
DI HALAMAN RUMAH.
Waktu menunjukkan pukul 07:00 pagi.
Terlihat Devano yang sedang duduk di dalam mobil sambil menunggu Alana keluar dari rumah, karena pagi ini mereka berdua berniat untuk berangkat ke kampus bersama.
"Udah jam berapa ini.?? Lama banget sih itu perempuan bawel mandinya, bisa-bisa kesiangan nih kalau kayak gini.??"
Kata Devano kesel, karena ia sudah menunggu Alana cukup lama akan tetapi, Alana tak juga kunjung datang dan keluar dari rumahnya.
"Aduuuhhh bener-bener yah itu perempuan.??? Alana.!!! Cepetan keluar udah siang nih.?!!! Alana.!!! Alan,,,,,," Seketika teriakan Devano terhenti.
"Iya mas, maaf mas.!!! Alana keluar nih.?!! Mas udah nungguin Alana lama yah.?? Maaf banget yah mas.??" Kata Alana tergesa-gesa, sambil berlari dari dalam rumah, kemudian ia pun langsung mencoba untuk masuk dan duduk di dalam mobil tersebut tepat di samping Devano.
"E, e, ehhhh kamu ngapain duduk di depan.?? Duduk di belakang.!!! Mas enggak mau yah kalau sampai Laras lihat kita deket-dekettan." Kata Devano serius, ia menyuruh Alana untuk duduk dibelakang, karena tanpa sepengetahuan dari kita, ternyata Laras sudah berkali-kali mengingatkannya untuk tidak dekat-dekat dengan Alana.
"Enggak mau.!! Alana mau duduk di depan aja sama mas.!! Lagian kan istri mas itu Alana bukan kak Laras, jadi Alana lah yang lebih berhak deket sama mas." Kata Alana mencoba untuk menolak perintah dari Devano suaminya itu, karena menurutnya ia lah yang lebih berhak dekat dengan Devano dan bukanlah Laras kakak tirinya itu.
"Eehhhh kamu itu yah dikasih taunya, bawel banget, ngelawan mulu.!! Pokoknya enggak bisa, kamu duduk di belakang.!!! Kalau kamu enggak mau duduk di belakang mas tinggal nih.!!!" Kata Devano kesel sambil mencoba untuk mengancam Alana.
"Iya, iya,,, nih Alana duduk di belakang.!!!" Kata Alana kesel, sambil buru-buru keluar dari dalam mobil tersebut.
"Iiiiiiiihhhhh ngeselin banget sih, istrinya siapa.?? Nurutnya ke siapa.?? Kalau bukan karena papah, enggak mau aku kayak gini.?? Dasar suami enggak pengertian.!!! Masa suami tidurnya enggak mau satu kamar sama istri.?? Dan sekarang,,, duduk juga enggak mau deket-deket sama istrinya.?? Pernikahan macam apa kayak gini.??" Kata Alana kesel, sambil melangkah masuk kembali ke dalam mobil Devano di bagian belakang, kemudian ia pun langsung duduk di dalam mobil tersebut.
Melihat Alana menuruti perintah darinya, Devano pun langsung tersenyum.
"Hemmm, nah gitu dooong,,, sekali-kali nurut, jangan ngelawaaaan mulu." Kata Devano sambil terus tersenyum.
"Oh iya Alana, mas lupa.!!! Pokoknya mas enggak mau yah.?? Kamu cerita ke siapapun tentang kejadian semalam, apalagi kalau sampai Laras tau, mas marah loh.!!!" Kata Devano mencoba untuk mengingatkan dan mengancam Alana, karena sepertinya ia memang benar-benar sangat ketakutan kalau sampai Laras kekasihnya itu tau, tentang kejadian semalam saat dirinya hendak mencium bibir Alana.
"Kamu ngerti kan Alana.??" Kata Devano mencoba untuk mengingatkannya kembali.
"Alana, kok kamu diam aja sih.? Sebenarnya kamu dengerin mas ngomong engg,,,,,,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong.
"Yaelah ini perempuan.! Orang udah ngomong capek-capek juga, malah enggak didengarin." Kata Devano kesel sambil menatap kearah Alana, yang ternyata dari tadi sedang asyik mendengarkan musik kesukaannya dan tidak mendengar ocehannya.
