heran karena tidak biasanya papahnya seperti itu kepada dirinya.


"Iya sayang papah pulang, dan sekarang papah ada kok sayang di kamar, tapi kamu tenang aja yaaah.??? Kali ini papah enggak akan marahin kamu kok." Kata Dinda sambil tersenyum dan mengusap-usap rambut Devano.


"Apa mah.?!!! Kali ini papah enggak bakalan marahin Devano.??? Kok bisa sih mah.???" Kata Devano dengan suara tinggi karena kaget.


"Bisa dong sayaaaang,,, kan mamah bisa ngerayu papaaah.??? Tapi meskipun papah enggak marahin kamuuu,, kamu harus tetap inget sama pesan papah, juga pesan mamah yah nak.??? Kamu enggak boleh ikut tawuran lagi, yah.?!!!" Kata Dinda pelan, Dinda mencoba menasehati Devano kembali.

__ADS_1


Mendengar kabar bagus dari mamahnya, Devano justru malah terdiam.


"Kali ini papah enggak marihin gw.??? Kok bisa sih,,, bukanya papah udah enggak kasih gw toleransi lagi yah kalau sampai gw ikut tawuran.??? Kata papah kan kalau gw ikut tawuran lagi,,, papah mau kirim gw,,,,,, ah udah lah.!!!! Mungkin benar apa kata mamah, mamah udah berhasil ngerayu papah, atau mungkin papah lupa dengan perjanjian gw sama papah.??? Emmmmm enggak nyangka gw,, orang setegas dan segalak papah ternyata pelupa,,, bagus deh kalau gitu.???" Kata Devano sambil tersenyum senang, Devano berbicara seperti itu karena pak Erik dan Devano sudah memiliki satu kesepakatan, yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi oleh siapapun, kalau sampai Devano melanggarnya.


"Sayaaang,,, kok kamu malah diam sih.??? Kamu enggak kenapa-napa kan.???" Kata Dinda bingung karena melihat Devano yang terdiam.


Mendengar kata-kata dari Dinda, Seketika Devano pun langsung bangun dari bengongnya.


"Ke, ke, kenapa mah.?? O, o, ohhhh enggaaak,,, Devano enggak papah kok mah.???" Kata Devano gugup.


"Ya udah, kalau kamu enggak kenapa-napa,,, sekarang kamu istirahat yah.??? Pasti kamu capek banget kan sayang.???" Kata Dinda pelan.


Mendengar kata-kata dari Dinda, Devano pun langsung tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


***********


DI SEKOLAH


Waktu menunjukkan pukul 07:00 pagi.


Terlihat Devano yang turun dari mobil, kemudian berjalan menuju kelasnya dengan penampilannya yang sangat tampan dan mempesona, sehingga membuat semua wanita yang melihatnya terdiam dan terbengong.


"Gilaaaa,,,, kak Devano ganteng bangeeeeet.???" Kata salah satu adik kelas Devano, sambil menatap kearah Devano yang sedang berjalan dengan gayanya yang sangat cool.


"Iya yah kak Devano itu ganteng bangeeeeet.??? Gw rela deh jadi pacarnya kak Devano,,, meskipun kak Devano itu bandel.???" Sambung salah satu adik kelas Devano lagi sambil menatap kearah Devano yang sedang berjalan tepat dihadapannya, mereka berbicara seperti itu, karena Devano itu memang benar-benar sangat tampan dan mempesona, tidak jauh berbeda dengan pak Erik ayahnya.


Melihat Devano berjalan tepat dihadapannya, lagi-lagi adik kelas Devano yang lain hanya bisa terbengong sambil tersenyum karena terpesona melihat ketampanan wajah Devano.


"Eeeeemmmm kak Devanooo,,,, ganteng banget si,,,,,,,,,," Belum sempat adik kelas Devano menyelesaikan ucapannya, namun sudah terpotong.


