
DI KANTOR PAK IRSYAD
Waktu menunjukkan pukul 01:00 siang.
Terlihat pak Erik dan pak Anton karyawan nya yang sedang sibuk mengecek semua barang barang yang akan dikirim ke Jepang.
Namun disaat mereka sedang sibuk dengan semua itu, tiba-tiba salah satu karyawan pak Erik yang lain datang menghampirinya.
"Maaf pak Erik, ada istri pak Erik nyariin bapak.???" Kata karyawan tersebut sopan.
"Ada istri saya, nyariin saya.??? Diman,,,,,,,," Belum juga pak Erik menyelsaikan ucapannya, ucapan pak Erik sudah terpotong, karena tiba-tiba pak Erik mendengar suara Dinda memanggilnya, sepertinya Dinda memang benar-benar sedang berada di kantor pak Erik.
"Mas Erik.!!!!" Teriak Dinda sambil tersenyum.
Mendengar suara teriakan Dinda, seketika pak Erik pun langsung menatap kearah Dimana suara teriakan tersebut berasal.
"Sa, sa, sayang,,, kok kamu kesini.??? Kamu mau ngapain kesiniiii.???" Kata pak Erik kaget dan bingung mengapa tiba-tiba Dinda sudah berada di kantornya, karena sebelumnya Dinda tidak pernah berkunjung ke kantornya sekali pun.
Dinda datang ke kantor pak Erik dengan penampilan yang sangat glamor dan seksi, karena Dinda menggunakan pakaian yang sangat mewah dan celana yang ia kenakan pun sangat pendek, sehingga melihatkan pahanya yang sangat putih dan mulus itu, apalagi dengan bentuk tubuhnya yang sekarang ini sudah kembali langsing seperti semula, itu semua membuat Dinda terlihat sangat cantik.
Melihat Dinda datang ke kantor dengan penampilan seperti itu, semua mata tertuju kepadanya, baik lelaki maupun perempuan mereka semua terdiam dan terpesona melihat kecantikan dan keseksian tubuhnya, apalagi dengan penampilannya yang sangat glamor itu, semua itu membuat mereka tak berkedip sekalipun untuk melihatnya, mereka seperti itu, mungkin karena mereka semua baru melihat Dinda, karena seperti yang kita tau, ini adalah kali pertama Dinda berkunjuang ke Kantor pak Irsyad Ayah nya.
Melihat keberadaan Dinda, pak Erik pun langsung menyudahi pekerjaannya
"Maaf Pak Anton, semua barang-barang kan sudah selesai saya cek, jadi pak Anton tinggal menunggu mereka datang aja yah pak.!!! Ya udah sekarang saya pamit dulu pak.???" Kata pak Erik sopan, kemudian pak Erik pun langsung berjalan menghampiri Dinda.
"Kamu kenapa kesiniiii, hah.??? Disini kan kotor sayaaaang,, panas lagi.???" Kata pak Erik pelan dan penuh perhatian, sepertinya pak Erik bener-bener menjaga Dinda dengan sangat hati-hati, jangan sampai kulit putih dan mulus Dinda itu sampai kepanasan dan kekotoran.
"Dinda sengaja kesiniii, abisnya mas enggak pulang-pulaaaang.??? Dinda takut mas enggak jadi anterin Dinda ke salooon.???" Kata Dinda merengek, sepertinya Dinda sangat ketakutan kalau sampai pak Erik tidak jadi mengantarkannya ke salon.
"Ya ampun sayaaaang,,, kamu kesini karena kamu takut banget mas enggak jadi anterin kamu kesalon, hah.???" Kata pak Erik sambil tersenyum.
"Iya Dinda takut mas bohooong,,, soalnya mas enggak pulang-pulaaaang??" Kata Dinda. manja.
Melihat tingkah laku istrinya yang sangat manja, pak Erik pun tersenyum, kemudian pak Erik pun langsung memeluknya.
