
DI RUMAH SAKIT.
Waktu menunjukkan pukul 05:00 sore.
Di ruang tunggu, terlihat Devano yang sedang asyik mengajari pak Erik Ayahnya bermain games diponselnya sambil tertawa-tawa, dan mereka pun terlihat sangat bahagia, apalagi sekarang ini adalah kali pertama disepanjang sejarah hidup pak Erik selama Devano dewasa, ia baru bisa seakur ini dengan Devano putra semata wayangnya itu
"Yah Papah bukan kayak gitu pah, bukan kayak gitu.??? Kesana pah, kesana pah.!!!"
Kata Devano dengan suara tinggi dan penuh semangat sambil tersenyum, karena lucu melihat tingkah laku ayahnya yang tidak bisa bermain games, bagaimana mungkin pak Erik Ayahnya akan bisa bermain games jika kesehariannya ia terlalu serius dan sibuk menghabiskan waktu dengan pekerjaannya diakntor, mungkin saja jika ia bermain games nya diatas ranjang bersama dengan Dinda baru lah ia pasti yang paling jago.
"Yah gimana nih Dev, gimana nih.??? Papah enggak bisa nih Dev, Papah enggak,,,,,,, Yaaahhhh kalah deh papaaah.!!!"
Kata pak Erik dengan suara tinggi dan tergesa-gesa sambil terus tertawa-tawa dengan begitu lepasanya, karena sepertinya bisa akur kembali dengan Devano putra semata wayangnya itu, membuat hidupnya semakin bahagia, sehingga ia bisa tertawa selepas itu seperti tidak ada beban dalam hidupnya dan ini pun adalah kali pertama ia bisa tertawa selepas itu, setelah sekian lama ia hanya tersenyum.
"Yaaahhh kalah deh papah.!!! Kata Devano juga kan tadi kesana pah, papah sih.???" Kata Devano dengan suara tinggi sambil menepak jidatnya karena sedikit kecewa melihat pak Erik Ayahnya yang kalah dalam permainannya.
"Aduuuuh Dev, kayaknya papah enggak bisa deh, Ini handphonenya nih.!!! Papah nyerah deh, papah benar-benar enggak bisa, papah ngaku kalah deh dari kamu.!!!" Kata pak Erik sambil ngos-ngosan, kemudian ia pun langsung mengembalikan ponsel milik Devano.
"Yaaahhh payah nih papah, segitu doang masa nyerah sih.??? Nih lihat Devano nih.!!!" Kata Devano sok jagoan, sambil menunjukkan betapa hebatannya ia dalam bermain games kepada pak Erik Ayahnya.
"Eeeemmm sombong nih anak papah nih.??? Coooba mana papah pengin lih,,,,,,," Seketika ucapan pak Erik terpotong karena tiba-tiba ia melihat Dinda yang sedang berdiri di depan resepsionis sambil tersenyum menatap kearahnya dan juga Devano.
Dinda tersenyum seperti itu, karena ia sangat senang melihat pak Erik dan Devano yang bisa akur seperti sekarang ini.
Melihat Dinda tersenyum seperti itu kepada dirinya dan Devano, pak Erik pun bingung.
"Kenapaaa.???"
Kata pak Erik sambil terus menatap kearah Dinda yang masih terus tersenyum kepada dirinya dan juga Devano.
"Enggaaak,,,," Kata Dinda sambil menggelengkan kepalanya dan terus tersenyum menatap kearah pak Erik dan juga Devano yang sudah akur itu.
Mendengar kata-kata dari Dinda, dengan segera pak Erik pun langsung menghampirinya.
"Kenapaaaa, hah.?? Dari tadi senyum muuulu nih istri mas, lagi seneng yah, hah.???" Kata pak Erik sambil tersenyum dan mencoba untuk menebaknya.
"Ada deeeehh,,, mas kepo banget sih.??" Kata Dinda sambil tersenyum.
"Eeeeemmmm istri mas udah pinter main rahasia-rahasiaan sama mas yah sekarang yah, hah.?? Awas aja yah nih yah, hah.???" Kata pak Erik sambil tersenyum dan mencubit-cubit manja perut Dinda, karena sepertinya sekarang ini ia sedang ingin manja-manjaan dengan Dinda istri tersayangnya itu.
"Aw geli mas udah.!!! Dinda enggak mau maaas, aww geliiiiiii,,,???" Kata Dinda sambil merengek karena merasakan geli dari cubitan manja pak Erik itu.