"Ngapain loh senyum-senyum kaya gitu lihatin cowok gw.???" Kata Tania sambil mendorong pundaknya dengan kasar, karena ternyata dari tadi Tania sedang memperhatikan mereka semua dan mendengarkan semua ucapannya.


"Ka, ka, kak Tania.???? E, e, enggak kok kak, kita e, e, enggak lagi lihatin cowok kakak." Kata salah satu adik kelas Devano gugup dan ketakutan.


"Awas aja yah.!!!! Kalau gw sampai lihat satu kali lagi, kalian semua senyum-senyum dihadapan cowok gw.??? Kalian semua akan berhadapan dengan gw,, ngerti kalian.?!!!" Kata Tania marah-marah.


"I, i, iya kak,, Ki, ki, kita ngerti kok.!!!" Kata adik kelas Devano secara bersamaan dengan raut wajah yang sangat ketakutan.


"Bagus deh kalau kalian ngerti,, lagian gw kasih tau kalian yah.??? Cowok gw itu, enggak bakalan tertarik sama model-model perempuan kayak kalian tau enggak.??? Awas aja yah kalau gw sampai lihat kalian kecentilan didepan cowok gw lagi.???" Kata Tania dengan sombongnya, kemudian langsung menatap dan memanggil Devano yang sedang berjalan.


"Sayang tunggu.!!!!" Teriak Tania.


Mendengar teriakkan dari Tania, seketika Devano pun langsung menengok kearahnya.


"Tania,,,,,,????" Kata Devano.


"Iya sayang, tunggu dulu.!!!" Teriak Tania lagi, kemudian langsung melangkah menghampirinya.


Melihat Tania menghampiri Devano dan menjauh dari dirinya, semua adik-adik kelasnya pun langsung ngoceh-ngoceh.


"Gila yah kak Devano, mau banget sih punya pacar kayak gitu.??? Cantik juga enggak, sombong lagi.!!!" Kata salah satu adik-adik kelasnya.


"Tau mentang-mentang anak orang kaya, ngomong seenaknya, gw sumphin deh secepatnya putus sama kak Devano.!!!" Kata salah satu diantara mereka lagi kesal.


Tania masih terus berjalan menghampiri Devano, hingga akhirnya Tania pun sampai dan berdiri di sampingnya.


"Sayang, kata Raka kamu semalam ikut tawuran lagi yah.??? Iiiiiiihhhhh sayaaang,, kamu itu kenapa sih susah banget dikasih taunya, terus itu lukanya masih sakit enggak.???" Kata Tania panik sambil menatap kearah wajah Devano yang masih sedikit biru-biru.


"Udah kamu enggak usah panik gitu,,, aku enggak papa kok sayang." Kata Devano sambil tersenyum.


"Syukur deh kalau gitu.?? Oh iya sayang, nanti pulang sekolah kamu jadi kan anterin aku shoping.???" Kata Tania mencoba mengingatkan Devano.


"Yaaaah gimana sih kamu.??? Kan kamu udah janji sayang,,, katanya dihari ulang tahun aku ini, kamu mau beliin aku tas.???" Kata Tania kesal karena tanpa sepengetahuan dari kita Devano memang sudah janji akan membelikan tas untuknya dihari ulang tahunnya.


"Ya gimana dong sayang,,, aku enggak ada mobil.??? Apa gini aja deh, nanti kamu shoping sama teman-teman kamu yah.??? Sekarang kamu kasih tau aku, berapa harga tas yang mau kamu beli.??? Biar nanti uang nya aku transfer." Kata Devano memcoba merayu Tania agar tidak marah.


Mendengar kata-kata dari Devano, Tania yang memang sangat-sangat matre pun langsung tersenyum dan kemudian langsung memeluknya.


"Eeeeemmmm sayaaaang,,, kamu baik banget sih.???? Harganya 25 juta sayang, beneran yah nanti kamu transfer.???" Kata Tania sambil terus tersenyum.


"Iyaaa nanti aku transfer,,," Kata Devano dengan santainya.