"Eeeeemmmm kasihaaaan,,, mas enggak pulang-pulang hah.??? Kamu udah nungguin mas lamaaa.???" Kata pak Erik pelan.
Mendengar kata-kata dari pak Erik Dinda pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya,,," Kata Dinda singkat.
"Istri mas yang cantik ini enggak usah takut yaaah,,, ini pekerjaan mas juga udah beres kok, tapi sekaraaang,,, kita keruangan mas dulu yah.??? Solanya mas mau ganti baju dulu, mas mau mandi." Kata pak Erik.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung tersenyum senang, karena akhirnya pak Erik jadi mengantarkannya ke salon.
"Oh iya sayang,,, kamu bawa baju ganti kan buat disalon.??? Takutnya habis dirias enter baju kamu kotor lagi." Kata pak Erik lagi, pak Erik berbicara seperti itu, karena ini sudah kebiasaan Dinda jika ke salon harus bawa baju ganti takut pakainya kotor terkena make up, dan bukan hanya itu saja, pak Erik pun selalu mengajarkan Dinda tentang bagaimana menjaga kebersihan, apalagi sejak Devano lahir.
"Mas tenang aja,,, semuanya udah Dinda bawa kok mas,," Kata Dinda sambil tersenyum.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum, kemudian pak Erik dan Dinda pun langsung melangkah menuju ruangan pak Erik, karena seperti yang kita tau pak Erik mau mandi dan ganti baju terlebih dahulu, kemudian setelah itu pak Erik dan Dinda pun langsung buru-buru pergi menuju salon.
1 jam kemudian,,,,
Pak Erik dan Dinda pun sudah sampai di salon, setelah sampai di salon Dinda langsung dirias, namun karena Dinda dirias memakan waktu yang lumayan lama, pak Erik pun sedikit jenuh, kemudian pak Erik pun keluar sejenak untuk menghirup udara segar, setelah sudah cukup lama diluar, pak Erik pun langsung melangkah kembali ke salon, namun disaat pak Erik sedang melangkah, langkah pak Erik terhenti.
Pak Erik terdiam dan terbengong karena melihat Dinda yang sudah keluar dari salon dan sedang menatap kearahnya dengan penampilannya yang sangat cantik.
Melihat penampilan Dinda seperti itu, pak Erik pun langsung tersenyum.
Melihat pak Erik tersenyum, Dinda pun langsung melangkah menghampirinya dan berdiri tepat di hadapannya.
"Mas Erik, Dinda cantik enggak.???" Kata Dinda manja, Dinda meminta pendapat kepada pak Erik karena Dinda takut pak Erik tidak suka dengan riasan wajahnya.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum, kemudian pak Erik pun langsung menatap dalam wajah Dinda.
"Kamu itu bukan hanya cantik sayang,,, tapi kamu itu sangat- sangaaaaat cantik.???" Kata pak Erik serius, sambil membelai lembut wajah cantik Dinda menggunakan jari tangannya.
"Eeeeemmmm maaaasss,,," Kata Dinda manja sambil menatap dalam wajah pak Erik.
"Kenapaaa, hah.???" Kata pak Erik pelan sambil terus membelai lembut wajah cantik Dinda.
"Dinda sayang sama mas.???" Kata Dinda serius.
"Iya,,,," Kata pak Erik singkat sambil tersenyum, kemudian pak Erik pun langsung mengajak Dinda untuk pulang, karena hari sudah semakin sore dan pak Erik pun takut kalau sampai terlambat ke pesta ulang tahun, yang katanya pesta ulang tahun saudaranya.
************
DI RUMAH PAK ERIK.
Waktu menunjukkan pukul 04:00 sore.
Terlihat pak Erik yang sedang duduk sambil tersenyum melihat Dinda yang dari tadi sibuk memilih-milih gaun yang akan ia kenakan ke pesta.
"Mas Erik,,, kalau Dinda pake gaun ini cantik enggak.???"
