DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
S 2. Episode 26


__ADS_3

"M, m, mas Devano,,, m, m, mas keluar dulu mas.!!! Cepetan.!!!" Teriak Alana panik sambil terus ngumpet di balik gorden jendela kamarnya, dengan keadaan seluruh tubuh yang sangat gemetaran, karena ini adalah kali pertama ia seperti itu di depan laki-laki, apalagi ia juga sangat yakin kalau Devano sumainya itu tadi sempat melihat semua bagian dari tubuhnya itu.


"I, i, iya, iya, iya.!!! Mas keluar nih.!!!" Kata Devano gugup dan tergesa-gesa, karena ia pun sama seperti Alana, seluruh tubuhnya sekarang ini sangat gemetaran melihat seorang perempuan seperti itu tepat dihadapannya, karena biasanya ia melihat semua itu hanya di film Dewasa miliknya, kemudian dengan segera ia pun langsung ke luar dari kamar tersebut, dan meninggalkan Alana supaya ia kembali memakai bajunya.


15 Menit kemudian,,,,,


Alana pun akhirnya sudah selesai memakai baju, dan sekarang ini ia pun terlihat sedang duduk diatas ranjang sambil menatap kearah Devano yang sedang duduk di bangku kamarnya yang dari tadi sedang asyik chatan dengan Laras kekasihnya itu, karena seperti yang kita tau, waktu di taman tadi ia sempat berjanji untuk chatan dengannya sepulang ia ke rumah.


"Mas Devano, mas Devano lagi ngapain sih.??? Sekarang kan udah malam, kok mas Devano nggak mandi-mandi.?? Bau tau.!!!"



Kata Alana dengan bawelnya, sambil terus menatap kearah Devano yang masih terus asyik chatan dengan Laras kekasihnya itu, ia berbicara seperti itu karena ia memang selalu menjaga kesehatan dan kebersihan.


"Emang kenapa kalau bau.?? Kamar-kamar mas, ngapain kamu yang repot.??" Kata Devano dengan santainya sambil terus asyik chatan tanpa menatap kearah Alana sedikit pun.


"Iiiihhh tapi kan sekarang ini Alana udah jadi istri mas.??? Masa di kasih tau sama istri sendiri enggak nurut sih.??" Kata Alana kesel, ia berbicara seperti itu karena sekarang ini ia memang sudah ikhlas menjadi istri Devano, dan ia pun akan berusaha menjadi istri yang baik untuknya, seperti apa yang pak Adi Ayahnya itu ingin kan.


Mendengar kata-kata dari Alana istrinya yang menurutnya sangat-sangat bawel itu, Devano tidak perduli, alih-alih nurut kepadanya, ia malah melakukan hal yang membuat Alana semakin kesel.


"E, e, ehhhh mas mau ngapain.?? Kok mas malah ngerokok didalam kamar sih.???" Kata Alana sambil menatap kearah Devano yang sedang mengeluarkan sebatang rokok dan kemudian langsung menghisapnya, sambil terus asyik chatan dengan Laras kekasihnya itu.



Melihat Devano ngerokok didalam kamar, Alana yang memang selalu menjaga kesehatan dan tidak suka melihat lelaki ngerokok, dengan segera ia pun langsung melangkah menghampirinya dan kemudian langsung merebut rokok tersebut dari tangannya.


"E, e, ehhh mau ngapain.?? Kok kamu ambil rokok mas sih.?? Sini balikin enggak.!!!" Kata Devano kesel, sambil menatap kearah Alana yang sedang berdiri tepat dihadapannya, sambil memegang rokok miliknya itu.


"Enggak mau.!!" Kata Alana ketus, ia mencoba untuk menolak permintaan dari Devano.


"Balikin enggak.?!!" Kata Devano lebih ketus lagi dari Alana, ia mencoba untuk memaksanya.


"Kata Alana juga enggak mau.!!!" Kata Alana masih bersikeras untuk tidak mengembalikan rokok tersebut kepada Devano.


"Eeemmm enggak mau nih, hah.?? Enggak mauuu.?? Benernan nihhhh.???" Kata Devano serius sambil mengincar rokok tersebut dari tangan Alana.


"Iya enggak mau." Kata Alana menantangnya.


"Ya udah kalau enggak ma,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong, karena ia langsung merebut rokok tersebut dari tangan Alana.


"Iiiiihhhhh,,,, mas jangaaan.!!! Sini balikin rokoknyaaa.!!! Balikin enggak mas.?!! Cepetan sini balikiiiin.!!! Mas jangan ngerokok didalam kamar, Alana enggak suka, bauuu.!!!" Kata Alana merengek kesal, sambil mencoba untuk merebut kembali rokok tersebut dari tangan Devano.


"Wek enggak kena.?!!!" Kata Devano sambil tersenyum meledeknya.

__ADS_1


"Iiiihhh maaas,,, cepetan balikin enggak.?!!!" Kata Alana semakin kesal.


"Coba aaaja nih, ambil sendiri kalau bis,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong karena tiba-tiba Alana mencoba merebut kembali rokok tersebut dari tangannya.


