DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
S 2. Episode 6


__ADS_3

"Hiks,,, hiks,,, tapi beneraan kan mas.?? Mas enggak hiks,, hiks,, seling,,,,,,,,,,,," Seketika ucapan Dinda terpotong, karena pak Erik langsung mengeratkan pelukannya ketubuh Dinda.


"Eeemmmm sayaaaang,,,, sssstttttt udah jagan nangis lagi,,,, mas beneraan kok enggak selingkuh sayang, mas cuma bohong doang sayang sama kamu, kamu percaya yah sama mas.??" Kata pak Erik pelan sambil menatap dalam wajah Dinda.


"Hiks,, hiks,, kalau mas enggak bohong, hiks,, hiks,, kenapa dong tadi mas ngomong kaya gitu sama hiks,, hiks,, bi Ijaaah.??? Hiks,, hiks,, mas ngomong, katanya mas mau hiks,, hiks,, nginep di rumah sekertaris hiks,, hiks,, maaas.???" Kata Dinda manja, sepertinya ia sangat menyayangi pak Erik suaminya dan sangat takut kehilangannya.


Melihat istrinya yang sangat manja, pak Erik pun tersenyum.


"Eeeeemmmm istri mas ini manja baaanget siiiiih, hah.???" Kata pak Erik gemas sambil mencubit manja hidung Dinda.


"Iiiiiiihhhhh maaaasss,,, jangan cubit-cubit hidung Dinda teruuuuus, sakiiiit.??? Mas kasih tau Dinda aja.!!! Kenapa tadi mas ngomong kaya gitu sama bi Ijah.???" Kata Dinda masih ngambek.


Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum kemudian ia pun langsung mencoba untuk menjelaskan kepadanya yang sejelas-jelasnya.


"Sayaaaang,,, dengerin mas.!!! Mas itu enggak pernah selingkuh sayang, mas ngomong kaya gituuu,,, biar kamu itu keluar bukain pintu untuk mas, soalnyaaa,,, mas enggak mau sayang bobo di luar, dingiiiiin.????" Kata pak Erik sambil merengek seperti orang kedinginan.


"Iiiiiiihhhhh maaaasss,,, kenapa mas bohongin Dinda sih.??? Mas jahat ih sama Dinda, mas jangan bobo sama Dinda.!!! Dinda enggak mau, mas udah jahat bohongin Dinda, mas jahat, jahat, jahat.!!!!" Kata Dinda manja sambil memukul-mukul dada pak Erik.


"Awwww sayang, udah jagan pukul-pukul mas teruuuuus,,, Aw aduh, aduh, sakit sayang.?!!!" Kata pak Erik kesakitan, sambil memegangi tangan Dinda agar berhenti memukuli dirinya.


"Enggak mau.!!! Mas keluar, Dinda enggak mau bobo sama maas.!!! Dinda enggak ma,,,,,,,,,,,,,,," Tiba-tiba ucapan Dinda terpotong, seketika ia pun langsung memeluk tubuh pak Erik dengan begitu eratnya.


"Mas Erik Dinda takut mas, Dinda takuuuut, gelap maaaas,,, Dinda takuuuut.????" Kata Dinda merengek ketakutan sambil terus memeluk tubuh pak Erik dengan begitu eratnya, karena tiba-tiba lampu didalam kamarnya mati.


Melihat lampu di kamarnya mati sampai Dinda ketakutan seperti itu, pak Erik pun langsung tersenyum, karena ternyata semua itu adalah salah satu dari rencana pak Erik dan bi Ijah, karena tadi pak Erik lah yang meminta bi Ijah untuk mematikan listriknya, pak Erik menyuruh bi Ijah untuk mematikan listriknya, karena ia sangat yakin dengan melakukan hal tersebut, Dinda tidak akan berani mengusirnya dari kamar seperti yang barus saja ia lakukan, karena ia sangat tau kalau Dinda istrinya itu sangat takut akan gelap.


"Mas Erik takut maaas,,,, gelap, Dinda takuuuut.???" Kata Dinda panik sambil mengeratkan pelukannya ke tubuh pak Erik.


Melihat Dinda ketakutan seperti itu, dengan segera pak Erik pun langsung membalas pelukannya dengan begitu erat.


"Ssssssttttt,,,, iya sayaaaang, kamu takut yah sayang, hah.???? Kamu takuuuut.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap-usap rambut Dinda.

__ADS_1


"Iya Dinda takut maaas,,, mas Erik jangan bobo diluaaar, mas bobo disini aja sama Dinda, Dinda takut maaaass.???" Kata Dinda, lagi-lagi ia merengek ketakutan, ia merengek seperti itu karena ia memang benar-benar sangat takut.


"Eeeeemmmm kasihaaaan,,, mas Jangan bobo diluaaaar, istri mas yang cantik ini takuuuut,, gelaaaap, hah.???" Kata pak Erik pelan, ia pura-pura menenangkan Dinda, sebenarnya dalam hatinya sekarang ini ia sedang tersenyum senang karena akhirnya ia dibolehkan tidur didalam kamar bersama dengannya.


