
DI KAMPUS.
Waktu menunjukkan pukul 02:00 Siang.
Terlihat Alana dan Siska yang baru saja keluar dari kelasnya dan sedang berjalan menuju pintu keluar kampus untuk pulang.
"Oh iya Alana, ngomong-ngomong buat apa sih loh mau cari kerjaan.?? Bukanya loh itu udah punya suami yah.?? Kaya lagi, kan loh tinggal minta aja tuh, duit sama suami loh itu tuh, kak Devano tuh.!! Buat beliin obat papah loh itu.?? Loh enggak usah lah, capek-capek cari kerjaan, lagian juga kan sekarang loh lagi ngajarin adiknya kak Devano les.?? Berarti loh masih punya doooong, penghasilan dari pak Erik buat beliin obat papah loh, iya kan.???" Kata Siska mencoba untuk memberi saran kepada Alana, ia berbicara seperti itu karena tanpa sepengetahuan dari kita, tadi Alana sempat curhat kepadanya kalau sekarang ini ia ingin mencari pekerjaan, untuk membelikan pak Adi Ayahnya Obat.
"Yaelahhh Sis,,, kayak kamu enggak tau aja, aku sama mas Devano itu menikah karena apa.?? Ya emang sih,,, sekarang ini aku lagi berusaha untuk mencintai mas Devano, aku juga berusaha agar bisa menjadi istri yang baik untuknya,,, tapi kan loh tau sendiri, sampai sekarang aja mas Devano masih ada hubungan sama kak Laras.?? Bahkan mas Devano itu sama sekali enggak cinta sama aku.?? Jadi mana berani lah aku minta duit sama mas Devano.?? Terus nih yah siiiiis,,, iya, sekrang ini aku memang ngajarin Kiara adiknya mas Devano itu les, tapi masa iya sih,,, sama adik ipar sendiri aku tega minta bayaran.?? Ya enggak mungkin dong Sis.??" Kata Alana mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada Siska sahabatnya itu.
Mendengar kata-kata dari Alana, Siska pun langsung tersenyum.
"Ya ampun Alanaaa, kamu ini baik banget siiiiiih.?? Kak Devano pasti nyesel deh nyia-nyiain istri sebaik kamu.??" Kata Siska sambil terus tersenyum, karena ia kagum dengan kebaikan Alana sahabatnya itu.
"Apaan sih kamu,,, lebay banget deh.!!" Kata Alana sambil tersenyum dan terus melangkah keluar menuju pintu kampus.
"Iya beneran Alanaaaa, kamu itu baik bang,,,,,," Seketika ucapan Siska terpotong.
"E, e, ehhh Alana, itu kayaknya kak Devano mau kesini deh.!!! Cieee yang udah punya suami,,,, pulangnya udah enggak sendiri lagi." Kata Siska sambil tersenum meledek Alana dan menatap kearah Devano yang sedang berjalan mendekat kearahnya dan juga Alana.
"Oh iya, itu mas Devano.???"
Kata Alana sambil tersenyum dan penuh semangat menatap kearah Devano yang sedang berjalan semakin mendekat kearahnya, yang sekarang ini sudah berdiri tepat di hadapannyan, ia tersenyum seperti itu, karena ia senang ternyata Devano suaminya itu, inget juga akan dirinya dan mau menunggunya untuk pulang bersama
"Oh iya Alana,,,,,,," Belum sempat Devano menyelesaikan ucapannya namun sudah terpotong.
"Entar dulu yah mas.??" Kata Alana.
"Sis, aku pulang dulu yah.??" Kata Alana sambil tersenyum.
"Ya udah kamu hati-hati yah di jalan.??" Kata Siska yang juga tersenyum karena ia sangat senang melihat Alana sahabatnya yang seperti sangat bahagia karena akan pulang bersama dengan Devano suaminya itu.
"Iya Sis, makasih yah.??" Kata Alana.
"Ya udah ayo mas, kita pul,,,,,,,,,"
Tiba-tiba ucapan Alana terpotong, seketika ia pun langsung terdiam, karena ia melihat Laras yang keluar dari dalam mobil Devano suaminya itu.