"Tapi tunggu deh.! Kalau dilihat-lihat, perempuan bawel ini cantik juga yah.?" Kata Devano dalam hati, sambil tersenyum dan terus memandangi wajah cantik Alana.
"Iya, ternyata perempuan bawel ini memang cant,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong.
"M, m, mas Devano.? M, m, mas Devano kenapa senyum-senyum sendiri kayak gitu ngelihatin Alana.?" Kata Alana gugup dan bingung melihat Devano suaminya yang menatapnya sambil senyum-senyum sendiri seperti itu.
Mendengar kata-kata dari Alana, seketika Devano pun langsung terbangun dari bengongnya.
__ADS_1
"K, k, kenapa.?? E, e, enggak,,, siapa yang senyum-senyum.?? O, o, orang mas enggak senyum-senyum kok.!!!" Kata Devano gugup karena sekarang ini ia sedang berbohong.
"Aduuuuhhh,,, mati gw.!! Hampir aja gw ke geb sama perempuan bawel ini.?? Kalau sampai perempuan bawel ini tau tadi gw muji-muji dia gimana yah.?? Aduuuuhhh Devano, Devano, lagian ngapain sih loh muji-muji perempuan bawel kayak gini.?? Cantik juga enggak." Kata Devano dalam hati panik, karena sepertinya sekarang ini ia sangat ketakutan dan gengsi kalau sampai Alana tau ternyata tadi dirinya sempat memuji-muji kecantikannya itu
"M, m, mas Devano,,, m, m, mas Devano kenapa sih dari tadi aneh banget kayak gitu.?? K, k, kok mas Devano diem aja sih.??" Kata Alana semakin bingung melihat tingkah laku aneh Devano suaminya itu yang terus terdiam.
"O, o, ohhh enggaaak,, s, s, siapa yang aneh.?? Y, y, ya udah ayo kita jalan.!!! E, e, entar keburu telat lagi kita ke kampus." Kata Devano lagi-lagi gugup dan berbohong kepada Alana.
"Ooohhh,,, ya udah ayo jalan.!!" Kata Alana dengan santainya, kemudian ia pun langsung menyenderkan kepalanya di bangku, sambil terus mendengarkan musik kesukaannya itu, perlahan ia pun mencoba untuk memejamkan matanya.
Melihat Alana memejamkan matanya seperti itu, Devano pun tersenyum.
"Kayaknya gw memang enggak salah deh.?!! Perempuan bawel ini memang cantik."
Kata Devano dalam hati, sambil terus memandangi wajah cantik Alana yang masih terus terpejam itu, sepertinya tanpa ia sadari, lagi-lagi ia telah terpukau melihat kecantikan Alana istrinya itu.
"E, e, ehhhh tapi tunggu dulu deh.!! Itu kok rambut Alana berantakan banget sih.?? Wajah cantiknya kan jadi enggak kelihatan.??" Kata Devano lagi dalam hati, sambil memandangi wajah cantik Alana yang tertutup oleh rambutnya yang sekarang ini sangat berantakan karena terkena angin.
"Ah gw rapiin aja deh.!!!" Kata Devano dalam hati, perlahan ia pun mencoba untuk merapikan rambut tersebut, namun belum juga sempat ia merapikan rambut tersebut, tiba-tiba ia melihat Alana yang membukaan matanya.
"M, m, mas Devanooo.??? M, m, mas Devano, m, m, mau ngapain.???"
"Ehhh i, i, iya kenapa.??? O, o, oh enggak,, i, i, itu tadi di pipi kamu ada nyamuk.?? I, i, iya bener ada nyamuk.!!!" Kata Devano gugup karena ia sangat kaget, sambil buru-buru menurunkan kembali tangannya yang masih berada tepat di depan wajah cantik Alana istrinya itu.
"Ooohhh ada nyamuk.??" Kata Alana dengan polosnya.
"I, i, ya nyamuk.?? I, i, itu tadi di pipi kamu ada nyamuk gedeeee banget.!!! I, i, iya bener g, g, gede banget.!!! T, t, tapi sekarang kamu tenang aja.!!! Ny, ny, nyamuknya udah enggak ad,,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong.
"Kak Devano, kak Devano,,,, I, i, itu bukannya kak Raka yah.?? I, i, itu kak Raka lagi ngapain di pinggir jalan.??" Kata Alana gugup, sambil menunjuk kearah Raka yang seperti sedang memperbaiki mobilnya di pinggir jalan, tepat di depan mobil Devano.
