DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
Episode 58


__ADS_3

DI TOKYO, JEPANG.


Waktu menunjukkan pukul 07:30 Malam.


Terlihat Erik yang sedang sibuk merapikan semua barang-barangnya di dalam kamar hotel, karena malam ini ia berniat akan pulang ke Indonesia, namun sebenarnya malam ini bukanlah jadwalnya untuk pulang ke Indonesia, akan tetapi ia harus tetap pulang, karena kebetulan semua pekerjaannya di Jepang sudah selesai.


Setelah selesai merapikan semua barang barangnya itu, ia pun langsung istirahat dan tidur sejenak, sambil menunggu jadwal penerbangan pesawat yang akan ia tumpangi, yaitu pukul 10:00 Malam.


DI INDONESIA, DI RUMAH PAK IRSYAD.


Waktu menunjukkan pukul 07:00 Malam.


Terlihat Arya yang sedang makan malam bersama dengan Dinda.



"Sayang maaf yah, tadi mas Arya enggak bisa jemput kamu di kampus.? Soalnya tadi tuh kerjaan mas Arya di kantor lagi banyak banget.! Oh iya, tapi ngomong-ngomong, tadi kamu pulang kuliah bareng siapa.?" Kata Arya.


"Mas Arya enggak usah minta maaf, lagian kan mas Arya tadi udah anterin Dinda ke kampus, mas Arya udah mau anterin Dinda ke kampus aja, Dinda udah seneeeeeng banget.! Lagian tadi Dinda pulang enggak sendiri kok, tadi tuh Dinda pulang bareng Ria sama Tika, mas.?" Kata Dinda sambil tersenyum.


"Oh bareng Tika sama Ria.? Oh iya Din, Erik udah ngabarin kamu belum.? Soalnya tadi Erik telpon mas Arya, Katanya malam ini dia pulang ke Ind,,,,,,," Belum juga Arya menyelsaikan ucapannya, namun sudah terpotong, karena tiba-tiba ponsel Dinda berdering.


"Mas Arya, entar dulu yah.? Dinda mau angkat telepon dulu nih.! Soalnya mas Erik telepon." Kata Dinda tergesa-gesa, sambil buru-buru mengangkat telepon tersebut, kemudian ia pun langsung melangkah menuju kamarnya, karena ia tidak mau diganggu oleh Arya.

__ADS_1


Setelah sampai di dalam kamar, Dinda pun langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian santai, kemudian ia pun langsung ngobrol dengan Erik via telepon.


"Mas Erik, kok tumben jam segini mas udah telepon Dindaaa.? Emang kerjaan mas udah selesai.?"



Kata Dinda sambil tersenyum senang karena mendapat telepon dari Erik suaminya, karena ia memang sudah sangat merindukannya.


"Iya sayaaang, kerjaan mas udah selesai.? Dan sekarang mas telepon kamuuu, karena mas mau kasih tau kamu, kalau malam ini.? Mas akan pulang ke Indonesia, ketemu sama istri mas yang cantik ini, dan juga ketemu sama anak papah didalam perut.?" Kata Erik sambil tersenyum.


"Waaahhh papah udah enggak sabar nih.! Pengin usap-usapin dede lagi di perut mamah.?" Kata Erik lagi.


"Mas Erik ngomong apa.? Malam ini mas mau pulang ke Indonesia.? Eeeemmmm mas Eriiik, mas enggak bohong kan sama Dindaaaa.? Malam ini mas Erik beneran pulang ke Indonesia kaaan.?" Kata Dinda kaget dan tak percaya mendengar ucapan Erik, karena ia pun tau betul kalau sekarang ini bukan waktunya untuk pulang ke Indonesia.



Kata Erik sambil tersenyum menggoda Dinda, ia sengaja menggodanya seperti itu, sebenarnya ia sangat tau kalau Dinda istrinya itu, memang sedang menunggu-nunggu dirinya pulang.


"Iiiiiihhhhh maaaas, Dinda seneng kalau mas pulaaang.? Malahan Dinda seneeeeeng banget.! Soalnya Dinda enggak mauuu bobo sama Dede doaaang.? Dinda pengin bobo sama maaas, Dinda juga kangen pengin di belai-belai lagi sama maaass.?" Kata Dinda dengan sangat manjanya, sambil tersenyum karena senang akhirnya Erik suaminya pulang juga, yang artinya ia tidak akan kesepian lagi, karena sudah ada yang menemani tidurnya dan membelai belai tubuh seksinya lagi, karena seperti yang kita tau Dinda sangatlah haus akan belaian lembut darinya.