"Kak Devano.!!! Ayo cepetan.!!! Udah kasih tau Alana belum kalau sekarang ini kita mau jalan.???" Teriak Laras sambil menatap kearah Devano dan Alana, ia teriak seperti itu, karena ternyata dari tadi ia memang sudah berada di dalam mobil Devano, dan sekarang ini pun Devano menghampiri Alana, bukan karena ia ingin mengajaknya untuk pulang bersama, seperti apa yang Alana dan Siska fikirkan, melainkan ia akan menyuruh Alana untuk pulang sendiri, karena sekarang ini ia dan Laras berniat untuk jalan bersama.
Melihat Alana terdiam seperti itu, Siska yang memang masih berdiri dibelakang Alana pun langsung menghampirinya.
"Alana,,, kamu enggak papa kan.??" Kata Siska pelan sambil mengusap-usap pundak Alana, karena sesungguhnya ia sangat tau apa yang sedang Alana rasakan saat ini.
Mendengar kata-kata dari Siska, Alana masih terus terdiam, entah mengapa hatinya terasa sakit melihat Laras berada didalam mobil Devano suaminya itu.
"Alana, kamu enggak papa kan.?? Ya udah yah,, mas mau jalan dulu sama Laras.?? Inget.!!! Jangan ganggu-ganggu mas, dan jangan telepon-telepon mas.!!!" Kata Devano mencoba untuk mengingatkan Alana, kemudian ia pun mencoba untuk melangkah pergi meninggalkannya.
"Tunggu mas.!!! Alana enggak mau.!!! Alana mau ikut sama mas." Teriak Alana sambil menarik tangan Devano, sepertinya sekarang ini ia tidak rela melihat Devano suaminya itu jalan berdua dengan Laras.
"Apaan sih kamu.?? Kamu enggak usah ngaco deh.!!! Lepasin tangan mas.!!! Mas mau pergi." Kata Devano kesel sambil mencoba untuk melepaskan tangan Alana yang sedang menggenggam tangannya itu.
"Enggak mau.!!! Alana enggak mau ngelepasin tangan mas.!!! Pokoknya Alana mau ikut sama mas.??" Kata Alana dengan suara tinggi, sambil terus memegangi tangan Devano dengan begitu erat, karena sekarang ini ia benar-benar ingin ikut jalan bersama dengan Devano dan juga Laras.
"Lepasin.!!!" Kata Devano dengan suara tinggi sambil menghempaskan tangan Alana dengan begitu kuat, hingga akhirnya ia pun berhasil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alana.
"Kak Devano, kak Devano itu kasar banget sih sama istri sendiri.??" Kata Siska dengan suara tinggi, karena kesel melihat Devano yang sangat kasar kepada Alana.
Mendengar kata-kata dari Siska, alih-alih sadar, Devano malah justru pergi menghampiri Laras dan meninggalkan Alana yang masih berdiri bersama dengan Siska itu.
"Mas Devano.!!!"
Teriak Alana sedih sekaligus kesal, sambil terus menatap kearah Devano yang sedang berjalan menghampiri Laras, yang sekarang ini sudah masuk ke dalam mobil bersamanya.
Melihat keadaan Alana seperti itu, Siska pun langsung mencoba untuk menenangkannya.
"Ssssssttttt,,, udah, udah, Alana.!!! Kamu enggak usah marah-marah kayak gitu.?? Udah biarin aja mereka berdua itu mau kemana." Kata Siska kesel sambil mengusap-usap pundak Alana, karena ia benar-benar sangat tau apa yang sedang Alana rasakan saat ini.
"Ya udah ayo.!!! Lebih baik sekarang kita duduk.!! Biar kamu tenang." Kata Siska memcoba untuk menenangkan Alana lagi, sambil merangkul pundaknya, kemudian mengajaknya untuk melangkah menuju tempat duduk, namun belum sempat mereka berdua melangkah, tiba-tiba mereka melihat Raka yang sedang berdiri tepat di belakangnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"K, k, kak Raka.??" Kata Alana gugup, karena ia kaget melihat Raka yang ternyata sedang berdiri di belakangnya itu.
Melihat Alana gugup seperti itu, lagi-lagi Raka pun tersenyum.
"Itu tadi Devano kenapa.?? Terus dia mau kemana.???" Kata Raka sambil menatap kearah Devano yang sudah pergi entah kemana, ia berbicara seperti itu karena ternyata dari tadi ia memang sudah berdiri dibelakang mereka semua dan menyaksikan semua kejadian antara Devano dan Alana itu.
"I, i, itu kak,,, t, t, tadi mas Devano,,,,," Belum sempat Alana menyelesaikan ucapannya namun sudah terpotong.