"M, m, mana Raka.?? Oh iya itu Raka yah, lagi ngapain itu anak.?? Kayaknya mobil Raka mogok deh.!!" Kata Devano yang baru melihat Raka di pinggir jalan.
"Iya deh mas, kayaknya mobil kak Raka itu mogok.?? Mas tolongin yah mas, kasihan.?!!" Kata Alana serius, ia menyuruh Devano untuk menolongnya, karena ia memang benar-benar kasihan dan tidak tega melihat Raka yang sedang kesusahan memperbaiki mobilnya yang sedang mogok itu hanya sendiri, apalagi sekarang ini Alana juga sudah tau kalau Raka itu ternyata adalah sepupu Devano, yang artinya sekarang ini Raka juga adalah sepupunya, itu semua membuatnya semakin kasihan dan tak tega melihat Raka kesusahan seperti itu.
"Ya udah yah, kamu tunggu mas disini.!! Mas mau tolongin Raka dulu." Kata Devano meminta Alana untuk menunggunya di dalam mobil, kemudian ia pun langsung buru-buru mencoba untuk keluar dari mobil tersebut, namun belum juga sempat ia keluar dari mobil tersebut, tiba-tiba Alana menarik tangannya.
"Mas Devano,,, semoga mas bisa benerin mobil kak Raka yah.?? Soalnya Alana pengin banget balas budi sama kak Raka mas.??" Kata Alana serius, sepertinya sekarang ini ingin membalas kebaikan Raka, karena dulu Raka pernah menolongnya dari preman yang akan menjambretnya.
"Balas Budi.?? Maksudnya.??" Kata Devano bingung, karena ia benar-benar tidak tau apa maksud dari ucapannya itu.
Mendengar kata-kata dari Devano, dengan segera Alana pun langsung menceritakan semua tentang kejadian itu, kejadian saat dirinya di jambret oleh preman yang kemudian di tolong oleh Raka.
"Apa.?!! Ja, ja, jadi,,, pe, pe, perempuan yang waktu itu sempat Raka ceritain ke gw.?? Pe, pe, perempuan yang sudah berhasil membuat Raka jatuh cinta,,, I, i, itu Alana.?? Pa, pa, pantes aja waktu di taman kemaren,,, me, me, mereka berdua udah kayak kenal deket." Kata Devano dalam hati gugup dan kaget, karena ia benar-benar baru tau kalau ternyata perempuan yang dulu sempat Raka ceritakan kepada dirinya, perempuan yang sudah berhasil membuatnya jatuh cinta itu adalah Alana yang tak lain adalah istrinya sendiri.
"E, e, ehhh tapi tunggu dulu deh.!!! Waktu itu kan,,, Alana pulang diantar sama Raka.?? Kira-kira mereka berdua ngapain aja yah di jalan.??? Apa jangan-jangan.!! Mereka berdua memang udah pacaran.??? Buktinya aja sekarang ini, Alana perhatian banget sama Raka.??" Kata Devano lagi dalam hati bertanya-tanya, karena sepertinya sekarang ini ia benar-benar sangat penasaran, sebenarnya ada hubungan apa antara Alana dan Raka.
__ADS_1
"M, m, mas Devano,,,, m, m, mas Devano kenapa diam.?? Ayo mas cepetan tolongin kak Raka, kasihan mas.??" Kata Alana menyuruh Devano untuk cepat-cepat menolong Raka.
"Eh, iya kenapa.?? Tolongin Raka yah.?? Aduuuuhhh.!!! Kayaknya mas enggak bisa deh.!!!" Kata Devano gugup, entah mengapa tiba-tiba ia mengurungkan niatnya untuk menolong Raka.
"Kok enggak bisa sih mas.?? Bukannya mas tadi mau nolongin kak Raka yah.??" Kata Alana bingung karena melihat Devano yang secara tiba-tiba mengurungkan niatnya itu.
"I, i, iya,,, t, t, tadinya sih mas niatnya mau nolongin.?? T, t, tapi kayaknya enggak bisa deh.!!! S, s, soalnya sekarang ini udah siang bangeeet, udah yah lebih baik sekarang kita ke kampus aja.!!" Kata Devano gugup, sambil buru-buru menyalakan mobilnya untuk berangkat menuju kampus.
