Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Bayi Besar VS Bayi Kecil


__ADS_3

"Sayang" Raf merangkul pinggang sang istri dari belakang dengan satu tangannya yang tidak terluka, saat dirinya baru pulang ke rumah setelah menginap di rumah sakit selama satu malam.


"Iya pa" Menta mulai mencium gelagat aneh suaminya.


"Kangen" kata pria itu sambil mengendusi tengkuk Menta yang harum aroma sabun karena habis mandi.


"Ih papa kan baru pulang dari rumah sakit, belum juga sembuh!" sang istri menepuk tangannya itu.


"Kan yang sakit tangan papa ma, kalau ini kan gak kenapa-kenapa" kata Raf sambil menempelkan dirinya semakin dekat kepada sang istri.


"Ck dasar papa ini!" geleng-geleng kepala.


"Yuk maaaa" papa dari Junior dan Raguel sangat tidak sabaran.


"Papa serius sekarang banget?" Menta mengira suaminya hanya bergurau.


"Memang kapan sih papa bercanda soal ini sama mama?" pria itu benar-benar sudah diujung tanduk.


"Ya tapi kan ini masih siang pa, mama saja belum bertemu Raguel sejak kemarin siang!" karena harus merawat sang suami, Menta terpaksa menitipkan bayinya yang baru berusia empat puluh harian kepada Tata sang mama.


"Tapi nanti malam janji ya!?" katanya dengan kecewa.


"Iya pa, mama janji" kata Menta sambil mengangguk.


"Ya sudah deh" Raf berusaha tidak egois, meskipun ia sangat ingin, namun mengingat sang istri begitu merindukan anak mereka, akhirnya ia pun mengalah.


"Makasih ya pa sudah mau pengertian" Menta kemudian berbalik untuk mengecup suaminya.


"Iya ma, sama-sama makasih juga ya sudah mau merawat papa" Raf membalas kecupan sang istri.


"Ya sudah, papa istirahat dulu gih, nanti mama bawakan makanannya" kata Menta.

__ADS_1


"Iya ma" angguk sang suami.


"Jangan lupa bersihkan dulu badannya sebelum istirahat ya" katanya lagi.


"Oke cintaku" melihat betapa besarnya perhatian sang istri, membuat Raf begitu terharu dan bahagia.


..........


"Loh anak mama udah pulang? baru juga mau dijemput!" Menta sangat bahagia melihat Tata dan Surya datang membawa Raguel.


"Bagaimana kabar Raf hari ini?" tanya sang papa kepada Menta.


"Sudah lebih baik pa, tinggal pemulihan saja, sekarang lagi istirahat di kamar" Menta melihat luka Raf sudah tidak mengeluarkan darah lagi.


"Syukurlah kalau begitu" Surya tersenyum lega mendengar kabar menantunya.


"Sini Raguel mama gendong" Menta sudah tidak sabar ingin memberikan ASI nya secara langsung, setelah semalam memberikannya melalui botol karena terpaksa.


"Anak mama haus tidak? mau minum susu?" tanya Menta kepada sang putra.


"Uhhhh kasihan anak mama yang ganteng ini, kangen ya? yuk minum susu dulu!" kemudian dia menyuguhkan ASI nya kepada bayi itu secara langsung, yang disambut dengan lahap oleh Raguel.


"Pelan-pelan sayang, gak ada yang minta kok!" Tata yang melihat sang cucu tergesa-gesa minum susu mengelus kepala bayi itu.


"Kangen mama ya?" Menta tersenyum karena putranya seperti paham saat kembali ke pelukannya.


"Tapi dia pinter loh, semalam walaupun kangen mama tapi tidak menangis waktu bobok sama grandma" Tata yang semalaman menjaga sang cucu memang tidak merasa direpotkan sama sekali karena Raguel begitu tenang.


"Ahhhh anak mama pintar ya!" puji Menta kepada Raguel.


"Pasti dong cucu siapa dulu!?" Surya mengecup gemas pipi Raguel yang seperti bakpau.

__ADS_1


Obrolan seru pun terjadi beberapa saat sebelum Tata dan Surya kemudian kembali pulang ke rumah mereka, setelah memastikan bahwa Raguel sudah kembali bersama sang mama.


..........


"Raguel sudah tidur ma" Raf menatap putranya yang terlelap di dalam box bayi di kamar mereka.


"Iya pa" angguk Menta yang sudah hafal kode dari sang suami.


"Yuk" pria itu benar-benar merindukan sang istri.


"Dasar bayi besar, gak mau kalah ya dari bayi kecil!" menepuk manja dada suaminya dengan gemas.


"Kan bayi besarmu ini butuh perhatian juga ma, memangnya tidak kasihan sudah empat puluh hari puasa!?" Raf merasa belum puas balas dendam.


"Ck dasar papa ini!" semakin geli dengan sikap manja sang suami.


"Heheheheheh" sementara Raf hanya terkekeh saja.


"Ya sudah papa di bawah ya, biar mama yang bekerja, oke!?" selain karena suaminya memang masih sakit, Menta juga sengaja ingin memberikan pelayanan khusus kepada sang suami sebagai tanda terima kasihnya, setelah melihat betapa suaminya begitu mencintainya, bahkan rela untuk mengorbankan nyawanya demi melindungi sang istri dari serangan benda tajam. Kini Menta pun semakin yakin bahwa Raf sudah benar-benar mencintainya seratus persen.


"Ahhhhhh maaaaa" Raf melenguh ketika Menta mendominasi permainan mereka.


"Ahhhhhhh papaaaaa ahhhhhhh mama nakal sekali ahhhhhhhh" Raf kali ini hanya bisa pasrah dengan semua perlakukan suaminya.


"Maaaaaa papa sudah tidak bisa tahan lagi ahhhhhhhhhhhhh" kemudian ia pun melepaskan amunisinya dengan begitu dasyatnya.


"I love you mama" Rafa mengecup kening sang istri yang penuh dengan peluh setelah melayaninya dengan maksimal.


"I love you too paa" Menta pun membalasnya dengan memeluk sang suami.


"Owek, owek, owekkkkk" tidak lama setelah permainan berakhir, Raguel pun terbangun karena haus.

__ADS_1


"Uhhhh sayang anak mama cup cup cup" dengan cekatan Menta memakai baju dan memberikan ASI nya kepada sang buah hati.


Bagi Menta, kini baik Raf maupun Raguel adalah sumber kebahagiaan yang paling utama. Meskipun keduanya seperti saling berebut perhatian layaknya bayi besar VS bayi kecil, namun ia sangat bahagia karena dengan begitu ia merasa sangat dicintai.


__ADS_2