Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Kalian Memang Juara


__ADS_3

"Papa lagi sibuk ya?" Menta tiba-tiba saja bergelayut manja di lengan suaminya setelah mereka makan malam bersama.


"Enggak, cuma lagi ngecekin email yang belum sempet kebaca tadi siang kok, kenapa ma?" jawab pria itu sambil menatap istrinya dengan lekat.


"Mama pengen keripik singkong pa" kata sang istri lagi.


"Keripik singkong?" Raf mengernyitkan dahinya.


"He em" angguk ibu hamil itu sambil bergelayut manja.


"Ya sudah nanti papa minta tolong sama seseorang untuk belikan buat mama" dengan cekatan Raf menjawab.


"Tapi mama maunya keripik singkong buatan papa!" ia menggelengkan kepalanya menolak perkataan sang suami yang mau meminta tolong kepada seseorang untuk membeli.


"Papa yang bikin!?" katanya sambil menunjuk hidungnya dengan jari telunjuknya sendiri.


"Iya, mama maunya papa yang cabut singkong sendiri dari kebunnya, trus kemudian dibersihkan, dikupas, diserut dan digoreng sampai jadi keripik!" kata sang istri sambil menjelaskan.


"Tapi kebun siapa yang harus papa cabut ma? kita kan gak punua kebun singkong!" Raf kebingungan dengan keinginan istrinya itu.


"Ya terserah papa, pokoknya mama lagi ngidam keripik singkong buatan papa titik!" Menta seperti anak kecil yang sedang merajuk.


"Ya sudah iya, iya, nanti papa coba tanya siapa yang punya kebun singkong" papa Raguel hanya bisa pasrah saja mengikuti mau sang istri yang sedang hamil muda itu. Ia sama sekali tidak berani menolak karena itu sama saja seperti ia bunuh diri.

__ADS_1


..........


"Helllllppppp!!!" Raf memulai pembicaraan dengan emoticon menangis di grup cucu dan cucu menantu laki-laki keluarga Anderson yang berisikan Dimas, Gamal, Gide, Rich dan dirinya.


"Kau kenapa?" Gamal menanggapi.


"Menta mau keripik singkong" masih dengan emoticon menangis yang sangat banyak.


"Ya sudah belikan saja!" jawab Dimas.


"Tidak bisa!" kata pria itu.


"Memangnya kenapa?" Gide bertanya dengan heran.


"Hah maksudnya?" Rich tidak paham.


"Dia minta aku yang memanen singkongnuya langsung dari kebun, lalu dibersihkan, dikupas, diserut, dan digoreng sendiri hiks hiks!" kini emoticonnya menunjukkan patah hati.


"Bwahahahahahaha" Rich tertawa terbahak-bahak melihat penderitaan kakak sepupunya itu.


"Hey brengsek kau Rich!" Raf mengumpat saat melihat balasan sang adik.


"Hemmmm, kenapa sih wanita itu selalu saja begitu!" Gide kembali bergidik setiap kali mengingat masa-masa dimana istrinya ngidam dulu.

__ADS_1


"Itu dia, ada-ada saja!" Raf seperti gadis yang sedang PMS dan galau.


"Lalu apa rencanamu sekarang?" Gamal bertanya.


"Entahlah, makanya aku minta bantuan kalian semua!" papa Raguel itu merasa otaknya langsung buntu seketika. Baginya lebih baik ia disuruh lembur bekerja di kantor atau survey lapangan ke pelosok desa-desa dari pada harus melakukan sesuatu yang aneh bin ajaib seperti ini.


"Ya sudah kalau begitu gini saja, coba kau tanya istrimu, apa bisa ngidamnya ditunda sampai weekend ini? nanti kita cari kebun singkong milik orang yang sudah siap dipanen untuk kita borong dan kemudian kita eksekusi bersama-sama!" Dimas sebagai kakak tertua selalu mengayomi adik-adiknya.


"Terima kasih ya kak" Raf memberikan emoticon bahagia.


"Coba nanti aku tanya sama supirku, sepertinya dia punya kebun singkong deh, soalnya waktu itu dia pernah membawakan oleh-oleh satu tas plastik untuk istriku setelah libur hari raya!" Gamal berkata.


"Makasih kak" emoticon senyumnya semakin banyak.


"Oke, aku setuju kalau begitu!" Gide memberikan emoticon jempol.


"Makasihhhh" Raf melonjak kegirangan.


"Ya sudah aku bantu juga deh, tapi nanti kalau aku sudah menikah dan istriku ngidam, kalian juga bantu aku ya!" Rich yang menjadi satu-satunya pria single diantara semua kakaknya memberikan syarat.


"Iya tenang saja!" Raf setuju.


"Oke, kalian bersiap-siaplah, weekend ini kita ganti profesi ya jadi juragan singkong hahahaha" Dimas seperti dejavu mengingat saat Gaby ngidam dulu.

__ADS_1


"Ahhhh kalian memang juara!" lega rasanya Raf memiliki saudara yang sangat solid seperti mereka. Baginya memiliki banyak saudara laki-laki memang jadi terasa lebih mudah dalam menyelesaikan segala masalah yang dihadapinya.


__ADS_2