"Itu kak, tadi kak Devano jalan sama pacarnya, si Lar,,,,,,,,,,," Seketika ucapan Siska terpotong.
"Aw.!!! Aduh, aduh.!!!" Teriak Siska kesakitan karena kakinya diinjak oleh Alana, sepertinya Alana sengaja menginjak kaki Siska, karena ia tidak mau mendengar Siska melanjutkan kata-katanya itu kepada Raka, yang sebenarnya Raka pun sudah mengetahui semuanya.
"Itu kak, tadi mas Devano nya lagi ada urusan dulu sama kak Laras." Kata Alana sambil tersenyum, ia sengaja berbohong dan menutup-nutupi kebusukan Devano suaminya itu, karena ia tidak mau Raka tau dengan nasib rumah tangganya sekarang ini.
"T, t, tadi loh ngomong apa.?? K, k, kak Devano lagi ada urusan sama kak Laras.?? B, b, bukanya kak Devano itu lagi jal,,,,,," Lagi-lagi ucapan Siska terpotong, karena tiba-tiba ia melihat Alana melototkan matanya.
"Ooooh,,, i, i, iya bener kak.!!! T, t, tadi kak Devano lagi ada urusan sama kak Laras.!!! I, i, iya bener,,, a, a, ada urusan sama kak Laras kak.??" Kata Siska gugup karena ia pun ikut berbohong kepada Raka, karena sepertinya sekarang ini ia sudah maksud dengan kode dari Alana itu.
"Ohhh gituuu.???" Kata Raka sambil tersenyum, ia pura-pura tidak tau dengan semuanya.
"I, i, iya kak.!!" Kata Siska lagi-lagi gugup.
"Oh iya kak, itu kak Raka bawa apaan.??" Kata Alana penasaran, sambil menatap kearah tangan Raka yang sedang membawa setumpuk lembar kertas.
"Oh ini.??? Ini formulir,,, nih aku kasih satu-satu buat kalian, takutnya kalian berminat." Kata Raka sambil menatap kearah kertas formulir yang sedang ia pegang dan kemudian memberikannya satu-satu kepada Alana dan Siska.
"I, i, ini formulir apa ya,,,,,,,," Seketika ucapan Alana terpotong.
"What.??? Ini formulir pendaftaran, untuk jadi model iklan salah satu produk dikantor kak Raka.??" Kata Siska dengan suara tinggi karena kaget membaca apa isi dari formulir tersebut.
"Loh harus ikut Alana.!!! Loh harus ikut.!!! Ini tuh kesempatan buat loh Alana, loh kan sekarang ini lagi butuh banget pekerjaan.?? Siapa tau aja loh itu kepilih.??" Kata Siska tergesa-gesa dan penuh semangat, karena ia senang akhirnya ada lowongan pekerjaan untuk Alana sahabatnya itu.
"Apa.?!!! A, a, aku.?? E, e, emang bisa kak,,, A, a, Alana ikut daftar.???" Kata Alana gugup karena ia tidak yakin kalau dirinya bisa ikut mendaftar formulir tersebut.
Melihat Alana gugup seperti itu, lagi-lagi Raka pun tersenyum.
"Ya bisa, siapa aja yang mau daftar bisa kok.!!! Karena nanti kan disaring lagi, siapa yang akan terpilih nantinya, dan kalau kamu memang serius mau daftar, daftar aja.!!" Kata Raka serius, karena pendaftaran formulir tersebut terbuka untuk siapa saja yang mau ikut.
"Benernan kak.??? Ya udah Alana mau ikut kak.!!! Alana mau ikut daftar yah kak.???" Kata Alana tergesa-gesa sambil tersenyum karena senang akhirnya ia mendapat lowongan pekerjaan, yang artinya ia bisa membelikan obat untuk pak Adi papahnya yang sekarang ini sedang sakit itu.
"E, e, ehhh Alana, tunggu dulu deh.!! Emang loh di dizinin sama kak Devano.??" Kata Siska mencoba untuk mengingatkan Alana.
"Udaaaahhh,, kalau kamu mau ikut, ikut aja.!!! Nanti biar aku yang izin sama Devano." Kata Raka mencoba untuk memberi semangat lagi kepada Alana.
"Beneran kak.?!! Kak Raka yang mau minta izin sama mas Devano.??" Kata Alana sambil tersenyum dan kembali bersemangat, karena ia sangat yakin kalau Raka yang meminta izin kepada Devano, pasti Devano suaminya itu akan mengizinkannya.
