
Kami pulang dulu ya sayang" Ananda memeluk Menta dengan penuh kasih sayang saat berpamitan setelah acara penyambutan baby Raziel selesai.
"Iya bunda" angguk sang menantu sambil membalas pelukannya.
"Langsung istirahat ya, jangan banyak aktivitas dulu, jaga kesehatanmu demi anak-anak" Tata pun memberi pesan kepada putri sulungnya itu.
"Iya ma, pasti" bagi Menta kini hal yang paling penting dalam hidupnya hanyalah kedua putranya.
"Bye" kemudian satu persatu semua anggota keluarga besar itu masuk ke dalam mobil masing-masing dan mulai meninggalkan rumah mewah milik pasangan yang baru dikaruniai anak ketiga itu.
"Ayo sayang kita masuk ke dalam" Raf meraih tangan sang istri dan kemudian menuntunnya ke dalam kamar mereka.
"Hahhhhh, akhirnya kita bisa tidur dikamar ini lagi ya ma" Raf sangat beryukur karena cobaan yang menghampiri akhirnya berlalu dan mereka bisa kembali hidup normal lagi.
"Iya pa, rasanya mama rindu sekali dengan kamar ini" Menta pun merasa bahagia bisa kembali seperti sedia kala, bahkan kini hidupnya bertambah lengkap dengan kehadiran Raziel ditengah-tengah keluarga kecil mereka.
"Apalagi papa, rindu sekali sama mama" katanya sambil ngendusi leher jenjang sang istri.
"Ihhhh papa nih, mama kan masih nifas, lagian emangnya papa gak malu apa sama anak-anak?" kata Menta sambil menunjuk kedua putra mereka yang sedang terlelap di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Mereka kan lagi bobok ma, boleh lah papa icip-icip sedikit sama yang ini" kata Raf sambil mengelus area terkenyal milik istrinya.
"Awas ya nanti sampai keterusan, tanggung sendiri loh akibatnya" Menta mengingatkan sang suami.
"Huffff nasib-nasib!" Raf yang ketakutan tidak bisa menahan diri pun akhirnya memilih untuk menggagalkan niatnya.
"Sabar ya sayang, tunggu beberapa minggu lagi ya" Menta yang kasihan pun lalu memberikan semangat kepada suaminya.
"Huffffff" lagi-lagi Raf hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat. Meskipun dirinya sangat ingin, namun ia berusaha menahan agar tidak memaksakan kehendaknya. Ia bahkan berencana untuk memperpanjang masa puasanya mengingat kondisi sang istri yang baru saja pulih dari masa kritis karena pendarahan saat melahirkan.
"Oya pa, kalau nanti Tia benar-benar jadi nikah sama kak Noah, kita mau kasih kado pernikahan apa untuk mereka?" tanya Menta kepada suaminya saat mereka sudah sama-sama merebahkan diri sejajar dengan anak-anaknya.
"Mama juga bingung pa, Tia tuh kalau mau dikasih sesuatu yang agak mahal sedikit aja pasti nolak. Waktu itu aja dia nolak pemberian ruko dan modal usaha dari kita dengan alasan terlalu berlebihan. Terus saham lima persen yang mau diberikan atas nama dia dan black card yang papa Surya mau kasih buat uang jajannya pun ditolak, katanya sudah boleh tinggal gratis di rumah saja dia sudah senang. Dia itu benar-benar bak bumi dan langit deh sama paman Tyo yang matrealistis itu!" Menta geleng-geleng kepala.
"Mungkin karena dia dididik sama ibunya dengan baik, makanya sifatnya jadi sangat baik juga, ya seperti istriku yang cantik ini!" mencari celah untuk menggoda istrinya.
"Issshhhh dasar gombal!" menepuk lengan suaminya dengan manja.
"Serius ma, papa itu jatuh cinta sama mama selain karena cantik ya karena mama itu orangnya sangat baik hati dan lemah lembut" angguk pria itu, sementara yang dipuji hanya mengulum senyum.
__ADS_1
"Trus kita harus kasih apa nih pa?" Menta kembali bertanya.
"Kalau kata papa nih ya ma, kita kasih lagi aja itu ruko dan modal yang kemarin sudah kita siapkan untuk dia. Mungkin kalau kemarin dia menolak karena diberikan saat tidak ada moment apapun, nah sekarang dia tidak bisa menolak lagi karena ini sebagai hadiah pernikahannya!" jelas Raf.
"Hemmm iya juga ya" angguk Menta.
"Iya, nanti kita bilang sama Noah juga agar membujuk dia supaya mau menerima hadiah dari kita ini!" pria itu memberi usul.
"Oke lah kalau begitu, mama setuju. Nanti mama bilang juga deh sama yang lain, kalau mau kasih kado sama Tia biar skalian bareng-bareng aja, jadi dia gak akan bisa nolak lagi!" mama Raguel dan Raziel sangat semangat.
"Nah iya, betul itu ma!" setuju dengan usulan sang istri.
"Ya sudah sekarang kita bobok yuk, sudah malam nih, mama pasti capek banget kan?" pria itu mengajak istrinya beristirahat.
"Iya pa" angguk Menta.
"Selamat malam mama sayang" kecupan penuh cinta mendarat dikening sang istri.
"Selamat malam juga papa sayang" balas Menta.
__ADS_1
Tidak perlu waktu yang lama mereka pun kemudian terlelap dalam tidur yang nyenyak bersama dengan kedua buah hatinya. Setelah melalui lika liku kehidupan yang cukup panjang, akhirnya kedua insan ini pun kini bisa hidup bahagia kembali.