
Melihat Dinda terdiam seperti itu, pak Erik pun langsung menghampirinya, kemudian langsung menarik nafas pelan dan membuangnya kasar.
"Sayaaaang kamu itu kenapa sih,, selalu nutup-nutupi keburukan Devano dibelakang mas, hah.???" Kata pak Erik kesal.
"Mas Eriiiik,,, Dinda minta ma'aaaaf.??? Dinda nutup-nutupi semua ini dari mas, karena Dinda enggak mau Devano kena marah lagi sama maaas, Dinda kasihan sama Devano mas, Dinda kasihaaaan,,," Kata Dinda merengek.
"Sayaaaang,,, kapan sih mas itu marah-marah sama Devano.??? Mas itu enggak pernah marah sama Devano sayang, mas itu cuma kasih nasihat doang sama Devano, supaya Devano itu tau mana yg baik dan mana yang buruk" Kata pak Erik serius.
"Sama aja mas, itu namanya marahiiiin.??? Dinda enggak mau.!!! Pokonya Dinda enggak mau kalau mas sampai marahin Devano.!!! Kalau sampai mas marahin Devano, Dinda enggak mau bobo bareng lagi sama mas.!!!" Kata Dinda ngambek, Dinda mengancam pak Erik dengan kata-kata seperti itu, karena Dinda sangat tau kalau pak Erik paling tidak bisa tidur tanpa ditemani oleh dirinya.
Mendengar Tantenya marah-marah sambil mengancam Om nya dengan kata-kata seperti itu, Raka yang dari tadi masih berdiri didekat mereka pun hanya terdiam dan salah tingkah.
"Sayaaaang, kok kamu malah jadi ngancam mas kaya gitu siiiiih.??? Kebiasaan deh kamu, kalau lagi marah suka ngancem-ngancem mas kaya gitu.????" Kata pak Erik ketakutan.
"Boda amat.!!!! Pokoknya Dinda enggak mau kalau sampai mas marahin Devano.!!! Kalau sampai mas marahin Devano, mas bobo diluar.!!!! Jangan bobo sama Dinda, Dinda enggak mau.!!!" Kata Dinda ngambek sambil berjalan masuk ke dalam kamar, kemudian menutup pintu kamar tersebut dengan kuat jebret.!!!!
"Sayang.!!! Kok kamu malah masuk ke kamar duluan sih.?!!! Terus kita enggak jadi bikin Dede untuk Devano nih.?!!!" Teriak pak Erik ketakutan kalau sampai Dinda berubah pikiran dan tidak jadi melayani dirinya diatas Ranjang.
"Enggak jadi.!!!! BATAL.!!!!" Teriak Dinda dari dalam kamar dengan suara ketus.
Melihat Om dan Tante nya marah-marah ngomongin masalah pelayanan diatas Ranjang, Raka pun semakin salah tingkah.
"Om sama Tante kenapa sih,,, kok malah jadi ngomongin masalah ranjang sih.??? Segala bikin Dede buat Devano lagi diomongin, enggak tau apa kalau ini keponakannya masih polos.??" Kata Raka dalam hati.
Sedangkan pak Erik yang mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun langsung memegang kepalanya karena pusing.
"Haduuuhhh,,, selalu deh.!!!! Yang salah siapa yang kena imbas siapa.??? Anak sama mamah sama aja, sama-sama susah dikasih taunya.!!! Dikit-dikit ngambek, dikit-dikit ngabek.!!! Pusing nih kepala, mana udah enggak kuat lagi ini dari tadi tegang kaya gini, bangun terus lagi ini dari tad,,,,,,,." Seketika ucapan pak Erik terpotong karena pak Erik kaget melihat Raka yang ternyata masih berdiri didekatnya, sepertinya pak Erik dari tadi lupa dengan keberadaan Raka.
"Om,,,,???" Kata Raka pelan sambil tersenyum dan salah tingkah.
"Loh kamu masih ada disini Raka.???" Kata pak Erik mencoba untuk biasa saja, padahal sesungguhnya pak Erik sangat malu karena kegep oleh Raka sedang memegangi juniornya yang dari tadi berdiri dan menegang.