Melihat Dinda tersenyum seperti itu, Erik pun ikut tersenyum.


"Eeeemmmm istri mas ini udah enggak sabar yah, pengin cepet-cepet bobo bareng mas.? Pengin di belai- belai lagi sama mas, hah.? Sabar yah sayaaaang, malam ini juga kita ketemu kok.! Lebih baiiiiik, sekarang kamu istirahat.! Kamu bobo yaaah.? Soalnyaaa, kalau nanti mas udah pulaaaang, istri mas yang cantik ini enggak akaaaan ada waktu untuk bobo, dan istri mas yang seksi ini juga enggak akan ada waktu untuk istirahat." Kata Erik serius, namun entah apa maksud dari ucapannya itu.

__ADS_1


"Iiiiiihhhhh maaaas, emang kalau nanti mas udah pulaaang, mas mau ngapain Dinda.? Sampai-sampai Dinda enggak bisa istirahat dan Dinda juga enggak bisa bobo karena mas.?" Kata Dinda sambil tersenyum, karena ia sangat yakin kalau Erik menyuruhnya untuk tidur dan istirahat, karena ia akan disibukan olehnya di atas ranjang.


"Kalau mas nanti udah pulaaang, pertama-tamaaa, mas mau ngapain istri mas yang seksi ini dulu yaaaah.?" Kata Erik sambil memegang kepalanya seperti orang yang sedang berfikir.


"Iiiiihhhhh masss, mas kalau udah pulang mau ngapain Dindaaa.? Cepetan mas kasih tauuu.! Dinda pengin dengeeeeer.?" Kata Dinda sambil merengek seperti anak kecil berharap Erik akan menjawabnya seperti apa yang ia pikirkan.


Mendengar rengekan Dinda, Erik pun tersenyum, karena ia sangat tau apa yang ada di dalam isi otak Dinda itu.


"Kamu penasaran banget yah sayang, hah.? Kamu pengin tau, kalau mas udah pulaaaaang, mas mau ngapain kamu.? Kamu tenang aja yaaah.? Nanti juga kamu tau kok.! Yang jelaaaaaas, mas akan kasih kamu kejutan.! Kejutan yang belum pernaaah mas berikan ke kamu sebelumnya.? Jadi, lebih baik sekarang kamu bobo yah.? Nanti setelah kamu banguuun, kamu akan tau apa kejutan dari mas itu.?" Kata Erik serius, namun entah kejutan apa yang akan ia berikan kepadanya.


"Mas Erik mau kasih Dinda kejutaaan.? Iiiiiihhhhh mas Erik bikin Dinda penasaran aja siiiih.?" Kata Dinda sambil tersenyum senang mendengar ucapan dari Erik.


"Ya udah kalau gituuuu, sekarang Dinda mau bobo, supaya nanti kalau Dinda Banguunnn, Dinda tau apa kejutan dari mas Erik itu.?" Kata Dinda sambil buru-buru siap-siap untuk istirahat dan tidur, sepertinya ia akan menuruti perintah dari Erik, karena menurutnya benar apa katanya, menunggu kejutan darinya akan terasa cepat jika ia tidur, karena ia pun sudah sangat penasaran sebenarnya apa kejutan itu.


"Ya udah, sekarang kamu bobo yaaah.? Istirahat.! Kasihan Dede di perut, takutnya entar sakit lagi, lagian sekarang mas mau siap-siap dulu, setengah jam lagi mas mau ke bandara." Kata Erik sambil tersenyum.


"Ya deh sekarang Dinda bobo, tapi mas Erik hati-hati di jalaaaan.? Mas Erik harus inget.! Dinda sama dedeee, disini lagi nungguin mas pulaaaang.? Mas jangan mampir kemana-mana.! Ya udah sekarang mas siap-siap.! Entar mas enggak jadi pulang lagi ketinggalan pesawat.? Pokoknya Dinda sama dede enggak mau kalau mas sampai enggak jadi pulang.! Dinda sama Dede marah sama mas." Kata Dinda sambil cemberut.


Mendengar ucapan Dinda, Erik tidak menjawabnya, ia hanya tersenyum.


"Ya udah, mas siap-siap yaaah.? Mas tutup dulu teleponnya, untuk istri mas yang cantik ini dan juga untuk anak papah yang ada didalam perut mamaaah, sampai ketemu di rumah yaaah.? Papah sayang kalian."


__ADS_1


Kata Erik sambil tersenyum dan penuh perhatian, kemudian ia pun langsung memutuskan panggilan telepon tersebut.


__ADS_2