Kata Dinda sambil berdiri di hadapan pak Erik, Dinda meminta pendapat kepada pak Erik karena malam ini Dinda tidak mau mengecewakan pak Erik dengan penampilannya.
"Eeeeemmmm,,, yang ini yah.??? Kayaknyaaa,,, kurang pas sih sayang,, kamu jadi kelihatan lebih tua." Kata pak Erik sambil memegang jidat seperti orang berpikir.
"Ooohhhh, ya udah kalau gitu Dinda ganti baju lagi yah mas.???" Kata Dinda, kemudian berjalan untuk ganti baju.
5 menit kemudian,,,,
"Mas Erik,,, kalau yang ini gimana.??? Cantik enggak.???"
Kata Dinda sambil duduk dihadapan pak Erik dengan gaya yang sangat menggoda.
"Yang ini,,, sebenarnya cantik sih sayaaang, tapi,,, malam ini kan mas enggak pakai baju warna kaya gini.???" Kata pak Erik serius, lagi-lagi pak Erik tidak cocok dengan penampilan Dinda.
"Ooohhhh,,,, ya udah kalau gitu Dinda ganti lagi yah mas.???" Kata Dinda sambil melangkah lagi untuk ganti baju.
5 Menit berlalu,,,,
"Kalau yang ini pasti cantik kan maaas.???"
Kata Dinda sambil berdiri didepan pak Erik, Dinda sangat yakin kalau penampilannya itu sudah sangat cantik, namun sayang lagi-lagi pak Erik tidak cocok dengan penampilannya itu.
"Sayaaaang,,,, kan tadi mas udah kasih tau kamuuu.??? Malam ini,, mas enggak pake baju warna kaya gitu..??" Kata pak Erik serius.
"Iiiiiiihhhhh mas itu maunya kaya gimana sih.??? Dinda pake baju ini salah, Dinda pake baju itu salah.!!! Udah lah Dinda ke pesta enggak usah pake baju sekalian." Kata Dinda ngambek.
__ADS_1
Melihat istrinya ngambek seperti itu, pak Erik pun tersenyum, kemudian pak Erik pun langsung melangkah menghampirinya.
"Kamu itu kenapaaa,,, masa gitu doang ngambek siiih.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap usap rambut Dinda.
"Habisnya mas sih.??? Dinda pake baju ini salah, Dinda pake baju itu juga salah.!!! Ya udah Dinda enggak usah pake baju sekalian ke pestanya." Kata Dinda sambil cemberut.
"Eeeeemmmm istri mas yang cantik ini enggak mau pake baju, ke pestanyaa.??? Emang istri mas yang cantik ini enggak maluuu,, hah.??? Tar kelihatan loh sama orang-orang, Itu siapa tuh yang enggak pake baju,,, Iiiihhh itu nya gede bangeeeet.??? Kata pak Erik sambil tersenyum menggoda Dinda, pak Erik mencoba merayu Dinda agar tidak ngambek lagi.
"Iiiiiiihhhhh maaaasss,,, Enggak mauuu, Dinda maluuu.???" Kata Dinda merengek manja.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun tersenyum.
" Ya udah istri mas yang cantik ini,, lebih baik sekarang gantiin baju untuk Devano yah.??? Biar mas yang cari gaunnya untuk kamu." Kata pak Erik pelan.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung menurutinya, dengan segera Dinda pun langsung menggantikan baju untuk Devano.
1 jam kemudian,,,,
Terlihat Pak Edi dan Ibu Sari yang sedang duduk menunggu Dinda dan sudah siap untuk berangkat ke pesta.
Begitupun juga dengan pak Erik, pak Erik terlihat sedang duduk disamping mereka dengan penampilannya yang sangat gagah dan berwibawa, sehingga setiap wanita yang melihatnya pasti akan terpesona.
