Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Titik Balik


__ADS_3

"Sayanggggg" Raf yang sudah tertutup kabut asmara tidak bisa lagi mengkondisikan tangannya.


"Kakkkk tunggu!" Menta yang belum yakin akan hubungan mereka menahan pergerakan Raf.


"Ada apa?" Raf menunjukkan wajah tidak sabar.


"Kita tidak boleh melakukan ini!" tangannya menahan dada Raf agar tidak menempel dengan dadanya.


"Memangnya kenapa?" tanya Raf dengan wajah memelas.


"Kita kan sudah berpisah!" gadis itu mengingatkan hubungan mereka.


"Kita memang sudah berpisah selama bertahun-tahun, tapi kita belum benar-benar bercerai bukan? aku tidak pernah merasa menceraikanmu sayang!" Raf membelai pipi Menta untuk meyakinkan gadis itu.


"Tapi kak!?" meskipun Menta tau bahwa status mereka masih resmi sebagai suami istri namun ia masih saja sangsi.


"Beri aku satu kesempatan, akan aku buktikan bahwa aku sangat mencintaimu dan hanya kaulah segalanya di dalam hidupku, plissss" Raf memohon dengan amat sangat.


"Kakkk" rasa tidak tega pada akhirnya membuat Menta mengalah dan membiarkan Raf mejalankan tugasnya sebagai seorang suami.


"I Love you so much Menta Anderson" kemudian ia pun memagut bibir mungil itu dengan lembut. Perlahan tapi pasti Raf menerobos dan kembali merasakan manisnya sang istri.

__ADS_1


"Ahhhhh kakkkkk" sensasi geli akibat tangan Raf yang bergrilya membuat tubuh Menta bergelinjang.


"Apa kau tau sayang sudah lima tahun aku menahan hasrat ini? sekalipun aku tidak pernah menginginkan wanita lain selain dirimu!" Raf berkata apa adanya. Sejak kepergian Menta, pria itu memang layaknya pria tak berpotensi dan mati rasa, bahkan dulu pernah godaan Paula yang berdiri di depannya tanpa sehelai benang pun tidak membuatnya tergugah sama sekali.


"Emmmpppphhhh" hanya lenguhan tertahan yang terdengar dari bibir dokter muda itu saat tangan Raf meremas dengan lembut bagian terkenyalnya.


"Kakkkk ahhhhh" jeritan kecil lolos saat bibir Raf dengan rakusnya melahap ujung bagian terkenyal miliknya itu.


Perlahan tapi pasti Raf melucuti semua yang menempel pada dirinya dan juga sang istri.


"Awwwwwww" pekikan kembali lolos saat lidah pria tampan itu dengan lincahnya bermain di bagian bawah milik Menta yang sangat sensitif.


"Ohhhhh myyyyyy " aroma khas nan harum dari milik sang istri membuat pria itu benar-benar melayang. Rasa rindunya tidak bisa lagi tertahankan saat melihat sang istri sudah menyerahkan diri sepenuhnya. Lima tahun tidak berhubungan membuat naluri lelaki Raf bangun kembali. Terlebih kini bentuk fisik sang istri sudah berada di fase dewasa secara penuh dan terlihat begitu sempurna di mata sang tuan muda dibandingkan saat mereka pertama kali berhubungan dulu.


"Ahhhhh kakkkk sudahhhh aku tidak tahan lagi" Menta menjepit kepala Raf dengan pahanya ketika lidah dan jari pria itu dengan semangat penuh bergrilya dibawah sana, membuat sang istri terbang melayang setelah melepaskan ledakan pertamanya.


"Boleh kan sayang?" Raf menatap mata Menta dan meminta ijin untuk menyatukan dirinya. Sementara Menta yang sudah pasrah hanya bisa mengangguk dengan lemah.


"Awwwhhhhh" gadis itu melenguh saat Raf mulai menerobos masuk secara perlahan. Meskipun ini bukan yang pertama kali baginya, namun karena selama ini ia memang tidak pernah melakukannya lagi dengan siapapun, maka rasanya masih sedikit sakit dan sulit.


"Arggghhhh" masih seperti lima tahun yang lalu, Raf pun membutuhkan perjuangan untuk dapat menemukan ujung terdalam milik sang istri. Jalur yang begitu sempit dan rapat, membuktikan jika Menta tidak pernah melakukannya lagi dengan siapapun selain dirinya waktu itu.

__ADS_1


"emmmmpppphhhhh" lenguhan terdengar lirih saat Raf mulai memompa secara perlahan.


"Kakkkkk ahhhhhhh akuuuuu" getaran hebat terasa sehingga Menta terbang melayang.


"Awwwww kakkkkkk" berkali-kali Raf membuat gadis itu terdorong hingga lemas. Peluh bercucuran menandakan gadis itu kehilangan banyak energi akibat perbuatan suaminya.


"Kak Raf sudah cukup, aku tidak sanggup lagi, aku mohon ahhhhhhhhhh" kali ini getarannya begitu hebat karena pria itu memompanya habis-habisan hingga tak berdaya.


"Ini terakhir, kita bersama ya" setelah memberi sedikit jeda, Raf pun kemudian mengungkung tubuh mungil itu dibawah tubuh kekarnya.


"Ahhhhhhhhhhhh kakkkkkkkk akuuuuuuuu ahhhhhhh" Menta yang sudah kehilangan banyak tenaga hanya bisa memejamkan mata menerima hujaman demi hujaman dari sang suami hingga akhirnya ia kembali terbang.


"Argggghhhhh sayangggggg ahhhhhhhhh" Raf pun tidak kalah, dengan semangat membara yang sempat tertunda, akhirnya ia bisa kembali merasakan nikmatnya surga dunia bersama sang istri.


"I love you nyonya Rafael Anderson" kata pria itu sambil mengeringkan peluh yang ada di wajah Menta setelah ia menyelesaikan tugas mulianya. Senyum bahagia pun tersungging diwajah Raf saat melihat sang istri tergeletak tak bertenaga dengan mata terpejam akibat ulahnya.


Malam itu adalah malam yang menjadi titik balik bagi hubungan keduanya. Meskipun belum ada kata cinta yang terlontar dari bibir Menta untuk Raf, namun dengan sikapnya yang sudah mau menerima dan menyerahkan kembali mahkotanya untuk sang suami, maka Raf pun optimis jika cintanya akan segera terbalas.


................


Holaaaaaa, yuhuuuuuuu, siapa disini yang udah nungguin mereka balikan??? udah kan ya???? boleh dong sekarang mereka dapet hadiah berupa like, komen, vote, hadiah, favorite dan share??? biar tambah semangat nih Rosi nulis lanjutannya..

__ADS_1


Happy reading all..


Luv Luv...


__ADS_2