__ADS_1
"I, i, iya Om,,, ta, ta, tapi ini juga Raka mau pulang kok Om.???" Kata Raka gugup sambil buru-buru melangkah keluar dari rumah pak Erik, namun belum sempat Raka melangkah, langkah Raka terhenti.
"Raka, Tunggu dulu.!!! Tolong sekalian kasih tau pak Ridwan yah.?!!! Suruh pak Ridwan jemput Devano di rumah Rasya sekarang juga.!!!" Kata pak Erik, pak Erik menyuruh pak Ridwan yang menjemput Devano dan bukan dirinya, karena pak Erik mau merayu Dinda.
"Oh enggak usah om, biar Raka aja yang jemput Devano, lagian sekarang juga Raka mau ke rumah Rasya kok.???" Kata Raka serius.
"Oh,,, ya udah kalau gitu suruh Devano cepet pulang yah.!!! Kasih tau Dia, sekarang lagi di tunggu sama papahnya di Rumah." Kata pak Erik tegas.
"Baik om.!!! Ya udah Raka pergi dulu ya Om.???" Kata Raka kemudian langsung melanjutkan langkahnya untuk keluar dari rumah pak Erik.
Setelah Raka pergi, dengan segera pak Erik pun langsung melangkah menuju kamarnya, untuk merayu Dinda.
"Tok,,, tok,,, tok,,, sayaaaang,,, bukain dulu pintunya sayang,,, mas mau ngomong.!!!" Kata pak Erik pelan sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar tersebut.
"Enggak mau.!!! Dinda enggak mau bukain pintunya sebelum mas janji dulu sama Dinda.!!! Kalau mas enggak bakalan marahin Devano kalau nanti Devano pulang.!!!" Kata Dinda dari dalam kamar dalam keadaan yang masih ngambek.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun langsung menarik nafas pelan dan membuangnya kasar.
"Mas bohong.!!! Mas ngomong kaya gitu biar Dinda enggak marah lagi kan.???" Kata Dinda.
"Sayaaaang,,, mas enggak bohoooong, mas janji, mas enggak akan marahin Devano kalau nanti Devano pulang." Kata pak Erik memcoba untuk meyakinkan Dinda.
"Mas beneraan kan,,, mas enggak bohooong.???" Kata Dinda manja, sepertinya Dinda sudah mulai percaya dengan ucapan pak Erik.
"Iya sayaaang,,, mas enggak bohong, jadi sekaraaang,,, bukain pintunya yah sayaaang.??? Mas mau masuk nih,, mas udah enggak kuat banget nih sayang, dari tadi ini mas bangun terus nih.!!!" Kata pak Erik serius, sambil memegangi juniornya yang dari tadi sudah berdiri dan menegang.
"Ya udah kalau mau masuk, masuk aja.!!! Orang enggak di kunci juga." Kata Dinda sewot.
"Maksud kamu apa sayang,,, ini pintu dari tadi enggak dikun,,,,,,," Seketika ucapan pak Erik terpotong karena pak Erik berhasil membuka pintunya yang memang ternyata tidak dikunci oleh Dinda.
"Ya ampun sayaaaang,,, kenapa kamu enggak ngomong dari tadi sih kalau pintunya enggak dikunci.???" Kata pak Erik sambil berjalan masuk menghampiri Dinda, kemudian duduk diatas ranjang disamping Dinda.
__ADS_1
"Lagian biasanya juga kan mas langsung masuk aja, enggak pake ketok pintu dulu.???" Kata Dinda cemberut.
Melihat istrinya yang terus cemberut dan ngambek, pak Erik pun tersenyum kemudian langsung memeluknya dengan erat.
"Eeeeemmmm,,, kamu kenapa ngambek mulu sih sayaaang, hah.??? Kan mas enggak tau kalau pintunya enggak dikunci, lagian kan biasanya kalau istri mas yang cantik ini lagi ngambek sama mas, mas suka dikunciin di luar enggak boleh masuk ke kamar.???" Kata pak Erik pelan sambil mengusap-usap rambut Dinda, pak Erik berbicara seperti itu karena memang biasanya Dinda selalu mengunci dirinya diluar dan tidak boleh masuk kedalam kamar jika Dinda sedang ngambek kepada dirinya.