Dan tak lupa juga dengan Devano, Devano pun terlihat sedang duduk dengan penampilannya yang sudah rapi, yang terlihat sangat lucu dan tampan seperti papahnya pak Erik.
Mereka sudah cukup lama menunggu Dinda, hingga akhirnya Dinda pun keluar dari kamarnya, Dinda keluar dengan penampilannya yang sangat cantik dan seksi dengan gaun pilihan pak Erik.
Melihat Dinda keluar dengan penampilan seperti itu, seisi ruangan pun langsung terdiam dan terpesona melihat kecantikan wajah Dinda, begitupun dengan Ibu Sari, ibu Sari langsung buru-buru melangkah menghampiri Dinda.
"Ya ampun sayaaaang,,, malam ini kamu cantik bangeeeet.???" Kata ibu Sari memuji-muji menantu kesayangannya itu.
"Eeeeemmmm mamah,, makasiiih.??? Tapi Dinda biasa aja kok mah." Kata Dinda sambil tersenyum malu.
"Enggak sayang,, malam ini kamu itu cantiiiiik banget.??? Kamu itu benar-benar beruntung tau enggak Rik dapat istri secantik ini, jangan pernah loh Rik kamu sia-siakan istri kamu ini.!!!" Kata Ibu Sari serius, lagi-lagi ibu Sari memuji-muji kencantikan Dinda.
Mendengar kata-kata dari Ibu Sari mamahnya, pak Erik pun langsung melangkah menghampiri Dinda.
"Enggak dong maaah,,, mana mungkin sih Erik nyia-nyiain istri secantik ini.??? Udah cantik, pinter jagain Devano lagi" Kata pak Erik sambil tersenyum menggoda Dinda.
"Eeeeemmmm maaaasss,,," Kata Dinda sambil tersenyum malu.
Melihat Dinda tersenyum seperti itu, pak Erik pun ikut tersenyum, kemudian pak Erik pun langsung mengajak semuanya untuk keluar menuju mobilnya dan kemudian langsung pergi menuju pesta.
**************
1 Jam kemudian,,,,,,,
DI GEDUNG.
Waktu menunjukkan pukul 07:00 malam
Terlihat Dinda, pak Erik, pak Edi, Ibu sari dan juga Devano yang baru saja turun dari mobil, dan sedang berjalan masuk menuju Pesta tersebut.
Baru saja mereka melangkah masuk, tiba-tiba langkah Dinda terhenti, seketika Dinda langsung terdiam dan terbengong, karena melihat betapa mewah dan megahnya pesta ulang tahun saudara pak Erik itu.
"Ya ampun maaas,,,, pestanya mewah bangeeeet.??? Emang saudara mas kaya banget yah mas.?? Kok bisa sih pestanya semewah dan semegah ini.???" Kata Dinda kaget dan syok sambil menatap ke kanan dan ke kiri ruangan tersebut.
"Kenapaaa,, kamu juga pengin yah ulang tahunnya dirayain kaya gini, hah.??? Kalau kamu mau,, nanti mas bikin acara yang sama seperti ini untuk kamu." Kata Erik sambil tersenyum.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung kaget.
"Tadi mas ngomong apa.?!! Mas nanti mau bikin acara semewah dan semegah ini untuk Dinda.???" Kata Dinda dengan suara sedikit tinggi karena tak percaya.
"M, m, mas beneran.??? M, m, mas enggak bohong.???" Kata Dinda gugup karena Dinda memang benar-benar tidak percaya dengan kata-kata pak Erik itu.
Melihat Dinda gugup seperti itu, pak Erik malah justru tersenyum.
"Sayaaaang,,, kapan sih mas bohong sama kamu.??? Kalau kamu mau,, nanti mas akan bikin acara seperti ini untuk kamu.???" Kata pak Erik serius.
"M, m, mas beneran mas.??? Di, di, Dinda enggak lagi mimpi kan ini.???" Kata Dinda sambil mencubit tangannya sendiri untuk meyakinkan dirinya sendiri kalau sekarang ini dirinya tidak lah sedang mimpi.
