
"Mama sayang" Raf yang sudah terbangun lebih dulu di pagi hari berikutnya kemudian mempererat pelukannya kepada sang istri dengan sangat posesif.
"Ada apa paaa?" sementara Menta yang kelelahan hanya menjawab panggilan suaminya tanpa membuka mata sama sekali.
"Papa masih kangen banget sama mama" rasanya tidak ada puasnya Raf menggumuli sang istri. Setelah hibernasinya beberapa saat, ia seperti ingin membalaskan dendamnya itu sepenjang waktu yang ada.
"Ini kan masih pagi pa, mama masih ngantuk" jawab istrinya lagi.
"Mama bobok saja, biar papa yang berjuang ya sayang" Raf kemudian mengambil posisi di bagian atas tubuh istrinya yang tergolek tak berdaya dengan masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
"Ahhhh papaaaaa" meskipun Menta benar-benar merasa lelah, namun stimulasi yang diberikan sang suami kepadany cukup membuat rasanya bangkit kembali.
"Emmmppphhhhhh paaaaaaaaa" rintihnya saat Raf bermain lidah dengan sangat lihai dibagian yang sensitif.
"Mama harum sekali, bikin papa makin gila saja" aroma khas wanita milik Menta memang seperti candu bagi Raf.
"Paaaaaa awwwwwwww" gerakan manja kekiri dan kekanan secara reflek terjadi karena Menta tidak bisa menahan sensasi geli dan nikmat yang ditimbulkan oleh permaianan suaminya.
"Papa masuk ya ma" setelah puas bermain-main, ia pun kemudian mulai menyatukan dirinya dengan sang istri.
"Euggghhhhh" lenguhan Menta saat Raf menerobos masuk hingga ke bagian paling ujung.
"Papaaaaa aaaaaahhhhhh" ia menatap suaminya dengan sayu, menandakan bahwa ia sangat menikmati setiap perbuatan yang dilakukan oleh Raf.
"Enak tidak ma?" pria itu membalas tatapan sang istri dengan penuh cinta.
__ADS_1
"He emmm" sementara Menta hanya mengangguk lemah.
"Papa senang sekali melihat mama seperti ini, bikin papa tambah sayang" kemudian mengecup seluruh wajah sang istri.
"Papaaaaaaaa ahhhhh papaaaaaaaa" rengekan demi rengekan keluar dari mulut ibu hamil itu mengiringi pompaan suaminya yang keluar masuk dengan konsisten secara lembut.
"Iya mamaaaaa" Raf tersenyum melihat bagaimana sang istri kewalahan menghadapi hujaman yang ia lakukan.
"Sudah cukup paaaaa, mama sudah tidak tahan lagi ahhhhhhhhh" mata Menta terpejam menahan serangan demi serangan dari Raf.
"Lepaskan saja ma, jangan ditahan lagi" pria itu malah semakin menjadi-jadi.
"Papaaaaa aaawwwwww eeeemmmmpppphhhhhhh" tubuh Menta tegang seketika itu juga. Ia bergetar hebat ketika berada dipuncak cintanya karena ulah sang suami.
"Mama sudah sampai ya?" pria itu diam sejenak untuk memberikan waktu istrinya beristirahat.
"Tapi mama suka kan papa jahatin begini?" goda sang suami sambil sedikit mendorong masuk.
"Awww papaaaaa" pekiknya saat pria itu menghentak masuk secara tiba-tiba.
"Pokoknya papa akan bikin mama kewalahan setiap hari kayak begini sampai mama gak bisa berkutik lagi" berkata sambil bergoyang kekiri dan kekanan secara lembut sehingga memberikan sensasi geli kepada sang istri yang sedang beristirahat sejenak setelah melewati puncak pertamanya.
"Ahhhhhh" setelah kembali siap bertempur, Menta pun kemudian membalas perbuatan suaminya yang sejak tadi menggodanya.
"Maaa ahhhhhh" kini Menta mendorong Raf dan membalik posisi mereka.
__ADS_1
"Eeeesssssshhhhhh aaaahhhhhhh" Raf berdesis seperti ular ketika sang istri mendominasi dengan duduk diatasnya.
"Mamaaaaa sayaaaaannngggggg ahhhhhhhhh" pria itu kini dikuasai oleh istrinya.
"Mama kalau diatas galak sekali sih ahhhhhhh" ia hanya bisa pasrah dan mengikuti alur permainan sang istri.
"Maaaaa aaaahhhh papa sudah dekattttt ahhhhhh" Raf memejamkan matanya.
"Ayo paaaaaa kita bersama, mama juga sudah mau dekattttt" Menta menjawab.
"Awwwww" mendengar perkataan istrinya, kemudian Raf memainkan bukit kembar nan kenyal itu untuk menstimulus sang istri agar semakin memuncak.
"Papaaaaaaa aaaaaahhhhhh" Menta kembali menegang.
"Maaaaaa aaarggghhhhhh" Raf pun menyusul beberapa detik kemudian.
Setelah beberapa saat, tubuh Menta pun ambruk diatas tubuh sang suami. Mereka saling berpelukan erat hingga kondisi kembali normal.
"Mama sayang, makasih ya karena selalu membuat papa bahagia" Raf mengecup bibir mungil itu dengan lembut.
"Makasih juga ya pa karena sudah susah payah menyiapkan babymoon yang sangat menyenangkan buat mama" Menta membalas kecupan suaminya.
"Sama-sama sayangku" pria itu merebahkan sang istri di sampingnya dengan perlahan.
"I love you papa" Menta memeluk tubuh kekar itu dengan erat.
__ADS_1
"I love you more mama" Raf kemudian membalasnya dengan sama erat.
Cukup lama mereka saling berpelukan erat setelah permainan yang melelahkan itu selesai. Meskipun waktu sudah mulai siang, namun baik Raf maupun Menta tidak ada yang mau segera beranjak dari tempat tidur. Mereka malah semakin berlama-lama di dalam kamar setelah Menta membaca obrolan digrup para cucu perempuan Anderson yang juga masih berada di dalam kamar masing-masing bersama pasangannya. Sementara itu anak-anak mereka termasuk Raguel diajak bermain oleh pengasuh masing-masing di arena bermain khusus anak-anak dan ditemani pula oleh para grandma dan grandpa.