"Ya udah, mumpung semua guru hari ini mau rapat, sekarang kita ke kantin yuks.?!!! Soalnyaaa,,, gw mau kasih kejutan nih buat kamu." Kata Devano sambil tersenyum, entah kejutan apa yang akan Devano berikan untuk Tania.


"Apa sayang.?!!!! Kamu mau kasih aku kejautaaan,,, Kejutan apa sih sayang,, Iiiiihhhhh aku jadi penasaraaaan.???" Kata Tania kaget dan penasaran karena Devano belum pernah cerita sebelumnya akan memberikan dirinya kejutan.


"Udah nanti juga kami tau, ayo sekarang kita ke kantin.?!!!" Kata Devano, sambil merangkul pundak Tania kemudian melangkah menuju kantin, hingga akhirnya Devano dan Tania pun sampai di Kantin.


Setelah sampai di Kantin, Devano langsung naik keatas meja yang ada di kantin tersebut kemudian memberikan pengumuman kepada semua siswa dan siswi yang sedang berada di kantin.


"Hai guys,, buat kalian semua yang ada di sini.??? Karena hari ini adalah hari ulang tahun Tania pacar gw,,, jadi hari ini, kalian semua gw traktir, kalian semua makan gratis sesuka dan semau kalian disisni.!!!" Teriak Devano sambil melambaikan tangannya kepada mereka semua yang ada di kantin, kemudian langsung turun kembali dari meja.


Mendengar pengumuman dari Devano, semua siswa dan siswi pun langsung teriak histeris karena saking senangnya.


"Horeeee,,,,, terimakasih Devano, terimakasih.!!!" Kata mereka semua, kemudian mereka semua pun langsung berbondong-bondong memesan makanan sesuka dan semaunya.


"Sayaaaang,,, kamu serius kasih kejutan semua ini buat aku.???" Kata Tania terkejut sambil tersenyum bahagia.


"Iya sayang, semua ini khusus untuk kamu." Kata Devano sambil tersenyum.


Mendengar pengumuman dari Devano, Diki dan Rasya yang baru saja ke kantin pun langsung menghampiri Devano.


"Dev, loh serius mau meneraktir mereka semua.??? Mereka itu banyak banget loh Dev.??? Loh enggak takut dimarahin sama bokap loh.???" Kata Diki sedikit ketakutan dan tak percaya.


"Udah loh tenang aja.!!! Bokap gw enggak bakalan marah kok, lagian bokap gw mana perduli sih, gw mau ngehabisin uang sehari berapa juga.??? Yang bokap gw tau, yang penting gw harus masuk sekolah, itu yang bokap gw mau." Kata Devano mencoba meyakinkan Diki.


"Ya udah lah Dik,,, kaya loh enggak tau aja Bokap Devano itu siap,,,,,,,," Belum sempat Rasya menyelesaikan ucapannya, namun sudah terpotong.


"Maaf nak,,, ini semua beneraan, semua makanan yang dipesan anak-anak, semuanya akan dibayar oleh nak Devano.???" Kata penjaga kantin, ia berbicara seperti itu karena ia takut Devano berbohong.


"Iya,,, semuanya saya yang bayar." Kata Devano dengan gampang dan santainya.


"Ta, ta, tapi semua ini beneraan kan.??? Nak Devano enggak bohong.???" Kata penjaga kantin mencoba untuk meyakinkan dirinya.


"Ya ampun Bu,,, ibu ketakutan banget sih,, Ibu enggak tau apa Devano itu siapa.??? Devano itu, putra PAK ERIK PRATAMA pendonor dana terbesar disekolahan ini, jangankan makanan ibu di Kantin, seisi sekolahan ini pun bisa Devano beli, ngerti.???" Kata Rasya menyombongkan kekayaan pak Erik ayah Devano, Rasya berbicara seperti itu karena memang benar, pak Erik adalah pendonor dana terbesar disekolahannya.


"Tau nih ibu, ketakutan banget sih.??? Duit pacar gw itu banyak Bu." Sambung Tania sewot.


