
DI RUMAH SAKIT.
Waktu menunjukkan pukul 08:00 pagi.
Terlihat Dinda yang masih tertidur pulas di tempat tidurnya.
"Sayaaaang, Dindaaa, bangun.! Udah siang sayaaang." Kata Erik pelan sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dinda.
"Eeuuuuuummm maaas, Dinda masih ngantuuuk.?" Kata Dinda dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Eeeeemmmm kamu masih ngantuk yah sayang hah.? Tapi sekarang kamu harus bangun yaaah.?" Kata Erik lagi, sambil mengusap-usap rambutnya.
"Tapi Dinda masih ngantuk maaas, lagian emang ada apa sih Dinda harus bangun sekaraaang.?" Kata Dinda sambil merengek.
"Sayaaaang, emang kamu lupa yah.? Kan hari ini Devano udah boleh keluar dari ruangannya, dan sebentar lagi Devano kesini, masa Devano kesini mamahnya masih bobooo.?" Kata Erik sambil tersenyum melihat tingkah laku Dinda istrinya itu.
Mendengar kata-kata dari Erik, seketika rasa ngantuk Dinda pun langsung hilang karena saking senangnya.
"Oh iya, Dinda lupa mas.! Kan hari ini Devano udah boleh keluar yah.? Eeeemmmm Dinda udah pengin cepet-cepet lihat Devano maaas.? Devano mukanya mirip siapa sih mas.? Mirip mamahnya yang cantik, apa mirip papahnya yang ganteng.?" Kata Dinda penasaran sambil tersenyum senang, karena sebentar lagi Devano jagoan kecilnya itu akan keluar dari ruangannya.
Mendengar kata-kata dari Dinda, Erik pun tersenyum.
"Ya harus mirip papahnya yang ganteng doong.! Biar jadi jagoan juga kayak papahnya, kalau mirip mamahnya, bisa-bisa entar jadi manja banget lagi kayak gini nih.! Penginnya disayang-sanyang mulu sama mas nih, hah.?" Kata Erik sambil mencubit gemas hidung Dinda.
"Eeeeemmmm maaaasss, biarin manja jugaaa.! kan Dinda seneng kalau dimanja-manja sama mas." Kata Dinda dengan sangat manjanya.
Melihat tingkah laku istrinya yang sangat manja, lagi-lagi Erik pun tersenyum.
"Iyaaa, manja juga enggak papa kok.! Yaaah.?" Kata Erik sambil mengusap-usap rambutnya.
"Ya udah bangun yuk sarapan.! Tar keburu Devano kesini lagi, kalau Devano kesini kamu belum sarapan, nanti kamu lemes, kan nanti ASI kamu dinen sama Devano." Kata Erik penuh perhatian.
"Oh iya mas.! Ini Dinda sekarang tambah sakiiiit, semalam sih mas kasar bangeeet.! Kan jadinya sekarang tambah sakit maaas.?" Kata Dinda merengek, sambil mengusap-usap gunung kembarnya. Ia berbicara seperti itu, karena semalam setelah suster keluar dari ruang rawatnya, ternyata Erik langsung melanjutkan aksinya kembali, bahkan semalam itu Erik benar-benar seperti bayi yang baru lahir yang sangat kehausan dan kelaparan, dan ia melanjutkan aksinya itu sampai pagi dengan sangat buas, seperti orang kesetanan sampai-sampai Dinda berkali-kali menjerit kesakitan karena ia menyesap dengan sedikit kasar tanpa henti-hentinya.
Mendengar rengekan Dinda, Erik pun langsung memeluknya.
"Eeeeeemmmm kasihaaaan, mas minta maaf yaaah.? Abisnya semalam itu mas hauuuuss, jadinya mas enggak mau berhenti deh nen nya.!" Kata Erik mencoba merayu Dinda agar tidak marah.
"Ya udah deh.! Mas Dinda maafin, tapi entar malam jangan kasar-kasar lagi.! Dinda enggak mauuuu, sakit maaass.?" Kata Dinda.
Mendengar ucapan Dinda, Erik hanya terdiam sambil tersenyum.
"Lucu banget sih kamu.! Katanya sakit, tapi kok malah minta nambah lagi sih nanti malam." Kata Erik dalam hati, sambil terus tersenyum karena lucu melihat Dinda yang selalu ketagihan dengan sentuhannya.
"Mas Erik kenapa sih.? Kok mas Erik malah senyum-senyum.?" Tanya Dinda heran dan bingung melihat Erik tersenyum seperti itu.