"Iya beneran." Kata Raka sambil tersenyum dan mencoba untuk meyakinkan Alana.
"Oh iya Alana, tapi sebelumnya aku mau kasih tau dulu,,, pemotretannya harus dilakukan hari ini juga, di kantor aku yah.?? Dan terus,,, karena ini adalah pemilihan model, jadi enggak papa kan kalau kamu pakai baju yang sedikit terbuka.??" Kata Raka serius, ia mencoba untuk memberi tahu Alana terlebih dahulu, tentang apa saja pekerjaan yang harus ia lakukan.
"O, o, ohhh gitu yah kak.?? Eeemmm,,,, gimana yah.???" Kata Alana bingung dan sedikit ragu, karena ia memang tidak biasa memakai baju seksi dan terbuka, karena pak Adi Ayahnya memang tidak pernah mengizinkannya.
"Tapi kamu enggak usah khawatir.!!! Memang bajunya terbuka, tapi enggak terbuka-terbuka banget sih.???" Kata Raka mencoba untuk memberi tahu Alana, kalau baju terbuka yang akan dipakai olehnya masih dibatas yang wajar.
"Oohhh gitu kak.??" Kata Alana masih sedikit Ragu.
"Udah lah Alana, loh ambil aja.!!! Loh Jangan terlalu banyak berfikir.!!! Mumpung sekarang ini loh lagi dapat lowongan pekerjaan, emang loh mau apa enggak bisa beliin obat buat papah loh.??" Kata Siska mencoba untuk memberi saran kepada Alana sahabatnya itu.
Mendengar nasehat dari Siska, Alana pun langsung terdiam.
"Bener juga yah kata Siska, kalau aku tolak pekerjaan ini.?? Aku bisa dapat duit dari mana lagi buat beliin obat papah aku.?? Kayaknya aku memang harus terima pekerjaan ini deh.!!!" Kata Alana dalam hati.
"Y, y, ya udah Alana mau kak.!!!" Kata Alana sambil tersenyum, sepertinya sekarang ini ia sudah mantap menjadi model iklan salah satu produk di kantor Raka.
Mendengar kata-kata dari Alana, Raka dan Siska pun tersenyum, kemudian dengan segera Raka pun langsung mengajak Alana pergi ke Kantornya, karena seperti yang kita tau, pemotretan itu harus di lakukan sekarang juga.
"Ya udah Alana, loh hati-hati yah.?? Semoga aja loh terpilih, semangat.!!! Maaf banget gw enggak bisa ikut nemenin loh.???" Kata Siska sambil tersenyum dan mencoba untuk memberikan semangat kepada Alana sahabatnya itu.
"Iya Sis, terimakasih yah.??" Kata Alana sambil tersenyum, kemudian Alana pun tangsung pergi bersama Raka menuju kantor tersebut.
DI TEMPAT BERBEDA, DI KAFE.
Terlihat Laras yang sedang duduk dan sibuk memilih menu makanan kesukaannya, akan tetapi tidak dengan Devano, dari sejak ia meninggalkan Alana tadi di kampus, ia terlihat terdiam dan tak bersuara sama sekali.
"Apa yang baru saja gw lakukkan sama Alana.?? Kenapa tadi gw bisa sekasar itu yah sama dia.?? Enggak seharusnya tadi itu gw ninggalin dia di kampus begitu aja, dan seharusnya tadi itu waktu di kampus,,, gw anterin dia pulang dulu."
__ADS_1
Kata Devano dalam hati sambil terus terdiam, karena sepertinya sekarang ini ia sangat menyesal, sudah berbuat kasar kepada Alana waktu di kampus.
"Kira-kira sekarang ini Alana di mana yah.??? Terus sekarang ini dia udah pulang apa belum.???" Kata Devano lagi dalam hati, panik dan khawatir memikirkan keadaan Alana sekarang ini.
Melihat Devano terdiam seperti itu, Laras yang dari tadi sedang sibuk memilih menu makanan kesukaannya pun langsung terhenti.
"K, k, kak Devano,,, kak Devano kenapa.?? Kok dari tadi kak Devano diam aja.??" Kata Laras bingung melihat Devano yang dari tadi hanya terdiam seperti itu dan tidak seperti biasanya.