"I, i, iya ibu minta maaf.???" Kata penjaga kantin gugup kemudian langsung melayani semua siswa dan siswi yang memesan makanan.


Sedangkan Devano, Tania, Rasya dan juga Diki langsung duduk dan memesan makanan kesukaannya kemudian mereka pun langsung memakannya.


15 menit berlalu,,,,,,,


Semua siswa dan siswi pun sudah selesai makan, diantara mereka ada yang langsung masuk kedalam kelas dan ada juga yang masih duduk di kantin, begitupun dengan Devano, Tania, Diki dan juga Rasya mereka terlihat masih duduk di kantin.


"Bu semuanya jadi berapa.???" Triak Devano kepada penjaga kantin sambil melambaikan tangannya.


Mendengar teriakkan dari Devano, dengan segera penjaga kantin pun langsung menghampirinya.


"Ini nak semuanya jadi 9 juta." Kata penjaga kantin sopan sambil memberikan secarik kertas bill makanan tersebut.

__ADS_1


"Oh ya udah Bu, bisa pakai kartu kredit kan.???" Kata Devano sambil memberikan kartu kredit tersebut kepada penjaga kantin.


"Bisa nak." Kata penjaga kantin, kemudian melangkah menuju kasir dan diikuti oleh Devano dari belakang, setelah sampai di kasir penjaga kantin pun langsung mencoba untuk menggunakan kartu kredit tersebut.


"Maaf nak,, kayaknya ini kartu kredit nya sudah enggak bisa dipake deh." Kata penjaga kantin.


"Enggak bisa dipakai,,, enggak mungkin Bu, Coba deh ibu ulang sekali lagi.!!! kata Devano tak percaya.


"Nak,,, ini beneraan sudah enggak bisa dipakai." Kata penjaga kantin sopan.


"Kok bisa sih bu,,,, coba nih pakai Kartu ATM saya.???" Kata Devano bingung sambil mengeluarkan kartu ATM nya kemudian memberikannya kepada penjaga kantin tersebut.


"Baik nak, sekarang ibu coba yah.???" Kata penjaga kantin sopan sambil mencoba menggunakan kartu ATM tersebut, namun sayang lagi-lagi kartu tersebut juga tidak bisa terpakai.


"Maaf nak, kayaknya kartu yang ini juga enggak bisa dipakai." Kata penjaga kantin sopan.


"Kok bisa sih Bu, semuanya enggak bisa dipakai.??? Coba ibu ulang lagi deh.!!! Ibu salah kali Makainya, ibu enggak bisa kali.???" Kata Devano semakin bingung mengapa tiba-tiba kartu kredit dan ATM nya tidak bisa terpakai.


"Maaf yah nak Devano, semua kartu ini memang sudah tidak bisa terpakai, lebih baik,,, nak Devano bayar pakai uang tunai aja yah.???" Kata penjaga kantin sopan, ia memcoba untuk menjelaskan lagi kepada Devano kalau semua kartunya memang benar-benar sudah tidak bisa terpakai.


"Tapi Bu,, saya enggak bawa uang kes." Kata Devano sedikit panik.


Melihat Devano yang seperti panik, Tania pun langsung menghampirinya.


"Sayang kenapa,,, kok kamu kayak panik gitu.???" Kata Tania penasaran mengapa tiba-tiba Devano sepanik itu.


"Ini sayang,,, kartu kredit aku dan semua kartu ATM aku enggak bisa dipakai sayang.???" Kata Devano.


"Kok bisa sih sayang,,,???" Kata Tania bingung.


"Iya sayang,,, aku juga enggak tau." Kata Devano


"Ibu enggak bisa makainya kali.??? Coba ibu pakai sekali lagi.!!!" Kata Tania marah-marah kepada penjaga Kantin.


"Maaf yah nak,,, sebelumnya ibu sudah jelasin, semua kartu ini,,, memang sudah tidak bisa terpakai, jadi lebih baik sekarang nak Devano bayar pakai uang tunai aja.!!!" Kata penjaga kantin sedikit kesal.