Mendengar ucapan Dinda, seketika Erik pun langsung bangun dari bengongnya.
"K, k kenapa.? Oooh enggaaaak, enggak papa.! Mas cuma lagi pengin senyum aja lihat istri mas yang cantik ini nih.!" Kata Erik gugup, sambil mencubit manja hidung Dinda, ia berbohong karena ia tidak mau kalau sampai Dinda tau apa yang ada didalam pikirannya sekarang, karena ia tidak mau kalau sampai Dinda malu.
"Oh iya sayang.! Emang enak banget yah semalam, hah.? Sampai-sampai nanti malam kamu pengin lagi, emang enggak sakit.?" Kata Erik serius.
"Sebenernya sakiiiit, tapi enaaaak.? Makanya entar malam mas jangan kasar-kasar lagi.! sakiiit," Kata Dinda dengan sangat manjanya.
"Iyaaaa, entar malam mas enggak kasar-kasar lagi yaaaah.? Kasihan istri mas ini kesakitan." Kata Erik sambil tersenyum.
"Oh iya mas, Dinda lupa.! Kan entar malam Devano udah bobo bareng kita, kalau ASI Dinda dinen sama mas, entar Devano enggak kebagian ASI Dinda lagi, habis semua sama mas.!" Kata Dinda dengan polosnya, ia baru ingat kalau ternyata nanti malam Devano sudah tidur bersama dengannya dan juga Erik.
"Oh iya yah, entar malam Devano bobo bareng kita.? Yaaaah berati mas enggak bisa nen kaya semalam lagi nih.! Semuanya buat Devano." Kata Erik memasang wajah sedih agar Dinda kasihan.
"Iiiiiihhhhh kok mas sedih sih.? Mas enggak usah sediiiih.! Lagian kan nen Dinda ada dua, jadi biar adiiiiil, entar mas satu, terus Devano juga satu, yaaaah.?" Kata Dinda lagi-lagi menjawab dengan sangat polosnya.
Mendengar ucapan Dinda, Erik pun tersenyum, kemudian ia pun langsung mengeratkan pelukannya.
"Eeeeeeeemmm, istri mas ini pinter banget siiiiih.?" Kata Erik memuji-muji Dinda agar ia seneng.
"Iya dooong.! Siapa dulu, istri m,,,,,,,," Seketika ucapan Dinda terpotong, karena ia mendengar suara tangisan bayi dari balik pintu kamar rawatnya.
"Eaaaaaaaa,,, eaaaaaaaa,,, eaaaaaaaa,,," Suara tangisan bayi tersebut.
Mendengar suara tangisan bayi, Dinda pun langsung tersenyum bahagia.
"Mas,,, itu tangisan Devano bukan mas.??? Iiiiiihhhhh mas,, Dinda pengin cepet-cepet lihat, itu Devano bukaaan.???" Kata Dinda tak sabar pengin cepet-cepet lihat Devano, karena dari Dinda melahirkan Dinda belum pernah sekalipun melihat wajah Devano anaknya itu.
"Enggak tau juga yah.??? Ya udah yah mas coba cek kelu,,,,,,,,," Belum juga pak Erik selesai berbicara, pak Erik sudah melihat Suster dan Dokter masuk ke ruang rawat Dinda sambil menggendong Devano anaknya.
Melihat suster masuk sambil menggendong Devano, Dinda pun langsung tersenyum karena saking bahagianya.
"Suster, ini Devano anak Dinda sus.??? Eeeemmmm Devano lucu banget siiiih.??? Devano mirip mamah nih.???" Kata Dinda sambil mengusap usap pipi Devano yang sedang digendong oleh suster.
__ADS_1
Melihat perlakuan Dinda kepada Devano yang seperti sangat menyayanginya, suster tersebut pun tersenyum, begitupun juga dengan pak Erik.
"Oh iya sus, boleh kan saya gendong Devano.???" Kata pak Erik sopan.
"Boleh kok pak,," Jawab suster sopan.
"Ya udah sekarang dede sama papahnya dulu yahhh.???"
Kata suster lagi, sambil tersenyum dan memberikan Devano kepada pak Erik.
"Oh iya pak, bu, hari ini ibu Dinda dan juga bayinya sudah boleh pulang yah.???" Sambung Dokter sambil memeriksa keadaan Dinda, Dokter mengizinkan Dinda pulang hari ini, karena keaadaan Dinda sekarang ini sudah membaik begitupun juga dengan Devano anaknya.
