Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Reaksi Mike dan Ananda


__ADS_3

"Sayang apa maksudnya ini?" Ananda yang menerima salinan surat gugatan cerai Menta kepada Raf bertanya dengan wajah yang bingung kepada anak dan menantunya.


"Maafkan Menta bun, Menta tidak bisa menjadi menantu yang baik untuk bunda dan ayah" meskipun sudah berusaha tegar, namun Menta pada akhirnya tidak kuat juga untuk menahan air matanya.


"Apa Raf memperlakukanmu dengan kasar?" kini Mike yang angkat bicara sambil menatap tajam ke arah putranya.


"Tidak yah, kak Raf tidak bersalah sama sekali, ini semua murni keinginan Menta" gadis itu menggelengkan kepalanya.


"Lalu kenapa kau ingin berpisah dari Raf?" Ananda mulai terisak.


"Seperti yang ayah dan bunda tau, selama ini kami menikah tidak berdasarkan cinta, kak Raf terpaksa menikahiku karena ingin membantu menyelamatkan perusahaan Putra Angkasa dari tangan paman Tyo. Sudah terlalu banyak pengorbanan yang dilakukan kak Raf untuk Perusahaan Putra Angkasa, rasanya sangat tidak adil kalau kak Raf terus dipaksa menjadi korban, sementara kondisi Perusahaan Putra Angkasa kini sudah membaik setelah kembalinya papa dan mama. Oleh karena itu Menta ingin mengajukan gugatan perceraian ini agar kak Raf kembali memiliki hak dan kebebasan hidupnya lagi!" Menta berusaha untuk memposisikan Raf seaman mungkin. Meskipun pada faktanya diawal pernikahan Raf sering membuat dirinya menderita, namun gadis itu sama sekali tidak ingin membuat Raf berada dalam situasi yang buruk.


"Apa tidak ada cinta sama sekali di hati kalian berdua?" Ananda kembali menatap anak dan menantunya secara bergantian.


"Kami sepertinya memang lebih pantas menjadi kakak dan adik ketimbang menjadi suami dan istri bun, karena selama ini kak Raf selalu memperlakukan aku seperti ia memperlakukan Sera dan Rachel" Menta menggenggam tangan Raf yang duduk di sampingnya dengan erat untuk membuktikan kepada kedua mertuanya bahwa meskipun mereka bercerai mereka tetap akan menjalin hubungan baik layaknya kakak dan adik.

__ADS_1


"Raf, kenapa kau diam saja, apa kau juga memang menginginkan perceraian ini?" setelah mendengar keteguhan hati sang menantu, kini Ananda mencoba untuk membujuk Raf agar mau menggagalkan perceraiannya.


"Maafkan kami bun" meskipun hati Raf tidak rela melepaskan Menta, namun ia juga tidak mau dan tidak bisa memaksa gadis itu untuk tetap berada di sampingnya, sementara dia mempunyai cita-cita yang begitu tinggi diluar sana.


"Apa ini karena Paula?" Ananda mulai curiga pada Raf.


"Tidak bun, ini tidak ada hubungannya dengan kak Paula, ia sungguh tidak ada hubungannya dengan ini semua, semuanya memang murni karena aku yang menginginkannya. Aku ingin semua kembali normal seperti sedia kala. Aku ingin berkuliah di luar negeri dan meraih cita-citaku menjadi seorang dokter." Menta reflek membela Raf, Ia berusaha tidak menyeret nama Paula di dalam masalah ini, karena sudah dapat dipastikan jika Ananda dan Mike sampai tahu bahwa Paula terlibat, maka riwayat Raf akan tamat.


"Kau mengenal Paula?" Ananda memicingkan mata kearah sang menantu.


"Ah itu, waktu itu kami pernah bertemu sekali secara tidak sengaja di cafe saat kak Raf sedang menjemput aku dari sekolah, lalu kak Paula memperkenalkan dirinya sebagai mantan Kak Raf" jawab Menta dengan gugup.


"Iya bun" Raf hanya menjawab singkat, karena kebetulan hubungannya dengan Paula memang sudah berakhir, maka dirinya pun tidak perlu repot-repot berbohong kepada keluarganya. Lagi pula baginya kini Paula bukan lagi hal yang penting, ia tidak peduli apapun status Paula terhadap dirinya, kini yang ia pedulikan hanyalah Menta seorang.


"Kepalaku sakit, aku ingin istirahat" Ananda langsung berdiri dari sofa di ruang keluarga dan menuju ke dalam kamarnya.

__ADS_1


"Bundaaa" Menta dan Raf berkata serentak sambil bersiap berdiri mengejar sang bunda.


"Biarkan bunda istirahat, sekarang kau lebih baik antarkan Menta pulang ke rumah orang tuanya, kita akan bahas ini lagi jika kondisinya sudah tenang!" Mike berkata kepada Raf. Ia berusaha menahan emosinya dan tetap berfikir jernih.


"Ayah,," Menta merasa tidak enak hati terhadap Mike yang sudah begitu baik kepadanya.


"Pulanglah nak, istirahatlah, ini sudah malam!" Mike tetap berusaha tersenyum.


"Iya yah" Menta menjawab dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ayo" kemudian Raf menggandeng Menta menuju pintu utama, meninggalkan Mike yang sesaat kemudian juga berjalan menuju kamarnya untuk menanangkan sang istri.


...............


Halo semua, terima kasih karena tetap setia sama Menta dan Raf. Yuk yang mau lihat mereka bersatu, segera dukung melalui Like, komen, hadiah, favorit, share dan tentunya vote (mumpung hari senin nih hehehehehehe)

__ADS_1


Last but not least, happy reading ya..


Luv Luv...


__ADS_2