Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Bertemu Mantan


__ADS_3

"Bagaimana perkembangannya?" Ron bertanya kepada Raf dan juga Rich saat acara launching produk fashion milik anak cabang Perusahaan Anderson akan berlangsung di mall keluarga mereka.


"Sejauh ini aman dad" jawab Raf.


"Apa ada yang perlu diperbaiki?" tanya George.


"Tidak, semua sudah berjalan sesuai rencana om" jawab Rich.


"Oke, kalau begitu pastikan semuanya berakhir tanpa kurang satu apapun!" Mike memberi perintah kepada kedua putra mahkota kerajaan bisnis Anderson itu.


"Iya yah" jawab Raf dan Rich serentak.


"Pengunjungnya lumayan juga ya ternyata" Gide menatap sederatan orang yang mengantri di booth booth produk unggulan.


"Iya, mereka semua sepertinya sudah mempersiapkan diri dari sebelumnya" angguk Dimas.


"Aku yakin kalau produk ini akan pecah di lapangan dan jadi best seller dalam waktu yang singkat" Gamal optimis.


Semua pria dari Keluarga Anderson sibuk melakukan observasi pasar pada peluncuran produk fashion mereka ini, tidak terkecuali Raf yang baru saja selesai dari cutinya setelah Menta melahirkan dua minggu yang lalu.


..........


"Raf?" seorang wanita cantik menyapa pria itu saat dia baru keluar dari toilet.

__ADS_1


"Paula!?" Raf terkejut saat melihat wanita yang tidak lain adalah mantannya menyapa dirinya.


"Apa kabar Raf?" mode manja ditunjukkan untuk menggoda pria tampan itu.


"Baik" jawab Raf dengan datar.


"Kau lagi sibuk ya mengurus peluncuran produkmu ini?" tanya wanita yang berprofesi sebagai model itu. Ia memang sengaja datang ke mall karena sudah memprediksi jika Raf akan datang sebagai salah satu pemiliknya.


"Seperti yang kau lihat" masih menjaga jarak.


"Apa kau punya waktu habis ini?" bertanya sambil melingkarkan tangannya di lengan Raf.


"Untuk apa?" to the point.


"Maaf tapi aku sangat sibuk" menepis tangan Paula dan berusaha menjaga jarak.


"Kau ternyata masih belum berubah ya Raf, masih dingin seperti sebelum aku berangkat ke luar negeri" Paula mengira bahwa Raf masih seperti yang dulu karena frustasi ditinggal oleh Menta, padahal pada faktanya Raf memang sudah malas untuk berurusan dengan wanita murahan itu.


"Maaf aku sibuk, aku permisi dulu" suami dari Menta itu sudah tidak mau berurusan sama sekali dengan wanita yang secara fisik mirip dengan Gaby sang kakak.


"Tunggu Raf, boleh tidak kalau nanti aku mampir ke penthouse milikmu?" masih mencari celah.


"Aku sudah pindah, penthousenya sudah aku jual" jawabnya jujur.

__ADS_1


"Kau pindah kemana? berikan alamatnya padaku, biar nanti aku mampir" wanita ini memang terkenal sangat ambisius.


"Maaf Paula, sepertinya lebih baik kau tidak perlu tau, kita sudah tidak punya hubungan apapun, jadi lebih baik kita jaga jarak!" karena jengah, Raf pun akhirnya berkata dengan ketus.


"Raf, kenapa kau jahat sekali padaku? aku kan hanya ingin memperbaiki hubungan kita saja, kau tega sekali sih!" memasang wajah sok sedih.


"Sudahlah Paula, aku tidak ingin melanjutkan percakapan ini lagi, jadi lebih baik kita sudahi saja ya!" Raf meninggalkan wanita itu begitu saja tanpa basa basi.


"Tidak apa-apa Raf, kau bisa menghindariku sekarang, tapi lihat saja nanti, aku pastikan jika kau akan bertekuk lutut lagi padaku seperti dulu!" ide jahat muncul di otak wanita itu.


..........


"Apa yang kau lakukan dengan wanita itu?" Rich yang melihat Raf dan Paula mengobrol, bertanya dengan penuh rasa penasaran.


"Tidak ada, dia hanya mencoba untuk mendekatiku saja!" jawab Raf apa adanya.


"Hati-hati, jangan sampai ini menjadi pemicu konflik antara kau dan istrimu!" Gamal yang sudah berpengalaman dengan kisah cinta segitiganya dengan sang mantan pun memberi wejangan.


"Benar, apalagi kalian sudah punya Raguel, jaga jarak Raf, jaga perasaan istrimu ya, jangan beri celah sedikit pun padanya untuk mendekatimu!" Dimas juga menasehatinya.


"Tentu saja, demi apapun aku akan menghidarinya, bagiku saat ini tidak ada yang lebih penting dibandingkan istri dan anakku!" Raf berkata dengan penuh keyakinan.


"Good job, kau memang pria sejati!" Gide menepuk bahu adik iparnya itu.

__ADS_1


Beruntung bagi Raf memiliki banyak saudara laki-laki yang bisa menjadi support systemnya serta menjadi alarm tanda bahaya, sehingga ia tetap berada dibatas aman dalam bertindak dan memgambil lamgkah di dalam hidupnya, terutama setelah dirinya menikah dengan Menta.


__ADS_2