"Eits enggak kena.!! Eits Enggak kena lagi.!!" Kata Devano sambil mengangkat rokoknya tinggi-tinggi agar Alana tidak bisa mengambilnya dan sambil terus tersenyum meledeknya.


"Iiiiiiihhhhh mas ngeselin banget sih.?!!" Kata Alana sambil cemberut, karena ia kesel tidak bisa merebut rokok tersebut dari tangan Devano, belum lagi melihat Devano yang dari tadi terus meledeknya, semua itu pun membuatnya semakin kesal, kemudian dengan segera ia pun mencoba melangkah untuk kembali lagi ke tempat tidurnya.


"Alana awas.!!!" Teriak Devano dengan sangat kencang karena ia melihat lampu didalam kamarnya yang seperti mau terjatuh tepat diatas kepala Alana.


Mendengar teriakkan dari Devano, seketika langkah Alana pun terhenti, kemudian ia pun langsung menatap ke atas, ke arah lampu tersebut.


"Aaaahhhhhhhh.!!!!" Teriak Alana dengan sangat kencang sambil memejamkan matanya, karena ia benar-benar takut kalau sampai lampu tersebut benar-benar jatuh mengenai kepalanya.


Melihat Alana teriak ketakutan seperti itu, dengan segera Devano pun langsung menarik tangannya, kemudian ia pun langsung memeluk tubuhnya dengan begitu erat.



Karena ia ingin melindunginya dari lampu tersebut yang akan terjatuh menimpanya, PRAKKK.!!! Seketika lampu tersebut benar-benar terjatuh dan pecah tepat dibelakang kaki Alana.


"Mas Devano, Alana takut mas.?? Alana takuuut..???" Kata Alana tergesa-gesa sambil terus memejamkan matanya di pelukan Devano karena saking takutnya.


"Udah, udah, kamu enggak usah takut lagi.!!! Sekarang kamu enggak papa kok, kamu aman." Kata Devano tergesa-gesa sambil mengusap-usap rambut Alana yang masih berada di pelukannyanya itu.


"Tapi Alana takut mas.?? Alana takuuuut.??" Kata Alana masih ketakutan, sambil terus memejamkan matanya dipelukan Devano.


"Sekarang kamu udah aman, buka matanya.?!!!" Kata Devano pelan, sambil menatap wajah Alana dengan tatapan yang sangat dalam.


Mendengar kata-kata dari Devano, perlahan Alana pun memberanikan diri untuk membukakan kedua matanya yang dari tadi masih terus terpejam itu, namun disaat ia membukakan matanya, seketika ia pun terdiam, karena ia melihat Devano yang masih terus memegangi dagunya sambil terus menatapnya.


"M, m, mas Devano.???" Kata Alana gugup sambil terus menatap wajah Devano.


Mendengar kata-kata dari Alana, Devano masih terus terdiam dan terus menatapnya dengan tatapan yang semakin dalam lagi, entah apa yang ada di dalam pikirannya sekarang ini, sehingga ia menatapnya seperti itu, perlahan ia pun mengangkatkan dagu Alana lebih tinggi lagi tepat di depan wajahnya dengan jarak yang begitu dekat, kira-kira hanya 5 cm, kemudian ia pun mendekatkan bibirnya ke bibir Alana, sampai hampir bersentuhan, perlahan ia pun mencoba untuk menciumnya.


"M, m, mas Devano,,, A, a, Alana enggak bisa.!!!" Kata Alana panik dan ketakutan, sambil buru-buru memalingkan wajahnya menjauh dari wajah Devano, ia menolak ciuman dari Devano sumainya itu, karena ia memang belum pernah ciuman, karena seperti yang kita tau ia belum pernah pacaran sekali pun, ia hanya mau pacaran dengan kakak-kakak yang dulu pernah menolongnya, yang tak lain adalah Devano, yang sekarang ini hendak menciumnya.


"Kenapaaa.?? Kamu belum pernah kan ngelakuin kayak gini.?? Kita coba yah.??" Bisik Devano penuh dengan nafsu, sambil menatap dalam wajah Alana, kemudian ia pun mencoba untuk menciumnya lagi


"Jangan mas.!!! A, a, Alana enggak mau.!! A, a, Alana takut.!!" Kata Alana semakin ketakutan, lagi-lagi ia menolak ciuman dari Devano suaminya itu.


"Kamu enggak usah takut.!!! Rasanya enak kok.??" Kata Devano sambil tersenyum, ia mencoba untuk merayunya.


"Sekarang kamu penjamin mataaa, terus kamu nikmati, yaaah.???" Kata Devano pelan, sambil mencoba untuk menciumnya lagi.

__ADS_1


"Ta, ta, tapi mas,,,,,,," Kata Alana masih ketakutan, lagi dan lagi ia menolak ciuman dari Devano suaminya itu.


"Ssssssttttt,,, kamu enggak usah takut.!! Beneran kok rasanya enak, kamu percaya sama mas, yaaaah.???" Kata Devano, lagi-lagi ia mencoba untuk merayu Alana, agar Alana mau mengikuti keinginannya itu.