"Oh iya Dok, terimakasih." Jawab pak Erik sopan sambil menggendong Devano
Setelah selesai memeriksa dan mengantarkan Devano kepada Dinda, Dokter dan suster tersebut langsung keluar dari ruang rawat Dinda.
Melihat suster dan dokter keluar, Dinda pun langsung heboh.
"Mas, Devano mana mas, cepetan sini Dinda mau gendooong.????" Kata Dinda sambil mengulurkan tangannya, karena Dinda sudah tidak sabar ingin menggendong Devano.
Melihat tingkah laku Istrnya seperti itu, pak Erik pun tersenyum.
"Emang kamu udah bisa gendong Devano sayang, hah.??? Emang perut kamu udah enggak sakit lagi.???" Kata pak Erik sedikit khawatir karena takut perut Dinda yang bekas operasi Kenapa-napa.
"Ya masih sakit sih mas,, tapi kan Dinda gendongnya sambil duduk, Cepetan mana Devano nyaaa, Dinda pengin gendooong.???" Kata Dinda merengek pengin cepet-cepet gendong Devano.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun langsung duduk kembali di samping Dinda.
"Devano sama mamah dulu yaaah.???" Kata pak Erik sambil memberikan Devano kepada Dinda, dengan sangat hati-hati.
"Ya udah sayang, mas beres-beres barang-barang kamu dulu yah.??? Mas udah enggak sabar nih pengin cepet-cepet bawa Istri mas yang cantik ini,, sama Devano si jagoan papah ini pulang ke rumah nih..???" Kata pak Erik lagi, sambil mengusap-usap pipi Devano kemudian langsung beranjak untuk membereskan semua barang-barang Dinda.
"Eeeeemmmm Devano anak mamah lucu banget siiiiih,,,, kaya mamahnya nih Devano nih, lucu-lucu nih.??? Uuuuuuhhh Devano masih ngantuk yah.???"
Kata Dinda sambil tersenyum dan menatap wajah lucu Devano yang berada digendonganya.
Melihat perlakuan Dinda yang seperti sangat menyayangi Devano anaknya, pak Erik yang sedang sibuk membereskan barang-barang pun tersenyum, pak Erik tersenyum karena sangat senang, akhirnya lengkap sudah kebahagiaan keluarga kecilnya.
Sedangkan Devano yang mendengar kata-kata dari mamahnya malah justru langsung menangis.
Melihat Devano menangis digendonganya Dinda pun panik.
"Sssstttttt sayaaang,, Dede Vano kenapa nangiiiis.??? Sssstttttt udah Dede Vano jangan nangis, ini mama say,,,,,," Seketika ucapan Dinda terpotong, kemudian Dinda langsung merengek kepada pak Erik.
"Iiiiiiihhhhh mas Eriiiiik,,????" Kata Dinda sambil cemberut menatap kearah pak Erik.
Mendengar rengekan dari Dinda, pak Erik pun langsung menatap kearahnya.
"Ada apa sayang,,, kenapa.??? Dede Vano nya kenapa, hah.???" Tanya pak Erik pelan.
"Dede Vano nya pipis di Dindaaa, baju Dinda semuanya basaaaah.???" Jawab Dinda merengek, sepertinya Devano menangis karena tidak betah dengan bajunya yang basah.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum.
"Ya udah kamu gantiin dulu baju Devano yah sayang, mas lagi sibuk nih.???" Kata pak Erik.
"Tapi Dinda enggak bisa maaas.???" Jawab Dinda merengek.
"Pasti bisaaaa,,,, kamu belajar dong makanya.?!!!" Kata pak Erik.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun akhirnya menurutinya, dengan segera Dinda pun langsung membuka baju Devano dengan hati-hati.
"Eeeemmm kok anak mamah pipis di mamah siiiihhhhh.??? Masa mamahnya baru gendong langsung dipipisin ajaaa.??? Dede Vano nakal nih, sama mamah nih.???" Kata Dinda sambil mengusap-usap pipi Devano.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik hanya tersenyum sambil terus membereskan barang barang Dinda, hingga akhirnya pak Erik pun selesai membereskan semuanya, setelah selesai membereskan semuanya, pak Erik pun langsung membawa Dinda dan Devano jagoannya pulang ke rumahnya.
*********
DI RUMAH PAK ERIK.
