DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
Episode 62


__ADS_3

DI RUMAH ERIK.


Waktu menunjukkan pukul 05:00 Sore.


Terlihat seorang perempuan yang sedang berdiri dihalaman rumah, sambil memandangi rumah tersebut dan sekelilingnya.


"Gilaaa, ini rumah gede bangeeet.? Mana mewah lagi.! Ini gw enggak salah lihat kan.? Ini beneran rumah suami Dinda.?" Kata perempuan tersebut dalam hati, heran dan tak percaya, sambil terus memandangi betapa besar dan mewahnya rumah tersebut.



"Kalau ini beneran rumah suami Dinda, berarti suami Dinda orang kaya dong.? Hem.! Enak banget yah Dinda hidupnya dari kecil, punya orang tua kaya, hidupnya serba berkecukupan, dan sekarang punya suami juga orang kaya.? Sedangkan gw apa coba.? Tempat tinggal aja masih numpang dirumah Oma.! Ini enggak bisa dibiarkan.! Kayaknya secepatnya gw memang harus cari cara untuk bisa menghancurkan hidup Dinda.!" Kata perempuan tersebut lagi dalam hati, sambil tersenyum sinis.


"Tapi kira-kira dengan cara apa yah gw bisa menghancurkan hidup Dinda.? Apa gw dedeketin suaminya aja yah.? Suami Dinda kan kaya, buktinya aja rumahnya semewah dan segede ini.! Waaah lumayan nih kalau gw deketin, lagian gw juga yakin suami Dinda pasti tertarik dengan penampilan gw ini.! Secara sekarang kan Dinda sedang hamil, yang pastinya sudah enggak secantik dan seseksi dulu lag,,,,,,,," Seketika ucapan Perempuan tersebut terpotong.


"Eh, tapi tunggu dulu.! Kalau suami Dinda ternyata udah tua dan jelek gimana.? Secara kan kata Tante Yuli, Dinda itu menikah karena di jodohkan, karena terpaksa. Udah jelas dong pasti suami Dinda itu jelek, kalau enggak tua.! Aduuuh gimana yah kalau suami Dinda itu ternyata seperti dugaan gw.? Masa gw mau sih sama orang yang udah tua.? Ahhh bodo amat.! Yang penting suami Dinda kan kaya, jadi lebih baik gw memang harus cari cara untuk dekati sumai Dinda.! Kalau gw sampai berhasil deketin suaminya, gw yakin nasib gw dan mamah yang susah ini akan berubah, dan bukan hanya itu saja.! Kalau ini semua berhasil, gw jamin kehidupan dan pernikahan Dinda akan hancur sehancur-hancurnya seperti dulu Tante Yuli menghancurkan kebahagiaan mama." Kata perempuan tersebut lagi dalam hati panjang lebar sambil tersenyum sinis, kemudain perempuan tersebut melangkah menuju pintu masuk rumah tersebut.


Tok.! tok.! tok.! Perempuan tersebut mengetuk pintu rumah tersebut, dan perempuan tersebut ternyata adalah Sania sepupu Dinda, karena mulai hari ini ia akan tinggal di rumah Erik.


Sania



Sania adalah perempuan yang sangat licik, jahat, matre, genit dan apa saja yang ia mau harus ia dapatkan meskipun dengan cara kotor sekalipun, usia Sania sekarang adalah 35 tahun berbeda jauh dengan usia Dinda.


Sania adalah putri tunggal dari pasangan pak Hendro dan Ibu Santi, namun pak Hendro ayah dari Sania sudah meninggal sejak Sania masih berusia 1 tahun.


Sania terlahir dari keluarga yang sederhana dan biasa saja, bahkan Sania dan ibu Santi mamahnya, belum mempunyai tempat tinggal, mereka masih numpang di rumah Oma nya, yang tak lain adalah Oma Dinda dan Oma Arya juga, karena Ibu Santi mamah dari Sania adalah kakak dari Ibu Yuli yang tak lain adalah mamah dari Dinda dan juga Arya.


Sania sengaja pindah kuliah dari Surabaya ke Jakarta, karena ia mempunyai maksud tertentu kepada keluarga pak Irsyad, dan terutama kepada Dinda, karena sebenarnya selama ini ia sangat iri dengan semua apa yang Dinda miliki, Dinda memiliki orang tua dan kakak yang sangat menyayangi dan memanjakannya, dan Dinda pun mempunyai orang tua yang bisa dikatakan adalah bos besar yang sangat sukses yang mempunyai bisnis dimana-mana, yang sangat berbanding terbalik dengan keadaan keluarganya yang serba kekurangan itu.