"Eeeemmmm geli yaaah, hah.??? Makanya kasih tau enggak, kalau enggak kasih tau mas cubit lagi ni,,,,,,,," Seketika ucapan pak Erik terpotong.
"Aw enggak mau mas.!!! Iya, iya, Dinda kasih tau.!!! Tapi jagan dicubit-cubit lagiiiii,,, Dinda geliiiiiii.???" Kata Dinda sambil merengek manja.
Melihat tingkah laku istrinya yang sangat manja, pak Erik pun tersenyum.
"Iyaaa,,, mas enggak cubit lagi, tapi kasih tau dul,,,,," Lagi-lagi ucapan pak Erik terpotong.
"Maaf pak, Bu.!! Dokter Tia nya sudah datang, dan sekarang Ibu Dinda sedang ditunggu di ruangannya." Kata salah satu suster dirumah sakit tersebut sopan, ia berbicara seperti itu karena tanpa sepengetahuan dari kita, ternyata dari tadi Dinda dan pak Erik sedang janjian ketemu dengan Dokter Tia untuk memeriksa kondisi Dinda saat ini.
"Oh iya sus, terimakasih sus.??" Kata pak Erik sambil tersenyum.
__ADS_1
"Devano, ayo cepatan.!!! Katanya kamu pengin ikut lihat mamah periksa.??" Teriak pak Erik sambil menatap kearah Devano yang dari tadi masih asyik bermain games.
"O, o, ohhh iya pah, iya.!!! Ini Devano mau kesitu.!!" Kata Devano gugup sambil buru-buru menyudahi games nya itu, kemudian ia pun langsung melangkah menghampiri pak Erik dan juga Dinda.
"Ayo pah.!!! Katanya Dokternya udah datang.???" Kata Devano mengajak kedua orangtuanya untuk cepet-cepet memeriksa kondisi Dinda mamahnya.
"Iya Dokternya udah datang Dev, ya udah ayo.!!!" Kata pak Erik sambil tersenyum, kemudian ia pun langsung melangkah menuju ruangan Dokter Tia dan diikuti oleh Dinda dan juga Devano dari belakang, sesampainya di ruangan tersebut, Dokter Tia langsung memeriksa kondisi Dinda, sedangkan pak Erik dan Devano terlihat sedang duduk didalam ruangan tersebut sambil menunggunya selesai periksa.
"Pah, kira-kira mamah sakit apa yah.??? Devano takut nih pah, Devano takut mamah kenapa-napa.???" Kata Devano panik dan ketakutan kalau sampai Dinda mamahnya mempunyai sakit yang serius.
"Papah juga enggak tau Dev, kita berdoa aja yah.??? Mudah-mudahan mamah enggak kenapa-kenap,,,,,,,," Seketika ucapan pak Erik terpotong.
"E, e, ehhhhh itu mamah udah selesai diperiksa pah.???"
Kata Devano sambil tersenyum karena lega, melihat Dinda mamahnya yang sudah selesai diperiksa oleh Dokter Tia.
"Oh iya itu mamah udah selesai.???"
Kata pak Erik sambil tersenyum menatap kearah Dinda dan juga Dokter Tia yang sedang berjalan menghampiri dirinya dan juga Devano.
"Sayang kamu kenapa.??? Kok kamu senyum-senyum mulu dari kamu selesai diperiksa.???" Kata pak Erik penasaran dan heran melihat Dinda yang senyum-senyum sendiri dari ia selesai diperiksa oleh dokter Tia.
"Iya mah, mamah kenapa sih.??? Kok mamah senyum-senyum mulu.???" Kata Devano yang juga penasaran dan heran melihat mamahnya seperti itu.
Mendengar kata-kata dari pak Erik dan Devano, Dinda tidak menjawabnya, ia masih terus tersenyum-senyum sendri sehingga membuat pak Erik dan Devano pun semakin penasaran.
"Dok, sebenarnya ada apa sih sama istri saya.??? Istri saya enggak papa kan Dok.???" Kata pak Erik bingung.
"Lagi seneng, maksudnya Dok.??" Kata Devano bingung mendengar jawaban dari Dokter Tia.
"Iya Dok, maksudnya apa sih.???" Sambung pak Erik yang juga bingung mendengar jawaban dari Dokter Tia itu.
"Maaaasss,,," Kata Dinda merengek manja sambil terus tersenyum.
"Iya sayang, kamu kenapaaa.???" Kata pak Erik semakin penasaran.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung duduk di sampingnya.
"Eeemmm maaaasss,,," Kata Dinda, lagi-lagi ia merengek manja sambil tersenyum.
