
"Papa kenapa sih diam saja dari tadi?" Menta bertanya kepada sang suami saat mereka sudah tiba di rumah.
"Tidak apa-apa" jawab Raf dengan singkat.
"Bohong, kalau tidak apa-apa kenapa dari tadi saat kita pulang papa diam saja?" Menta meraih bahu suaminya dan melingkarkan tangannya keleher pria itu.
"Papa sebel!" jawabnya sambil membuang muka dari sang istri.
"Loh sebel kenapa?" tanyanya sambil mengernyitkan dahi.
"Habis tadi saat di acara pertunangan itu mama ngobrol terus sama laki-laki lain, seru banget lagi keliatannya!" rajuk Raf.
"Uluh-uluh, ceritanya papa lagi cemburu nih?" Menta merasa geli melihat suaminya yang cemburuan.
"Ya iya lah, memangnya suami siapa yang gak cemburu melihat istrinya ngobrol lama banget sama pria lain!" Raf memasang mode kesalnya.
__ADS_1
"Dia itu kan saudara mama pa, namanya kak Beni, anak pertamanya tante Asti, dulu waktu kecil kami sering main bareng!" Menta menjelaskan sambil bergelayut manja di leher suaminya.
"Iya papa tau dia saudara mama, tapi tadi itu keliatan banget kalau dia naksir sama mama, dari caranya bicara dan tersenyum saja sudah penuh arti gitu!" jawab sang suami.
"Tapi kan mama gak menganggapnya seperti itu, mama hanya mencoba menghargai dia sebagai seorang adik kepada kakaknya saja kok!" kecupan mendarat di bibir pria keturunan bule itu.
"Bener mama gak ada apa-apa sama dia!?" Raf masih sangsi dengan sang istri.
"Astaga papaaaaa, denger ya, mama ini sudah menikah sama suami yang super ganteng, gagah perkasa, kaya raya, sayang keluarga pula, masa iya masih belum puas juga dan mau cari yang lain lagi?" sanjungan setinggi langit ia berikan kepada sang suami agar pria itu tidak ngambek lagi.
"Issshhhh sejak kapan sih mama jadi jago ngegombal gini!?" Raf yang disanjung-sanjung jadi merasa berbunga-bunga.
"Mama nih mancing-mancing aja deh!" tanpa menunggu lagi akhrinya Raf membimbing sang istri berjalan ke arah tempat tidur mereka.
"Papa mau ngapain?" Menta menahan tangan suaminya yang mulai bergerilya.
__ADS_1
"Mau menagih janji 'bonus' dari mama tadi pagi, plus akan papa tambahin 'hukuman' buat mama karena sudah mulai nakal!" jawabnya sambil sibuk melucuti setiap helai kain yang ada ditubuh sang istri.
"Awwww papaaaaaa" Menta terpekik saat Raf bergrilya dengan brutalnya.
"Mama selalu saja bikin papa gak tahan!" katanya sambil sibuk bermain di area terkenyal.
"Pa kita mandi dulu yuk, mama lengket banget nih, kotor!" Menta merasa risih jika harus bermain dalam keadaan tubuh yang kotor.
"Buat apa mandi? kan nanti habis mandi juga lengket lagi!" seringai jahil muncul di wajah Raf.
"Tapi kan lengket yang lain, bukan karena kotor!" tetap bertahan dengan keinginan mandi.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita mandi bersama!" pria itu kemudian membimbing sang istri berjalan ke kamar mandi. Meskipun ia kuat untuk menggendong tubuh sang istri dalam keadaan hamil besar, namun karena takut terjadi sesuatu, maka ia lebih memilih untuk menuntunnya saja sambil mereka berpagutan mesra.
"Paaaaaaa" Menta protes saat Raf sibuk bermain di area sensitif sang istri, bukannya menyabuni tubuh mereka dengan benar.
__ADS_1
"Habis mama menggemaskan sekali sih!" kata pria itu dengan ekspresi gemasnya.
"Isshhh dasar bocah tua nakal!" Menta hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan sang suami terhadap dirinya itu. Pertempuran sengit pun terjadi saat mereka sedang mandi dan setelahnya, saat keduanya sudah kembali naik ke atas tempat tidur.