Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Rumah Baru


__ADS_3

"Wahhhh bagus sekali rumahnya" mata Menta berbinar-binar saat dirinya tiba di sebuah rumah mewah yang akan menjadi rumahnya kelak.


"Apa kau suka?" Raf merangkul pinggang sang istri.


"Tentu saja, terima kasih ya papa" ibu hamil itu mengecup pipi suaminya dengan penuh cinta.


"Tapi maaf ya ma, papa belum bisa beli yang sebesar punya Ayah Mike dan juga Papa Surya" Raf membelinya dari hasil menjual penthouse pribadinya sendiri serta ditambah tabungan hasil jerih payahnya selama ia bekerja.


"Kenapa papa mesti minta maaf? kan ini hasil jerih payah papa sendiri!" sang istri tidak mempermasalahkan ukurannya sama sekali.


"Ya mama kan anak orang kaya, dari kecil selalu tinggal di rumah mewah, masa giliran nikah sama papa jadi malah downgrade!" ia menyadari bahwa dirinya belum bisa sehebat ayahnya dan ayah mertuanya.


"Buat mama, asalkan itu hasil keringat suami sendiri, mau seberapapun ukurannya pasti mama bahagia kok. Lagian kan kita sudah pernah pengalaman hidup susah bersama saat kemarin kerja di desa, jadi buat mama yang seperti ini sudah sangat luar biasa!" Menta memang sangat pandai menenangkan hati suaminya yang merasa minder.

__ADS_1


"Terima kasih ya ma, papa beruntung sekali mendapatkan istri seperti mama, sudah cantik, cerdas, baik hati pula. Pokoknya paket komplit deh hehehehe" pria itu sangat bersyukur bisa menikahi Menta, entah apa jadinya jika dulu ia tidak mengenal sang istri dan tetap bertahan dengan mantannya yang matrealistis itu.


"Mama juga sama, papa ganteng, pintar, bertanggung jawab, baik hati juga sama orang lain" sang ibu hamil tidak mau kalah memuji.


"Ya sudah kita masuk yuk, kita lihat-lihat dalamnya" Raf menggandeng Menta masuk ke dalam rumah mereka yang jaraknya berada di tengah-tengah antara Rumah Mike dan Surya.


"Woahhhh elegan sekali" nuansa putih dan emas yang mendominasi ruang tamu membuat rumah itu terkesan sangat mewah.


"Ahhhh papa, keren banget, terima kasih ya paaaa" dekorasi kamarnya benar-benar sesuai dengan selera Menta.


"Sama-sama sayang" papa Junior sangat bahagia melihat reaksi dari istrinya yang tersenyum dan senang.


"Ngomong-ngomong kapan papa menyiapkan ini semua? kok mama gak tau sama sekali sih?" Menta penasaran dengan suaminya.

__ADS_1


"Jadi sebenarnya saat kita mengadakan pesta pernikahan beberapa waktu lalu, papa sempat memanggil tim properti untuk memilihkan rumah yang tepat serta meminta tim arsitek terbaik untuk mulai merenovasi dan mendekornya ulang sesuai dengan selera mama. Awalnya papa mau kasih buat hadiah pernikahan kita, tapi karena waktunya tidak keburu, jadi papa undur saja sampai kita pindah ke ibukota lagi hehehehe" pria itu memang selalu bertindak penuh dengan perhitungan.


"Mama semakin jatuh cinta sama papa kalau begini caranya, I love you so much tuan Rafael Anderson" Menta mengalungkan tangannya ke leher sang suami.


"I love you so much too nyonya Rafael Anderson" balasnya.


"Kelak anak-anak kita pasti akan sangat bangga memiliki papa yang sangat bertanggung jawab" tatapan penuh cinta terpancar dari wajah Menta.


"Anak-anak kita juga pasti akan tumbuh menjadi anak yang bahagia karena punya mama seperti bidadari" tidak mau kalah dari sang istri.


"Semoga keluarga kita selalu dilimpahi kebahagiaan selalu ya pa" ucap sang ibu hamil.


"Amin" Raf memgamini doa sang istri.

__ADS_1


__ADS_2