Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Bayi Laki-Laki


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah Menta dan Raf melakukan pemeriksaan kandungan ke dokter,


"Aduh pa, perut mama sakit sekali!" Menta mengeluh kepada sang suami saat mereka sedang sarapan pagi.


"Awwww,, sepertinya mama mulai kontraksi pa" katanya sambil memegangi perutnya yang buncit.


"Ayo kalau begitu kita ke dokter ma" Raf yang kebetulan belum berangkat ke kantor langsung bersiap-siap membawa istrinya menuju mobil.


"Eh tunggu dulu pa, titip Raguel sama mbaknya dulu sebelum kita jalan" meskipun merasa sakit yang amat sangat, namun Menta tidak melupakan sang putra sama sekali.


"Ya sudah sebentar papa cari mbak dulu ya" kemudian Raf memanggil pengasuh putranya dan menitipkan Raguel sementara waktu selama mereka tidak di rumah.


..........


"Kok mama sudah kontraksi ya pa? padahal HPLnya kan masih sekitar satu mingguan lebih loh!" tanya mama Raguel saat mereka sudah melaju di jalan raya.


"Mungkin karena dari kemarin-kemarin mama kelelahan, kan beberapa hari belakangan ini mama selalu sibuk mondar-mandir ke rumah Runi dan Rich saat Chela kritis dan kemudian meninggal" kata Raf memberikan alasan yang masuk akal.


"Bisa jadi sih, habis mama kasihan sama Chela pa" katanya menjelaskan.

__ADS_1


Chela adalah putri Rich sang casanova, yang tidak lain adalah sepupu Raf. Gadis cilik itu terlahir dari hasil hubungan tidak jelasnya dengan wanita yang pernah menjadi partner ranjangnya tujuh tahun silam. Usianya hampir sama dengan Junior. Selama Chela hadir di keluarga Anderson beberapa bulan belakangan ini, kondisinya memang cukup memprihatinkan karena ia mengidap penyakit kanker darah stadium akhir, beberapa hari belakangan ini bahkan kondisinya cukup parah dan kritis hingga akhirnya meninggal dunia.


"Iya sih papa juga kasihan, tapi lain kali kalau memang mama tidak kuat jangan maksa ya" Raf berusaha untuk menasehati.


"Iya pa" angguknya kemudian menuruti perkataan suaminya.


..........


"Suster, tolong istri saya kontraksi, sepertinya sudah mau melahirkan" Raf kemudian meminta perawat untuk membawa sang istri menggunakan brankar.


"Bagaimana dokter?" Raf yang sudah bertemu dengan dokter yang biasa menangani Menta kemudian bertanya.


"Kalau gitu tolong lakukan yang terbaik dok!" Raf berharap Menta bisa segera melahirkan dengan selamat.


"Mari nyonya kita bersiap" sang dokter memberi aba-aba.


"Tarik nafasnya, lalu dorong bayinya ya nyonya" dokter yang menangani Menta memberikan arahan dengan sangat sabar.


"Heeegggggggghhhhhh" Menta mendorong bayinya keluar.

__ADS_1


"Sekali lagi ya nyonya, dicoba lebih kuat" instruksinya lagi agar Menta bisa mendorong bayinya.


"Arrrggggghhhhhh" Menta mengerahkan tenaganya untuk memdorong bayinya keluar.


"Sedikit lagi nyonya, ayo dorong lebih semangat lagi" kata sang dokter.


"Heeeeggggghhhhhhhhh" dengan sisa sisa tenaganya kemudian Menta melahirkan bayinya dengan cara normal.


"Owekkkkkk owekkkkkkk owekkkkkkk" bayi mungil yang baru lahir itu menangis dengan keras.


"Bayinya laki-laki dan normal" sang dokter menggendongnya dan tersenyum bahagia.


"Ma, adiknya Raguel sudah lahir" air mata bahagia tak terbendung saat Raf menyaksikan untuk yang kedua kalinya bagaimana sang istri melahirkan putra mereka.


"Iya pa" ditengah keletihan yang amat sangat, Menta pun berusaha untuk tetap tersenyum.


"Kami akan membersihkan ibu dan bayinya dulu, baru habis itu nanti bisa dibawa ke kamar rawat" kata perawat yang membantu persalinan.


"Baik suster, terima kasih" kata Raf dengan senyum terkembang.

__ADS_1


"Sama-sama tuan" jawab sang perawat dengan senyuman juga.


__ADS_2