"Iya takuuuut,,, mas Jagan bobo diluaaar.???" Kata Dinda manja.


"Iya enggaaaak,,, mas enggak bobo diluar yaaah.??? Mas temenin kamuuu, bobo disini." Kata pak Erik sambil terus memeluk tubuh Dinda dengan begitu eratnya.


Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung menganggukkan kepalanya dengan raut wajah yang masih sangat ketakutan.


"Ya udah, kamu enggak usah takut lagi yaaah,,, kan ada mas.??? Lebih baiiiik,,, sekarang kita bobo." Kata pak Erik sambil tersenyum.


"Iya bobooo,,, Dinda takuuuuut,,," Kata Dinda merengek manja.


Melihat tingkah laku istrinya yang sangat manja, pak Erik pun tersenyum.


"Ya udah sekarang kita bobo yaaah.???" Kata pak Erik, sambil membaringkan Dinda diatas ranjang, kemudian ia pun langsung memeluk kembali tubuhnya dengan begitu erat.


"Eeeeemmmm takut banget yah istri mas ini.??? Kasihan nih istri mas, lampunya enggak nyala-nyalaaaa, hah.???" Kata pak Erik lagi, sambil tersenyum karena lucu melihat Dinda Istrinya itu yang sangat polos dan gampang sekali untuk dibohongi.


"Uuuuuuhhh kasihan nih istri mas,,, takut yah, hah.???" Kata pak Erik pelan sambil menatap dalam wajah Dinda.


"Awww maaaass.????"



Seketika Dinda mendesah kenikmatan sambil menatap dalam wajah pak Erik, karena ternyata dari tadi ia sedang mengelabui Dinda, dengan cara mengajaknya ngobrol dan mencoba untuk menenangkan rasa takut dihatinya, namun sesungguhnya tangan pak Erik dari tadi sudah mulai nakal, tangan pak Erik perlahan terlihat menyelusup masuk kedalam baju dan bra Dinda, kemudian bermain-main dengan isi didalam bra tersebut.


"Kenapaaa,, hah.???"


__ADS_1


Kata pak Erik penuh dengan nafsu sambil menatap dalam wajah Dinda yang sedang terbaring tepat di bawah tubuhnya, dan terus menyelusupkan tangannya ke dalam bra Dinda.


"Aww,,, awwwwww maaaass.????"



Kata Dinda manja, lagi-lagi ia mendesah kenikmatan karena merasakan nikmat dari permainan tangan pak Erik itu.


Mendengar suara Dinda mendesah seperti itu, pak Erik pun tak tahan, perlahan ia pun mencoba untuk menciumnya.


"Maaaasss,,,,,,"



Kata Dinda sambil merintih kenikmatan karena merasakan ciuman dari pak Erik, ditambah lagi dengan permainan tangan pak Erik yang dari tadi masih meraba-raba dan memainkan bagian sensitifnya itu.


Mendengar rintihan dari Dinda, nafsu pak Erik semakin menggila, dengan segera ia pun langsung menciuminya kembali.



Setelah puas menciumi Dinda, pak Erik pun langsung memulai permainannya bersama dengannya malam itu juga.



Dan pak Erik pun terlihat sangat sibuk bermain-main dengan Dinda istri tersayangnya itu, dengan sangat rakus dan tanpa henti-hentinya.


Sampai akhirnya Dinda pun terdiam dan hanya bisa pasrah, ia membiarkan pak Erik bermain-main dengan tubuh seksinya itu sesuka dan semuanya sampai ia puas, karena sepertinya pak Erik benar-benar sudah membuat Dinda tidak bisa berkutik, karena saking lemas dan tak berdayanya dengan permainannya yang sangat-sangat berpengalaman itu.


########


Maaf yah kalau semakin hari Dinda itu semakin lebay.??? Dinda mah gitu orangnya, susah dikasih taunya 😁😁😁 enggak tau kali dia, kalau udah banyak banget yang bilang dia itu LEBAY.!!!! (Tapi santai aja.!!! Author enggak pernah marah kok, mau dikritik kaya gimana juga ✌️✌️✌️)

__ADS_1


Dan untuk pembaca setia DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU, tolong yah,,, like, coment dan vote.!!! Biar author tambah semangat up nya 🙏🙏🙏🙏


Karena jujur saja, kalau yang coment dan like sedikit, semangat author untuk nulis itu jadi benar-benar berkurang, maaf yah kalau kesannya pemaksaan 🙏🙏🙏 tapi untuk kali ini author memang lagi memaksa 😁😁😁😁, Karena apa.??? Karena hanya dengan baca coment dan lihat like dari kalian saja author sudah terhibur, apalagi kalau ada yang vote 😁😁😁.


__ADS_2