Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Menyerahkan Harta Paling Berharga


__ADS_3

Setelah mempertimbangkan dengan matang, akhirnya Menta pun memutuskan untuk menyerahkan harta yang paling berharga yang ia miliki untuk sang suami. Meskipun Raf tidak mencintainya dan pernikahan mereka tidak seperti pernikahan orang-orang pada umumnya, namun biar bagaimana pun juga Raf tetaplah suaminya dan berhak mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan. Toh kalau nanti mereka bercerai, Menta pasti sudah otomatis dilabel menjadi bekasnya Raf, orang luar tidak akan peduli apakah mereka pernah melakukannya atau tidak, karena secara status Menta akan otomatis menjadi janda.


"Awwww kakkkk" Menta terpekik saat tangan Raf merangkulnya dari belakang serta menelusup ke bawah baju tidur yang ia kenakan.


"Sayang" Raf yang baru pertama menyentuh area terkenyal milik sang istri merasakan sensasi yang sangat luar biasa dan berbeda dari milik Paula yang sudah berulang kali ia sentuh. Bentuknya yang sangat pas digenggaman, permukaannya yang sangat halus serta teksturnya yang kenyal terasa begitu alami.


"Ahhhhh kakkk" gadis itu menjerit tanpa suara merasakan sensasi geli dan merinding saat kulitnya bersentuhan dengan telapak sang suami. Pijatan demi pijatan membuatnya terlena dan serasa terbang di awan.


"Haapppp" hanya dengan sekali gerakan Raf mengangkat tubuh mungil sang istri dari sofa menuju ke tempat tidur mereka. Ia meletakkan Menta dalam posisi telentang dan menghimpitnya hingga tidak ada jarak.


"Kakkkk" rasa geli kembali menjalar saat bibir Raf menyusuri leher jenjang miliknya serta meninggalkan jejak merah di sana.


"Kau sangat manis jika malu-malu seperti ini sayang" kemudian memagut bibir sang istri tanpa ampun. Tangannya pun tidak tinggal diam, satu persatu ia menanggalkan segala atribut yang melekat pada diri sang istri dan juga dirinya sendiri hingga mereka berdua sama-sama polos.


"Ahhhh geli kak, aku tidak tahan lagi" Menta menghimpit kepala Raf dengan pahanya saat pria itu sudah mulai turun ke bagian bahwa dan bermain-main disana dengan lidahnya.


"Jangan ditahan sayang, lepaskan saja" Raf seperti sengaja memancing agar sang istri memuncak.

__ADS_1


"Awwwww kakkkk ahhhhhh" tubuh Menta bergetar hebat saat letupan dasyat terasa dibagian dalam tubuhnya. Seketika ia terbang melayang karena sensasi nikmat akibat dari yang dilakukan oleh sang suami.


"Apa kau menyukainya?" Raf yang melihat sang istri sudah menyerah tersenyum puas.


"Kakkkkkkk" wajah Menta spontan memerah seperi tomat saat ketahuan oleh sang suami.


"Aku masuk ya?" Raf meminta izin untuk menyatukan dirinya dan dijawab hanya dengan anggukan malu-malu oleh sang istri.


"Akan sedikit terasa sakit diawal, tahan sebentar ya sayang" Raf mencoba masuk secara perlahan. Lagi-lagi pria ini merasa bahwa sang istri begitu luar biasa. Dibandingkan dengan Paula yang bisa dimasuki dengan hanya sekali hentakan, maka untuk Menta ia memerlukan sedikit perjuangan karena sang istri masih tersegel rapi.


"Awwww sakit kakkk" Menta mencengkeram lengan Raf saat pria itu menenggelamkan dirinya secara penuh. Darah segar pun keluar beberapa tetes di atas sprei kasur yang berwarna putih bersih.


"Ahhhhhhh" setelah dirasa bahwa sang istri mulai terbiasa dengan dirinya yang sudah menyatu di dalam, Raf pun mulai bergerak dengan perlahan.


"Sayanggg" Pompaan demi pompaan dilakukan Raf sambil menikmati setiap sensasi yang muncul akibat pergesekan mereka.


"Kakkk aku tidak tahan lagi, tolong hentikan" untuk kesekian kalinya Menta mencapai puncak dan siap terbang melayang.

__ADS_1


"Ayo sayang kita bersama" Raf memacu dirinya lebih cepat lagi.


"Aaaaahhhhhhhh kakkkkkkk" getaran hebat membuat sang istri terkualai lemas.


"Arrrgggghhhhh" Raf pun mencapai puncaknya sepersekian detik setelah sang istri.


"Terima kasih sayang" Raf menarik tubuh sang istri dalam pelukannya serta mengecup keningnya yang masih dibanjiri keringat.


Beberapa saat mereka terdiam untuk mengatur nafas masing-masing yang hampir habis akibat pertempuran hebat itu sambil tetap saling berpelukan.


"Kau mau kemana?" Raf bertanya kepada Menta yang ingin beranjak dari tempat tidur.


"Mau pakai baju lah" jawabnya polos.


"Nanti saja, diam dulu disini" Raf yang masih ingin menikmati momen kebersamaannya dengan sang istri menahan tubuh itu.


"Tapi nanti bisa masuk angin kak" protesnya.

__ADS_1


"Tidak akan" pria itu kemudian menarik selimut dengan kakinya untuk menutupi tubuh polos mereka berdua. Menta pun kemudian menuruti sang suami, karena ia tidak punya alasan lain untuk dapat beranjak dari tempat tidurnya.


__ADS_2