
"Selamat malam semua" Clara yang sudah diberitahu oleh Runi bahwa makan malam telah matang langsung keluar kamar dengan dandanan super cantik untuk menarik perhatian Raf.
"Selamat malam" jawab yang lain serentak.
"Wahhh sepertinya enak sekali ini makanannya" Clara memuji makanan yang ada di meja.
"Istriku dan Runi yang memasaknya, mereka berdua sangat pandai memasak" kata Raf memuji Menta dan Runi.
"Oh ya ngomong-ngomong dimana istri anda tuan, sejak aku datang tadi sore kok aku belum melihatnya sama sekali ya?" Clara bertanya kepada Raf.
"Dia masih di dapur, masih menyiapkan nasi dan sambal katanya" kata Raf lagi.
"Benarkah? tapi tadi saat lewat dapur aku hanya melihat nona Runi saja" sesungguhnya Clara juga melihat Menta, namun karena ia mengira Menta adalah asisten rumah tangga, maka ia tidak menganggapnya ada.
"Benarkah? atau mungkin ia sedang di kamar kami" Raf kemudian mengira-ngira dimana Menta berada.
"Sambalnya sudah jadi" Runi membawa ulekan besar ke tengah meja untuk dihidangkan.
"Wahhhhhh" semua penghuni rumah memang selalu menunggu sambal buatan Menta dan Runi yang membuat selera makan jadi bertambah nikmat.
__ADS_1
"Ini nasinya" Menta juga datang dengan membawa bakul nasi yang terbuat dari bambu ke tengah-tengah mereka.
"Nah ini dia nona Clara, perkenalkan ini Menta istri saya, dia sedang mengandung anak kedua kami, usianya sudah lima bulan lebih" Raf dengan bangganya memperkenalkan sang istri kepada rekan bisnisnya yang baru datang siang ini. Meskipun tampilan Menta tidak secantik saat sebelum hamil karena saat ini dia memang sangat malas merawat diri, namun Raf sama sekali tidak peduli dengan semua itu. Baginya Menta adalah wanita paling cantik dan paling ia cintai diseluruh dunia.
"Sayang, ini nona Clara dan dua asistennya, mereka yang akan membantu proyek keluarga kita beberapa waktu ke depan" Raf meraih pinggang Menta yang sudah mulai membesar dengan posesif dan penuh kasih sayang di depan semua orang.
"Halo nona Clara, halo tuan-tuan" Menta menyapa gadis itu dan kedua asistennya seperti biasa saja seolah tidak pernah terjadi sesuatu diantara dirinya dan Clara.
"Eh iya, halo nyonya Menta" Clara terlihat malu hati sendiri saat mengingat kejadian tadi sore. Ia tidak menyangka bahwa wanita yang dia anggap seperti asisten rumah tangga ternyata adalah seorang nyonya besar.
"Ayo kalau begitu kita mulai makannya" kata Rich yang sudah tidak tahan dengan wangi sambal terasi buatan Runi sang pujaan hati.
"Ngomong-ngomong Karina dan Rini kemana kakak ipar? kok tumben tidak datang?" Rich yang tidak melihat dua tenaga medis itu bertanya kepada ibu hamil.
"Mereka sungkan karena kita sedang ada tamu, jadi mereka memilih untuk tidur di rumah dinas saja" jawab Menta.
"Wahhh kasihan dong ada dua orang yang jadi jomblo sesaat, sabar-sabar ya mbloooo" Rich tersenyum jahil ke arah Burhan dan Haris.
"Ck jomblo kok ngatain jomblo!" Raf kemudian berdecak mengejek Rich.
__ADS_1
"Hey aku bukan jomblo ya, memangnya kau tidak lihat apa disini ada ayang Runinya aku!?" Rich tidak terima diejek oleh kakaknya.
"Ck apa sih!" Runi yang dipanggil 'ayang' di depan banyak orang oleh Rich merasa malu sendiri. Meskipun dalam hati kecilnya ia sesungguhnya senang diperlakukan romantis oleh Rich, namun luka dimasa lalu seperti membuatnya ingin tetap menjaga jarak dan menutup pintu hatinya rapat-rapat.
"Tuh lihat, Runi saja malu dipanggil ayang olehmu" Raf memang paling senang menggoda Rich yang selalu ditolak mentah-mentah oleh Runi.
"Ayang memangnya kau malu? tidak kan?" Rich menatap Runi dengan manja, seperti anak kecil yang merengek kepada ibunya.
"Sudah kak ayo kita makan saja" Runi kemudian mengalihkan topik pembicaraan mereka. Ia sungguh tidak enak hati dengan ketiga tamunya yang baru datang.
"Kannnnn, Runi tidak mau hahahahaha" Raf terbahak-bahak.
"Brisik kau!" Rich yang diacuhkan oleh Runi menghardik Raf.
"Sudah-sudah, kalian ini seperti anak kecil saja sih, memang tidak malu apa sama tamu?" Menta melerai dua pria itu yang sedang ribut seperti anak SD.
"Heheheh, iya maaf sayang, aku hanya bercanda kok" Raf berkata dengan manja kepada sang istri.
"Maaf ya, mereka memang seperti itu kelakuannya kalau di rumah" Menta berkata kepada ketiga tamunya.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa, jangan sungkan" sementara Clara yang melihat sikap Raf yang tidak seperti biasanya sangat terkejut. Ia belum pernah melihat diri Raf dari sisi yang ini. Karena selama beberapa kali bekerja sama, ia selalu melihat Raf sebagai pria yang dingin dan serius. Ia tidak menyangka bahwa pria itu juga mempunyai sisi humoris dan manja seperti sekarang ini. Hal ini tentu saja membuatnya semakin jatuh hati kepada pria tampan itu dan semakin berambisi untuk mendapatkan perhatiannya, bahkan ia tidak peduli dengan keberadaan Menta yang jelas-jelas adalah istri sah Raf.