"Sayaaang,, kamu ini enggak lagi mimpi, mas beneraan.??? Nantiii,,, mas akan bikin acara seperti ini untuk kamu." Kata pak Erik serius sambil tersenyum.
"Mas beneran mas.???" Kata Dinda.
"Iya sayaaaang, mas beneraan, mas serius.???" Kata pak Erik memcoba untuk menyakinkan Dinda kalau dirinya benar-benar serius akan mengadakan pesat seperti itu untuknya.
"Eeeeemmmm maaaasss,,,, Dinda sayang sama maaas.???" Kata Dinda sambil memeluk tubuh pak Erik dengan begitu eratnya.
"Iya, mas juga sayang sama kamu.???" Kata pak Erik sambil tersenyum dan mengusap-usap rambut Dinda.
"Ya udah sekarang kita masuk yuks.?!!! Kita udah ketinggalan tuh sama papah, mamah juga Devano, mereka semua udah pada duduk." Sambung pak Erik lagi, sambil menunjuk kearah Pak Edi, Ibu Sari dan juga Devano yang sedang Duduk bersama dengan tamu-tamu yang lain.
Kemudian pak Erik pun langsung menggenggam tangan Dinda dan mengajaknya masuk kedalam untuk menghampiri mereka.
Namun baru juga pak Erik dan Dinda sampai, tiba-tiba Dinda terdiam dan heran.
"Mamah,,, papah,,, mas Arya juga kak Dessy, Kok kalian juga ada disini.??? Emang Kalian juga di undang sama saudara mas Erik.???" Kata Dinda kaget dan bingung sambil menatap kearah Pak Irsyad, Ibu Yuli, Arya dan juga Dessy yang sedang duduk satu meja dengan pak Edi, Ibu Sari dan Juga Devano.
"Ya kita diundang dong Diiinn,,, masa enggak sih.??? Kan saudara mas Erik, saudara kita juga, iya enggak mah.??" Kata Arya sambil tersenyum, kemudian meminta pendapat kepada mamahnya.
"Iya sayaaaang, mamah, papah, mas Arya, juga kak Dessy, semuanya diundang kok." Sambung ibu Yuli sambil tersenyum, ibu Yuli mencoba meyakinkan Dinda.
"Emang bener mas, mereka semua diundaang.???" Kata Dinda masih bingung dan tak percaya dengan kehadiran mereka semua.
"Iya sayaaaang,,, mereka semua diundaang, kan saudara mas juga saudara mam,,,,,,,,," Belum juga sempat pak Erik menyelsaikan ucapannya, ucapan pak Erik sudah terpotong oleh Dinda.
"Tunggu dulu deh mas.!!! Kok itu ada Ria sama Tika juga.??? Terus itu juga kayaknya temen-temen kuliah Dinda deh.?? Iya bener mas,, itu Ria sama Tikaaa, dan itu juga teman-teman Dinda.??? Kok mereka juga ada disini sih.???" Kata Dinda sambil menunjuk ke arah Tika, Ria dan juga taman-taman kuliah nya yang sedang masuk dan seperti akan menghampiri dirinya dan pak Erik.
"Kamu kenapaaa,,, kamu bingung yah sayang, hah.??" Kata pak Erik sambil tersenyum.
"Iya mas Dinda binguuung,,, sebenarnya ini ada ap,,,,,,,," Belum juga sempat Dinda menyelesaikan ucapannya, ucapan Dinda sudah terpotong.
"Selamat yah Din,, pak Erik juga selamat yah.???" Kata Tika sambil tersenyum
"Iya pak Erik, Dinda selamat yaaah.???" Sambung Ria sambil mengulurkan tangannya kepada pak Erik dan juga Dinda.
"Selamaaaaat.????" Kata Dinda semakin bingung.
"Iya pak Erik juga Dinda selamat yah.???"