"Abisnya Dinda kesel sama mas, mas suka marahin Devano teruuus.??? Dinda enggak mau maaas,, Dinda enggak mau Devano dimarahin teruuus, kasihaaaan.???" Kata Dinda merengek manja, Dinda memang benar-benar tidak mau dan tidak tega melihat Devano yang terus-terusan kena marah pak Erik, meskipun sesungguhnya pak Erik hanyalah memberi nasihat kepada Devano dan tidaklah marah kepadanya.
"Iya sayaaang,,, mas janji, nanti kalau Devano pulaaang,,, mas enggak akan marahin Devano lagi kaya biasanya.???? Jadi,,,, istri mas yang cantik ini jangan ngambek terus yaaah.??? Lebih baiiiiik,,, istri mas yang cantik ini temenin mas bobo.??? Katanya,, istri mas yang cantik ini mau bikin Dede sama mas, untuk Devano.???" Kata pak Erik sambil tersenyum dan mengusap-usap rambut Dinda, pak Erik mencoba merayu Dinda.
"Tapi mas enggak lagi ngerayu Dinda kaaan.??? Terus mas juga enggak lagi bohongin Dinda kayak dulu kaan.??? Kan dulu mas pernah bohongin Dinda, waktu mas lihat Devano ngerokok,,, kata mas, mas enggak akan marahin Devano, dengan syarat Dinda harus nemenin mas bobo dulu, nemenin mas bikin Dedee,, tapi pas kita udah selesai bikin Dede,,, mas bohongin Dinda, mas malah marahin Devano.??? Sekarang mas enggak lagi bohongin Dinda lagi kaya dulu kaan.???" Kata Dinda manja dan ketakutan karena tanpa sepengetahuan dari kita, dulu pak Erik pernah membohongi dirinya waktu pak Erik melihat Devano ngerokok, ia janji tidak akan marah kepada Devano dengan syarat Dinda harus mau melayani dirinya diatas ranjang, namun ternyata setelah selesai melayani dirinya diatas ranjang pak Erik malah justru langsung marah-marah dan memberi pelajaran kepada Devano.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun langsung tersenyum, kemudian langsung mengeratkan pelukannya ke tubuh Dinda.
"Eeemmmmm sayaaaang,,, kamu masih ingat aja sih sama kejadian itu.??? Mas aja udah lupa,,, Lagian enggak sayaaaang,,, kali ini mas enggak bohong, mas janji, kalau nanti Devano pulaaaaang,, mas enggak akan marahin Devano lagi, Jadi sekaraaang,,,,,,," Kata pak Erik sambil tersenyum menggoda Dinda.
"Jadi sekarang apa.?????" Kata Dinda manja.
"Jadi sekaraaang,,,,, istri mas yang cantik ini, udah mau kan bikin Dede sama mas.??? Kita bikin Dede yang lama untuk Devano." Kata pak Erik sambil membelai lembut wajah cantik Dinda pak Erik memang paling bisa merayu Dinda.
Mendengar kata-kata dari pak Erik, Dinda pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Dinda mau bikin Dede untuk Devanooo.???" Kata Dinda manja.
Mendengar kata-kata dari Dinda, pak Erik pun langsung membaringkan tubuh Dinda diatas ranjang, kemudian langsung membuka pakaiannya dan semua pakaian yang Dinda kenakan dengan sedikit kasar, karena pak Erik benar-benar sudah tidak tahan ingin cepat-cepat bermain-main dengan Dinda diatas ranjang, kemudian setelah itu pak Erik pun langsung memulai permainannya bersama Dinda siang itu juga.
Bahkan pak Erik dan Dinda pun terlihat sangat sibuk dengan permainannya itu, karena pak Erik mengganti-ganti gaya dalam bermain.
__ADS_1