"Iiiiiiihhhhh mas kok gitu sih, tega banget sama saudara sendiri.?? Kan kasihan kak Raka mas.??" Kata Alana kesal, karena melihat Devano yang seperti tidak kasihan melihat saudara sendiri sedang kesusahan.
Mendengar kata-kata dari Alana, alih-alih sadar dan menolong Raka, Devano malah melajukan kecepatan mobilnya lebih tinggi lagi.
"Kok mas malah ngebut sih.?!! Bukannya tolongin kak Raka." Kata Alana bingung dan semakin kesal.
"Udah kamu diam.!!! Udah siang nih.?? Entar kita telat lagi.!!" Kata Devano tiba-tiba marah kepada Alana, namun entah apa yang membuatnya bisa marah seperti itu kepada Alana istrinya itu.
"Iiiiiiihhhhh mas itu kenapa sih.?? Jahat banget jadi orang.??" Kata Alana dengan suara tinggi karena ia benar-benar kesal melihat tingkah laku Devano seperti itu.
"Tadi kamu ngomong apa.?? Mas jahat.??" Kata Devano semakin marah sambil menatap tajam wajah Alana.
"Iya mas itu jahat.!!! Ternyata mas itu jahat bukan cuma sama istri sendiri, sama saudara sendiri juga mas itu jahat.!!! Padahal kan kak Raka itu orangnya baik, waktu itu juga kak Raka udah nolongin Alana." Kata Alana mencoba untuk menjelaskan kepada Devano, ia berbicara seperti itu, karena menurutnya Devano itu adalah suami yang jahat.
"Apa kamu bilang.?? Mas jahat.?? Emang kamu lupa.?? Waktu itu juga kan kamu ditolongin sama mas, waktu kamu sama Kiara diganguin sama preman di taman, iya kan.??" Kata Devano mencoba untuk membalikan kata-kata Alana.
"Y, y, ya iya sih mas,,,, A, a, Alana juga tau.?? T, t, tapi kan,,,,," Belum juga sempat Alana menyelesaikan ucapannya namun sudah terpotong.
"Ahhhhhh udah lah.!!! Terserah kamu aja.!!! Kamu belaian aja tuh terus pacar kamu itu tuh.!!! Si Raka." Kata Devano semakin kesal, ia berbicara seperti itu karena ia mengira kalau Raka dan Alana itu pacaran.
"Apa mas bilang.??? Pacar.??" Kata Alana bingung, mengapa tiba-tiba Devano suaminya berbicara seperti itu.
"Ya iya,, kamu belain aja tuh pacar kamu tuh.!!! Si Raka.!!! Kamu sama Raka pacaran kan.?!!" Kata Devano mencoba untuk menjawab kata-kata dari Alana.
"Alana sama kak Raka pacaran.??? Siapa yang pacaran.??" Kata Alana semakin bingung dengan kata-kata Devano suaminya itu yang menurutnya tak masuk akal.
"Ya kamu lah.!!! Siapa lagi.?? Orang dari tadi kamu belain Raka terus kok.!!" Kata Devano mencoba untuk menjawab pertanyaan dari Alana.
"Alana pacaran sama kak Raka.?? Kok jadi gini sih.??" Kata Alana masih bingung dengan semua kata-kata Devano suaminya itu, yang menurutnya semakin tidak masuk akal, karena memang kenyataannya dirinya dan Raka itu tidak lah pacaran, jangankan pacaran kenal dekat dengan Raka pun tidak
"Tau ah.!!! Terserah kamu aja.!!!" Kata Devano sewot, kemudian ia pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lebih tinggi lagi menuju kampus.
#######
Untuk semuanya.!!!
Maaf yah, Author tidak bisa up cepet-cepet seperti author-author yang lain, karena author baru Up kalau sudah ada yang vote, dan yang like di episode terakhir yang author tulis, sudah mencapai 100 like lebih dan 20 coment lebih, kalau belum mencapai angka tersebut, author kurang semangat untuk Up, mohon di mengerti yah semuanya 🙏🙏🙏
Tapi kenapa untuk sekarang ini author sudah Up, karena kemarin author Up episode sekaligus pengumuman, jadi author totalin aja like dan coment nya,,,,,
Tapi untuk episode-episode berikutnya, pertarturan author tetap seperti itu 🙏
__ADS_1