Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Karina-Burhan


__ADS_3

Sementara Menta dan Raf sibuk bertempur dikamar mereka, Karina dan Burhan yang baru saja mengucap janji setia mereka dihadapan Tuhan dan para tamu undangan pun melakukan aktivitas perdananya di dalam kamar.


"Sayang, terima kasih ya karena sudah mau menerimaku menjadi suamimu" Burhan memeluk pinggang istrinya dengan penuh cinta.


"Kakak itu jahat sekali sih, kenapa bikin prank sama aku segala?" Karina memajukan bibirnya.


"Maaf ya, habis aku tidak punya cara lagi, itu pun kalau tidak dibantu sama tuan Raf pasti aku tidak akan bisa seperti ini!" Burhan merasa bersyukur karena Raf dengan sangat baik hatinya mau menolong mereka melangsungkan semua perhelatan yang tergolong mewah untuk ukuran di desa terpencil seperti tempat mereka.


"Iya, aku juga sangat bersyukur karena kak Raf mau melakukan semua ini untuk kita" Karina tersenyum mengingat kembali bagaimana ia terkejut ketika melihat kedua orang tuanya datang dan merestui pernikahannya dengan Burhan, padahal sebelumnya mereka sama sekali belum mengetahui perihal hubungan keduanya.


"Ngomong-ngomong apa kau sudah siap melakukan itu?" Burhan bertanya dengan grogi.


"Melakukan apa?" Karina yang tidak punya persiapan sama sekali menjadi salah tingkah.


"Masa kau tidak tau sih sayang, kan kau seorang bidan hebat, pasti sudah paham dengan proses reproduksi dan cara pembuahan kan?" Burhan merasa sangsi jika Karina tidak tau.


"Iya aku tau, tapi jujur saja aku tidak tau harus mulai dari mana, ini terlalu mendadak bagiku" katanya dengan polos.

__ADS_1


"Kalau begitu kita mulai dari mandi bersama saja yuk" ajak sang suami.


"Ihhhh kakkkk!" pukulan manja bidan cantik itu mendarat tepat di dada bidang suaminya.


"Loh kenapa?" Burhan tersenyum jahil.


"Maluuuuuuu" sambil menundukkan wajahnya.


"Sayang, kita kan sudah resmi, ya walaupun surat-suratnya baru akan diurus besok, tapi secara agama dan di depan masyarakat umum kita ini sudah sah, jadi kau tidak perlu malu lagi ya!?" Burhan meraih dagu Karina dan mengecupnya dengan lembut.


"Kakkkk" Karina memekik saat Burhan membuka satu persatu kancing pengait dress yang dikenakannya.


"Awwww" jeritan tertahan keluar dari mulut pengantin perempuan itu saat Burhan mengangkat tubuhnya dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Kakkkk ahhhhh emmppphhhh" lenguhan demi lenguhan lolos begity saja saat sang suami mengeksplor tubuhnya yang sudah polos.


"Pegang sayang" Burhan mengarahkan tangan istrinya kemiliknya yang sudah siap tempur itu.

__ADS_1


"Kakkk aku maluuu" wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus.


"Mulai saat ini dia hanya milikmu seorang sayang, kau berhak melakukan apapun kepadanya, jadi jangan malu lagi ya" katanya sambil mengecup bibir mungil itu dan kembali bergrilya dengan busa sabun yang ada ditangannya.


"Ayo" Setelah selesai dengan ritual mandinya, Burhan pun kemudian menuntun sang istri ke arah tempat tidur untuk memulai pertempuran yang sesungguhnya.


"Kakkkk mau apa?" Karina tersentak saat tubuhnya didorong dengan perlahan hingga telentang dan dihimpit oleh suaminya dibagian atas.


"Aku mau masuk ya, tahan sedikit, katanya akan sakit kalau baru pertama kali" Burhan mulai mencari posisi.


"Ahhhh kakkkkkkk emmmppphhhhhh" Karina hanya bisa pasrah menerima semua perlakukan suaminya. Meskipun secara teori dia sangat ahli, namun dalam prakteknya baru kali ini dia merasakan apa yang selama ini ia pelajari sebagai seorang bidan.


"Kakkkk aku tidak tahan lagi ahhhhhh" getaran hebat terjadi saat Karina mencapai puncaknya untuk yang pertama kalinya. Rasa gelenyar aneh namun begitu nikmat terasa hingga diujung perutnya, membuat perasaanya melayang tinggi ke surga cintanya.


"Ayo sayang, aku juga sudah mau keluar" Burhan mempercepat irama gerakannya.


"Sayangggg aku arggghhhhhhhhhh" Burhan pun bergetar hebat.

__ADS_1


"Kau luar biasa sayang, aku sangat senang bisa berada di dalammu sampai puncaknya" Sensasi letupan amunisinya begitu luar biasa saat berada di dalam milik istrinya, memang dirasa sangat berbeda dengan saat dirinya melakukannya hanya seorang diri. Sebagai pria dewasa yang sudah cukup umur, Burhan memang masih lugu dalam hal berhubungan dengan wanita, namun demikian, ia yang secara manusiawi membutuhkan penyaluran, biasanya akan melakukannya seorang diri tanpa ada wanita lain yang membantunya. Sehingga saat ia sudah memiliki istri sebagai penyaluran, maka pun ia bisa membandingkan kenikmatannya saat melakukan sendiri dan saat bersama dengan sang istri.


Malam pertama nan indah dan tak terlupakan pun dirasakan oleh sepasang pengantin yang menikah secara mendadak tanpa direncanakan terlebih dahulu ini. Namun demikian meskipun pernikahan itu terkesan mendadak, keduanya tetap sangat bersyukur karena saat ini semua harapan mereka dapat terwujud hanya dengan sekali melangkah saja. Ibarat pepatah berkata sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Hubungan cinta mereka telah bersatu, cita-cita menjadi seorang dokter sudah di depan mata, dan karir sebagai tim medis serta karyawan perusahaan Anderson pun sudah digenggaman tangan.


__ADS_2