Sania bisa seiri itu kepada Dinda dan juga sangat dendam kepada semua keluarga pak Irsyad, karena Sania sangat sakit hati setiap kali mendengar curhatan dari ibu santi mamahnya, karena menurut ibu santi semua kebahagiaan dan kekayaan yang pak Irsyad miliki sekarang ini, seharusnya adalah miliknya dan juga milik Sania anak semata wayangnya, kalau saja dulu pak Irsyad tidak bertemu dengan ibu Yuli yang tak lain adalah adiknya.


*Flashback*

__ADS_1


Dulu orang tua pak Irsyad adalah orang yang paling terkaya di Surabaya, ia berniat ingin menjodohkan anaknya yang tak lain adalah pak Irsyad yang baru saja selesai kuliah di Eropa, dengan salah satu anak dari orang tua ibu Yuli.


Didalam perjodohan itu, orang tua ibu Yuli memilih ibu Santi yang akan dijodohkan dengan pak Irsyad, karena saat itu ibu Santi adalah janda beranak satu, dan ia sangat kesulitan untuk menghidupi dirinya dan juga anaknya yang tak lain adalah Sania, pada saat itu Sania masih berusia 1 tahun lebih.


Orang tua ibu Yuli memilih ibu Santi yang akan dijodohkan dengan pak Irsyad, karena orang tua ibu Yuli kasihan kepadanya yang pada saat itu sangat kesusahan, orang tua ibu Yuli sangat yakin jika Ibu Santi dijodohkan dengan pak Irsyad yang tak lain adalah anak dari orang yang paling terkaya di Surabaya, pasti kehidupannya dan juga sania tidak akan pernah susah apalagi sampai kekurangan.


Mendengar kabar dirinya akan dipersunting oleh pak Irsyad, ibu Santi pun sangat bahagia dan senang karena sebentar lagi dirinya akan menjadi nyonya Irsyad, yang tak lain adalah anak orang yang paling terkaya di Surabaya, apalagi pak Irsyad adalah salah satu mahasiswa lulusan terbaik dari Eropa yang pada saat itu masih sangat jarang orang bisa kuliah disana, dan hanya orang-orang yang tertentu lah yang sanggup kuliah di tempat tersebut.


Namun sayang kebahagian ibu Santi musnah dalam sekejap, saat pertemuan antara keluarga pak Irsyad dan keluarga ibu Santi pada waktu itu, karena pada waktu pertemuan itu, pak Irsyad justru tertarik kepada ibu Yuli, yang sekarang sudah menjadi istrinya.


Sejak melihat ibu Yuli, pak Irsyad langsung membatalkan perjodohannya dengan ibu Santi, dan pada saat itu pak Irsyad langsung memilih ibu Yuli untuk dijadikan istri, sehingga membuat semua keluarga kaget dan terutama orang tua ibu Yuli.


Bagaimana orang tua ibu Yuli tidak kaget, orang tua ibu Yuli sama sekali tidak kepikiran akan menjodohkan ibu Yuli dengan pak Irsyad, karena pada saat itu ibu Yuli masih sangat muda dan ia masih sekolah, usianya pun baru 17 tahun, sedangkan usia pak Irsyad saat itu sangat jauh berbeda darinya, yaitu 32 tahun.


Mendengar pak Irsyad akan mempersunting dirinya, ibu Yuli pun langsung menangis dan ketakutan, bagaimana ibu Yuli tidak menangis dan ketakutan, sebelumnya ia tidak pernah dekat dengan seorang pria manapun, apalagi dengan seorang pria yang sangat jauh berbeda usianya dengan dirinya yang terbilang sudah sangat dewasa.


Namun karena pak Irsyad dan orang tua pak Irsyad memohon-mohon kepada orang tua ibu Yuli, akhirnya orang tua ibu Yuli pun merestuinya, meskipun sesungguhnya ibu Yuli benar-benar belum siap untuk menikah.


Mendengar pak Irsyad lebih memilih ibu Yuli yang tak lain adalah adiknya sendiri untuk dijadikan istri, ibu Santi yang sudah sangat berharap pak Irsyad akan menjadi suaminya pun, sangat kecewa dan sakit hati karena menurutnya ibu Yuli telah merebut pak Irsyad dari dirinya.


Ibu Santi melakukan itu semua, karena ia sudah benar-benar sakit hati, apalagi setiap kali melihat dan mendengar kabar dari keluarga pak Irsyad yang semakin bahagia seperti sekarang ini, yang selalu dimanjakan dengan kekayaan yang seharusnya sekarang ini adalah miliknya dan putri semata wayangnya yaitu Sania.


Namun sebenarnya saat pertama Sania berniat untuk pindah ke Jakarta, ia sama sekali tidak pernah berfikir akan tinggal di rumah Erik yang tak lain adalah suami Dinda, karena Sania juga tidak tau menau kalau sekarang ini Dinda sudah menikah.