"Kak Devanooo,,, halooo,,,?? Kok kak Devano diem aja sih.?? Kak Devano enggak kenapa-nap,,,,,,,," Seketika ucapan Laras terpotong.
"Eh iya ada apa Alan,,,,,,,,,,na." Seketika ucapan Devano tersendat, ia kaget bukan main karena sepertinya sekarang ini ia keceplosan menyebut nama Alana di depan Laras.
"Aduuuuhhh,, kenapa gw bisa keceplosan nyebut nama Alana di depan Laras kayak gini sih.??? Sebenarnya ada apa sih dengan perasaan gw sekarang ini.?? Kenapa sekarang ini gw jadi inget sama Alana terus yah.??" Kata Devano dalam hati panik, namun ia juga bingung dengan perasaannya sekarang ini, kenapa ia terus-terusan memikirkan Alana istrinya itu.
"T, t, tadi kakak ngomong apa.?? S, s, siapa.??? A, a, Alana.???" Kata Laras gugup dan kaget mendengar Devano yang tiba-tiba menyebut nama Alana di hadapannya.
"Eh, iya kenapa.?!! A, a, Alana yah.?? I, i, itu,,,, t, t, tadi,,, eeemmm.??? T, t, tadi,,, k, k, kakak,,,,,,," Belum sempat Devano menyelesaikan ucapannya namun sudah terpotong.
"Ssssssttttt,,, udah kakak enggak usah jelasin.!!! Laras ngerti kok.!!" Kata Laras sambil tersenyum, ia mencoba untuk tenang dan tidak marah, meskipun sesungguhnya hatinya sekarang ini sudah tidak karuan.
"Kurang ajar.!!! Kenapa kak Devano tiba-tiba bisa menyebut nama Alana sih.?? Apa jangan-jangan.!!! Kak Devano udah mulai jatuh cinta lagi sama Alana.??" Kata Laras dalam hati panik dan kesal, karena sepertinya ia sangat ketakutan kalau sampai Devano benar-benar jatuh cinta kepada Alana.
"Kalau benar kak Devano udah mulai jatuh cinta sama Alana, kayaknya gw harus susun rencana nih, supaya gw bisa memiliki kak Devano seutuhnya.?? Supaya kak Devano mau menikahi gw.?? Iya bener,,, gw harus susun rencana, tapi apa yah rencananya.??" Kata Laras dalam hati bingung memikirkan rencana apa yang akan ia lakukan untuk Devano.
"E, e, ehhh tunggu dulu.!!! Bukannya besok itu kak Devano mau ajakin gw ke pesta ulang tahun temennya yah, yang namanya Tania.?? Eeemmmm kayaknya gw bisa nih menjalankan rencana gw ini di acara itu." Kata Laras lagi dalam hati sambil tersenyum senang, karena akhirnya ia mempunyai kesempatan untuk menjalankan rencana jahatnya itu kepada Devano, namun entah apa rencana jahatnya itu, ia berbicara seperti itu, karena tanpa sepengetahuan dari kita, ternyata Devano memang sempat mengajak Laras untuk menghadiri pesta ulang tahun Tania, iya,,, Tania, mantan kekasihnya yang dulu pernah selingkuh dengan Rasya sahabatnya sendiri.
"L, L, Laras,,, k, k, kamu kenapa.?? Kok kamu dari tadi diem aja.???" Kata Devano bingung melihat Laras yang dari tadi terdiam setelah mendengar dirinya menyebut nama Alana.
"Eh iya kenapa kak.?? E, e, enggaaak,, L, L, Laras enggak kenapa-napa kok.!!" Kata Laras gugup karena ia sedang berbohong.
"Oooohhh,, kirain kakak kamu kenapa-napa.?? Ya udah ayo kita psesen makan,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong, karena ia mendengar ada pesan masuk di ponselnya TING.!!!
"E, e, entar dulu yah.?? Kakak mau cek dulu chat ini dari siapa.??" Kata Devano sambil buru-buru mengecek pesen tersebut dari siapa, dan ternyata pesan tersebut dari Raka.
*Isi pesan tersebut*
"Dev, sekarang Alana lagi di kantor aku yah.?? Dia lagi jadi model iklan buat salah satu produk di kantor aku, dan kayaknya dia pulang malam deh.!!! Tapi kamu tenang aja.!!! Istri kamu ini aman kok bareng aku, nanti pulangnya aku yang anterin."