Waktu menunjukkan pukul 11:00 malam
Terlihat Dinda dan Devano yang sudah tertidur dengan pulas di tempat tidurnya, setelah berkali-kali Dinda terbangun karena Devano meminta ASI kepadanya akhirnya Dinda dan Devano bisa juga tidur dengan pulas, karena tanpa sepengetahuan kita dari Devano sampai di rumahnya, Devano sebentar-sebentar nangis dan rewel pengin ASI, apalagi saat menjelang malam Devano semakin rewel dan semakin sering menangis meminta ASI, tentunya semua para PEMBACA tau lah rewelnya bayi baru lahir itu seperti apa.
Dinda dan Devano memang sudah tertidur dengan pulas, akan tetapi tidak dengan pak Erik, dari sejak pak Erik pulang dari rumah sakit, pak Erik sibuk mengerjakan pekerjaannya dari kantor.
__ADS_1
Pak Erik mengerjakan pekerjaannya di Rumah, karena sekarang ini pekerjaan pak Erik sangat banyak dan menumpuk, mengingat sudah berapa hari pak Erik tidak masuk kantor dan Arya yang biasanya membantunya saat dirinya tidak bisa masuk kerja, sekarang masih berada di Korea.
Pak Erik mengerjakan pekerjaannya tidak di ruang kerjanya, pak Erik lebih memilih mengerjakannya di dalam kamar, karena pak Erik ingin sekalian membantu Dinda menjaga Devano, pak Erik melakukan semua itu karena pak Erik sangat tau betapa menguji kesabarannya mengurus bayi yang baru lahir itu, apalagi pak Erik juga sangat tau kalau Dinda istrinya itu paling tidak bisa sabar, jadi pak Erik takut kalau sampai Dinda khilaf berbuat kasar kepada Devano jagoan kesayangannya itu.
Pak Erik terus sibuk mengerjakan pekerjaannya, namun disaat pak Erik sedang sibuk mengerjakan semua itu, tiba-tiba Devano terbangun dari tidurnya dan lagi-lagi menangis.
"Eaaaaaaaa,,, eaaaaaaaa,, eaaaaaaaa,,,," Suara Devano menangis.
Mendengar suara Devano menangis, dengan segera pak Erik pun langsung menghampiri dan menggendongnya.
"Uuuuuuhhh cup, cup, cup.!!! Jagoan papah kok nangis lagi siiiiih.??? Eeeemmmm jagoan papah ini laper yah,, pengin susu lagi yah.?? Kita bangunin mamah yah sayang yaaaah,, biar Dede Vano bisa minum susu." Kata pak Erik pelan, sambil berusaha untuk menangkan Devano yang sedang menangis, kemudian dengan segera pak Erik pun langsung membangunkan Dinda.
"Sayaaaang,,,, bangun sayaaaaang, Dede Vano bangun nih.??? Haus kali pengin susu lagi sayang, banguuuun." Kata pak Erik pelan sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dinda.
"Eaaaaaaaa,,, eaaaaaaaa,,, eaaaaaaaa,,," Suara Devano yang lagi-lagi menangis.
Mendengar pak Erik membangunkan dirinya, perlahan Dinda pun mencoba untuk bangun.
"Eeuuuuuummm,,, ada apa maaas.???" Kata Dinda dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, sambil menatap kearah pak Erik dan Devano.
"Ya ampuuuun,, Dede Vano udah bangun lagi maaas.??? Eeeeemmmm Dinda masih ngantuk maaaas.???" Kata Dinda merengek karena Devano yang lagi-lagi bangun.
Melihat istrinya seperti itu pak Erik pun tersenyum.
"Sayaaaang,,, kamu harus bangun.!!! Kamu enggak boleh kaya gituuu.??? Kan Devano ini anak kamu, ini Devano pengin susu.??? Kamu bangun yaaah.???" Kata pak Erik pelan sambil terus mencoba untuk membangunkan Dinda.
" Tapi Dinda masih ngantuk maaaasss.??? Baru aja tadi Dinda bangun, masa udah bangun lagi siiiiih.??? Lagian Dinda enggak bisa kasih Devano susu mas, kan masih sakiiiiit, sejak pulang dari rumah sakit kan Dede Vano minum ASI Dinda teruuuus.??? Kata Dinda merengek, Dinda tidak mau bangun karena Dinda memang benar-benar masih sangat ngantuk
"Eaaaaaaaa,,, eaaaaaaaa,,, eaaaaaaaa,,,," Suara Devano menangis semakin kencang.