"Iya selamat yah.??"
"Selamat yah.???"
"Selamat yah.???"
"Selamat yah.???" Kata semua taman-taman kuliah Dinda dan juga semua tamu undangan secara bergantian, kemudian mereka semua pun langsung duduk di bangkunya masing-masing.
"Selamaaat.???? Ini maksudnya apa sih mas.??? Kan Dinda enggak lagi ulang tahuuun,, Dinda enggak ngerti de,,,,,,,,," Belum juga Dinda selesai berbicara, pak Erik sudah memotongnya.
"Kamu tunggu dulu disini yah.?!!!!" Kata pak Erik, kemudian pak Erik langsung melangkah meninggalkan Dinda.
__ADS_1
"Mas Erik.!!!! Mas Erik mau kemana.???" Terik Dinda sambil terus berdiri di tengah-tengah semua tamu undangan dengan raut wajah yang sangat kebingungan, dan malam ini Dinda benar-benar seperti orang yang paling bodoh yang tidak tau apa-apa.
Mendengar Dinda teriak memanggilnya, pak Erik tidak perduli, pak Erik justru terus berjalan hingga akhirnya pak Erik pun naik dan berdiri di atas panggung.
Melihat pak Erik naik dan berdiri di atas panggung, semua tamu undangan pun langsung bertepuk tangan dengan sangat meriah, bahkan ada yang bersorak dan ada juga yang teriak-teriak memanggil-manggil nama pak Erik dan mereka semua pun terlihat sangat bahagia, akan tetapi tidak dengan Dinda, Dinda dari tadi masih terus berdiri dan kebingungan seperti orang bodoh.
Melihat Dinda kebingungan seperti itu, pak Erik pun tersenyum, kemudian pak Erik pun langsung memulai acara tersebut.
"Selamat malam semuanya,,, Terimakasih untuk semua tamu undangan yang sudah menyempatkan diri untuk hadir di acara saya malam ini, jujur saya tidak mengira kalau acara saya ini akan semeriah ini." Kata pak Erik sambil tersenyum menatap kearah tamu-tamunya.
"Ini semua acara mas Eriiik.??? Sebenernya ini semua ada apa sih.???" Kata Dinda dalam hati.
"Oke langsung saja, untuk pembukaan acara saya malam ini, saya akan menyanyikan sebuah lagu sepcial untuk perempuan yang sudah menemani saya selama dua tahu terakhir ini, perempuan ini benar-benar perempuan yang sangat luar biasa dan hebat Dimata saya, karena sejak saya bertemu dengan perempuan ini, hidup saya menjadi lebih berwarna, kebahagiaan demi kebahagiaan sedikit-sedikit mulai menghampiri hidup saya, bahkan perempuan ini sudah berhasil memberikan saya sebuah kebahagiaan yang tidak akan pernah ternilai harganya oleh apapun, kebahagiaan yang sudah saya tunggu-tunggu selama ini, yaitu putra kecil saya yang bernama Devano Zayn Pratama." Kata pak Erik sambil tersenyum menatap kearah Devano dan juga Dinda.
"Mas Eriiiiiik.????" Kata Dinda terharu dan bingung sambil terus menatap ke arah pak Erik, Dinda bingung karena Dinda benar-benar tidak tau apa sebenarnya rencana pak Erik, mengapa tiba-tiba pak Erik berdiri di atas panggung dan berbicara seperti itu kepada semua orang.
"Perempuan itu sekarang ada disini, dan perempuan itu sekarang sedang berdiri dihadapan saya, dan perempuan itu adalah istri saya sendiri, yaitu DINDA." Kata pak Erik sambil tersenyum dan menunjuk ke arah Dinda yang sedang berdiri dihadapannya.
Mendengar pak Erik menyebut nama Dinda dan menunjuk kearahnya, semua tamu undangan pun langsung menatap kearah Dinda, setelah menatap kearah Dinda, semua tamu undangan pun langsung bertepuk tangan dengan sangat meriah, bersorak dan juga teriak-teriak memanggil nama Dinda.