"Sssstttt udah lah sayang,, kamu enggak usah marah-maraaah,,, lebih baik sekarang aku pinjem uang kamu dulu yah.???" Kata Devano mencoba meminjam uang kepada Tania.


"Apa kamu bilang sayang,,, kamu mau pinjem uang sama aku.??? Tunggu dulu deh.!!! Kalau kamu sekarang enggak ada duit,,, berarti entar siang kamu enggak jadi beliin aku tas dong.???" Kata Tania kaget dan kesal.


"Sayaaaang,,, ya mana bisa sih aku beliin kamu tas.??? Orang bayar makanan aja aku enggak bisa, aku pinjem uang kamu dulu yah.???" Kata Devano serius.


"Enggak, enggak mau, aku enggak mau pinjemin kamu uang.!!!" Kata Tania kesal, kemudian melangkah pergi meninggalkan Devano.


"Sayang.!!! Kamu mau kemana.??? Aku pinjem uang kamu dulu sayang.!!!! Sayang.!!!!" Teriak Devano kesal.


Mendengar teriakkan dari Devano, Tania tidak perduli, ia justru melangkah lebih cepat lagi meninggalkan Devano.


"Hufffff SIAL.!!!!!" Kata Devano sambil memukul meja kantin dengan sangat kencang, karena kesal kepada Tania.


Melihat Devano memukul meja, Diki dan Rasya yang memang masih duduk di kantin pun langsung menghampirinya.


"Dev, loh kenapa.??? Kok loh marah-marah gitu sih.???" Kata Diki penasaran.


"Kesel gw sama itu cewek, gila pelit banget sih.!!! Gw pinjem uang doang, dia enggak kasih, malahan dia pergi ninggalin gw kaya gini.???" Kata Devano, Devano mau pinjem uang kepada Tania, karena Devano tau kalau Tania memang mempunyai uang jajan dengan jumlah yang ia butuhkan, karena Tania mendapat jatah uang jajan dari orang tuanya sebulan sekali.


"Tunggu dulu deh Dev.!!! Loh serius dengan kata-kata loh, loh mau pinjem uang ke Tania.??? Kok bisa sih Dev, emang loh enggak punya uang.???" Sambung Rasya kaget dan heran karena tidak biasanya Devano seperti itu.


"Aduuuuuhhhh,, gw juga bingung nih.??? Kartu kredit sama ATM gw, semuanya enggak bisa dipake,,, kalau kayak gini, gw gimana mau bayar semua makanan ini.??" Kata Devano panik dan kesal.


"Atau enggak,,, gw pinjem uang loh dulu deh.?!!" Sambung Devano lagi serius.


"Apa Dev.?!!! Loh mau pinjem uang sebanyak itu ke gw.??? Gila kali loh Dev, gw mana ada sih Dev uang sebanyak itu.???" Kata Rasya kaget, Rasya berbicara seperti itu, karena Rasya memang benar-benar tidak mempunyai uang sebanyak yang Devano butuhkan.


"Aduuuuh,,, loh enggak punya uang segitu lagi yah.??? Ya udah kalau gitu, gw pinjem sama loh aja deh" Kata Devano mencoba meminjam uang kepada Diki.


"Ya elahhh Dev,,, apalagi gw, Loh kan tau sendiri keluarga gw kayak gimana.??? Jangankan minjemin loh uang, buat jajan adik-adik gw aja enggak ada." Kata Diki serius karena memang Diantara sahabat-sahabt Devano, keluarga Diki lah yang sedikit kekurangan.


"Aduuuuh,,,terus gimana yah kalau kayak gini gw bayar semua ini makanan.???" Kata Devano semakin panik.


"Maaf nak, terus ini gimana bayarnya.???" Kata penjaga kantin sopan.


"Oh iya entar dulu yah Bu,, saya telepon mamah saya dulu." Kata Devano sambil buru-buru mengambil ponselnya kemudian langsung menelpon Dinda mamahnya.


Obrolan Devano dan Dinda via telepon.


