
"Paaaa kapan mama boleh pulang ke rumah?" Menta merengek kepada suaminya.
"Sabar ya ma, sebentar lagi kalau mama sudah benar-benar pulih" Raf mencoba menenangkan istrinya.
"Mama sudah pulih pa, lagian papa ngapain sih pake acara minta perpanjangan rawat inap sama dokter segala?!" sesungguhnya Menta sudah diijinkan pulang oleh dokter beberapa hari yang lalu, tapi Raf memaksa untuk memperpanjang masa rawatnya sampai ia merasa Menta benar-benar sehat. Pria itu bahkan menyulap kamar rawat sang istri layaknya kamar pribadi, sehingga istri dan kedua putranya merasa nyaman seperti sedang berada di rumah selama mereka berempat berada di rumah sakit.
"Papa hanya ingin yang terbaik buat mama, papa gak mau mama kenapa-kenapa" jawab pria itu dengan santai.
"Ishhhhh dasar berlebihan!" meskipun kesal dan merasa bosan, namun disisi lain ia merasa bahagia karena Raf bergitu perhatian terhadap dirinya.
"Lagian anggap saja kita lagi membantu Noah melakukan pendekatan sama Tia, kan kalo mama sudah pulang, Noah jadi tidak bisa sering-sering bertemu sama Tia lagi hehehehe" Raf terkekeh geli jika mengingat saingannya dulu akan segera menjadi saudara iparnya.
"Iya sih, tapi mama sudah bosan pa berada di kamar ini terus!" Menta yang biasanya aktif, merasa sangat bosan jika harus terus menerus berada di dalam kamar rawat sepanjang waktu.
"Ya sudah, nanti papa bilang deh sama dokter dan perawatnya supaya mama bisa pulang" mendengar sang istri merengek terus Raf pun akhirnya merasa kasihan.
"Nah gitu dongggg" sang istri tersenyum senang.
..........
Keesokan harinya, seperti yang sudah disepakati oleh Raf, akhirnya Menta pun diijinkan untuk pulang ke rumah.
"Pa, kenapa yang lainnya tidak ada yang datang ya? apa mereka marah sama mama?" Menta bertanya kepada Raf saat keduanya bersiap-siap untuk pulang ke rumah.
"Entahlah, papa juga tidak tau ma" Raf hanya mengangkat bahunya.
"Padahal semalam mama chat di grup untuk mengabari loh, tapi semua orang tidak ada yang merespon, mama jadi sedih deh pa!" curhat sang istri.
"Ya mereka kan punya kesibukan masing-masing ma, kita gak bisa juga maksa mereka harus merhatiin kita setiap waktu" kata Raf seolah tidak mau ambil pusing.
"Iya pa mama paham, tapi ini tuh aneh banget, karena biasanya mereka kan selalu heboh dan kompak kalau ada info apapun!" kata Menta lagi dengan nada kecewa.
__ADS_1
"Ya terus mau gimana lagi?" pria itu merespon dengan datar.
"Issshhh papa nih, diajak curhat malah cuek-cuek aja!" menggerutu kesal.
"Tia juga, katanya mau nemenin pulang, eh ternyata malah milih pergi sama Noah!" semakin merasa jengkel.
"Ya udah lah ma, jangan marah-marah terus, kan yang penting sekarang mama bisa pulang!" kata Raf seolah tidak terjadi sesuatu.
"Ck!" hati Menta benar-benar gusar.
Akhirrnya mereka berempat pun pulang kerumah hanya dengan didampingi oleh supir dan pengasuh.
..........
"SELAMAT DATANG MAMA MENTA DAN BABY RAZIEL!"
Spanduk raksasa terbentang di halaman rumah mereka bersamaan dengan berkumpulnya seluruh keluarga besar. Meskipun tidak ada suara riuh tepuk tangan karena khawatir membuat sang bayi terkejut, namun semuanya terlihat begitu antusias menyambut kedatangan empat orang yang baru saja pulang dari rumah sakit tersebut.
"Selamat datang di rumah sayangku" Raf yang sedang menggendong Raguel kemudian mengecup pipi Menta yang juga sedang menggendong Raziel bayi mereka yang baru lahir beberapa hari lalu.
"Jadi aku dikerjai ya? ini pasti ide papakan? kalian kenapa jahat sekali sih!" air mata tak terbendung mengiringi perasaan campur aduknya.
"Hehehehe,, maaf ya ma" Raf hanya terkekeh melihat istrinya menangis haru.
"Mamamama cup cup cup" Raguel langsung menghibur mamanya yang sedang menangis.
"Papa nakal tuh Raguel, bikin mama nangis" Menta mengadu kepada sang putra.
"Papapapa nononono!" Raguel memarahi Raf yang telah membuat mamanya menangis.
"Iya maaf ya, papa hanya bercanda kok, nih papa kiss mama ya hehehe" kemudian Raf mencium pipi Menta sebagai tanda permintaan maafnya.
__ADS_1
"Sudah-sudah ayo masuk, nanti ngomel-ngomelnya lanjutin di dalam saja!" kata Tata sambil menuntun sang putri.
"Mama ihhhh" bersikap manja kepada sang mama.
"Bagaimana keadaanmu hari ini sayang?" Ananda menatap sang menantu.
"Aku sudah sehat bun" jawab Menta.
"Bagaimana rasanya dicuekin?" Gaby menggoda adik iparnya.
"Ishhh jahatnya kakak ini!" Menta menggerutu.
"Tadi sih aku dengar ada yang baper gitu!" Sera menggoda.
"Kalian benar-benar menyebalkan!" jawabnya.
"Sudah berharap dijemput sama kami ya?" tanya Rach sambil tersenyum jahil.
"Ck, aku beneran sedih tau tadi!" memajukan bibirnya.
"Kasihan sekali sih kakak iparku!" Runi mengejek.
"Kau sudah pulang dari luar kota kenapa tidak menjemput aku hah!?" melotot kearah istri Rich.
"Dan kau juga, katanya pergi sama kak Noah, tau-taunya ikut bersekongkol!" Menta menunjuk Tia.
"Hehehehe, maaf ya, aku kan anak bawang, jadi hanya ikut-ikutan saja!" Tia terkekeh geli melihat Menta menggerutu kepadanya. Baru kali ini ia merasa begitu dianggap ada dan disayangi oleh keluarganya, setelah selama ini ia hanya hidup berdua dengan sang ibu.
"Eh tapi ma, Tia dan Noah memang pergi berdua kok, maksudnya pergi dari rumah sakit menuju ke rumah kita hehehe" Raf terkekeh sambil memberi kode kepada Noah.
"Peace hehehehe" Noah menunjukkan dua jarinya membentuk huruf v kepada Menta sambil ikut terkekeh seperti Raf.
__ADS_1
Suasana kediaman Raf dan Menta sontak menjadi sangat ramai menyambut kepulangan bayi mungil yang diberi nama Raziel Putra Angkasa Anderson tersebut. Mereka semua bersukacita setelah beberapa waktu sebelumnya sempat mengalami rasa takut yang mendalam akibat kondisi Menta yang sempat kritis.