"Iyaaaa, istri mas kenapaaaa, hah.??? Kata pak Erik pelan sambil mengusap-usap rambut Dinda.
"Mas,, mas tau enggak.???" Kata Dinda lagi.
"Ya mas enggak tau lah sayaaaang, emang ada apaaa.??? Kamu kenapaaa, hah.???" Kata pak Erik serius kalau ia benar-benar tidak tau apa maksud dari ucapannya itu.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, seketika Dinda pun langsung memeluknya dengan begitu erat.
"Eemmmm maaass, diperut Dinda sekarang ada Dede maaass.???" Kata Dinda manja sambil tersenyum karena saking senangnya, dan ternyata dari tadi ia seperti itu karena sekarang ini ia sedang mengandung anak pak Erik yang ke-dua.
"Apa sayang.?!!! Ma, ma, maksud kamu,,, se, se, sekarang kamu sedang hamil.???" Kata pak Erik kaget dan tak percaya sambil tersenyum karena saking senangnya mendengar jawaban dari Dinda istri tersayangnya itu.
"Iya mamah, maksud mamah apa.??? Mamah sekarang lagi hamil mah.???" Kata Devano yang juga kaget dan tak percaya mendengar jawaban dari Dinda mamahnya itu.
"Iya pak Erik, nak Devano, ibu Dinda ini sekarang sedang hamil.??" Kata Dokter Tia mencoba untuk menjelaskan sambil tersenyum karena ia pun ikut seneng dan bahagia dengan kehamilan Dinda pasiennya itu.
__ADS_1
"Apa.!!! Jadi istri saya beneraan hamil Dok.???" Kata pak Erik dengan suara tinggi sambil terus tersenyum karena saking seneng dan bahagianya akhirnya Dinda istri tersayangnya itu hamil lagi.
"Mamah, mamah sekarang sedang hamil mah.??? Berarti sebentar lagi Devano punya Dede dong mah.???" Kata Devano heboh sambil tersenyum karena ia pun sangat bahagia akhirnya sebentar lagi ia mempunyai seorang adik.
"Ia sayaaang, sebentar lagi kamu punya Dede.???" Kata Dinda sambil tersenyum.
"Eeeeemmmm mamaaah,,, berarti sekarang ini diperut mamah ada Dede Devano dong mah.???" Kata Devano sambil memeluk erat tubuh Dinda dan mengusap-usap perutnya.
"Iyaaa, diperut mamah ada Dede kamu.?? Kamu seneng kan say,,,,,,,," Seketika ucapan Dinda terpotong.
"Eeemmm mana tuh anak papah, hah.??? Coooba papah pengin lihat.???" Kata pak Erik sambil tersenyum, kemudian ia pun langsung buru-buru duduk di hadapan Dinda.
"Eeemmm maaass, ini Dedenyaaa,,," Kata Dinda dengan begitu manjanya sambil mengusap-usap perutnya yang masih rata itu.
"Eeemmm ini anak baru paaapah nih.???Sekarang papah udah punya anak dua aaaaja nih.?? Anak baru papah lagi ngapain niiih, didalam perut mamaaaah, hah.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap-usap perut Dinda dengan penuh kasih sayang.
"Anak baru papah lagi bobo didalam perut mamaaah,,,." Kata Dinda sambil tersenyum
"Ooohhh anak baru papah lagi booobo niiiih.??? Coba tuh mana tuh papah pengin cium nih, hah.??" Kata pak Erik gemas sambil tersenyum, kemudian ia pun langsung menciumi perut Dinda.
"Eeeeemmmm maaas, geliiiiiii,,, jangan dicium-cium teruuuus.???" Kata Dinda dengan sangat manjanya.
Melihat tingkah laku kedua orangtuanya seperti itu, Devano pun tersenyum.
"Papah kayaknya sayang banget sih sama mamah.??? Mamah bener-bener beruntung punya suami kayak papah.?? Udah baik, lembut, perhatian, tanggung jawab lagi.!!! Ternyata selama ini Devano salah yah menilai papah.??? Devano kira papah itu kasar, terus Devano kira papah itu juga galak, tapi ternyata semua itu salah, karena ternyata papah itu orang yang sangat lembut dan juga sangat perhatian, udah gitu papah sabar banget lagi ngehadapi sikap mamah yang terkadang masih suka kekanak-kanakan, pokoknya kalau Devano udah punya istri, Devano harus bisa seperti papah." Kata Devano dalam hati sambil tersenyum karena sangat kagum melihat perlakuan pak Erik Ayahnya yang seperti sangat menyayangi Dinda mamahnya itu.
