Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Keluarga Jauh


__ADS_3

Hari-hari berjalan begitu cepat, kini usia kandungan Menta sudah berjalan delapan bulan, keluhan dan masalah yang dihadapi Menta diawal kehamilannya pun semakin berkurang, hanya saja kini ibu hamil itu lebih terbatas dalam beraktivitas karena perutnya yang semakin besar, meskipun secara perawakan tubuhnya tetap terlihat langsing, tidak seperti saat hamil Raguel dulu.


Sementara itu Raguel yang sudah berusia sepuluh bulan juga semakin pintar dan menggemaskan. Ia yang seolah paham jika sang mama mulai kesulitan menggendongnya, kini lebih sering meminta gendong kepada sang papa jika mereka sedang bersama-sama. Bayi lucu itu biasanya hanya akan minta gendong kepada Menta jika ingin menyusu saja, sisanya ia akan bermain sendiri bersama pengasuhnya yang diawasi oleh Menta secara langsung.


"Papa sudah siap belum?" tanya Menta kepada Raf saat mereka hendak pergi ke acara lamaran anak dari saudara jauh mamanya Tata yang selama ini tinggal di luar negeri dan pulang ke sini hanya untuk mengantarkan putrinya yang mau dilamar saja.


"Sudah ma" jawab sang suami sambil merapikan dasinya di depan cermin.


"Ya sudah yuk kita berangkat, yang lainnya pasti sudah menunggu kita" kata ibu hamil itu.


"Eh tunggu ma,," Raf meraih pinggang Menta.


"Ada apa pa?" tatapnya ke arah sang suami.


"Mama cantik banget sih hari ini, gaunnya bikin mama kelihatan seperti seorang gadis" pria itu tidak tahan jika tidak mengecup bibir sang istri.


"Ishhh dasar gombal, bisa aja ngerayunya!" tepukan manja melayang di dada Raf.


"Serius ma, mama tuh jadi kelihatan muda banget pake baju ini, udah gitu modelnya bikin perut mama kelihatan lebih rata, jadi gak kelihatan lagi hamil!" Raf berkata jujur, karena memang kombinasi potongan vertikal warna hitam dan silver yang mengikuti lekuk tubuh Menta membuatnya terlihat sangat ramping. Ditambah lagi saat itu Menta mengenakan selendang, sehingga perut buncitnya tertutup dengan sempurna.


"Oh ya?" Menta kemudian menatap sejenak ke arah cermin di depannya.

__ADS_1


"He em" angguk sang suami.


"Oke, karena papa sudah memuji mama, maka nanti malam mama kasih bonus buat papa" kecup Menta di pipi Raf.


"Bener nih ma?" Raf langsung berbinar-binar. Meskipun selama ini Menta tidak pernah menolaknya jika diajak untuk berhubungan, namun mengingat kehamilan sang istri yang sudah cukup besar membuatnya lebih menjaga durasi bermain mereka menjadi lebih jarang agar sang bayi tetap aman.


"Iya pa, ya udah yuk sekarang kita jemput mama dan papa dulu!" ajak Menta.


"Oke cantik!" Raf pun langsung menggandeng sang istri.


..........


"Nah ini dia rombongan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga!" kata seorang wanita bernama Asti saat menyambut rombongan keluarga besar Putra Angkasa. Meskipun acaranya adalah acara keluarga besar Tata, namun karena Dini dan Sekar sahabat baik Tata dan sudah kenal baik dengan keluarga jauhnya itu, maka keluarga mereka pun turut hadir pula sebagai bagian dari keluarga calon mempelai wanita.


"Enggak kok, kan acaranya masih dua jam lagi, kita sengaja kumpul lebih awal agar bisa ngobrol-ngobrol dulu sebelum keluarga prianya hadir" kata Asti sang empunya acara sambil mengajak mereka semua masuk.


"Oya, coba absen dulu nih keponakan tante Asti satu persatu, kan sudah lama gak ketemu, hampir belasan tahun lalu ya kalau tidak salah?" Asti menatap Menta, Bas, Runi, dan Adit secara bergantian.


"Iya, habis kak Asti gak pernah balik ke sini sih, betah banget di negeri orang heheheh" kata Dini menimpali.


"Iya betul, habis gimana ya, papanya Beni kan kerjanya disana, kalau ke sini mau makan apa dong? heheheh" kekeh Asti.

__ADS_1


"Kalau ini Runi kan? yang beberapa bulan lalu baru nikah?" kata Asti sambil memeluk istri Rich itu.


"Iya tante" angguk Runi sambil membalas pelukannya.


"Mana suaminya?" tanya Asti lagi.


"Ada di luar sedang parkir mobil sama papa dan om-om yang lainnya tante" jawab Runi lagi.


"Oooohhhh, lalu kalau ini pasti Bas dan Adit" sambil menunjuk kedua ABG tampan di depannya.


"Iya tante" angguk mereka serempak.


"Wahhhh sudah bujangan semua ya, dulu masih imut-imut heheheh" Asti terkekeh.


"Iya, dulu masih kecil-kecil mereka kak" jawab Sekar.


"Nah yang ini pasti ibu dokter Menta kan? wahhh ternyata selain cantik juga pintar ya!" Asti menatap Menta yang duduk agak terpisah jauh dari rombongannya yang lain karena kursi kosongnya tinggal beberapa saja yang saling berdekatan dan sudah diisi oleh Bas, Adit dan Runi, sisanya hanya satu-satu di setiap tempat yang berjauhan. Bahkan para pria pun terpaksa duduk di bagian halaman rumah Asti dengan ditutupi tenda karena ruang dalam sudah penuh.


"Iya tante Asti, aku Menta" jawab ibu hamil itu.


"Mereka sudah besar-besar ya, sampai pangling semua" Asti memang benar-benar tidak menyangka.

__ADS_1


Obrolan seru antara keluarga besar yang sudah lama tidak berkumpul karena jarak mereka yang jauh pun terasa begitu seru. Hanya Menta saja yang banyak diam karena posisi duduknya yang cukup berjauhan dari yang lainnya sehingga ia hanya menjadi pendengar.


__ADS_2