Mendengar Devano menangis semakin kencang, pak Erik pun panik.
" Sayang ayo cepetan banguuuun.!!! Jangan kaya gitu ah, mas enggak suka.!!! Ayo cepetan bangun.!!!" Kata pak Erik sedikit kesel.
Melihat pak Erik seperti itu Dinda pun sedikit takut, dengan segera Dinda pun langsung beranjak untuk bangun dan kemudian duduk.
Melihat Dinda bangun, pak Erik pun tersenyum, kemudian langsung duduk di sampingnya.
"Baru tau yah sayang, kalau punya anak itu report nya kayak gini, hah.??? Sama sayang, mas juga baru tau,, sabar yah.??? Ya udah nih kamu kasih ASI yah Dede Vano nya.??? Kasihan dari tadi nangis terus Dia." Kata pak Erik pelan sambil memberikan Devano kepada Dinda.
Mendengar kata-kata dari pak Erik Dinda pun langsung menganggukan kepalanya, kemudiam mencoba untuk memberikan ASI untuk Devano, namu belum sempat Dinda memberikan ASI untuk Devano Dinda sudah ketakutan.
"Mas Erik,, tapi mas Erik disini ajaaaa, Dinda takut, sakiiiit.??? Mas Erik sambil tiupiiiiiin." Kata Dinda merengek, Dinda merengek seperti itu karena gunung kembarnya memang benar-benar sakit, karena seperti yang kita tau waktu diruamah sakit pak Erik melanjutkan Aksinya sampai pagi dengan sangat rakus, di tambah lagi Devano yang juga sangat rakus meminum ASI Dinda, apalagi Devano adalah bayi laki-laki, yang biasanya lebih kuat menyusu nya dibandingkan perempuan, dan sebenarnya merasakan hal seperti itu saat menyusui adalah hal yang sangat wajar bagi perempuan, namun karena sekarang yang sedang merasakannya perempuan manja seperti Dinda, semuanya jadi berbeda.
"Iyaaa,,, mas disini, nanti mas tiupin yaaah.??? Ya udah sekarang Dede Vano nya kasih susu kasihan.??!!" Kata pak Erik pelan, pak Erik mencoba merayu Dinda supaya Dinda mau memberikan ASI kepada Devano.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, dengan segera Dinda pun langsung memberikan ASI untuk Devano, namun baru saja Devano minum ASI Dinda, Dinda sudah melepaskannya lagi.
"Awww sakit maaaass, Devano minum ASI Dinda nya kenceng bangeeet.???" Teriak Dinda kesakitan dengan keadaan mata-mata yang sudah berkaca-kaca.
"Eeemmmm kasihaaaann,,, sakit yah sayang hah.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap usap rambut Dinda.
Mendengar kata-kata dari pak Erik Dinda pun menganggukkan kepalanya.
"Iya sakiiiiit,,," Kata Dinda.
"Ya udah kalau sakiiiiit, sekarang kamu kasih Devano ASI ny pelan-pelan yaah ??? Nanti juga kalau Devano udah minum ASI kamu banyak, kamu enggak bakalan kesakitan lagi kok sayang, ini tuh sakit cuma pertamanya doang.???" kata pak Erik mencoba untuk memberi tahu Dinda kalau rasa sakit menyusui itu saat pertama si bayi meminum ASI ibunya.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung menjawab dengan polosnya.
"Emang bener mas,, sakitnya cuma pertama doang.??? Berarti kayak bikin Dede dong mas.???" Kata Dinda manja.
Melihat istrinya yang sangat polos, pak Erik pun tersenyum karena lucu.
"Eeeemmmm kamu ini pinter banget sih sayang, hah.???? Iya,,, sakitnya cuma pertama doang kayak bikin Dede.???" Jawab pak Erik sambil tersenyum dan mencubit manja hidung Dinda, karena gemes melihat tingkah laku istrinya yang sangat polos itu.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung memberikan ASI nya untuk Devano.
######
Karena ada readers yang coment. "Thor, emang boleh yah busui menyusui ayah dari anaknya.?"
Jadi author lampirkan foto dibawah ini sebagai jawabannya 👇
__ADS_1
Sudah jelas yah guys.?
Apalagi diepisode 70 Erik nen di Dinda karena ia kasihan dengan keadaan gunung kembar Dinda yang semakin mengencang dan bengkak, karena dari ia melahirkan Devano, Devano belum menyusu kepadanya sama sekali.