
"Pa, bangun pa, perut mama kontraksi" Menta membangunkan suaminya yang sedang tidur terlelap disebelahnya.
"Emmhhh ada apa ma?" masih setengah sadar.
"Perut mama kontraksi, sepertinya sudah mau lahir" Menta meringis menahan rasa sakit di perutnya.
"Mama mau lahiran?" spontan pria tampan itu lompat dari tempat tidur saking kagetnya.
"Iya, kontraksinya mulai konsisten" menjawab sambil menahan sakit.
"Ayo kalau begitu kita ke rumah sakit sekarang juga" Raf langsung menggendong sang istri tanpa ragu.
"Hati-hati ya pa" meskipun ia percaya kepada sang suami, namun dalam keadaan panik ia tetap khawatir jika Raf tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Iya ma, tenang ya" jawabnya sambil berjalan menuruni tangga.
"Tuan, apa nyonya sudah mau lahiran?" salah satu pelayan di rumah mewah itu bertanya.
"Iya, tolong bukakan pintu mobil ya" instruksinya sambil memberikan kunci mobilnya masih dengan menggendong Menta.
"Baik" angguknya sambil berlari ke arah depan dan membukakan pintu untuk sang tuan dan nyonya.
"Ayo sayang pelan-pelan" Raf mendudukan sang istri di kursi sebelah supir.
"Apa tuan dan nyonya tidak mau diantar?" sang pelayan bertanya karena khawatir.
__ADS_1
"Tidak usah, tolong kabari saja ayah, bunda, papa dan mama ya" kata Raf sebelum menjalankan mobilnya.
"Baik tuan, hati-hati di jalan kalau begitu" sang pelayan mengantar kepergian majikannya.
"Terima kasih" kemudian mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah mewah pasangan muda itu.
..........
"Suster, tolong istri saya mau melahirkan" kata Raf saat mereka sudah tiba di halaman UGD rumah sakit milik keluarga Anderson.
"Silahkan berbaring nyonya" sambil menyiapkan brankar, sementara Raf menggendong sang istri ke atas brankar tersebut.
"Papa jangan jauh-jauh ya" trauma saat melahirkan Junior dulu berkelebat dibenak Menta. Rasa takut bercampur bahagia sangat sulit dideskripsikan oleh wanita yang sebentar lagi akan memiliki anak ke dua ini.
"Iya sayang, papa akan disamping mama terus kok, tenang ya" sang suami yang paham akan ketakutan istrinya berusaha menenangkan dengan mengecup keningnya.
"Bukaannya sudah cukup besar, tapi belum sempurna, kita tunggu beberapa waktu lagi ya tuan" dokter kandungan yang menangani Menta memberikan penjelasan.
"Berapa lama dok? tapi ini istri saya kasihan sudah tidak bisa menahan sakit lagi!" Raf panik.
"Mudah-mudahan tidak lama, anda tenang ya, ini semua wajar kok untuk wanita yang mau melahirkan" kata sang dokter sambil tersenyum.
"Awwwww paaaaaa" Menta merintih lagi saat perutnya seperti dicengkram.
"Dok tolong bantu segera, kasihan istri saya" Raf benar-benar tidak tega melihat Menta merintih menahan sakit.
__ADS_1
"Saya cek lagi ya" dokter itu pun kemudian melihat perkembangan bukaan Menta.
"Baiklah nyonya, ikuti instruksi saya ya" katanya lagi sambil menatap Menta.
"Tarik nafas lalu buang dan dorong bayinya keluar" dokter itu memberikan petunjuk.
"Arggghhhhhh" Menta mengikuti saran sang dokter.
"Sekali lagi nyonya, pelan-pelan saja ya, jangan di paksa, siap, yaaaaa" sambil melihat bayi yang sudah hampir keluar.
"Arrrgggggghhhhhhhhhh papaaaaaaaaa" dorongan kuat membuat sang bayi berhasil keluar dengan selamat.
"Selamat nyonya, tuan, bayinya laki-laki dan sehat" kata dokter tersebut.
"Sayang anak papa" Raf tidak bisa membendung air matanya saat melihat wujud mungil di tangan sang dokter.
"Kami akan bersihkan dulu ya, nanti baru diberikan kepada ibunya" sambil memberikan bayi kepada perawat.
"Terima kasih dokter" pria itu masih belum bisa melepaskan pandangannya kearah bayinya.
"Paaaaaa" Menta yang masih mengatur nafasnya memanggil sang suami.
"Ya sayang" kemudian mengecup kening istrinya secara bertubi-tubi untuk melepas rasa bahagiannya yang tak terhingga.
"Apa anak kita baik-baik saja?" rasa takut kehilangan seperti saat melahirkan Junior membuat Menta ingin segera memeluk anaknya.
__ADS_1
"Iya sayang, anak kita sangat sehat, mama jangan khawatir ya" pria tampan itu tersenyum untuk menenangkannya.
Setelah proses membersihkan ibu dan bayinya, mereka bertiga pun kemudian pindah ke ruang rawat yang khusus dipersiapkan untuk kelahiran putra mahkota dua kerajaan bisnis itu.