"Eemmmm maaass,, kata Dinda juga udah jangan dicium-cium teruuuus, entar Dedenya geliiiiiii.???" Kata Dinda merengek manja sambil menatap kearah pak Erik yang dari tadi masih terus menciumi perutnya itu.
"Enggak mauuuu,,, Papah masih pengin cium-cium anak baru Papaaaaaah.??? Eeeeemmm papah sayang banget nih sama anak baru pap,,,,,,,,,,,,,," Seketika ucapan pak Erik terpotong.
"E, e, ehhhhh tunggu dulu, tunggu dulu.!!! Jangan papah mulu dong yang cium-cium Dede,, Kakak juga kan mau cium-cium Dede, iya enggak De.??" Kata Devano sambil tersenyum dan mengusap-usap perut Dinda mamahnya.
"Oooohhh ternyata kakaknya iri niiiih, pengin cium-cium Dede juga niiih.???" Kata pak Erik sambil tersenyum dan terus mengusap-usap perut Dinda.
"Maaass, udah gantiaaaaan,,, kasihan Devano dia juga pengin cium Dedenyaaaa..???" Kata Dinda sambil merengek.
"Ya deh, iya.!!!" Kata pak Erik sambil tersenyum kemudian ia pun langsung buru-buru beranjak bangun dan duduk kembali di samping Dinda.
"Ya udah sayang, katanya kamu pengin cium-cium Dede.??" Kata Dinda sambil tersenyum menatap kearah Devano
"Iya mah, Devano pengin cium-cium Dede Devano.??" Kata Devano sambil tersenyum kemudian ia pun langsung buru-buru menciumi perut Dinda mamahnya.
"Hallo Dedeee,, Dede lagi ngapain diperut mamaaah.?? Oh iya De, kenalin.!!! Kakak ganteng ini kakaknya Dede loooh,,, nama kakak DEVANO." Kata Devano sambil tersenyum dan mengusap-usap perut Dinda mamahnya itu.
Melihat Devano yang seperti sangat menyayangi calon adiknya, pak Erik dan Dinda pun tersenyum.
"Eeeeemm enggak nyangka yah Dev, sebentar lagi kamu mau jadi kakak.???" Kata pak Erik sambil tersenyum.
"Iya pah enggak nyangka, Devano bener-bener seneeeeeng banget sebentar lagi Devano mau punya Dede, terus Devano jadi kakak deh.!!! Pah, mah.???" Kata Devano sambil tersenyum karena saking senangnya sebentar lagi ia akan menjadi kakak.
"Iya sayaaaang,,," Kata Dinda sambil tersenyum dan mengusap-usap rambut Devano yang berbeda tepat di atas perutnya.
"E, e, ehhhhh tapi inget loh Dev.!! Kamu enggak boleh bandel-bandel lagi kayak kemarin.!!! Apa lagi sebentar lagi kamu kan mau punya Dede, jadi kamu harus bisa kasih contoh yang baik buat Dede kamu, yahhh.??" Kata pak Erik serius.
"Siap pah.!!! Devano janji, Devano enggak akan bandel-bandel lagi kayak kemaren, dan Devano juga janji pah, mah,,, Devano akan selalu siap siaga menjaga Dede Devano sampai kapanpun.???" Kata Devano sambil tersenyum.
"Eeeeemmmm bisa aaaja nih anak mamaaah.???" Kata Dinda sambil tersenyum dan terus mengusap-usap rambut Devano.
"Iya doooong,,,, kan kakak sayang Dedeee, iya enggak De.???" Kata Devano sambil tersenyum dan mengusap-usap kembali calon adiknya yang ada didalam perut Dinda mamahnya itu.
"Pokoknya Dede tenang aja yah De.!!!! Kaka janji sama Dede, kakak enggak akan pernah bandel-bandel lagi kayak kemarin, kasihan Dede, takut Dedenya malu.??? Dan kakak juga janji kakak akan slalu jagain Dede sampai kapan pun." Kata Devano sambil tersenyum dan terus mengusap-usap perut Dinda, sepertinya Devano memang benar-benar sangat menyayangi calon adiknya yang ada didalam kandungan Dinda mamahnya itu.
__ADS_1
Mendengar kata-kata dari Devano pak Erik dan Dinda pun tersenyum, begitupun juga dengan Dokter Tia yang dari tadi sedang sibuk menulis resep obat untuk Dinda, ia pun tersenyum melihat tingkah laku keluarga pak Erik dan Dinda yang seperti sedang sangat bahagia itu.