Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Tuan Muda Menang Banyak


__ADS_3

"Oweeeekkkkkk owekkkkkkk" suara tangis terdengar dari mulut bayi yang baru lahir satu minggu itu.


"Maaa,, mandinya jangan lama-lama ya" Raf panik karena Raguel terus saja menangis.


"Iya pa, sebentar lagi selesai" Menta buru-buru membersihkan dirinya.


"Sayang, anak papa jangan nangis dong, cup cup cup" sang papa menggendong putranya yang terlihat semakin merah wajahnya karena tidak kunjung berhenti menangis.


"Owekkkkk owekkkkkk" meskipun sudah digendong oleh papanya, namun Raguel masih saja menangis karena haus.


"Maaaa,,, ini Raguel udah nangis kejer nihhhhh" bingung harus berbuat apa.


"Iya sebentar pa, lagi pakai handuk" jawab sang istri masih dengan kesibukannya mengeringkan diri.


"Itu tu mama datang, sudah ya cup cup cup" sambil menyerahkan sang putra kepada istrinya.


"Uhhhhh sayanggggg kenapa nangis anak mama?" suara Menta seketika seperti mantra mujarab yang membuat sang putra terdiam.


"Haus ya?" kemudian menyodorkan makanan lezat kepada sang putra.

__ADS_1


"Kau itu ya, masih bayi saja sudah tau pilih kasih, lihat saja nanti kalau sudah besar tidak nurut sama papa, papa jitak kau ya!" kata Raf yang gemas melihat anaknya langsung diam didekapan sang istri.


"Ih papa jahat banget sih, sama anak main jitak-jitak aja!" protes dengan ucapan suaminya.


"Habisnya, baru juga ditinggal mandi sebentar sudah menangis seperti ditinggal seharian saja, coba kalau seperti papa dulu ditinggal lima tahun sama mama, bagaimana coba!?" Raf malah curhat.


"Ihhh kok papa jadi baper sih?" Menta geli melihat suaminya seperti anak kecil yang suka membanding-bandingkan.


"Gak baper sih, cuma kangen aja" kemudian berubah mode menjadi manja kepada sang istri.


"Papa ihhhh, didepan anak juga" Menta tidak habis pikir dengan ulah suaminya yang tiba-tiba saja menjadi aneh.


"Kan baru seminggu pa, sabar ya" senyum geli terkembang saat melihat suaminya kelimpungan.


"Hey tuan muda, kau menang banyak ya, bahkan jatahku pun kau ambil!" sambil menowel-nowel gemas pipi sang putra yang sibuk menikmati ASI sang mama.


"Papa ih, sama anak sendiri iri banget!" lagi-lagi membela sang putra.


"Itu kan aset milik papa ma!" sambil menunjuk area favoritnya yang kini dikuasai oleh Raguel.

__ADS_1


"Papa makan snack dulu gih sono biar gak rewel!" Menta benar-benar merasa geli dengan ulah suaminya.


"Papa maunya makan ini saja" sambil meremas gemas.


"Papaaaaa,, nanti ASI nya keluar!" membelalakan matanya.


"Abis gemes sih, bikin mupeng aja hehehehehe" kini hanya menyentuh tanpa tekanan agar ASI tidak keluar.


"Makasih ya pa, papa sudah pengertian dan sabar" melihat bagaimana sang suami berusaha menahan dirinya, Menta begitu bahagia.


"Iya sayang, demi mama dan Raguel, apapun pasti papa lakukan" kini ia bergeser untuk memeluk sang istri dari belakang dan menaruh dagunya dibahu sang istri.


"Anak papa, nanti kalau sudah besar harus bisa bantu papa jagain mama ya, tugas kita berdua adalah jadi bodyguardnya mama, oke!?" sambil mengelus kepala sang bayi yang masih lunak.


"Iya papa, siapppp" Menta menjawab dengan suara anak kecil.


"I love you both!" Raf mengecup pipi istrinya dengan penuh kasih sayang. Baginya kini tidak ada hal yang lebih penting dibandingkan kedua orang yang ada dalam pelukannya itu.


"We love you too papa" jawab Menta mewakili sang putra.

__ADS_1


Kelahiran Raguel layaknya seperti oase penghilang dahaga bagi pasangan suami istri itu. Setelah drama kehidupan pernikahan mereka selama lima tahun sebelumnya, kini mereka seolah mendapatkan air kesegaran yang begitu menyejukkan. Dengan keberadaan sang putra, kini cinta mereka seperti terikat semakin erat, tidak ada lagi penyekat diantara keduanya yang dapat memisahkan.


__ADS_2