
Dua bulan sudah berlalu sejak acara resepsi pernikahann Menta dan Raf digelar di ibukota. Kini keduanya sudah kembali berkativitas seperti biasanya di desa bersama rekan kerja masing-masing.
"Sayang ayo bangun" Raf membangunkan Menta yang masih bergelung di balik selimut, padahal waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.
"Nanti dulu sayang, aku masih ngantuk" jawab sang istri masih dengan posisi yang sama dan mata terpejam.
"Tapi kau kan belum sarapan, nanti sakit perut loh" Raf menarik selimut yang dipakai Menta secara perlahan.
"Ihhhhh kenapa sih kau ini, aku kan hanya ingin istirahat saja, menyebalkan sekali!" gerutunya.
"Makan dulu, lalu nanti baru lanjut istirahatnya" Raf berusaha bersabar.
"Ck, sudah dibilang tidak mau ya tidak mau, menyebalkan sekali sih jadi suami!" Entah kenapa beberapa hari belakangan ini sang istri sering sekali menggerutu dan marah-marah padanya. Selain itu Menta juga terlihat lebih lusuh dan jadi seperti orang yang pemalas.
"Baiklah" demi menghindari perang dunia, Raf pada akhirnya mengalah dan keluar dari kamar dengan wajah sedih.
"Kau kenapa?" tanya Rich yang sedang berada di ruang TV bersama yang lain.
"Tidak apa-apa" berusaha menutupi situasinya.
"Menta mana kak?" tanya Runi.
"Dia masih tidur" jawabnya jujur apa adanya.
"Loh kok tumben sih, biasanya kan dia yang paling rajin bangun pagi" Runi paham betul tabiat sang sahabat yang tidak pernah bangun siang.
__ADS_1
"Entahlah, aku juga bingung kenapa belakangan ini Menta seperti seorang yang pemalas, dia sering tidak mandi dan berdandan. Kalau aku berbuat salah sedikit saja dia langsung mengomel panjang lebar. Dan yang paling membuatku frustasi adalah kalau aku dekati dia juga pasti menolak dengan bilang aku sangat menyebalkan" Raf seperti barisan suami takut istri.
"Hemmmm jangan-jangannnnn,,,," Karina menebak-nebak.
"Wahhhhh selamat ya kak Raf" Rini yang paham tebakan Karina langsung tersenyum lebar.
"Kenapa? kok malah bilang selamat? aku kan sedang kena musibah!" Raf bingung dengan reaksi kedua teman Menta.
"Kapan terakhir Menta datang bulan?" Karina bertanya.
"Sepertinya beberapa hari sebelum resepsi pernikahan deh, karena kata Menta sedang deras-derasnya" Raf menghitungnya, karena saat mereka pulang dari pemakaman Junior, wanita itu mampir ke toko swalayan untuk membeli pembalut dan mereka beberapa hari berikutnya tidak pernah berhubungan.
"Cocok!" Karina bertatapan dengan Rini.
"Apakah sudah pasti?" Runi bertanya sambil mengelus perutnya dengan senyum terkembang karena paham maksud dari Karina dan Rini.
"Sepertinya sih iya" jawab Rini.
"Coba nanti kita cek ya setelah dia bangun" kata Karina untuk meyakinkan dugaan mereka.
"Aku ambilkan dulu deh alatnya" Rini kemudian bersiap jalan menuju rumah dinas untuk mengambil alat yang dimaksud.
"Eh tunggu aku ikut dong" Runi pun ikut berdiri karena sangat antusias.
"Ayo" Karina menggandeng keduanya dan mulai berjalan menuju rumah dinas.
__ADS_1
"Mereka kenapa sih?" Raf yang sudah bingung dengan sikap sang istri, jadi tambah bingung karena ulah teman-temannya juga.
"Begitulah wanita, sulit dimengerti!" Rich berseleroh sambil menatap punggung Runi yang berjalan menjauh ke arah luar.
"Mereka memang sulit dimengerti tuan, aku juga terkadang bingung sama wanita, apalagi sama bu bidan, kadang cuek, kadang malu-malu, jadi bikin aku galau buat nembak saja!" Burhan sang karyawan utusan Putra Angkasa yang menaruh hati pada Karina pun jadi ikutan curhat.
"Iya, bu suster juga gitu, kalau aku dekati sok jual mahal, tapi waktu aku kecelakaan kemarin dia malah yang sangat perhatian merawat luka-lukaku setiap hari, kan aneh!" Haris yang juga karyawan utusan Putra Angkasa mengeluh tentang sikap Rini terhadapnya.
"Berjuanglah sobat, jangan pernah lepaskan wanita yang kalian sukai, apalagi sampai menyakitinya!" Rich menasehati Burhan dan Haris berdasarkan pengalamannya terhadap Runi.
"Nasib-nasib, aku kira dengan menikah semua akan bahagia, tapi nyatanya istriku malah semakin sulit ditebak hufffffff!" Raf menghembuskan nafasnya dengan berat.
Keempat pria itu pun akhirnya saling curhat tentang kegalauan hati mereka masing-masing terhadap wanita yang disukainya. Mempunyai posisi strategis di perusahaan besar dan berwajah tampan saja ternyata tidak cukup bagi mereka berempat untuk bisa membuat wanita pujaannya bertekuk lutut. Yang ada malah justru mereka yang sering dibuat menjadi kalang kabut sendiri.
................. ...
Selamat hari seninnnnn... Yuhuuuuuu siapa disini yang penasaran dengan kisah mereka selanjutnya??? kira-kira Menta kenapa ya??? Trus gimana ya kelanjutan kisah cinta Runi, Karina dan Rini? serta bagaimana para pria itu menakhlukkan wanita-wanita pujaannya masing-masing??? yukkkk pantau terus kisah mereka..
Khusus buat kisah Runi dan Rich, sudah ada di novel yang baru ya guys... Judulnya TERJEBAK CINTA MR CASANOVA.. Silahkan klik bio Rosi dan temukan novelnya disana.. Biar update terus jangan lupa juga untuk dimasukkan ke daftar favorit ya...
Last but not least, jangan lupa ya buat support juga melalui like, komen, vote (mumpung senin nih), hadiah, favorit, share dan follow akun Rosi Lombe serta IG @RosiLombe buat update terbarunya..
Happy reading all..
Luv luv...
__ADS_1