"Apa.?!!! Alana sekarang lagi bareng Raka.?? Dan Alana sekarang ini lagi jadi model iklan salah satu produk di kantor Raka.?? Bukannya model iklan salah satu produk di kantor Raka itu pakeanya seksi-sek,,,,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong, karena tiba-tiba ia mendapat pesan masuk berupa foto dari Raka.
TING.!!!
"Apa.?!!? Enggak, enggak mungkin.!!! Enggak mungkin Alana memakai pakaian se seksi ini di depan Raka, ini semua enggak mungkin.!!! Gw harus kesana samperin Alana sekar,,,,,,,," Lagi-lagi ucapan Devano terpotong, karena lagi-lagi Raka mengirimkan pesan untuknya.
TING.!!!
TING.!!!!
"Cantik juga yah Dev istri kamu ini.?? Sayang banget loh kalau istri secantik ini di sia-siain.?? karena apa.?? Karena ternyata orang-orang di kantor aku banyak loh Dev yang tertarik sama istri kamu ini.?? Kamu jaga baik-baik yah istri kamu ini.?!!! Takut di ambil sama Orang.!!!" Tambahan kata dari Raka di dalam pesan tersebut.
"Apa.?!!! Raka ngomong apa.?? Di kantor Raka banyak orang-orang yang tertarik sama Alana.?? Maksud Raka apa ngomong kayak gitu.?? Apa jangan-jangan.!!! Ini kode dari Raka lagi buat gw.??? Kalau sebenarnya,,, Raka yang mau merebut Alana dari gw.???" Kata Devano dalam hati panik dan ketakutan, karena setaunya sekarang ini Raka dan Alana itu mempunyai hubungan.
"Enggak, ini semua enggak bisa di birain.!!! Gw harus kesana jemput Alana sekarang juga.!!! Iya,, gw harus jemput Alana sekarang juga." Kata Devano lagi dalam hati semakin panik, karena sepertinya tanpa ia sadari sekarang ini, ia sangat ketakutan kalau sampai Raka sepupunya itu akan merebut Alana darinya, kemudian dengan segera ia pun langsung buru-buru beranjak dari tempat duduknya, dan mencoba untuk pergi dari kafe tersebut meninggalkan Laras.
"Kak Devano.!!! Kak Devano mau kemana.??" Kata Laras yang dari tadi masih duduk disampingnya, ia bingung melihat Devano yang tiba-tiba mau pergi meninggalkan dirinya seperti itu.
"L, L, Laras,,,, m, m, maaf banget yah.??? S, s, sekarang juga kakak harus pergi jemput Alana." Kata Devano gugup dan tergesa-gesa, sambil buru-buru melanjutkan langkahnya kembali untuk menjemput Alana.
"Apa.?!!! Tadi gw enggak salah dengar kan.??? K, k, kak Devano mau jemput Alana.??" Kata Laras dalam hati gugup dan tak percaya mendengar kata-kata dari Devano itu.
"Enggak, ini enggak bisa dibiarin.!!! Gw harus mencegah kak Devano." Kata Laras lagi dalam hati.
"Kak Devano, kak.!!! Kakak jangan pergi kak.!!! Laras sama siapa di sini kak.?!!!" Teriak Laras mencoba untuk mencegahnya.
"Maaf Ras, kakak enggak bisa.!!! Kakak harus pergi sekarang." Teriak Devano sambil terus berjalan untuk menjemput Alana dan meninggalkan Laras hanya sendiri di kafe tersebut.
"Kurang ajar.!!! Kayaknya sekarang ini kak Devano memang udah benar-benar jatuh cinta deh sama Alana, Iya,,, sekarang ini kak Devano udah mulai jatuh cinta sama Alana, Jadi kayaknya besok malam gw memang harus jalankan rencana gw di pesta ulang tahun Tania." Kata Laras dalam hati kesal melihat Devano tidak mengikuti perintah darinya, dan sepertinya sekarang ini ia semakin matang untuk menjalankan rencana jahatnya itu kepada Devano besok di acara pesta ulang tahun Tania.
#######
Karena kalian semua sudah memenuhi keinginan author untuk like, coment, dan vote, jadi sekarang ini author memenuhi janji author kepada kalian untuk Up.!!! 😍
__ADS_1
Jangan lupa.!!!
Like, coment dan vote.!!! Biar author tambah semangat lagi.!!! Dan bisa Up cepat seperti sekarang ini 😍😍😍