Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Pernah Melaluinya


__ADS_3

"Dokter, pasien mengalami pendaharan" salah satu perawat yang sedang membersihkan Menta berkata kepada dokter.


"Ada apa dokter dengan istri saya?" Raf yang mendengar informasi itu menjadi panik.


"Sebentar ya tuan, kami cek dulu" sang dokter menenangkan Raf sambil kemudian mengecek sumber pendarahannya.


"Paaaa,, mama lelah sekali, ngantuk sekali rasanya paaaa" Menta seperti orang mabuk yang kesadarannya hanya stengah saja.


"Nyonya bisa dengar kami? jangan tidur dulu ya, kita bersih-bersih dulu nyonya" dokter mengajak ngobrol Menta agar tetap tersadar.


"Saya lelah sekali dok" Menta berusaha menjawab.


"Tuan bantu kami untuk mengajak istrinya ngobrol sebentar ya" sang dokter seperti memberi kode kepada Raf.


"Iya dokter" angguk Raf.


"Ma, mama dengar papa kan?" tanya sang suami.


"Iya pa, dengar" masih menjawab namun matanya hampir tertutup rapat.


"Ma, ayo buka matanya lagi" pria itu berusaha membuat Menta tetap terjaga.


"Ma, ayo bangun" kini wanita itu benar-benar tidak sadarkan diri.


"Dokter, istri saya!?" Raf menjadi panik.


"Tenang tuan, kami akan menanganinya" dokter ahli kendungan itu mencoba menenangkan meskipun ia tau jika ada yang tidak beres dengan proses melahirkan yang dilalui Menta.


"Suster, tolong panggilkan tim yang lain ya!" dokter memberi isyarat darurat kepada rekan sejawatnya.


"Baik dok" tanpa banyak bicara sang perawat berjalan menuju pesawat telpon dan menghubungi tim ahli yang lainnya.

__ADS_1


"Tuan mohon maaf, bisakah anda menunggu di luar sebentar? kami akan menangani nyonya dengan lebih intensif" sang dokter meminta Raf untuk menunggu di luar, sementara perawat yang lainnya sedang memakaikan alat medis di tubuh Menta.


"Dok istri saya kenapa sebenarnya?" Raf merasa benar-benar ada yang tidak beres.


"Kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk nyonya, tuan tenang dulu ya, mari saya antar" sang dokter kemudian mengiringi kepergian Raf dari ruang bersalin.


..........


"Raf, bagaimana keadaan Menta?" Tata yang mendengar kabar bahwa putrinya dibawa ke rumah sakit langsung menyusul.


"Tadi Menta baik-baik saja saat melahirkan ma, tapi ketika sedang dibersihkan salah satu perawatnya bilang kalau ternyata ada pendarahan, lalu habis itu Menta pingsan" Raf bercerita kepada mertuanya dengan suara yang bergetar menahan tangis.


"Ya Tuhan" Tata langsung lemas seketika.


"Sayang ayo duduklah dulu" kemudian Surya memapah istrinya duduk di kursi tunggu tepat di depan ruang bersalin.


"Raf,," Ananda tiba tidak lama setelah Tata.


"Tenanglah sayang, semua pasti akan baik-baik saja" Ananda mengelus kepala putranya.


"Aku takut terjadi sesuatu padanya" Raf seperti anak kecil yang ketakutan saat ditinggal oleh kedua orang tuanya.


"Kita tunggu dulu Raf, kau jangan panik begitu" Mike mencoba menenangkan pewaris tahtanya.


"Noah?" Surya langsung berdiri ketika melihat laki-laki yang sejak remaja berteman baik dengan putrinya berjalan mendekat kearah pintu ruang bersalin, membuat Raf juga spontan berdiri.


"Om Surya? Kak Raf?" Noah terkejut.


"Apa kau salah satu dari tim dokter yang dipanggil oleh dokter kandungan untuk menolong istriku?" Raf langsung menatap Noah.


"Apakah Menta yang ada di dalam?" Noah semakin terkejut ketika pasien darurat yang hendak ditanganinya ternyata adalah Menta.

__ADS_1


"Noah, tolong selamatkan istriku, aku mohon!" saat ini tidak ada rasa cemburu atau apapun dibenak Raf, ia mengesampingkan semua hal tersebut demi kesembuhan sang istri tercinta.


"Tenanglah kak, aku pasti akan berusaha semampuku!" Noah menepuk pundak Raf dan tersenyum untuk memberikan penguatan.


"Terima kasih, terima kasih sebelumnya" Raf menjabat tangan Noah.


"Iya kak, sama-sama, aku masuk dulu ya, permisi semua" dengan sopan dan ramah Noah kemudian masuk ke dalam ruang tindakan.


..........


"Kenapa lama sekali sih, kenapa Noah belum keluar juga!" kesabaran Raf seperti sudah diujung tanduk. Ia hampir gila menunggu kepastian informasi dari dokter tentang kondisi istrinya.


"Sabar Raf, dokter sedang berusaha menanganinya!" Mike merangkul bahu putranya.


"Berdoalah, kita serahkan semua kepada Tuhan Raf!" meskipun Surya sama cemasnya dengan Raf, tapi ia lebih bisa mengendalikan perasaannya.


"Dokter, bagaimana?" saat pintu ruang tindakan dibuka Raf spontan berdiri dan menghampiri beberapa dokter yang baru saja selesai menangani istrinya selama beberapa jam.


"Pendarahannya sudah berhenti, namun kondisinya masih belum stabil dan perlu diobservasi lebih lanjut. Sebentar lagi perawat akan datang meminta persetujuan dari anda terhadap tindakan transfusi darah untuk nyonya Menta" jelas sang dokter.


"Apapun yang terbaik bagi istri saya, tolong lakukan dokter!" kata Raf penuh harap.


"Pasti tuan, kami pasti akan melakukan yang terbaik" angguk sang dokter.


"Kalau begitu kami permisi dulu, setelah ini nyonya akan dipindahkan ke ruang perwatan intensif" kata doter itu lagi.


"Terima kasih dokter" jawab Raf mengiringi kepergian tim dokter sambil kemudian menatap Noah yang berada ditengah tim itu dengan tatapan penuh arti.


"Menta akan baik-baik saja kak, dia wanita yang kuat dan hebat, dulu dia juga pernah melalui ini dengan baik saat melahirkan Junior!" seperti paham arti tatapan Raf, Noah memberikan penguatan pada suami temannya itu.


"Terima kasih Noah, aku berhutang banyak padamu" menatap dokter muda itu dengan penuh rasa terima kasih.

__ADS_1


"Tetap semangat ya kak, Menta pasti sembuh. Aku kerja dulu ya, nanti kalau sudah selesai jam kerjanya aku akan kesini lagi" Noah menepuk bahu Raf sebelum akhirnya pergi mengikuti rombongan timnya yang sudah agak jauh.


__ADS_2