
"Trip dengan kapal pesiar?" Menta membelalakan matanya dengan pancaran yang berbinar saat mendengar sang suami mengajaknya melakukan babymoon.
"He em, papa sudah membooking kapal pesiar milik perusahaan Anderson hanya untuk kita berdua saja" angguk Raf.
"Hanya berdua!?" wajah Menta berubah masam.
"Iya, papa sudah minta kapal untuk disterilkan dari pihak luar agar mama dan bayi kita yang ada di perut mama nanti akan nyaman dalam melakukan perjalanan" jelas sang suami.
"Raguel tidak ikut?" Menta memicingkan mata.
"Kan namanya juga babymoon, jadi hanya kita saja ma, nanti Raguel biar dititip sama grandmanya dulu" jawabnya.
"Yahhh mana seru kalau hanya berdua saja! lagian papa juga tega banget sih sama anak, main titip-titip aja!" Menta menggerutu.
"Ya sudah deh Raguel kita ajak, lalu mama mau sama siapa lagi?" Raf merasa bingung dengan pola pemikiran sang istri.
"Ya sama seluruh keluarga besar kita dong pa, kalau perlu Runi dan Rich yang lagi bulan madu juga diajak sekalian!" Menta memang sangat suka berkumpul dengan keluarga besarnya yang selalu bikin heboh itu.
__ADS_1
"Kalau itu berarti bukan babymoon dong namanya? itu sih lebih seperti family trip ma!" kata Raf memperjelas konsep yang ada dibenak sang istri.
"Ya terserahlah apapun namanya itu, yang penting mama mau sama yang lain juga!" ibu hamil itu tidak peduli dengan perkataan suaminya.
"Ya sudah deh, kalau begitu mama yang bilang sama mereka ya, biar papa yang koordinasikan lagi sama kru kapalnya supaya akomodasi dan konsumsinya ditambah buat yang lain juga" pria itu benar-benar dibuat pusing tujuh keliling oleh kemauan sang istri.
"Oke" senyum puas terkembang di wajah Menta .
..........
"Ini kita akan ajak Runi dan Rich juga atau tidak?" Gaby bertanya dengan ragu-ragu.
"Tentu saja kak, dia kan bagian dari keluarga kita juga" Rach menjawab dengan semangat.
"Kalau begitu nanti kita mampir ke pulau tempat mereka tinggal dulu saja, setelah itu baru deh melanjutkan perjalanannya keliling lautan lepas" Ayu malah memberi usul.
"Benar, nanti kita datang diam-diam dan kasih kejutan sama mereka berdua!" Ananda benar-benar antusias dengan usul menantunya.
__ADS_1
"Pasti mereka terkejut deh" Maya membayangkan wajah kedua pengantin baru itu.
"Apa nanti kita tidak mengganggu mereka?" Tata merasa kasihan dengan pengantin baru itu.
"Tenang saja, kan di kapal pesiar nanti mereka bisa lanjutkan bulan madunya lagi!" kata Dini.
"Aku jadi tidak sabar deh ingin merasakan naik kapal pesiar" Sekar yang belum pernah naik kapal pesiar begitu tidak sabar.
"Aku juga tidak sabar karena belum pernah" Ajeng mengangguk antusias.
"Ahhhh kalian selalu bisa membuat aku merasa muda lagi deh" grandma Merlyn tersenyum bahagia melihat keluarga besarnya sangat kompak.
"Benar, berkumpul bersama keluarga besar memang membuat jiwaku kembali seperti masih muda" angguk grandma Ruth.
"Terima kasih ya semuanya, aku sangat bahagia karena didukung oleh keluarga" Menta begitu bahagia melihat reaksi positif dari semua keluarganya.
Sementara semua nyonya besar itu sibuk berdiskusi tentang konsep babymoon Menta yang lebih mirip layaknya family trip, maka para suami hanya bisa diam mendengarkan saja tanpa ada kata sanggahan sedikit pun. Meski mereka punya hak dan kekuasaan penuh untuk menolak, namun jika ada satu saja kata bantahan keluar dari mulut para lelaki itu, maka sudah bisa dipastikan hidup mereka akan terancam tamat seketika itu juga. Sehingga dalam kondisi seperti ini motto 'diam adalah emas' menjadi kunci utama bagi para suami agar bisa hidup damai dengan istri tercintanya masing-masing.
__ADS_1