
"Papa sudah pulang?" Menta yang melihat sang suami datang menyambut dengan senyum.
"He em, mama sudah pulang dari tadi?" Raf yang pulang bersama Runi, Rich dan Clara gantian bertanya.
"Iya, tadi puskesmas sepi, jadi kami bisa pulang lebih awal" Menta menjelaskan sambil meraih tas laptop milik suaminya.
"Ohhhh" pria itu hanya ber oh ria saja sambil meraih pinggang ibu hamil yang menurutnya semakin menggemaskan itu.
"Ehemmm, dunia serasa milik berdua ya, yang lainnya ngontrak semua!" Rich yang melihat adegan mesra sang kakak sepupu dengan istrinya pun merasa iri.
"Makanya cepat-cepat nyusul" Menta malah seolah lebih mesra lagi bergelayut di lengan suaminya.
"Tolong bujuk sahabatnya dong kakak ipar biar mau cepet nyusul sama aku" kata Rich kemudian sambil melirik Runi.
"Aku mandi dulu ya" gadis yang dilirik malah menghindar.
"Kok pergi sih sayang? baru juga mau dibujuk!" Rich lagi-lagi kecewa dengan penolakan Runi.
"Sudah-sudah jangan dipaksa lagi, kalau memang tidak mau ya harus terima nasib, kan masih ada yang lain, tuh Clara contohnya masih jomblo!" Raf menggoda Rich sambil tersenyum usil menatap Clara.
"Apa sih kak Raf" Clara merasa kesal karena pria yang ia sukai malah menjodohkannya dengan sang adik sepupu.
"Oya ngomong-ngomong dimana Haris dan Burhan?" Menta yang tidak melihat kedua pria itu bertanya.
"Mereka masih di proyek bersama dengan anak buahnya Clara, jadi kami pulang duluan" Rich membantu menjelaskan.
"Ohhhh" kini giliran Menta yang ber oh ria.
"Ya sudah aku mandi dulu ya" Rich kemudian menuju kamarnya.
"Oke" angguk Menta.
__ADS_1
"Papa juga mandi gih, biar mama siapin makan malam buat papa dulu" lanjut ibu hamil itu sambil mengelus dada sang suami dengan lembut di depan Clara yang sejak tadi berusaha terus berada di dekat Raf.
"Kita gak mau mandi bareng aja?" Raf mengendusi leher sang istri tanpa merasa malu dengan gadis yang sedang mengejar-ngejar dirinya.
"Ihhh papa nakal deh, mama udah mandi tau tadi pas pulang dari puskesmas" Menta menepuk dada bidang suaminya dengan manja.
"Ya gakpapa, kan sekalian nemenin papa" jawabnya dengan mengerlingkan mata genit.
"Papa ihhhh, tadi pagi kan sudah, nanti malam saja ya" ibu hamil itu juga sengaja jadi lebih genit untuk membuat rivalnya kepanasan.
"Oke, janji ya nanti malam" sebelum masuk ke kamar untuk mandi Raf kemudian memagut bibir sang istri dengan lembut namun cukup lama di depan Clara, membuat gadis itu benar-benar tidak tahan lagi menahan rasa kesalnya.
..........
"Clara, apa yang kau lakulan di kamarku!?" Raf yang sudah selesai mandi dan mengenakan bathrobe bertanya kepada rekan bisnisnya itu.
"Kak" tanpa banyak bicara Clara berhamburan memeluk Raf dan memagut bibir pria yang sudah sejak lama ia incar.
"Bukankah istri kakak menolaknya tadi? ayo kita lakukan, aku siap menggantikannya!" ia berkata tanpa rasa malu sedikit pun.
"Aka kau sudah gila, aku sudah punya istri dan anak!?" pria itu terus berusaha menghindar.
"Aku tidak peduli, yang aku mau hanya perhatian dan cinta darimu kak!" gadis itu benar-benar tidak bisa menahan lagi hasratnya.
"Tidak, pergi kau dari kamarku!" Raf menghardik sambil berteriak dengan kencang hingga suaranya terdengar menggelegar ke seluruh penjuru rumahnya.
"Kak aku mohon liat aku, aku mencintaimu!" gadis itu mengemis cintanya.
"Tidak, dasar wanita murahan!" Raf mendorong gadis itu dengan kecang ke lantai bertepatan dengan semua orang yang masuk ke dalam kamar.
"Papa ada apa!?" Menta terbelalak saat melihat Clara dengan kostum yang dipakainya.
__ADS_1
"Wanita jahat, apa yang kau lakukan dikamarku? apa kau mau menggoda suamiku dengan tubuhmu ini hah!?" Menta yang melihat Clara dengan tubuh terbuka langsung menyerangnya tanpa ampun.
"Mama jangan ma" Raf menarik sang istri untuk menghidari Clara.
"Lepaskan aku, wanita ini harus mendapatkan hukumannya!" namun sang ibu hamil memberontak.
"Mama ingat, kasihan anak kita" pria itu berusaha menyadarkan istrinya agar tidak gegabah dalam mengambil tindakan, mengingat ada bayi di dalam perut wanita itu.
"Pergi kau dari sini, mulai sekarang jangan pernah lagi menginjakkan kakimu di rumah ini dan menemui kami!" batas kesabaran Menta sudah diujung tanduk.
"Tidak mau, aku juga berhak tinggal di sini sampai proyek ini selesai!" Clara menolak.
"Kalau begitu mulai sekarang kontrak kerjasama proyeknya dibatalkan!" ibu hamil itu memberi titah.
"Cih, memangnya kau pikir bisa semudah itu menghentikan proyek kerjasama milyaran rupiah!?" Clara berdecih mencibir.
"Ohhhh apa kau lupa siapa aku hahhhh? Aku adalah Mentari Putri Angkasa Anderson! papaku adalah Surya Putra Angkasa dan ayahku adalah Michael Anderson! kalau kau lupa, maka akan aku ingatkan bahwa mereka adalah dua penguasa bisnis di negeri ini! jadi hanya dengan menjentikkan jariku saja, perusahaan kecilmu itu bisa musnah seketika seperti debu!" Menta berkacak pinggal dengan sangat jumawa, membuat Clara menciut seketika. Gadis itu memang benar-benar tidak ingat bahwa saingannya adalah seorang tuan putri dari dua kerajaan bisnis yang tidak ada tandingannya. Tampilan sederhana dan bersahaja Menta selama hidup di desa memang membuat Clara merasa jauh lebih unggul dan menjadi sombong.
"Cepat bawa bos kalian pergi dari sini, aku akan mengurus surat pemutusan kerjasama segera setelah ini!" Rich memerintahkan dua anak buah Clara.
"Baik tuan" kata salah satunya sambil memapah Clara yang sudah tidak berdaya lagi.
"Maaf atas ketidaknyamanannya" yang satunya lagi memohon maaf kepada Raf dan Menta.
Dengan dibantu oleh kedua anak buahnya, Clara kemudian masuk ke kamarnya dan mengemasi semua barang-barang miliknya.
..................
Heloooooo yuhuuuuuuu...
Gimana gimana??? ada yang geregetan gak???? yuk tulis komen kalian setelah baca adegan ini!!! jangan lupa buat dukung karya Rosi terus ya melalui like, komen, vote, favorit, hadiah, share dan follow... Buat yang punya ide cerita juga boleh loh tulis di kolom komentar, siapa tau bisa Rosi sisipin di bab-bab berikutnya... Oke deh,,, happy reading ya semua.. Luv Luv...
__ADS_1