Namun karena ibu Yuli tidak tau kalau sebenarnya Sania dan ibu Santi kakaknya menyimpan dendam terhadap keluarganya, ia pun menawarkan kepadanya untuk tinggal di rumah Erik yang tak lain adalah suami Dinda, untuk menemani Dinda yang sekarang ini sedang hamil.


Mendengar tawaran dari ibu Yuli, dengan senang hati Sania pun langsung menerimanya, karena menurutnya dengan ia tinggal satu rumah bersama Dinda dan suaminya, itu akan lebih mudah untuk menghancurkan hidup Dinda, apalagi dengan keadaan Dinda yang sekarang ini sedang hamil.


*********


Sania masih terus berdiri didepan pintu masuk rumah Erik, sambil terus mengetuk-ngetuk pintu rumah tersebut Tok.! tok.! tok.!


"Non, itu di luar kayak ada suara orang ketuk pintu non.?" Kata bi Ijah yang sedang sibuk membantu Dinda memasak kesukaan Erik di dapur, sejak Dinda cuti dari kuliah, ia memang sering membantu bi Ijah masak di dapur, bahkan saking seringnya ia membantu bi Ijah, sekarang ini ia sudah bisa masak makanan kesukaan Erik suami tersayangnya, dan sepertinya sekarang ini ia sudah benar-benar mulai dewasa.

__ADS_1


"Oh iya bener bi." Kata Dinda yang sedang berdiri di tepat disampingnya.


"Ya udah biar bibi aja yang buk,,,,,," Belum sempat bi Ijah menyelesaikan ucapannya namun sudah terpotong.


"Eehhh enggak usah bi.! Biar Dinda aja yang bukain pintunya, lagian itu yang datang sepupu Dinda kok bi." Kata Dinda, ia berbicara seperti itu karena tanpa sepengetahuan dari kita, tadi Sania sempat memberikan kabar kepadanya kalau sebentar lagi ia sampai di rumahnya.


"Ya udah yah bi, ini tolong lanjutin masaknya.!" Kata Dinda lagi tergesa-gesa, sambil buru-buru memasukkan sayur kesukaan Erik kedalam panci.



Kemudian ia pun langsung buru-buru melangkah menuju pintu masuk rumahnya dan membukaan pintu tersebut untuk Sania.


"Ka Sania.?" Kata Dinda sambil tersenyum senang, menatap kearah Sania yang sedang berdiri di depan pintu.


"Eeeeemmm ka Sania, Dinda kangeeen.?" Kata Dinda lagi sambil memeluk tubuh Sania dengan begitu erat, karena ia benar-benar tidak tau kalau ternyata kedatangan Sania kerumahnya hanya untuk membalas dendam dan ingin menghancurkan hidupnya, dan juga seluruh keluarganya.


Melihat Dinda memeluknya seperti itu, Sania hanya terdiam sambil tersenyum.


"Bagus.! Sepertinya Dinda enggak curiga dengan maksud kedatangan gw kesini." Kata Sania dalam hati senang.


"Ya udah ayo kak Sania masuk.!" Kata Dinda sambil merangkul pundak Sania dan mengajaknya duduk didalam rumahnya sambil asyik ngobrol.


"Ya ampun kak Saniaaa, udah lama banget kita enggak ketemu.?" Kata Dinda sambil terus tersenyum karena senang bisa bertemu lagi dengan Sania sepupunya itu.


"Iya Din, kita udah lama banget enggak ketemu.? Oh iya, ngomong-ngomong gimana kabar loh sekarang.? Katanya loh udah nikah yah.?" Kata Sania.


"Iya kak Sania, sekarang Dinda udah nik,,,,,,," Seketika ucapan Dinda terpotong, karena tiba-tiba ia melihat Erik yang baru saja pulang dari kantor dan sedang berdiri tepat di depan pintu masuk rumahnya sambil tersenyum kepadanya.



"Mas Eriiikk.?" Kata Dinda kaget sambil tersenyum senang, karena ini adalah kali pertama Erik suaminya itu pulang cepat dari kantor.


Mendengar Dinda menyebutkan nama Erik, seketika Sania pun langsung menatap kearah dimana Erik berada.

__ADS_1


"Gilaaaa, ganteng bangeeeeet.? Dia benaran suami Dinda.?" Kata Sania dalam hati sambil terus terdiam dan terbengong, karena terpesona melihat ketampanan Erik.


"Kalau dia beneran suami Dinda, berarti dugaan gw salah dong.? Suami Dinda itu ternyata masih muda, mana ganteng lagi.! Pokoknya gw harus biasa rebut hati Erik.! Iya, gw harus bisa rebut hati Erik, secepatnya gw harus bisa singkirkan Dinda dari kehidupannya, harus.!" Kata Sania lagi dalam hati, sambil tersenyum sinis.


__ADS_2