Sehingga membuat Dinda pun semakin terharu dan mata Dinda pun langsung berkaca-kaca.
Kemudian pak Erik pun langsung menyanyikan lagu tersebut untuk Dinda dengan judul lagu BUKTI dari VIRGOUN.
Kata pak Erik sambil tersenyum menatap kearah Dinda.
"Mas Eriiiiiik.????" Kata Dinda pelan.
Kata pak Erik, lagi-lagi pak Erik tersenyum menatap kearah Dinda.
Kemudian pak Erik pun langsung turun dari panggung dan menghampiri Dinda.
Melihat pak Erik turun menghampiri Dinda, seluruh tamu undangan pun langsung heboh dan teriak histeris dibuatnya.
Sedangkan Dinda yang melihat pak Erik turun menghampirinya, seketika Dinda pun langsung meneteskan air matanya dan langsung menangis karena saking terharu dan bahagianya.
"Hikss,,, hikss,,, hikss,,, mas Eriiik.???" Kata Dinda
Melihat Dinda menangis, pak Erik pun langsung memeluknya dengan sangat erat, kemudian pak Erik pun langsung merangkul pundaknya dan mengajaknya naik keatas panggung sambil terus bernyanyi.
Setelah sampai dan berdiri di atas panggung, pak Erik pun langsung mengusap air mata Dinda, sambil terus bernyanyi.
Kata pak Erik sambil menatap dalam wajah Dinda dan menggenggam tangannya.
Akhirnya pak Erik pun selesai menyanyi, dan terdengar lah suara sorakan, tepuk tangan dan juga teriakan histeris dari para tamu undangan, karena mereka semua baper melihat perlakuan pak Erik yang sangat romantis kepada Dinda.
Namu disaat para tamu undangan sedang heboh dan terik histeris seperti itu, tiba-tiba lampu di dalam gedung mati, sehingga gedung tersebut pun terlihat sangat gelap.
Melihat keadaan gedung seperti itu, Dinda yang memang sangat takut akan gelap pun seketika langsung memeluk tubuh pak Erik dengan begitu eratnya.
"Mas Erik, kenapa lampunya matiii.?? Dinda takut maaaass,,, gelaaap, Dinda takuuuut.???" Kata Dinda panik.
"Ssssssttttt,,,, kamu enggak usah takut yah sayaaang, kan disini ada mas.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap-usap rambut Dinda dengan penuh kasih sayang.
"Tapi Dinda takut maaas,, Dinda enggak mau disiniii,, Dinda takuuuut.??" Kata Dinda, lagi-lagi ketakutan.
Melihat Dinda ketakutan seperti itu dipeluknya pak Erik justru malah tersenyum.
"Kamu jangan takut yah sayang,, kita hitung sampai tiga.!!! Mas akan kasih kejutan untuk kamu, kejutan yang belum pernah mas berikan untuk kamu sebelumnya." Bisik pak Erik tepat ditelinga Dinda, entah kejutan apa yang akan pak Erik berikan kepada Dinda.
"Mas mau kasih kejutan apa untuk Dindaa.??? Dinda enggak mau, gelap maaaas.??? Dinda tak,,,,,,,," Seketika ucapan Dinda terpotong, karena Dinda mendengar pak Erik dan seluruh tamu undangan teriak menghitung dari satu sampai tiga."
Satu,,, Dua,,, Tigaaaaa,,,,,,,,,
Seketika ruangan yang sangat gelap pun langsung bersinar oleh cahaya kembang api yang sangat banyak, kemudian semua tamu undangan pun langsung teriak.
"Happy Anniversary pak Erik dan Dinda.?!!!" Kata semua tamu undangan memberikan selamat kepada pak Erik dan Dinda, karena hari ini adalah hari pernikahannya yang ke 2 tahun, dan itu lah kejutan dari pak Erik untuk Dinda.
