
WARNING! BUAT YANG SEDANG PUASA BACANYA NANTI SAJA SETELAH BUKA!
"Hei anak kecil, kenapa belum tidur juga sih, ini kan sudah malam!?" Raf mencolek-colek gemas pipi putranya yang sedang menyusu.
"Papa ihhh, kok pipi Raguel digituin sih!" sang istri protes dengan ulah jahil suaminya.
"Habis papa gemas banget, sudah malem masih saja melek, gak kasihan dia sama papanya yang lagi nunggu giliran!" jawab Raf masih dengan mencolek-colek pipi gembul cucu dari dua kerajaan bisnis itu.
"Ishhhh sama anak sendiri kok iri terus sih!" geleng-geleng kepala melihat ulah sang suami yang manja kepadanya.
"Papa kangen banget sama mama, sekarang kan kita gak bisa setiap saat berduaan kayak dulu!" pria tampan itu menunjukkan mode manjanya.
"Uhhh kasihannya bayi besarku ini, yang sabar ya hehehehe" Menta malah menggoda Raf dan terkekeh geli.
"Mama emang gak kangen apa sama papa!?" Raf protes melihat istrinya malah terkekeh geli.
"Emmmm kangen gak ya!?" pura-pura berfikir.
"Ah tau ah, mama nyebelin!" Raf kemudian merebahkan diri dan memunggungi sang istri.
"Loh kok papa ngambek!?" Menta semakin geli melihat ulah Raf yang kekanak-kanakan.
"Tau ah, sebel!" merajuk seperti anak kecil yang tidak dibelikan mainan baru.
"Papaaaaa" Menta semakin menggoda suaminya.
__ADS_1
"Bodo amat!" kemudian menutup wajahnya dengan bantal.
..........
"Paaaa" Menta yang sudah meletakkan Raguel dalam boxnya setelah bayi itu tertidur, kemudian langsung mendekati sang suami.
"Apa sih, sono ah jangan pegang-pegang!" pura-pura menolak disentuh oleh sang istri.
"Bener nih gak mau?" tangan Menta sudah bergerilya menuju area sensitif milik suaminya.
"Yakin gak nyesel?" sedikit meremas dan menggoda dengan nada yang nakal.
"Ya sudah deh mama tidur saja!" masih menunggu reaksi Raf sesaat sebelum kemudian pura-pura menjauh.
"Ahhhhhhh emmmmpppphhhh paaaaaaaaaa" suara lenguhan Menta tidak bisa tertahan ketika sang suami membalas ulahnya dengan meremas dua aset kenyal yang kini juga dikuasai oleh Raguel anak mereka.
"Awwwwwwww" Menta memekik saat Raf meluncurkan tangannya kebagian bawah dan bermain dengan lincah di sana. Hanya dengan sekali tarik ke atas, daster yang dikenakan sang istri sudah terlepas dari tubuhnya, menyisakan bagian dalamnya saja.
"Mama cantik sekali, semakin hari semakin bikin papa tergila-gila" ungkap pria keturunan bule itu saat menatap sang istri yang nyaris polos, sebelum kemudian ia memagut bibir mungil Menta.
"Ahhhhhhh paaaaaa" Menta yang diserang secara membabi buta oleh suaminya hanya bisa melenguh tanpa perlawanan. Mereka yang sudah sama-sama polos seperti terbang melayang di surga cintanya.
"Maaaaaa" dengan sekali hentakan Raf berhasil menerobos masuk. Pria itu kemudian bergerak dengan irama yang konsisten, membuat yang berada dibawahnya tidak bisa menolak semua perlakuannya itu. Ia bahkan seperti lupa dengan luka di tangannya yang masih belum sembuh benar.
"Paaa ahhhhhh mama sudah tidak tahan lagi, awwwwwwwww" Menta mengejang dan menahan suaminya tetap berada di dalam saat ia sudah berada di puncak cintanya. Sementara Raf tersenyum dan begitu menikmati wajah sang istri yang sedang berada di puncaknya.
__ADS_1
"Kita bersama ya ma sekarang" setelah Menta merilis semuanya, Raf kembali memompa, namun kali ini dengan gerakan yang lebih cepat dan sangat masif.
"Ahhhhh paaaaaaa ahhhhhhhh" Menta semakin kelabakan dengan perlakuan suaminya yang menggila.
"Paaaaa mama tidakkkk aaaahhhhhhh" lagi-lagi Menta nyaris mencapai puncak.
"Ayo sayang kita bersama" pria itu semakin menjadi-jadi untuk dapat menuju puncak bersama sang istri tercinta.
"Ahhhhhhhhhhh" Menta memekik dengan tertahan.
"Arrrggggghhhhhh" Raf pun menjerit.
Keduanya berada di surga cinta mereka dalam waktu yang bersamaan. Cukup lama mereka berpelukan erat hingga situasinya kembali normal.
"Ahhhhhh" setelah selesai Raf pun kemudian menghempaskan dirinya di sebelah Menta dan menarik tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya.
"Makasih ya ma, mama sudah mau menuruti kemauan papa meskipun seharian ini sudah sangat lelah mengasuh anak kita" Raf yang melihat bagaimana sang istri begitu setia melayaninya.
"Mama juga makasih ya karena papa sudah mau bersabar dan mengalah" Menta juga sangat bersyukur karena suaminya tidak pernah banyak menuntut.
"Iya sayang, sama-sama, ya sudah kita bobok yuk, mama pasti capek kan?" Raf kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang masih sama-sama polos.
"Good night papa, have a good dream ya" Menta mengecup pipi suaminya sebelum membenamkan dirinya di dada bidang sang suami.
"Good night mama, have a good dream too" Raf juga mengecup pucuk kepala sang istri sebelum kemudian ia memejamkan matanya.
__ADS_1