"Hallo mah,,, ini Devano mah." Kata Devano tergesa-gesa.


"Oh iya ada apa sayang,,, kok tumben sih jam segini kamu telepon mamah, kamu enggak papa kan.???" Kata Dinda sedikit khawatir karena tidak biasanya Devano telepon saat jam pelajaran.


"Maaahh,,, bisa enggak sekarang mamah transfer uang untuk Devanooo.???" Kata Devano merengek meminta uang kepada Dinda mamahnya.


"Kamu minta uang sama mamaaah,,, buat apa sayang.??? Kan kamu udah dijatah uang jajan sama papah." Kata Dinda bingung.


"Maaah, mamah tau enggaaak,,, kartu kredit Devano, dan semua ATM Devano itu enggak bisa dipakai mah.??? Devano juga bingung kenapa bisa kayak gitu." Kata Devano mencoba menjelaskan kepada Dinda mamahnya.


"Kok bisa kayak gitu sih sayaaang,,, ya udah, ya udah, sekarang kamu butuh uang berapa.??? Biar nanti mamah transfer." Kata Dinda serius akan mentransfer uang kepada Devano karena ia sangat kasihan kepada Devano anak kesayangannya itu.


"Transfer 10 juta yah mah.!!! Soalnya Devano lagi butuh banget nih, cepetan mah.!!!" Kata Devano tak sabar


"Apa,,, 10 juta.?!!! Banyak banget sayang, buat apa uang sebanyak itu.???" Kata Dinda kaget mendengar jumlah nominal uang yang Devano sebutkan.


"Mamah please maaaah,,,, sekarang mamah transfer 10 juta yah ke Devanoooo.???" Kata Devano merengek-rengek minta uang kepada Dinda.


"Ya ampun sayaaaang,,, bukanya mamah peliiiit, tapi mamah juga belum dikasih jatah uang bulanan sama papaaah, mamah juga enggak tau nih kenapa papah bisa telat kasih uang bulanan ke mamaaah,,, uang kes juga mamah enggak punya sebanyak itu,,, lagian kalau mamah punya juga siapa yang anterin kesekolahan, kan pak Ridwan pulang kampuuuung." Kata Dinda serius kalau pak Erik memang belum memberikan jatah uang bulanan kepada dirinya.


"Apa mah.!!!! Pak Ridwan pulang kampung.??? Terus Devano pulang gimana,,, Devano pulang naik apa, siapa yang jemput Devano.???" Kata Devano semakin panik dan kesal.


"Devano pulang naik apa.??? Emang kamu enggak bawa mobil sayang.???" Kata Dinda bingung karena Dinda memang benar-benar tidak tau kalau Devano tadi pagi berangkat kesekolah diantar pak Ridwan supir pribadinya.


"Tadi kan Devano berangkat diantar sama pak Ridwan mah.??? Kata papah,, mobil Devano mau papah servis ke bengkel." Kata Devano mencoba untuk menjelaskan kepada Dinda.


"Apa jangan-jangan, semua ini,,, Papaaaaaah.???? Huffff SIAL, SIAL, SIAL.!!!!!!" Kata Devano kesal, sambil memukul meja kantin dengan sangat kencang.


"Hemmm dasar anak kemarin sore, kamu pikir,, kamu lebih pintar dari papah.???"



Kata pak Erik yang sedang duduk dengan santai dikantornya, sambil tersenyum sinis melihat rekaman CCTV betapa panik dan keselnya ekspresi Devano saat ini.


"Eeemmmmm Devano, Devanooo,,, berani-beraninya kamu menentang kesepakatan yang sudah papah buat.??? Kita lihat aja, mau sampai kapan kamu bisa bertahan seperti ini.???"



Kata pak Erik lagi, sambil terus melihat kepanikan Devano di CCTV, karena semua ini ternyata adalah rencana dari pak Erik untuk memberikan pelajaran kepadanya.


##########


Maaf yah kalau kalian bosen bacanya,,,


Soalnya episode ini sangat panjang 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2