Mendengar rayuan dari Devano, Alana pun langsung menganggukkan kepalanya.


"I, i, iya mas." Kata Alana gugup karena sebenarnya sekarang ini ia masih sangat ketakutan dengan apa yang akan Devano lakukan kepadanya itu, namun ia berusaha untuk menuruti keinginan Devano suaminya itu, karena seperti yang kita tau sekarang ini ia sedang berusaha menjadi istri yang baik untuk Devano dan mencoba untuk selalu menuruti semua keinginannya.


Mendengar kata-kata dari Alana, Devano pun tersenyum, kemudian ia pun langsung mencoba untuk mencium dan ******* bibirnya kembali, namun belum sempat ia melakukan semua itu, tiba-tiba ponselnya berdering karena ada pesan masuk TING.!!! Mendengar suara pesan masuk di ponselnya, seketika Devano pun terdiam.


"Apa yang sekarang ini sedang gw lakukan.??? Kenapa gw bisa mau ngelakuin ini sama Alana.??? Enggak, enggak mungkin.!!! Gw enggak mungkin ngelakuin semua ini sama Alana, kasihan Laras, iya,, kasihan Laras, gw enggak mungkin hianati cinta Laras." Kata Devano dalam hati tergesa-gesa, sambil buru-buru menjauh dari Alana, sepertinya suara dering di ponselnya itu mengingatkan ia akan Laras, kalau dari tadi ia memang sedang asyik chatan dengannya.


"Mas Devanooo,, mas Devano kenapa.??" Kata Alana bingung karena melihat Devano yang tiba-tiba terdiam dan langsung beranjak pergi menjauh darinya, setelah menerima chat tersebut.


"E, e, engak,, enggak papa.!!! Ya udah lebih baik sekarang kamu tidur, udah malam.!!!" Kata Devano gugup karena ia sedang berbohong, sepertinya sekarang ini ia benar-benar sudah tidak mau lagi melanjutkan semua itu dengan Alana.


"Ta, ta, tapi mas,,, e, e, emang kita enggak jad,,,,,," Seketika ucapan Alana terpotong.


"Ya udah yah, kamu tidur.!!! Mas mau ke luar dulu." Kata Devano tergesa-gesa sambil buru-buru keluar dari kamarnya dan meninggalkan Alana didalam kamar hanya sendiri.


"Mas Devano kenapa yah.?? Emang tadi itu chat dari siapa.?? Kok habis dapat chat dari orang itu, mas Devano jadi aneh banget.?? Terus sekarang ini mas Devano mau kemana.?? Kok mas Devano keluar sih, apa mas Devano enggak mau dekat sama Alana yah.?? Apa mungkin mas Devano jijik lihat bibir Alana ini, kok tadi mas Devano enggak mau ngelanjutin lagi.??" Kata Alana dalam hati bertanya-tanya, karena ia masih bingung melihat sikap Devano yang tiba-tiba berubah, yang seperti tidak mau dekat dengan dirinya dan tidak mau lagi melanjutkan ciumannya itu.


DI RUANGAN YANG BERBEDA, DI RUANG KERJA.


Terlihat Devano yang sedang berbaring dan terdiam di atas sofa, karena sepertinya malam ini ia berniat untuk tidur di ruangan tersebut untuk menghindar dari Alana.


"Apa yang baru saja gw lakukan.?? Kenapa gw bisa mau melakukan hal seperti itu sama Alana.??"



Kata Devano dalam hati tak percaya dan bingung, mengapa dengan beraninya ia mau mencium Alana, karena sebelumnya sekhilaf-khilaf nya ia, ia tidak pernah meminta cium kepada orang yang baru saja ia kenal.


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi sama gw sekarang ini sih.?? Kenapa gw berani banget meminta hal seperti itu kepada Alana, kalau sampai Laras tau semua tentang kejadian ini gimana.???" Kata Devano lagi dalam hati, panik dan ketakutan kalau sampai Laras mengetahui apa yang baru saja akan ia lakukan kepada Alana.


"Enggak, enggak boleh.!!! Laras enggak boleh tau hal ini, kalau sampai Laras tau, pasti dia akan marah dan ninggalin gu,,,,,,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong, karena ia mendengar suara ponselnya bergetar Drttttt,, drttttt,,, drttttt,,, karena ada yang menelepon.


"Siapa yang telepon gw malam-malam kayak gini yah.??" Kata Devano penasaran sambil buru-buru mengambil ponsel tersebut dan kemudian mengeceknya.


"Apa.!!! Laras.??" Kata Devano semakin panik dan ketakutan karena mendapat telepon dari Laras kekasihnya itu.


######


Kira-kira apa yang sedang terjadi dengan Devano sekarang ini yah.??? Mengapa dengan beraninya meminta hal itu kepada Alana.??? 🤔🤔🤔

__ADS_1


Maaf kalau visualnya kurang pas 🙏


Jangan lupa like coment dan vote.!!!


__ADS_2