Mendengar ucapan dari para tamu undangan, seketika Dinda pun langsung mengencangkan suara tangisannya.
"Hiks,,, hiks,,, hiks,,, maaaas, jadi semua ini kejutan untuk hiks,,, hiks,,, Dindaa.??? Hiks,, hikss,, pesta yang megah dan mewah ini hiks,, hiks,, semuanya untuk hiks,, hiks,, Dindaaa.???" Kata Dinda dengan suara bergetar karena menangis dengan raut wajah yang sudah tidak bisa diartikan lagi betapa bahagia hatinya saat ini.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun langsung melepaskan pelukan Dinda dari tubuhnya.
"Iya sayang,, ini semua acara untuk kamu sayang,, ini acara kita.??? Dan malam ini,,, adalah hari pernikahan kita yang ke dua tahun sayang.??? Terimakasih yah sayang,,, terimakasih.??? Selama dua tahun ini kamu sudah setia hidup bersama mas.??? Dan mas harap, kamu akan selalu setia hidup bersama mas sampai kapan pun sayang.!!!" Kata pak Erik serius dengan mata yang berkaca-kaca, karena pak Erik pun sangat terharu dan bahagia, dengan usia pernikahannya yang sudah menginjak dua tahun.
"Hiks,,, hiks,, maaas, Dinda sayang sama maaas.??? Hiks,, hiks,, Dinda janji,,, Dinda akan selalu setia hidup bersama mas sampai kapan pun, hiks,, hiks,, Dinda janji mas, hiks,,, hiks,, Dinda janji." Kata Dinda dengan keadaan yang masih terus menangis.
Namun disaat Dinda menangis, tiba-tiba Dinda mendengar suara Devano.
"Mamamamah,,,, papapapah,,," Kata Devano sambil tersenyum menatap kearah pak Erik dan Dinda, karena ternyata dari sejak mati lampu Devano sudah berada di atas panggung, begitupun juga dengan pak Irsyad, pak Edi, Ibu Yuli, Ibu Sari, Arya, Dessy, Tika dan Juga Ria.
Melihat mereka semua sudah berada di atas panggung Dinda pun kaget.
"Devano,,, mamah, papah,,, dan kalian Semua juga, sejak kapan kalian ada disini.???" Kata Dinda bingung dan terharu karena tiba-tiba melihat mereka semua sudah berada di atas panggung dan berdiri tepat dibelakangnya.
Melihat Devano, pak Irsyad, pak Erik, ibu Yuli, ibu Sari, Arya, Dessy, Tika dan juga Ria berada diatas panggung, pak Erik justru malah tersenyum, karena semua itu adalah salah satu dari rencananya, kemudian dengan segera pak Erik pun langsung menggendong Devano.
Sedangkan mereka semua yang melihat Dinda kebingungan dan terharu seperti itu pun justru langsung memeluknya secara bersamaan.
"Happy Anniversary sayaaaaang,,,," Kata mereka semua, mengucapkan selamat kepada Dinda.
Mendengar ucapan dari mereka, lagi-lagi Dinda pun langsung mengencangkan suara tangisannya karena saking terharu dan bahagianya.
Melihat keadaan Dinda seperti itu, pak Erik pun tersenyum, kemudian pak Erik pun langsung mengajak Dinda dan juga Devano untuk melihat pesta kembang api, begitupun juga dengan pak Irsyad, pak Edi, Ibu Yuli, ibu Sari, Arya, Dessy, Tika, Ria dan juga tamu undangan yang lainnya.
Mereka semua terlihat sangat senang dan bahagia dengan pesta tersebut.
\#\#\#\#\#\#\#**END**\#\#\#\#\#\#\#
17 TAHUN KEMUDIAN
Devano Zayn Pratama
__ADS_1
Ada apakah dengan 17 tahun kemudian,,,,,,
Entahlah masih.....???????