
Acara family trip keluarga besar Anderson dan Putra Angkasa menggunakan kapal pesiar yang sengaja dipersipkan oleh Raf sebagai hadiah babymoon bagi sang istri Menta berjalan sesuai rencana. Setelah berhasil mengajak pengantin baru itu berlayar, mereka pun kemudian langsung menikmati segala fasilitas yang tersedia di kapal milik perusahaan Anderson itu. Semua hiburan dan pelayanan bertaraf internasional tersedia di dalam kapal yang super mewah tersebut, mulai dari kamar hotel bintang lima, kolam renang sekelas olympic, lapangan olah raga multifungsi, bioskop, karaoke, cafe, restoran dan toko swalayan serba ada hingga ruang rapat bagi para eksekutif.
"Raguel sudah bobok ma?" tanya Raf kepada sang istri saat baru masuk ke dalam kamar mereka di dalam kapal pesiar itu.
"Sudah pa, tadi setelah kenyang minum ASI dia langsung bobok ditemani sama si mbak" jawab Menta sambil merangsek masuk ke dalam selimut di sebelah suaminya.
"Ya sudah kalau begitu mama bobok juga gih, pasti seharian ini capek kan ngurus Raguel dan kumpul-kumpul sama yang lain" Raf memeluk sang istri dengan penuh kelembutan.
"Kok bobok sih pa!?" Menta protes.
"Memangnya mama mau ngapain lagi hemm?" pria itu khawatir jika sang istri ngidam yang aneh-aneh lagi.
__ADS_1
"Emang papa gak mau babymoon sama mama?" ia kemudian menatap wajah suaminya sambil sedikit melonggarkan pelukan sang suami.
"Maksudnya?" Raf masih tidak paham dengan kode dari sang istri.
"Ishhh papa udah gak sayang sama mama lagi, papa gak mau sama mama lagi yakan!?" ia benar-benar melepaskan pelukan suaminya dan membalikkan badan memunggungi pria tampan itu.
"Kok mama ngomong gitu sih? siapa yang bilang papa gak sayang dan gak mau sama mama lagi?" Raf membalikkan tubuh sang istri agar menghadapnya lagi.
"Memang mama sudah boleh!?" mata Raf berbinar-binar. Selama ini ia mengira bahwa permintaan babymoon dari Menta hanya karena sang istri iri dengan Runi yang diajak honeymoon oleh suaminya, bukan karena Menta sudah siap menjalankan lagi tugasnya sebagai seorang istri diatas ranjang, sehingga ia tidak berani berekspektasi lebih selama perjalanan dengan kapal pesiar ini.
"He em, kata dokter mama sudah boleh melakukan itu lagi!" angguk Menta dengan senyuman. Meskipun usia kehamilannya masih muda, namun berdasarkan rekomendasi dari dokter, akhirnya mereka pun sudah dapat berbuhungan kembali.
__ADS_1
"Mama gak bohong kan!?" seperti mendapatkan durian runtuh Raf langsung menghimpit tubuh Menta. Ia sama sekali tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada didepan matanya.
"Iya pa, hanya saja dokter berpesan mainnya harus hati-hati, karena baru mendekati awal trimester kedua" kata Menta menjelaskan.
"Tenang saja ma, papa pasti akan bermain dengan sangat lembut agar mama dan dedek tidak terluka" kemudian pria itu pun dengan sangat gesitnya melucuti pakaian mereka berdua hingga polos tak bersisa sehelai benang pun.
"Ahhhhhh papa" Menta melenguh dengan suara yang terdengar merdu dan menggugah di telinga Raf.
"Emmmppphhhhh" suara-suara terlepas begitu saja dari mulut ibu hamil itu saat sang suami sibuk menjelajah tubuhnya.
"Papa kangen banget sama mama, sudah seperti seabad rasanya papa menunggu hari ini tiba!" Raf layaknya singa jantan yang kelaparan, ia dengan sangat ganasnya melahap ujung bagian terkenyal milik sang istri tanpa ampun. Tangannya pun tidak tinggal diam dan bermain dibagian bawah yang sangat sensitif.
__ADS_1
"Ahhhhhhh awwwwwww emmmpppphhhhhhh" pertempuran sengit pun terjadi sepanjang malam menjelang dini hari. Setelah sekian lama mereka menahan gejolak masing-masing, akhirnya kini bisa tersalurkan juga.